
VALEY SIDE
Valey kembali seperti dahulu, ia banyak menghabiskan waktunya duduk menyendiri di air terjun. Seperti saat ini, ia duduk di tepian air terjun. Ia tidak tahu apa yang ia inginkan saat ini, disatu sisi ia mencintai matenya, disisi yang lain hatinya masih sakit. Sakit saat menerima kenyataan jika matenya itu ingin Mereject dirinya. Luka yang tertoreh di hatinya belum lah sembuh, ia ingin sekali membenci Kelvin , tapi ia tak bisa.. Ia tak mampu.
"Moon Goddess jika dia takdir ku buatlah hati ku yakin untuk memilihnya, jika bukan bantu aku untuk melupakannya" lirih Valey.
Hanya air terjun ini lah satu-satunya tempat yang berhasil membuatnya melupakan sedikit masalahnya. Tiba-tiba seseorang datang duduk di samping Valey, dan merangkul gadis itu. Valey menoleh kearah orang itu dan tersenyum.
"Tempat ini selalu jadi tempat favorit mu dari dulu Sweety" kata orang itu yang tak lain adalah Jack.
"Ya, Big Bear. Tempat ini akan selalu jadi tempat favorit ku" kata Valey dengan tatapan berbinar.
"Sweety kau sudah tahu tentang Daddy dan Mommy?" kata Jack.
"Kenapa Mom dan Dad?" Valey malah balik bertanya.
"Mereka masih hidup Sweety, tapi sampai sekarang aku belum menemukan mereka" lirih Jack frustasi. Valey tersenyum kepada kakaknya itu.
"Ayo ikut aku" ajak Valey ia menarik tangan kakaknya itu.
"Kemana?" tanya Jack bingung.
"Ayo ikut saja" ajak Valey, Jack pasrah ia pun mengikuti Valey.
Valey membuka kain yang menutupi tanda di lengannya. Jack bingung , sejak kapan Valey memiliki tato ditangannya. Valey memejamkan matanya dan memanggil Max.
"Max.." panggil Valey, tak berapa lama Max pun datang. Jack kaget , ia tak pernah melihat burung Elang besar seperti yang ada di hadapannya sekarang.
"Ayo naik" ajak Valey yang entah sejak kapan sudah ada di atas Max.Jack tampak ragu untuk naik, Valey tersenyum kecil. "Kau takut Big Bear.." goda Valey dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Siapa yang takut" jawab Jack, lalu ia pun naik ke atas Max. Tentu saja ia tak ingin di katakan penakut oleh Valey.
"Kita ke air terjun Max" kata Valey,
"Baik Putri Jessie" kata Max, Jack di buat kaget lagi saat tahu jika Max bisa bicara.
"Makhluk apa ini.. Ia juga bisa bicara" kata Serge melalui mindlink.
"Aku tak tahu Serge" balas Jack.
Mereka pun terbang menuju air terjun yang di maksud Valey. Sepanjang jalan Jack berpegangan erat ke tubuh Valey. Valey terkekeh geli melihat reaksi kakaknya ."Kau takut ketinggian em..." goda Valey kepada Jack.
"A--aku tentu saja tidak" Jack berpura-pura tidak takut, padahal ia berkeringat dingin sedari tadi, karena tak pernah terbang seperti sekarang. Memangnya dia Drakula yang bisa berubah menjadi kelelawar yang sudah pasti bisa terbang.
"Masih saja mengelak" kata Ruby melalui mindlink ia terkekeh geli.
"Itu lah Jack" kata Valey ia juga terkekeh geli .
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, mereka pun sampai di air terjun itu. Saat sampai disana air terjun pun terbelah menunjukkan bangunan besar yang sangat indah pastinya . Max terbang masuk kedalam bangunan tersebut . "Terimakasih Max" kata Valey saat mereka telah sampai dan turun
"Iya Putri Jessie" jawab Max,
"Jack ayo ikut aku" kata Valey, Jack pun mengikuti Valey masuk kedalam bangunan tersebut.
"Dari mana kau tahu bangunan ini?" tanya Jack penasaran.
"Dari Max, selama aku pergi aku tinggal di sini bersama mereka" kata Valey menunjuk ke arah sepasang suami istri di hadapannya. Jack yang sedang mengamati bangunan itu pun mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Valey. Jack kaget, rasa bahagia , rindu, bercampur menjadi satu. Tubuh Jack membeku , seketika air matanya menggenang tinggi di pelupuk matanya. Ia tak percaya apa yang dilihatnya sekarang.
"Katakan jika aku bermimpi" kata Jack.
__ADS_1
"Tidak kau tidak bermimpi" jawab serge, ia tampak senang sekali.
"Mommy? Daddy? " Jack masih tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Kemarilah sayang" kata Angel yang menitikan air mata karena sangat merindukan putra nya itu. Jack melangkah ke arah kedua orang di depannya itu, ia memeluk kedua orang yang ia rindukan itu. Jack menangis haru, bagaimana pun Jack sekuat apa pun ia jika di situasi seperti ini dia juga menangis , karena dia punya hati.
"Aku merindukan kalian " lirih Jack, Valey juga ikut memeluk kedua orang tuannya. Mereka melepaskan rindu mereka yang sudah lama tak berjumpa.
Tiba-tiba suara yang familiar di telinga Jack menginterupsi.
"Kalian juga ada disini" kata Orang itu.
"Grand Pa, Grand Ma". Disana juga ada Garrix dan Marria mereka di bawa oleh Valey kesana karena Valey tak ingin Grand Pa dan Grand Ma nya ikut serta dalam perang yang akan terjadi dalam waktu dekat.
"Kenapa kalian tidak memberitahu ku jika Mom dan Dad disini" kata Jack.
"Bukannya mereka tak ingin memberi tahu mu Jack, kami yang menyuruh mereka menutupinya" kata Angel lembut pada Jack. Jack kembali memeluk Mommy nya itu, ia tak ingin menanyakan alasannya, yang terpenting ia sudah bertemu kedua orang tuanya itu sudah cukup. Perlu kalian tahu Jack sangat manja pada ibunya. Di balik dinginnya dan tegasnya Jack ia sangat menyayangi Mommy nya ini.
"Ku dengar akan ada perang besar" kata Bryan.
"Iya Dad, dua hari lagi" kata Jack.
Bryan tersenyum ia menepuk bahu Jack."Daddy yakin keputusan mu adalah yang terbaik"
Dua hari lagi perang besar akan berlangsung. Golden Red Eclipse, Silver Moonlight dan Blue Moonlight telah mempersiapkan pasukan mereka. Tak berbeda Jauh dengan Dark Moon mereka telah siap dengan pasukan mereka.
"Kita akan memenangkan perang ini" kata Raven licik. Ia sangat yakin akan memenangkan perang besar kali ini.
Sementara itu tanpa seorang pun tahu, Valey juga menyiapkan pasukan perangnya bersama Stella dan Max. Entah seperti apa perang yang akan terjadi.
__ADS_1
Siapa kah pemenang nya?
Bersambung...