My Boyfriend Is A Badboy

My Boyfriend Is A Badboy
Ep.32 Saling Percaya


__ADS_3

•••••••••••••


Kayla pun menyusul Raihan dan Dion masuk kedalam rumah. Saat mereka duduk sambil menonton tv, Ponsel Raihan Berdering. panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.


Raihan mengabaikan panggilan itu, namun ponselnya selalu berdering, membuat Kayla risi. dan akhirnya Kayla menyuruh Raihan untuk mengangkat panggilan itu.


sementara Dion sibuk ngemil. Saat Raihan mengangkat telfon tersebut, Raut wajah Raihan berubah. dan pergi menjauh dari Kayla dan Dion...


Dion tahu, apa yang membuat Raut wajah Raihan berubah dan pergi menjauh. karena mereka sudah mengenal satu sama lain.


"kak Clara sepertinya sudah beraksi. Rai Kak Clara itu menyukaimu.. dan mulai sekarang aku akan menjagamu dan Kayla.. kak clara orang yang kejam." Ucap Dion dalam batinnya yang tidak bisa dia ungkapkan pada Raihan maupun Kayla.


"Yon. emang harus ya, kalau telfonan harus menjauh?." tanya Kayla yang curiga.


"Gawat, kayla sepertinya sedang penasaran." ricuh Dion dalam batinnya.


"ah, mungkin dia sedang berbicara dengan neneknya" ucap Dion.


Kayla tidak menjawab ucapan Dion, dan Pergi keluar.


selesainya Raihan telfonan,, dia langsung pergi menghampiri Dion, dan Kayla. namun Raihan tidak melihat sosok Kayla.

__ADS_1


Dion ingin menyusuli Kayla namun terhenti karena ucapan Raihan


"Di mana Kayla??" tanya Raihan sambil duduk.


"saat kau menerima telfon. raut wajahnya berubah, dan pergi.. aku hendak menyusulnya, tapi kau menghentikankanku." jelas Dion sedikit kesal


Raihan langsung tahu apa yang saat ini dipikiran Kayla. Raihan langsung berlari keluar mengejar Kayla. Dion pun mengikuti Raihan keluar.


•••••••••••••


…Kayla begitu kesal, sepanjang perjalan dia terlihat kesal.. dia tidak ingin naik kenderaan untuk pulang kerumah... berbeda dari biasanya, ketika ingin pulang kerumah dia selalu menelfon pak ujang, namun kali ini dia ingin sendiri.


ponsel Kayla berdering terus menerus, namun dia mengabaikannya. dia mendapat pesan sebangak 100. dan 50 panggilan tak terjawab dari Raihan.....


"ayolah kayla. Raihan hanya telfonan, kenapa harus marah segala.. tapi aku merasa ada yang beras. tapi aku harus percaya sama Raihan" ricuh Kayla dalam batin.


••••••••••••


Raihan sangat mencemaskan Kayla. sepanjang jalan dia tidak bisa fokus, karena pikirannya ada pada kayla.


"kayla kamu dimana,, kenapa telfonku tidak di angkat." ucap Raihan dalam batin.

__ADS_1


Dari kejauhan, Raihan melihat Sosok seperti Kayla. Raihan pun melajukan mobilnya dan mendekati perempuan itu, dan benar... itu adalah Kayla. Raihan pun keluar dari mobilnya dan langsung berlari ke arah Kayla, dangan spontan Raihan menarik kayla dan memeluknya dengan erat.


Rasa khawatir Raihan menjadi-jadi, dia sangat ketakutan jika Kayla akan meninggalkannya. Raihan tidak ingin kehilangan orang yang disayanginya untuk kedua kalinya..., percayalah, Raihan sangat menyanyangi Kayla.


"jangan pergi seperti ini lagi. jika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, katakanlah. aku akan mendengarkan semuanya. " ucap Raihan yang masih merangkul Kayla.


tanpa sadar. Kayla menjatuhkan air matanya dalam pelukan Raihan, dan merangkul erat kekasihnya itu.... Kayla menangis sejadi-jadi ketika mengingat dirinya begitu egois.


"jangan menangis. kau terlihat jelek saat menangis. aku hanya ingin melihat Kayla tersenyum bahagia. bukan tangisan." ucap Raihan yang masih merangkul Kayla mencoba menenangkan Kayla dengan sedikit ocehan recehnya.


Namun Kayla tak kunjung diam. Raihan bingung harus buat apa tangisan Kayla semakin menjadi.. dan terus menerus mangatakan Kata maaf.


"Hikss. hikss. Maaf. Maaf aku yang begitu egois. aku marah begitu saja. pergi tanpa pamit. dan membuatmu cemas terus menerus. tapi aku sangat mencintaimu. maafkan aku." ucap Kayla yang masih menagis dalam pelukan Raihan dan menyumbunyikan Wajahnya pada dada Raihan.


"sudah sudah,,, dengar.. Aku Raihan. yang sangat mencintai kayla sampai kapanpun. menerimamu apa adanya." ucap Raihan


"Tapi aku sudah meragukanmu, kamu pergi menjuh untuk menerima telfon, aku ingin percaya sepenuhnya, namun egoku telah menguasai diriku, hingga aku pergi dengan menyesali semua." lanjut Kayla yang masih menangis.


"tidak masalah.. sekarang belajarlah untuk saling percaya. karena aku percaya sepenuhnya dengan kayla" ucap Raihan menghapus air mata Kayla dan tersenyum,,


Kayla hanya mengangguk menjawab peryataan Raihan terhadapnya. dan kembali memeluk Raihan.

__ADS_1


••••••••••••


__ADS_2