
•••••••••••
Setelah menyuruh Raihan keluar dari kamarnya. Kayla merasa sangat menyesal. dan langsung berlali keluar dari kamarnya. namun dia tidak melihat sosok pria yang dia cintai itu...
kayla pun langsung berlari keluar rumah dan terjatuh karena terlalu kelelahan. tapi sayangnya Raihan sudah tidak berada dirumah Kayla.
pak ujang melihat Kayla berlari dan terjatuh. dan bergegas berlari menolong Kayla karena khawatir.
"Jangan berlari seperti ini non, sini saya bantu kedalam." ujar Pak Ujang.
"Kayla hanya ingin mengejar Raihan pak." Sahut Kayla.
pak Ujang tidak mendengarkan ocehan Kayla. dan mengangkat kayla kedalam. dan meletakan kayla disofa. bi ira pun menghampiri mereka.
"Bi. ambilkan kotak P3K untuk non Kayla." ujar Pak Ujang pada Bi Ira.
bi Ira langsung mengambil kotak P3k yang berada didalam lemari dan meletakan kotak itu dimeja.
"Jang, non Kayla kenapa bisa begini?." Tanya Bi Ira khawatir sambil mengobati tangan dan kaki kayla yang memar akibat terjatuh.
"non kayla berlari. mengejar Den Raihan. dan terjatuh." jelas pak Ujang dan langsung mengambil ponselnya untuk menelfon Raihan.
••••••••••
Tibanya Raihan dirumahnya. dia langsung mendapat telfon dari nomor yang tidak dikenal. Raihan mengabaikan telfon itu dan akhirnya pesan masuk. mengatakan bahwa yang menelfon adalah pak ujang.
Raihan langsung menelfon balik nomor tadi, karena berfikir ada sesuatu yang terjadi hingga membuat pak Ujang menelfonnya.
sesuai dugaan Raihan, ada sesuatu yang terjadi. Raihan langsung berlari kearah mobilnya dan bergeas pergi kerumah Kayla. Raihan sangat cemas dan melajukan kenderaan dengan kecepatan penuh.
•••••••••••
sampainya Raihan dirumah kayla, dia langsung berlari masuk kedalam rumah dan melihat Kayla tertidur disofa..
__ADS_1
"Kayla." panggil Raihan lembut. membuat Kayla terbangun.
"Rai...." ucap Kayla dengan meninggikan nada sambil memeluk Raihan.
"Maafkan aku,... karena marah tanpa sebab denganmu." sambung kayla menahan air matanya.
"aku yang salah. karena bersikap dingin sebelumnya. kamu melukai dirimu karena mengejarku? kenapa kamu begitu bodoh." ucap Raihan sambil menguntil jidat Kayla.
Kayla kembali cemberut dengan perkataan Raihan.
"kalau aku bodoh, kenapa kamu bertahan denganku?." Tanya Kayla ketus.
"tentu saja. karena aku menyangimu, cinta itu buta Kayla. tidak peduli kamu bodoh atau tidak. aku akan tetap memilihmu." jelas Raihan menggoda Kayla.
dan Saat itu ada tamu Kayla yang datang, yang tidak lain adalah Nisa, Evan dan Dion..
mereka sangat terkejut melihat kayla terluka..
"hei Berandalan. apa kamu memukul Kayla." ucap Dion memukul kepala Raihan.
"nggak lah. emang gue cowok apaan mukul pacar sendiri." jawab ketus Raihan sedikit kesal.
"bukan salah siapa-siapa. ini salahku karena terlalu ceroboh." jelas Kayla
"Kayla. jika dia melukaimu, aku tidak akan tinggal diam.." jelas Dion.
"hei... kayla milikku. kenapa anak ini bertingkah seperti kayla itu miliknya." sahut Raihan kesal.
mereka tidak memperdulikah ocehan Raihan.. dan hanya sibuk dengan keadaan Kayla.. karena merasa diabaikan. Raihan keluar dan duduk ditaman.
Kayla tidak sadar bahwa Raihan sudah tidak ada Raihan. dia berfikir Raihan tidak peduli dengannya. dan itu membuat Kayla kembali murung.
"Nisa. apa Raihan menyanyangiku?" tanya Kayla cemberut.
__ADS_1
"otakmu habis kebentur ya?. tentu saja dia menyukaimu. ya kan Van?" jelas Nisa yang tidak percaya bahwa sahabatnya akan bertanya seperti itu. dan dijawab dengan anggukan oleh Evan.
"tapi dia sudah tidak ada disini. kemana dia? apa dia masih kesal, karena aku membuatnya naik darah tadi? aku sangat menyesal nisa." jelas Kayla.
mendengar perkataan itu. Dion langsung keluar. dan beralasan mencari angin.. padahal dia ingin mencari Raihan untuk meminta kejelasan dari semuannya.
•••••••••••••••
Dion melihat Raihan sedang duduk ditaman. dia melihat Raihan seperti seseorang yang sedang berfikir keras. Dion pun langsung menghampiri Raihan.
"boleh duduk?." ucap Dion dengan nada lembut. Dion tahu bahwa Raihan sedang ada masalah.
"tidak ada yang melarangmu, kenapa bertanya." jelas Dion dingin.
"apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Dion memberanikan diri.
"tidak ada. kenapa kau peduli dengan itu?" ucap Raihan ketus.
"aku mengenalmu dari dulu. jadi aku tau kalau kamu sedang ada masalah. ceritalah denganku." jelas Dion kesal ternyata Raihan belum terlalu memaafkannya.
"jangan bahas yang dulu-dulu... dan aku tidak akan menceritakan apapun padamu." jawab dingin Raihan.
"Mengapa? aku sahabatmu Rai, apa kamu sudah melupakan semuanya?." jelas Dion yang sudah tidak Tahan.
tanpa mereka sadari.. Evan sebenarnya menggikuti Dion keluar rumah, dan melihat Dion dan Raihan seperti berbicara hal yang serius.
"apa mereka punya ikatan dimasa lalu? sudahlah, aku sudah setengah perjalan mendengarkannya. lanjut lagi aja." Ricuh Evan dalam batin.
Evan pun memutuskan untuk mendengarkan percakapan mereka. meskipun tanpa izin dari mereka berdua.
••••••••••••••••
{Maaf Ya🙏🙏 Terlalu Banyak Typonya. Jangan Lupa Like Dan Komentarnya ya Teman"}☺
__ADS_1