My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 30


__ADS_3

AUTHOR POV


Perang besar telah berakhir, kehidupan antara Pack sekarang semakin membaik , tak ada kata bermusuhan lagi. Kemenangan Golden Red Eclipse memang memberi perubah besar, Dark Moon sekarang menjadi sekutu dari Golden Red Eclipse semenjak di pimpin oleh Alpha baru mereka yaitu Adrian Deandra.


Selain itu Pack terkuat ini semakin di takuti dan di segani karena kehebatan Alpha mereka Jacques Coen Friedrich yang merupakan Raja dari kerajaan terbesar Gerardious.


Akan tetapi kesalahan telah di lakukan oleh Jack membuatnya sampai sekarang tak kunjung menemukan mate nya itu. Setiap hari, setiap saat ia mencari namun sampai satu tahun terakhir ini tak kunjung ia temukan.


Jack termenung di tepi air terjun dekat Istana yang dulu sering di kunjungi putri Valey. Sekarang air terjun ini juga menjadi tempat favorit nya. Tak hanya masalah Alyssa yang tak ia temukan hingga sekarang yang membebani fikirannya, kembarannya yang tak kunjung sadar juga ikut membebani fikirannya.


Jack sangat merindukan adiknya yang cerewet, adiknya yang selalu membuatnya kesal, adiknya yang selalu berhasil membuatnya tertawa lepas karena kekonyolan mereka. Jack menghela nafasnya kasar, ia sangat lelah dengan semua ini. Permainan takdir seolah terus menerus membuatnya tertekan.Jack tertawa miris untuk dirinyan sendiri.


"Kemana kau Alyssa." lirih Jack pilu , ini sangat membuatnya frustasi.Tiba-tiba bahu Jack di tepuk seseorang, Jack melihat ke arah orang tersebut.


"Tenanglah jika kalian memang di takdirkan bersama, suatu saat kalian pasti bertemu lagi" kata Orang itu sembari duduk di samping Jack.


Jack menundukkan kepalanya frustasi, takdir tak pernah mendukungnya , takdir seakan mempermainkannya dan ingin ia lemah seperti ini.


"Seharusnya aku mendengarkannya dulu" lirih Jack penuh penyesalan, selama ini ia hanya memikirkan keegoisannya saja.Orang itu merangkul Jack dan tersenyum hangat.


"Wajar saja jika kau bersikap seperti itu Jack, jika aku di posisi mu mungkin aku Juga seperti itu. Kejahatan Ayah dan Raven membuat kami ikut di benci" kata Orang itu yang tak lain adalah Adrian, Adrian menatap sendu ke arah langit, ia juga sama khawatir dan sama rindunya dengan Alyssa.


"Kemana kau Alyssa" batin Adrian.


"Apa dia masih mau menerima ku nanti?" lirih Jack, ia berfikir Alyssa tak kan memaafkan nya.


"Dia pasti menerima mu, aku tahu dia seperti apa, dia persis seperti adik mu itu" kata Adrian.


Jack sedikit lega dengan jawab Adrian, setidak nya ia memiliki sedikit harapan untuk hidup bersama matenya Lagi.


"Setidaknya kau sudah berusaha selama satu tahun terakhir ini Jack" lirih Serge.


KELVIN SIDE


Sudah satu tahun lamanya Putri cantik itu tertidur, ia seperti Putri tidur layaknya cerita dongeng. Gadis itu masih saja enggan membuka matanya. Kelvin selalu setia mendampingi Valey setiap harinya, seperti saat ini ia sedang duduk di samping Valey.


"Aku merindukan senyum mu Amour" lirih Kelvin. Ia hampir frustasi melihat matenya tak kunjung bangun dari tidur panjangnya. Kelvin mengelus rambut Valey yang kini semakin panjang, ia menatap sendu gadis di hadapannya ini. Kelvin mencium pucuk kepala Valey lama, tak terasa setetes air matanya jatuh mengenai wajah Valey. Hatinya perih melihat keadaan gadis nya ini.


"Amour bangun lah... Apa kau masih ingin menghukum ku" lirih Kelvin pilu.


"Tenanglah Kelvin , dia pasti bangun tak lama lagi" kata Josh mencoba menenangkan Kelvin.


"Ini sudah satu tahun lamanya Josh" lirih Kelvin.


"Tidak mudah untuk nya pulih Kelvin, ia hampir saja mati karena pedang itu" kata Josh.


"Kau benar Josh, seharusnya aku bersabar lagi . " kata Kelvin.


Kelvin menggenggam tangan Valey erat, ia sesekali mengecup lembut tangan gadisnya itu. Tiba-tiba Kelvin tersentak karena genggaman tangannya di balas oleh Valey .Sontak ia menoleh ke arah gadisnya itu, air matanya tumpah seiringan dengan senyum nya yang mengembang.


"Amour"

__ADS_1


VALEY SIDE


Valey mengerjapkan matanya berkali-kali, matanya sangat sulit untuk membuka. Ia menyernyitkan dahinya karena kepalanya yang terasa begitu pusing. Ia membuka matanya sempurna, iris coklat miliknya pun terlihat. Hal pertama yang Valey lihat adalah Kelvin yang sedang menggenggam erat tangannya. Valey ingin bicara namun tenggorokannya begitu kering. Hingga akhirnya Valey hanya bisa membalas genggaman tangan Kelvin agar pria itu menoleh ke arahnya .


Benar saja pria itu menoleh ke arahnya, Valey tersenyum hangat , dapat ia lihat kerinduan di mata Kelvin saat menatapnya. Air mata Kelvin tumpah dan senyumnya mengembang melihat gadis yang ia cintai akhirnya membuka matanya.


"Amour"  lirih Kelvin, ia memeluk Valey erat, Valey pun membalas pelukan matenya ini. Ia juga sangat merindukan pria yang berada di pelukannya sekarang.


"Amour akhirnya kau sadar" kata Kelvin dengan mata berbinar bahagia.


"Aku mencintai mu Amour. Maafkan aku" lirih Kelvin, ia menyesali perbuatannya selama ini. Valey mengelus wajah tampan mate-nya itu, ia tersenyum dan menatap lekat mata Kelvin . Valey ingin membalas ucapan Kelvin 'aku mencintai mu juga' tapi ia tak bisa bicara tenggorokannya begitu kering. Seakan tahu , Kelvin mengambil air di atas nakas dan membantu Valey untuk meminum air tersebut.


"Apa aku tidur sangat lama?" tanya Valey pada Kelvin.


"Ya, kau tidur selama setahun terakhir ini Amour" jawab Kelvin, sembari meletakkan kembali gelas berisi air saat Valey telah selesai meminumnya. Valey membelalakkan matanya tak percaya, ia merasa ia baru saja tidur beberapa jam yang lalu.


"Apa!!" teriak Valey kencang, Kelvin menutup telinganya saking kencangnya teriakan Valey. Penghuni istana yang sedang bersantai pun tersentak mendengar teriakan Valey. Angel segera berdiri dari duduknya.


"Valey " lirih Angel , ia pun berjalan menuju kamar Valey yang cukup jauh dari sana diikuti Bryan dan yang lain.


Sementara itu di kamar Valey.


"Jangan berteriak seperti itu Amour" kata Kelvin lalu ia menyentil hidung Valey. Valey terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia senang Kelvin telah berubah , pria itu menjadi hangat kepadanya.


"Apa kau tak merindukan ku?" tanya Valey .


"Tentu saja aku merindukan mu Amour.." kata Kelvin ia mencubit pipi Valey karena gemas.


"Arrgghhh ... Apa yang ku lakukan . kenapa mulut ini tak bisa di rem" rutuk Valey.


"Hahahahah kau menjadi agresif sekarang Val" Ruby tertawa lepas menertawakan kebodohan Valey.


"Ruby.." rengek Valey. Pipinya merona karena malu.


Sementara itu Kelvin terkekeh melihat perubahan Valey sekarang.


"Apa ramuan itu membuatnya menjadi agresif seperti ini" batin Kelvin.


"Kurasa begitu Kelvin " Josh ikut terkekeh melihat kelakuan Matenya sekarang.


"Kau menjadi agresif sekarang" goda Kelvin ia mendekatkan tubuhnya dengan Valey , membunuh jarak di antara mereka. Pipi Valey semakin memanas, jantungnya terpacu cepat karena jarak mereka yang sangat dekat. Terasa sekali nafas hangat Kelvin yang menerpa wajah nya. Aroma mint menyeruak di Indra penciuman nya.


"Aku bisa tidur 10 tahun lagi karena serangan jantung" batin Valey.


"Hahaha" Ruby tertawa lepas karena Valey.


"Ruby...." teriak Valey tak terima.


CUP!


Sebuah kecupan mendarat di pucuk kepala Valey. "Aku menyukai dirimu yang sekarang" kata Kelvin berbisik di telinga Valey membuat bulu kuduknya meremang. Kelvin mendekatkan wajahnya dengan Valey, semakin dekat--  Semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka menyatu. Kelvin meluapkan kerinduannya melalui ciumannya, Valey membalas ciuman Kelvin dan mengalungkan tangannya di leher Kelvin. Sungguh Valey sangat merindukan pria di depannya ini. Sampai kapan pun ia tetap mencintai Kelvin, seperti apa pun Kelvin perasaannya tetap sama.

__ADS_1


"Ekhmm... Ekhm..." suara deheman menginterupsi membuat Kelvin melepaskan ciuman mereka, Valey mendengus kesal karena aktifitas mereka terganggu. Valey dan Kelvin melihat ke arah suara, seketika pipi mereka merona di sana sudah ada Angel, Bryan, Andrew,Melly, Aster, Harry, Verry , Vixie, Marria ,Garrix, Troy, Adam,Nadine ,Nancy, dan Sergio memperhatikan mereka tanpa berkedip.


"Sepertinya kita mengganggu aktifitas mereka" goda Angel.


"Mereka tak mau di ganggu sekarang" tambah Bryan.


Mereka terkekeh melihat Valey dan Kelvin yang salah tingkah. "Anak Mommy udah dewasa sekarang yah"kata Angel masih menggoda anakanya


"Ya, dia bukan lagi putri kecil yang polos" tambah Bryan.


"Mommy! Daddy!" rengek Valey, ia mengerucutkan bibirnya kesal. Seketika tawa mereka tumpah melihat reaksi Valey, tetap saja Valey tak berubah, masih dengan sikap manja, ceria dan juga cerewetnya itu. Angel dan Bryan memeluk Putri mereka melampiaskan rasa rindu mereka pada putri semata wayangnya ini. Valey menangis haru kerena merindukan kedua orang tuanya.


Satu persatu orang disana memeluk Valey, menumpahkan perasaan rindu mereka pada Putri manja. Selama Valey tak sadar suasana istana sangat sepi tak ada Valey yang selalu membuat kegaduhan karena pertengkarannya dengan Jack.Tiba-tiba pintu terbuka, tampaklah Jack dengan nafas terengah-engah dan Adrian di belakangnya.


"Sweety!!"  teriak Jack, Valey tersenyum melihat kakaknya.


"Big Bear!! " teriak Valey, Jack segera memeluk adiknya itu erat, Jack menitikan air matanya haru.


"Aku merindukan mu Sweety" lirih Jack.


"Aku juga merindukan mu Big Bear" lirih Valey yang juga ikut menangis.


"Akhirnya ia kembali" kata Serge senang.


"Terimakasih Moon Goddes" kata Jack.


"Big Bear" kata Valey menyadarkan Jack.


"Iya Sweety.." jawab Jack.


"Lepaskan..." rengek Valey.


"Kenapa? Kau tak mau aku peluk em.." tanya Jack.


"Aku sukit bernafas... Apa kau mau membunuh ku" kata Valey.


Jack terkekeh lalu melepaskan pelukannya. "Kau tak berubah Sweety" kata Jack


"Kau mau aku berubah huh.." kata Valey kesal.


"Kau ini.." Jack mencubit pipi Valey gemas membuat Valey semakin kesal.


"Jack!." teriak Valey kesal.


Semua orang disana terkekeh geli melihat kelakuan saudara kembar itu.


"Selalu saja bertengkar" kata Bryan. Ia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak kembarnya itu.


"Tinggal masalah Jack lagi sekarang" kata Ricko melalui mindlink.


"Ya Ricko, tinggal Jack lagi" kata Bryan, ia menatap sendu ke arah putr semata wayangnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2