My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 29


__ADS_3

"Akh..." pedang itu berhasil melukai seseorang.


"JESSIE!!!" teriak Kelvin dan Jack bersamaan. Tubuh Valey langsung ambruk karena pedang itu tepat sekali menancap di dada sebelah kirinya.


Kelvin dan Jack langsung berlari ke arah Valey. Kelvin merengkuh tubuh Valey kedalam pelukannya.


"Amour... " lirih Kelvin


"Sweety..." lirih Jack


Valey menarik pedang itu dalam sekali sentak pedang ia tercabut, Valey meringis menahan sakit.


"Akh!"  Valey memuntah kan darah, lukanya tak bisa pulih seperti biasa karena ternyata di pedang tersebut terdapat racun.


"Sweety bertahan lah..." lirih Jack.


Ia terisak melihat kembarannya terluka parah seperti ini ,ia bisa merasakan sakit yang Valey rasakan, begitu pun Kelvin ia merasakan sakit yang luar biasa di dada kirinya namun itu bukan sakit yang ia rasakan, sakit itu milik Valey. Valey tersenyum, padahal sangat jelas ia menahan sakit, Valey menggenggam erat tangan kedua pria di hadapannya, dua pria yang sangat ia sayangi dan ia cintai sepenuh hatinya.


"Menangkan perang ini untuk ku" lirih Valey. Air matanya mengalir deras membasahi wajah cantiknya.


"Aku berjanji untuk mu Sweety" lirih Jack air matanya tumpah begitu saja. Sakit ia rasakan di relung hatinya, ia merasa gagal sebagai seorang kakak karena tak bisa menjaga adiknya sendiri, satu-satunya saudara yang ia punya di dunia.


"Aku juga berjanji untuk mu Amour" kata Kelvin lirih, ia juga menangis tersedu-sedu tak kuat melihat matenya saat ini. Memori tentang bagaimana ia memperlakukan Valey selama ini pun tergambar jelas, hatinya nyeri sekali. Ia merasa sangat gagal, tak bisa membahagiakan mate-nya selama ini. Begitu banyak luka yang ia toreh kepada hati yang mencintai nya dengan tulus.


Tatapannya buram karena air matanya, Kelvin begitu menyesali segalanya. Bahkan gadis yang ia sakiti ini masih saja ada untuknya, melindungi dirinya meski hidupnya yang menjadi taruhan. Valey mengelus wajah kakaknya itu , sembari tersenyum.


"Jack, dengarkan aku. Kejar Alyssa ia-- Akh---" Valey kembali memuntahkan darah ,"di-a sed-ang meng-andung anak mu Jack " lirih Valey , ia sulit untuk berbicara karena racun dari pedang tadi semakin menyebar. Nafasnya terasa begitu berat, rasa sesak begitu menyiksa dirinya.


Jack tersentak ia menggelengkan kepalanya tak percaya, jika Alyssa sedang mengandung anaknya. Perasaannya kian hancur dengan mengetahui kenyataan ini. Andai saja ia mau mendengarkan penjelasan Alyssa, kini ia tak tahu kemana perginya sang belahan jiwa. Terlebih Alyssa dalam keadaan sedang mengandung anaknya, ia bahkan tak ada untuk memberikan kasih sayang kepada ibu calon anaknya. Air mata Jack luruh, begitu saja. Hatinya terasa begitu nyeri dengan rasa menyesal yang tiada tara.


"Berjanji lah untuk ku Jack, aku Mohon kejar dia.Dia baik Jack dia bukan musuh mu-- dia mate mu" lirih Valey pilu, ia tak mau kakaknya terlambat mengetahui semuanya. Ia tak mau kakaknya hidup dalam penyesalan yang menyiksa.


Jack menggenggam tangan Valey erat, dan mengangguk air matanya mengalir deras karena menyesal sudah mengusir matenya. Jack mengangguk, ia akan segera mencari Alyssa, sebelum istrinya itu pergi terlalu jauh dan tak bisa ia temukan lagi. Valey tersenyum haru, setidaknya kini Jack sudah sadar. Kemudian ia menyentuh wajah kelvin dengan tangan sebelah kanan .


"Kelvin, aku mencintaimu. Aku tahu semua bukan salah mu, kau hanya di peralat oleh gadis itu" lirih Valey ia mengusap wajah Kelvin lembut, Kelvin memejamkan matanya air matanya menetes , ia menyesal sangat menyesal, betapa bodohnya ia dulu , betapa kejamnya dia dengan terang-terangan membenci Valey, padahal gadis itu sangat mencintainya bahkan sampai sekarang setelah beribu luka yang ia berikan. Entah bagaimana caranya ia harus menebus segala kesalahan nya.


"Maafkan aku Amour.. " lirih Kelvin , hanya kata itu yang bisa ia katakan. Bahkan jika ia mengatakan kata maaf seumur hidupnya sekalipun , itu tak mampu menebus kesalahan yang ia lakukan, luka yang ia toreh di hati sang belahan jiwa. Kelvin terisak pilu begitu pula Jack. Kedua pria itu menangis tergugu, meratapi kesalahan dan penyesalan mereka.


"Aku menyayangi kalian" lirih Valey ia berusaha merangkul kedua pria itu, Jack dan Kelvin pun memeluk Valey erat. Valey meneteskan air matanya .


"Ruby... Sepertinya kita tak bisa lebih lama lagi melihat mereka" lirih Valey.


"Kau benar Val, kita tak bisa bersama mereka lagi" lirih Ruby lemah.


Tubuh Valey semakin lemah, ia tak bisa bertahan lagi. Racun dari pedang itu sudah menyebar,Valey memejamkan matanya, rasa sesak itu semakin meyiksanya ia tak bisa lagi menghirup oksigen. Rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya, hingga kegelapan itu pun menyambutnya. Kegelapan yang membawanya tidur dengan damai , dan rasa sakit itu kini tak terasa lagi. Ia pergi dan tubuhnya pun terkulai lemas.


Jack dan Kelvin melepas pelukan mereka karena mereka tak merasakan detak jantung Valey lagi. Benar saja wajah Valey pucat pasi tubuhnya pun terkulai lemah. Ia benar-benar menutup matanya.


"TIDAK!!" teriak Jack dan Kelvin bersamaan. Mereka mengguncang tubuh Valey namun gadis itu benar-benar sudah tiada.

__ADS_1


"AAAUUUUUUU!!!" teriakan pilu Serge dan Josh terdengar, semua orang disana bisa merasakan kesedihan mereka.


Jack pun naik pitam ia mengeluarkan kekuatannya dalam sekejap semua pasukan musuh mati mengenanaskan. Termasuk Raven , semua prajurit kerajaan dan Warior Pack ikut murka karena Valey terluka.


"Amour!! Kembali lah aku mohon" lirih Kelvin ia langsung merengkuh tubuh Valey, yang lemas itu. "aku yakin kau masih hidup Amour" lirih Kelvin pilu, ia menangis sejadi-jadinya begitu pun Jack tubuhnya ambruk hidupnya terasa hancur saat itu juga. Ia benar-benar gagal menjaga adiknya, adik yang selalu membuatnya kesal karena begitu cerewet, adik yang selalu berhasil membuatnya tersenyum , adik yang selalu manja kepadanya .


"Sweety " lirih Jack pilu dengan air matanya yang mengalir deras, hidup nya terasa begitu hancur.


Kedua pria itu menangis sejadi-jadinya, mereka kehilangan orang yang mereka sayangi, "Jessie," lirih Stella yang datang, semua prajurit dan Warior Pack berkumpul , mendekat ke arah Putri yang selama ini begitu mereka sayangi .Isak tangis pilu terdengar disana, mereka telah kehilangan sosok Putri cantik yang selalu ceria setiap harinya.


Dari kejauhan tampak Angel dan Bryan yang berlari tergopoh-gopoh mendengar kabar jika putrinya telah meninggal. Garrix dan Marria pun juga ada disana,


"Valey" lirih Angel ia menangis pilu melihat keadaan putrinya yang sudah terbaring lemah dengan wajah pucat pasi.


"Moon Goddess ambil saja nyawa ku asal Putri ku ini hidup kembali" lirih Bryan ia sangat menyayangi putri nya ini. Mereka berdua terisak pilu sembari memeluk tubuh Valey. Semua menangis pilu karena kihilangan Valey. Tiba-tiba Vixie dan Verry datang tergopoh-gopoh.


"Jessie " lirih Vixie , ia mengambil sebuah botol kecil dengan isi berwarna merah pekat. "Dia masih bisa di selamatkan" kata Vixie.Sontak semua orang melihat kearah Vixie dengan pandangan penuh harap berharap Valey benar-benar bisa di selamatkan.


"Benarkah itu" kata Jack dan Kelvin bersamaan.


"Iya, walau kemungkinan berhasilnya hanya 10% setidak nya kita mencoba" kata Vixie."bantu aku meminumkan cairan ini" kata Vixie, Kelvin pun membantu Vixie meminumkam cairan itu pada Valey. Vixie merapalkan matra yang tidak di ketahui orang disana, entah itu mantra apa mereka tak perduli yang terpenting Valey selamat.


Cahaya berwarna merah pun mengelilingi tubuh Valey. Semua orang menghalau matanya dengan tangan karena cahaya itu begitu menyilaukan.


AUTHOR POV


Tubuh Valey di penuhi cahaya merah yang menyilaukan, hingga pada akhirnya cahaya itu meredup dan menghilang. Tiba-tiba kalung berliontin kupu-kupu milik Valey hilang berganti kalung berliontin Bulan berwarna merah dan gold di tengahnya, bulan itu seperti di peluk oleh seekor naga.


"Kalian berdua memiliki kekuatan itu?" tanya Bryan tak percaya, Jack mengangguk , Marria, Garrix, Vixie, Verry dan yang lain yang baru datang kaget . 


"Kalian memiliki anak yang hebat Bry" kata Verry. Kemudian suara Kelvin menginterupsi, membuat mereka melihat kearahnya.


"Dia selamat! Jantungnya kembali berdetak!" kata Kelvin, tampak binar bahagia di wajahnya. Jack, Angel dan Bryan mendekat ke arah Kelvin dan Valey.Angel memeluk suaminya erat, ia tak bisa menutupi jika ia sangat lah bahagia sekarang, tampak rona bahagia juga dari wajah orang disana, Putri Jessie mereka kembali.


"Oh Moon Goddess terimakasih kau telah mengembalikan putri ku" lirih Angel ia memeluk tubuh putrinya itu sembari terisak. Akan tetapi Valey tak kunjung sadar, gadis itu tak juga membuka matanya. Detak jantung nya sudah kembali normal, Valey pun bernafas seperti biasanya.


"Kenapa dia tak juga membuka matanya?" tanya Angel. Vixie mendekat ke arah Valey, ia tampak bingung. Biasanya orang yang meminum ramuan itu akan sadar kembali.


"Mom, ramuan tadi memang bisa menyelamatkannya. Jika ia Vampire ia akan langsung sadar, tapi--" Cindy menggantung ucapannya .


"Tapi apa?" tanya Bryan tak sabaran.


"Tapi dia adalah Werewolf maka akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk nya agar bisa sadar dan pulih kembali" kata Cindy.


Angel menatap sendu putrinya, kejadian kelam dimasa lalu kini terulang kembali, mungkin ia dulu tak separah dan tragis seperti putrinya ini.


"Mungkin ini cobaan untuk kita" lirih Angel.


Kenapa putra dan putri mereka juga merasakan apa yang dulu pernah di alami oleh mereka berdua, baik Valey atau pun Bryan.

__ADS_1


"Mungkin ini pelajaran dari Moon Goddess untuk pria berengsek seperti ku" batin Kelvin.


"Ingat.. Kau sudah berjanji padanya . apa pun yang terjadi itu bukanlah kesalahan mu Kelvin" kata Josh melalui mindlink. Setelah sekian lama akhirnya Josh mau berbicara dengan Kelvin lagi.


•••


Mereka pun kembali ke istana Gerardious, Kelvin menggendong tubuh gadisnya itu. Sepanjang jalan Kelvin tak henti-hentinya mencium pucuk kepala Valey, sembari membisikkan kata cinta nya kepada sang belahan jiwa."Aku mencintai mu Amour" lirih Kelvin.


Tak butuh waktu lama , akhirnya mereka sampai di istana. Kelvin meletakkan tubuh gadisnya itu di ranjang ketika ia sudah memasuki kamar milik Valey. Kelvin terus menggenggam tangan Valey erat sekali, seakan ia sangat takut kehilangan gadis di depannya saat ini. Tiba-tiba pintu terbuka tampak lah Jack , Jack masuk ke dalam kamar adiknya itu lalu menutup pintu kembali.


"Kelvin"


"Iya Alpha Jacques" kata Kelvin.


"Panggil aku Jack, kemarilah.." Jack menyuruh Kelvin mengikutinya ke Balkon kamar Valey.


Jack menatap indahnya langit malam sembari bersandar di kursi balkon itu.


"Kelvin... Apa kau mencintai Valey?" tanya Jack.


"Valey ?" Kelvin malah bertanya balik.


"Maksud ku Jessie , apa kau mencintainya?" tanya Jack.


"Tentu Jack, aku menyesal sudah menyia-nyiakan nya selama ini" Kelvin menunduk, ia sungguh menyesali perbuatannya selama ini. Jack tersenyum kepada Kelvin, sungguh suatu ke ajaiban Jack tersenyum kepada orang lain , tanpa Valey .


"Em... Aku juga sangat menyesal telah menyia-nyiakan Mate ku Kelvin" kata Jack, ia menerawang jauh kedepan , ia merindukan istri cantiknya itu.


"Kemana Mate mu?" tanya Kelvin.


"Dia pergi.. Aku mengusirnya karena ia adalah adik dari Raven" kata Jack lirih.


"Dia adik Raven Delaney Harish, Alpha Pack Dark Moon?" tanya Kelvin memastikan. 


"Iya, namanya Alyssa Claire, aku menyesal telah mengusirnya Kelvin " lirih Jack


"Kenapa?" tanya Kelvin penasaran.


"Dia tidak seperti Raven. Raven mengusir adiknya Adrian Deandra , dan Alyssa Claire serta ibunya karena menentang keras kejahatan yang di lakukan Raven" kata Jack, ia menghela nafas berat sebelum melanjutkan perkataannya. "Dan Alyssa Claire adalah orang baik, ia yang menyelamatkan orang tua ku.. Terlebih ia pergi dalam keadaan mengandung anak ku" lirih Jack di akhir perkataannya.Kelvin menepuk bahu Jack, dan merangkul Jack.


"Itu bukan salah mu Jack, ini hanya kesalah pahaman. Aku yakin kau akan menemukannya lagi" kata Kelvin.


"Ku harap begitu Kelvin" lirih Jack.


"Jack, aku rasa, aku adalah pria paling berengsek di dunia ini."lirih Kelvin ia menerawang jauh kedepan, mengingat betapa kejamnya perlakuan Kelvin di masa lalu kepada Valey.


"Aku hampir saja Mereject mate ku.." lirih Kelvin lagi.


"Itu bukan salah mu Kelvin, itu karena gadis yang merupakan mate Raven" kata Jack. "Kita sama-sama lelaki berengsek kelvin" lirih Jack.

__ADS_1


"Ya kau benar, kita menyakiti mate kita" kata Kelvin menambahi.Kedua pria itu duduk cukup lama disana sembari melihat indahnya langit malam. Mereka membagi masalah mereka masing-masing. Meratapi kesalahan dan penyesalan mereka. Andai saja waktu bisa di ulang dan ego tak berkuasa. Mungkin tak akan ada hati yang terluka, dan perasaan sakit seperti yang dirasakan orang tercinta.


Bersambung...


__ADS_2