My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 34


__ADS_3

AUTHOR POV


Valey dan Kelvin tinggal di sebuah mansion di Pack Silver Moonlight , mereka ingin hidup mandiri oleh karena itu mereka tinggal terpisah dari orang tua mereka. Pagi ini seperti biasanya Valey menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya, dengan telaten ia memasak di bantu oleh beberapa maid .


"Ana, tolong ambil kan susu untuk ku" Valey berkata lembut, sembari tersenyum hangat. Ia masih sibuk menata makanan di piring, untuk sarapan sang suami.


"Baik Luna" kata maid yang bernama Ana itu, tak butuh waktu lama Ana pun datang membawakan susu untuk Valey. Valey tersenyum hangat sembari mengambil susu tersebut.


"Terimakasih Ana" Valey menuang susu tersebut kedalam gelas.


"Sama-sama Luna"  setelah mengucapkan itu,  Ana hendak pergi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya, namun Valey melarangnya.


"Kau mau kemana lagi Ana?" tanya Valey saat Ana hendak pergi.


"Melanjutkan pekerjaan saya Luna" kata Ana sopan. Valey tersenyum hangat dan menarik Ana agar mendekat ke arahnya.


"Ayo ikut sarapan dengan ku dan suami ku.  Panggil yang lain juga"


"Tapi Luna ka-" ucapan Ana langsung di potong oleh Valey.


"Tidak ada penolakan" kata Valey final.


"Baiklah Luna, saya permisi untuk memanggil yang lain" kata Ana. Valey pun mempersilahkan ana untuk memanggil yang lain.


Sepeninggal Ana, Valey sibuk menata makanan di meja makan. Namun tiba-tiba seseorang memeluk Valey dari belakang, dan menyandarkan kepalanya di bahu Valey.


"Kenapa kau tak membangunkan ku Amour" kata Kelvin manja, ia memayunkan bibirnya tanda ia merajuk.


"Kau tampak lelah sayang, aku tidak tega membangunkan mu" kata Valey lembut ia berbalik dan mengelus wajah suaminya sayang. Ia mencubit pipi Kelvin gemas, lalu mencium bibir sang suami sekilas.


"Ayo duduk kita sarapan, aku mengajak para Maid untuk ikut sarapan bersama kita" kata Valey. Kelvin mengernyitkan dahinya , apa ia tak salah mendenga?.


"Bersama para Maid ?" tanya Kelvin , ia masih tak percaya.


"Tentu, aku ingin meja makan ini di penuhi banyak orang" kata Valey .


Kelvin menganggukkan kepalanya mengerti. "Baiklah, Tapi--"Kelvin menggantung perkataannya.


"Tapi?" tanya Valey tak sabaran.


"Cium aku lagi " kata Kelvin dengan puppy eyesnya. Tentu saja Valey menolak karena ia malu jika tiba-tiba ada Maid atau Warior Pack yang datang kesana. Namun Kelvin tetap bersikeras ia menarik tubuh istrinya itu dan mencium nya. Valey mencubit perut Kelvin gemas karena suaminya ini sering melakukan apa pun sesuka hatinya.


"Kau ini...." kata Valey sembari mencubit perut Kelvin


"Aw... Sakit Amour.." Kelvin pura-pura kesakitan padahal jelas sekali itu tidak sakit. Valey merasa bersalah , "apa terlalu sakit?" tanya Valey khawatir.

__ADS_1


Kelvin terkekeh, lalu mencium pucuk kepala istrinya itu , "Mana mungkin cubitan mu itu menyakiti ku Amour" kata Kelvin. Valey hanya bisa mendengus kesal .


Para Maid pun datang Valey mempersilahkan mereka untuk duduk dan makan bersama. Awalnya para maid tampak takut-takut, dan suasana pun menjadi canggung namun Valey selalu bisa mencair kan suasana sehingga para Maid tidak tegang lagi. Mereka begitu beruntung memiliki Luna seperti Valey.


•••


Valey duduk di bangku taman sendirian. Suaminya itu sedang ada urusan , tinggalah ia sendiri di mansion itu.


"Membosankan" kata Ruby


"Andai ada Jack disini" lirih Valey


Baru saja Valey menyebut nama kakaknya itu, tiba-tiba terdengar suara Jack memanggil namanya. Valey menggelengkan kepalanya.


"Valey"


"Tidak... Ini cuma halusinasi " kata Valey meyakinkan dirinya , namun suara itu semakin jelas, ia pun mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat siapa yang datang.


"Jack!" teriak Valey senang , ia bangkit dan berlari menerjang tubuh Jack .


"Aku merindukan mu Big Bear" Valey memeluk erat tubuh tegap sang kakak.


"Aku juga merindukan mu Sweety" Jack mengecup pucuk kepala Valey, dan mengelus lembut rambut Valey sayang.


"Ayo masuk" ajak Valey. Mereka pun berjalan beriringan, masuk kedalam mansion. Valey menyuruh Maid menyiapkan minuman untuk dirinya dan sang kakak.


"Aku mengurus perusahaan Daddy di dunia manusia" Jack menyandarkan tubuh nya, tubuhnya terasa begitu lelah.


"Em... Sejak kapan kau tertarik untuk kesana. Bukannya selama ini kau selalu menghindari dunia manusia" kata Valey.


"Semenjak aku tak kunjung menemukan Mate ku" lirih Jack, Valey memeluk kakaknya itu. Memberikan kekuatan agar sang kakak tetap semangat mencari Alyssa.


"Aku yakin kalian pasti bertemu lagi" Valey mengelus wajah Jack, yang terlihat begitu lelah.


"Ku harap begitu Sweety, aku merindukan nya, mungkin ia sudah melahirkan anak kami sekarang" lirih Jack lagi. Rasa sesak ia rasakan, ia menyesali kesalahan yang ia lakukan kala itu.


"Sudah lah Jack , tetap berusaha saja untuk mencarinya" kata Valey. Valey menggenggam tangan Jack, sembari tersenyum menenangkan. Hanya Valey yang bisa membuat Jack tenang.


•••


Malam hari pun tiba, Valey , Kelvin dan Jack berkunjung ke mansion milik Andrew  karena sudah ada teman-teman mereka yang lain disana. Malam ini mereka akan menginap disana dan mengadakan pesta kecil . "Putri jessie" teriak Nancy , lalu menerjang tubuh Valey .


"Aku merindukan mu " kata Nancy , Valey terkekeh.


"Aku baru dua hari tidak kesini" kata Valey , Nancy menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Entah kenapa ia tak bisa jauh  dari Valey.

__ADS_1


"Hei kalian ayo kesini!"  teriak Nadine.


Valey dan Nancy pun menuju ke arah sahabat mereka itu.


•••


Para pria memisahkan dirinya dari para wanita, mereka memilih untuk duduk di gazebo sembari bersenda gurau disana.


"Jack. Apa kaau sudah menemukan Alyssa?" tanya Troy. Jack menggeleng lemah, sampai sekarang ia belum juga menemukan istrinya itu.


"Bersabarlah kau pasti menemukannya" Kelvin menepuk bahu Jack.


"Ku harap begitu" lirih Jack


"Kami akan membantu mu Jack" kata Adrian yang juga ada di sana.


"Ya , Adrian benar kami akan membantu mu" tambah Felix


"Terimakasih kalian mau membantu ku" Jack tersenyum tipis. Menyembunyikan begitu banyak beban pikiran yang ada di kepala nya.


"Jangan sungkan untuk meminta bantuan kami Jack" kata Adam


"Ya, kami selalu ada untuk mu" kata Kelvin.


Mereka pun larut dalam obrolan mereka, hingga tak terasa malam semakin larut,  mereka pun memutuskan untuk ke kamar masing-masing dan tidur.


•••


Pagi-pagi sekali, Kelvin panik karena Valey pingsan. Awalnya Valey mengeluh pusing kepala. "Huek... Huek..." Valey mual-mual, Kelvin menghampiri Valey .


"Kau kenapa Amour?" tanya Kelvin dengan sorot penuh kekhawatiran.


"Aku tidak tahu, kepala ku pusing sekali, dan mual..huek.." Valey kembali mual-mual.


"Kau pucat sekali Amour,  Apa kita ke dokter saja?"Valey tersenyum dan menggeleng. "Jangan, mungkin aku hanya masuk angin saja" kata Valey, ia mencuci wajahnya dan berbalik menghadap Kelvin. Lalu Valey tersenyum meyakinkan.


"Aku baik-baik saja sayang" kata Valey lalu mencium pipi Kelvin sekilas. Namun baru beberapa langkah kepala Valey terasa sangat pusing, ia memegang kepalanya dan akhirnya kegelapan pun melandanya. Ia pingsan.


Tubuh Valey langsung ambruk begitu saja, Kelvin segera menghampiri Valey yang pingsan itu dan membopong tubuh istrinya itu menuju rumah sakit Pack. Sesampainya di rumah sakit Valey langsung di tangani oleh para dokter di rumah sakit Pack. Kelvin hanya bisa menunggu di luar, dengan rasa khawatir yang mendesaknya.


Dari kejauhan tampak Jack yang  datang tergopoh-gopoh di ikuti yang lain."Kelvin ada apa?" tanya Jack khawatir.


"Aku tidak tahu ia mual-mual dan mengeluh sakit kepala. Lalu tiba-tiba ia pingsan." kata Kelvin menceritakan apa yang di alami sang istri.


"Apa jangan-jangan ia--"Jack menggantung perkataannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2