
AUTHOR POV.
Saat ini Valey sedang duduk bersama Kelvin di taman belakang Mansion. Kelvin mengelus lembut rambut Valey, dan Valey ia bersandar di bahu Kelvin.
"Amour, kenapa kau rela terluka demi menyelamatkan rusa itu?"tanya Kelvin.
"Em.. Apa kau tidak melihat mereka memiliki dua anak .Aku tak mau anak rusa itu kehilangan induknya, karena aku tahu apa rasanya kehilangan orang tua" kata Valey
Kelvin tersenyum mendengar perkataan Valey.
"Kau sangat baik Amour.Aku sangat beruntung memiliki Mate seperti mu" kata Kelvin. Valey merona mendengar pujian Kelvin. Cukup lama mereka disana hingga seorang wanita datang. Ia tampak berantakan, dengan mata sembab nya.
"Isabella." lirih Kelvin , Valey tersentak seketika hatinya terasa nyeri.
"Ck... Kenapa gadis itu datang lagi" kata Ruby melalui mindlink.
Valey hanya bisa diam membeku, Kelvin berdiri dan menghampiri Isabella.
"Ada apa ?" tanya Kelvin pada Isabella, Isabella tak menjawab ia menangis dan memeluk kelvin erat. Valey menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit di hatinya terlebih Kelvin juga membalas pelukan Isabella.
"Val.. Pergi, jangan sakiti dirimu" lirih Ruby.Valey menitikkan air matanya, lalu ia pergi dari sana, ia berlari dengan kepala tertunduk karena ia menangis. Hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
BUGH!
Valey mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ia tabrak.
__ADS_1
"Maaf Troy." lirih Valey lalu ia pergi menuju kamarnya. Troy kaget melihat Valey menangis ia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi.Seketika mata Troy membulat melihat Kelvin memeluk erat Isabella mencoba menenangkan gadis yang menangis di pelukannya itu.
"Jadi ini yang membuat Putri Jessie menangis" gumam Troy, ia pergi dari sana .
•••
VALEY SIDE
Sementara itu Valey menangis pilu di kamarnya."Kenapa-- Kenapa Moon Goddess, aku baru saja bahagia dengan nya " teriak Valey pilu.
"Val... Jangan terus menangis seperti ini" kata Ruby mencoba menenangkan Valey.
"Ini tidak adil Ruby dia baru saja menerima ku! Kenapa gadis itu kembali lagi" lirih Valey.
"Tenangkan dirimu Val" kata Ruby . Wolf nya itu berusaha menenangkan Valey. Lagi dan lagi hati gadis ini tersakiti. Valey terus menangis hingga akhirnya ia terlelap karena lelah menangis. Tubuhnya meringkuk di lantai yang dingin, tak ada lagi kehangatan yang akan ia rasakan. Yang ada hanya kesunyian dan dingin yang menemaninya setiap malam. Kehidupannya akan kembali seperti dulu, menyendiri dalam sepi.
•••
Kelvin duduk bersama Isabella di kursi taman."Apa yang terjadi bella?" tanya Kelvin saat Isabella telah tenang.
"Mate ku. Dia Mereject ku Kelvin," lirih Isabella. Gadis itu terus menangis, sehingga wajahnya kini telah basah dengan wajah memerah.Kelvin menggeram marah, ia mengepalkan tangannya dan rahang nya mengeras.
"Apa yang dia lakukan!!, " geram Kelvin.
"Ck... Kenapa gadis ini kembali lagi" gumam Josh tak suka.
__ADS_1
"Kenapa hah!!" bentak Kelvin.
"Bukan kah kau sudah bahagia bersama Mate kita Kelvin" kata Josh.
"Tidak ku rasa aku tak membutuhkan Mate ku lagi" kata Kelvin, Josh seketika emosinya naik, ia heran kenapa setiap kali Kelvin bersama Isabella Kelvin akan sangat membenci matenya.
"Tenanglah Bella, masih ada aku di samping mu" kata Kelvin menenangkan. Ia membawa gadis itu kedalam pelukannya yang hangat.
"Bagaimana dengan Mate mu?" tanya Isabella lirih, matanya berkaca-kaca menatap Kelvin dengan sorot pilu.
"Aku tak membutuhkannya" kata Kelvin, sontak Isabella tersenyum menang , namun senyum itu hanya sesaat.
"Hahahahaha ... Rencana ku berhasil" batin Isabella.
•••
VALEY SIDE
Hari menunjukkan pukul empat sore , Valey bangun dari tidurnya, ia duduk di tepi ranjangnya dan mengambil air di atas nakas untuk ia minum.
"Aku tertidur cukup lama" gumam Valey, ia ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dengan ritual mandinya, ia melangkah ke balkon kamar untuk melihat dunia luar.
Valey menikmati angin yang menerpa wajah cantiknya, setidaknya ia bisa melupakan sedikit masalahnya sekarang. Namun nafasnya tercekat , jantungnya tersa berhenti saat itu juga, rasa sakit menjalar di seluruh relung hatinya. "Kelvin..." lirih Valey, matenya itu sedang bersenda gurau dengan Isabella, mereka tampak bahagia. Valey tersenyum pilu, air matanya mengalir begitu saja, ia memegang dadanya yang terasa sesak.
"Moon Goddess kenapa aku hanya merasakan kebahagiaan sesingkat ini?" lirih Valey pilu. Mata menyiratkan luka yang amat sangat menyakitkan. Ia memilih untuk masuk ke kamar lagi, kembali menangis disana , katakan dia cengeng , tapi jika kalian di posisinya kurasa akan sama. Rasa sakit melihat pasangan kita bahagia dengan orang lain tak bisa di deskripsikan dengan kata-kata. Mungkin seperti kau lupa caranya bernafas, sesak tentu saja terasa sangat sesak. Dunia seakan runtuh, tak ada lagi semangat yang kau punya. Yang kau rasakan hanya rasa sakit yang menyiksa.
__ADS_1
Bersambung...