My Boyfriend Is A Badboy

My Boyfriend Is A Badboy
Ep.20 Piknik


__ADS_3

•••••••••••••


Setelah sarapan, kedua orang tua Kayla mengusulkan untuk liburan. dan mereka memilih untuk pergi liburan ke pantai... berhubungan itu adalah hari libur.


"kita kurang satu orang,,, Telfon Dion gih, biar dia ikutan juga." ujar Evan..


"Baiklah,,, biar aku yang menghubunginya." ujar Nisa yang semangat..


Kedua orangtua Kayla juga ikut piknik bersama mereka.. tentunya, mereka juga mengajak Kedua orang tua Raihan. biar lebih dekat.....


"tante. kenalin, ini kedua orangtua saya. oh, iya om dimana ya tan?." Ucap Raihan memperkenalkan kedua orang tuanya pada kimberly.


"oh iya, perkenalkan saya kimberly, ibunya Kayla. suami saya masih siap-siap didalam.." ucap kimberly dengan rama.


"oh iya, saya hellen. dan ini suami saya Hans." ucap Hellen pada Kimberly


"oh, maafkan aku sayang, aku begitu sibuk dengan bawaanku. orang tua Raihan sudah datang?." Selah Robert tidak memperhatikan ke depannya...


Saat robert melihat kearah orangtua Raihan, Robert. begitu kaget. namun sangat bahagia.


Tidak disangkah, dunia begitu kecil, ternyata Ayah Kayla dan Ayah Raihan teman lama saat SMA... mereka bersahabat baik saat di SMA.


"Lohhh." ucap Robert dan Hans Barengan.


"Hans kan.?" Tanya robert tak percaya.


"iya, ini aku sobatt.. Sudah bertahun-tahun berpisah akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Robert." sahut Hans memeluk sahabatnya itu..


"Hei,, kalian sudah kenal lama?." Tanya Hellen.


"iya. dia ini sahabat dekatku saat SMA. Ternyata putra kita berpacaran dengan anaknya." ucap Hans dengan rama.


••••••••••••••


"Raihan, aku baru tahu, ternyata ayahku dan Ayahmu besahabatan.." bisik Kayla pada Raihan...

__ADS_1


"iya,, biarkan saja.. asal mereka tidak mengganggu waktu liburan kita." bisik Raihan.


Semuanya sibuk memasukan barang-barang


kedalam mobil, mereka juga tidak lupa membawa alat pancing... untuk melengkapi liburan panjang mereka.


"Hyyy. jangan cuman pacaran doang. Sini bantu angkat. mana orangtua itu hanya ngerumpi.." Ucap Evan Kesal.


"yah wajar dong. orangtua kan sudah nggak kuat ngangkat yang kayak gini." selah Nisa sambil memasukan makanan kedalam mobil.


"ah. iya maaf ya.. yuk Rai, angkat barang yang itu." ucap Kayla menarik tangan Raihan. Raihanpun langsung mengambil semua barang-barang yang belum dimasukan kedalam mobil..


"ok, semuanya sudah siapkan. kita perginya pakai 2 mobil. kalian satu mobil dengan Raihan. dan biar kami yang mengendarai mobil satunya." ujar Robert. memerintah pada anak-anak.


Raihan pun pergi mengambil mobilnya.... tapi Raihan malas mengendarai mobilnya, akhirnya dia tukaran dengan Dion untuk menyetir.


"Haii, bocah tengik, kamu yang bawa. aku lagi malas membawa mobil." ucap Raihan sambil membuang kunci mobil pada Dion.


"panggilan apalagi yang kau berikan padaku bayi gede." ucap Dion kesal..


"etts. mau masuk kemana berandalan.. tempatmu berada disampingku.. biarkan yang cewek-cewe duduk ditengah." ucap Dion sedikit penekanan.


"lalu aku dimana?." selah Evan yang tidak terhitung.


"kamu duduk dipaling belakang saja, kan kosong tuh, lumayan buat tidur-tidur saat perjalanan jauh." jawab Dion dan langsung disetujui oleh Evan. pasalnya Evan adalah orang yang suka tidur saat perjalanan jauh.


"Biarkan aku duduk dekat Kayla sekali ini saja ya Yon." ucap Manja Raihan memehon pada Dion.


"hehe, giliran ada maunya nyebut nama gue. Anak berandalan pasang muka manja denganku, seperti aku harus menggambil gambarmu seperti itu, terus aku perlihat kesatu sekolah." ejek Dion pada Raihan. Agar dia tidak menolak permintaanya.


"Aku akan duduk didepan." ucap Raihan dingin dan langsung duduk didepan.


Dion tersenyum girang karena Raihan berhasil dikalahkannya. sedangkan Nisa dan Kayla hanya tertawa melihat mereka berdua.... Akhirnya Kali ini Raihan mau mengalah....


mereka akhirnya masuk kedalam mobil setelah rebutan tempat duduk, dan pergi menyusul orantua yang sudah berangkat lebih dulu...

__ADS_1


•••••••••••••••


Mereka akhirnya sampai ditujuan setelah melewati perjalanan yang jauh... dan mereka pergi mencari tempat yang akan mereka tempati. setelah mendapatkannya mereka langsung mandi-mandi dipantai.


"ini sangat menyenangkan." Ucap Nisa rama..


"tidak juga. ini sangat membosankan." ucap Raihan dingin yang tidak terlalu suka keramaian.


"Raihan.. tolong jangan berkata dingin,, aku ketakutan saat kau berkata dingin." ucap Nisa sambil bersembunyi dibelakang Kayla.


"ayolah, kau harus bersenang-senang hari ini ." ujar Kayla menarik tangan Raihan.


"setiap hari aku sudah bersenang-senang denganmu, dan aku tidak membutuhkan pantai untuk bersenang-senang." Ucap Raihan dingin.


"heii, bayi gede..... kita sudah jauh-jauh kesini tapi lihat. kau hanya memasang wajah galak. oh iya, aku lupa kau adalah berandalan, jadi wajar memasang muka seperti itu." Ejek Dion agar Raihan tidak memasang ekspresi wajah itu.


saat mereka tengah asyik bermain di pantai, ternya mereka bertemu denga Gland, orang yang sangat menghingginkan kekalahn Raihan. Dia juga sedang piknik bersama keluarganya..


"Wah,,,, Badboy Class atas kita,, ternyata bisa punya teman dan piknik juga..." selah Gland yang berjalan menuju arah mereka.


ucapan Gland hanya di abaikan oleh Raihan. bukan hanya Raihan, semua yang ikut bersama Raihan mengabaikan Gland. Gland begitu kesal, akhirnya dia mendapat cara agar Raihan membuka mulutnya untuk berbicara.


"Hah,, sepertinya aku tidak dianggap... apakah harus ku sentu wanitamu?." kata Gland yang mencoba membuat Raihan marah.


Raihan akhirnya berbalik badan dan menghampiri Gland.. Gland begitu ketakutan, pasalnya dia sudah perna babak belur dibuat Raihan. Tapi dia mencoba untuk tenang karen sudah menemukan kelemahan Raihan.


"inginku menghajarnya, tapi itu tidak mungkin, disini ada ibu dan ayah, dan kedua orangtua Kayla. aku akan menghajarnya habis-habisan saat tidak bersama ayah, ibu dan kedua orangtua Kayla." ucap Raihan kesal dalam batinnya.


"oh. kalau sampi kau menyentuhnya, sehelai rambut pun... Aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu." Ancam Raihan dingin dan menarik tangan Kayla untuk pergi dari situ....


meskipun Kayla ada disitu, dia tidak mendengarkan percakapan antar Raihan dan Gland, hanya Dion yang mendengar semua percakaan mereka, pasalnya Dion mencoba menghentikan Raihan karena berpikir Raihan akan memukul Gland.


•••••••••••••••


{Maaf Ya🙏🙏 Terlalu Banyak Typonya. Jangan Lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}☺

__ADS_1


__ADS_2