My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 41


__ADS_3

Matahari masih malu-malu menampakkan dirinya, hari masih terlalu pagi namun Valey telah siap untuk berangkat. Valey memeluk dan mencium Baby El cukup lama, ia akan sangat merindukan putra kecilnya ini.


"Kalung ini akan melindungi nya" kata Valey.lalu Valey mengambil sebuah gelang dan memberikannya pada Kelvin.


"Pakailah ini. Aku mencintai mu" lirih Valey lalu ia mencium suaminya itu . cukup lama, karena ia akan pergi jauh dalam waktu yang cukup lama , mungkin?


Valey naik ke atas tubuh Max, langkahnya begitu berat, ia tak kuasa menahan air matanya di depannya sudah ada keluarganya yang melepas kepergian Valey.


"Jaga dirimu baik-baik Sweety" kata Jack , Jack akan membantu Valey melawan Angele De La Bharte di kerajaan Emerald nanti. Namun Jack harus menemukan pedang Adeen terlebih dahulu.


Valey melambaikan tangannya , dan ia pun berangkat. Orang-orang disana tak kuasa menahan tangisnya lagi.


"Moon Goddess kenapa takdir anak ku begitu rumit" lirih Angel. Angel menatap kepergian putrinya dengan linang air mata. Di tatapannya wajah Baby El yang saat ini berada di dalam gendongan Kelvin.


"Kembalilah dengan selamat Sweety" batin Angel lirih.


•••


VALEY SIDE


Valey dan Max terus terbang menuju gereja tersebut, selama di perjalanan Valey tak bisa menahan air matanya ia menangis pilu, karena ia harus meninggalkan orang yang ia cintai . terlebih Baby El yang masih sangat kecil dan sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


"Maafkan Mommy mu nak" lirih Valey pilu. Ia terus larut dalam Isak tangisnya.


"Bersabar lah Putri, aku yakin kau pasti bisa menjalani ini. Dan aku sangat yakin kau bisa mengalah kan Angele De La Bharte " kata Max, mencoba menenangkan Valey dan menyemangati.


"Aku akan membunuh penyihir jahat itu, " kata Valey yakin , ia harus mengalahkan Angele De La Bharte karena ia ingin hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.


Setelah cukup lama menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di dekat gunung tempat naga Moussaieff tinggal. Benar saja disana seperti ada portal penghalang, hanya orang yang memiliki Orkz Stone yang bisa masuk kesana.


Valey mengeluarkan Orkz Stone milikinya dan mereka pun bisa masuk. Hutan disana begitu gelap, sinar matahari di halangi pohon-pohon yang tinggi menjulang , selain itu langit juga di penuhi awan hitam, seakan tempat itu sangat kelam dan tak berpenghuni.


"Kenapa tempatnya semenyeramkan ini" kata Valey, ia menyalakan obor agar bisa melihat pemandangan di depannya.


BRAK!!


Tiba-tiba saja tubuh Valey menabrak pohon, membuat ia jatuh dari atas tubuh Max. Max segera turun untuk menyelamatkan Valey.

__ADS_1


"Aw" ringis Valey, tangannya mengeluarkan darah segar.


"Kau tidak apa-apa putri" tanya Max


"Aku baik-baik saja hanya ada sedikit luka disini" kata Valey santai. Mereka pun hendak melanjutkan perjalanan lagi , namun tiba-tiba.


SREETTT... SREEETTT..


Semak-semak bergoyang, Valey mendekatkan tubuhnya ke arah Max dan memasang sikap siaga dengan belati di tangannya.


"Siapa itu?!" teriak Valey


SREETT... SREETTT....


Suara itu semakin mendekat dan---


"Aaaaaaaa!" teriak Valey kaget, bagaimana tidak dihadapannya muncul makhluk berbulu kecil dengan seekor Singa besar. 


"Golden Orlee" kata Makhluk di hadapan" Valey.


"Akhirnya kau datang putri Jessie" kata singa di depan Valey


"Da--darimana kalian tahu nama ku?" kata Valey.


"Tentu kami tahu putri, kami menunggu kedatangan mu selama ini " jawab makhluk berbulu kecil di depan Valey.


"Kami suruhan Silver Ravenwolf putri, sebaiknya kita segera bersembunyi , karena anak buah Angele juga ada disini" usul singa di depan Valey.


Valey pun mengangguk, mereka pun pergi dari sana, Valey naik kembali ke atas tubuh Max mereka pun terbang. Valey  cukup terkejut saat mengetahui jika singa tersebut memiliki sayap.


"Perkenalkan aku Stanley, dan ini Rosy" kata singa itu.


"Baiklah Stanley, Rosy, perkenalkan ini sahabat ku Max" kata Valey.


"Salam kenal Max"kata Stanley dan Rosy.


"Salam kenal Stanley , Rosy.." kata Max.

__ADS_1


"Kemana kita selanjutnya putri?" tanya  Max.


"Kita kegereja tua untuk mengambil pedang Elvora" kata Valey.


"Kalau begitu ayo ikut kami putri" kata Stanley. Mereka pun terbang menuju rawa dan mencari keberadaan Gereja tua itu dengan Stanley dan Rosy sebagai penunjuk jalan. Perjalanan mereka tak semudah yang di bayangkan mereka harus bersembunyi , kemudian melanjutkan perjalanan lagi. Sepanjang perjalanan,  mereka selalu bertemu anak buah Angele De La Bharte,  yaitu para Baboon yang memiliki sayap, dengan taring mencuat keluar dari mulut dan kuku yang tajam.


Seperti sekarang, Valey ,Max,Stanley dan Rosy bersembunyi di bawah air terjun karena ada segerombolan Baboon bersayap mengintai mereka.


"Ssttt... " kata Valey memberi isyarat agar mereka tenang.Mereka hening, tak ada satu pun yang berbicara hingga tak terdengar lagi suara Baboon itu. Namun Valey harus mundur lagi saat sebuah tangan Baboon berada tepat di atas mereka, Valey menciptakan sebuah perisai pelindung agar mereka tak terlihat.


Cukup lama mereka bersembunyi hingga akhirnya mereka melanjutkan perjalanan lagi. Dari kejauhan tampak lah rawa dengan pohon menjulang di sekitarnya, seperti yang di katakan Jack di bawah sana banyak sekali makhluk kecil penghisap darah di rawa Greenfelt, setelah melewati rawa itu akhirnya mereka sampai di sebuah gereja tua.


"Ini gereja atau rumah hantu?" gumam Rosy saat mereka sampai di sana.


"Kau yakin tempatnya disini putri?" tanya Stanley.


"Ya, aku yakin" kata Valey yakin


Mereka pun masuk kedalam bangunan  tersebut.


KRIET..


Valey pun membuka pintu, hal pertama yang mereka lihat adalah segerombolan kelelawar yang keluar. Valey pun melangkah dengan hati-hati, hanya suara sepatu dan lantai marmer yang beradu terdengar disana, Valey menuju bagian dalam gereja. Didalam sana terdapat banyak sekali pintu, dan hanya boleh sekali saja di buka. Jika salah maka orang yang membuka akan mati mengenaskan di tempat itu.


"Pintu yang mana yang akan kau pilih putri?" tanya Max.


Valey tampak berfikir, ia memfokuskan dirinya dan memejamkan mata , saat ia membuka matanya warna iris matanya menjadi berwarna keemasan.


Tulisan di pintu tersebut terlihat, Valey pun mendekat kesetiap pintu hingga langkahnya terhenti di sebuah pintu berwarna putih, dengan tulisan


"The legend of G" Valey meyakinkan dirinya dan memegang knop pintu. Secara perlahan Valey memutar knop pintu , dan---


**BUGH!!


BRAK**!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2