
VALEY SIDE
Di luar hujan deras mengguyur bumi, Valey melihat tetesan demi tetesan air yang jatuh dari langit itu melalui jendela kamarnya. Ia begitu kesepian dan bosan saat ini, suaminya sedang pergi, sudah dua hari lamanya.
"Apa dia tidak merindukan ku " batin Valey lirih. Sungguh ia begitu merindukan sosok suami nya yang posesif.
"Mungkin ia sedang sibuk Val" kata Ruby. Valey mengembuskan nafasnya kasar. Sesibuk itu kah Kelvin, bahkan tak sempat memberikan kabar kepadanya.
"Em, tapi ini sudah dua hari Ruby" lirih Valey air matanya menetes ia merindukan suaminya itu.
"Aku merindukan mu Kelvin" lirih Valey ia menangis tergugu dengan tubuh terguncang. Valey mengelus perutnya yang sudah buncit, usia kandungannya sudah 8 bulan saat ini. Tiba-tiba tangannya di tendang oleh bayi di dalam perutnya, Valey tersenyum miris.
"Kau merindukan Daddy mu jagoan" kata Valey lirih. Valey menangis sembari memeluk dirinya sendiri, selama dua hari ini ia tak mendapatkan kabar dari suaminya. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Valey mendongakkan kepalanya.
"Tolong. .. Tolong... " suara itu semakin nyata.
Valey melihat ke arah jendela, dari sana ia melihat seorang nenek tua di bawah derasnya hujan. Tanpa berfikir panjang ia segera turun untuk menghampiri nenek tersebut. Valey mengambil payung dan Segera berlari menghampiri nenek itu. Valey menitikan air mata melihat keadaan nenek itu penuh luka, ia pun memapah tubuh rentan itu menuju mansion.
"Ana!!" teriak Valey, Maid bernama Ana itu pun Segera datang menghampiri Valey.
"Ada apa luna? " tanya Ana yang kaget karena tiba-tiba Valey berteriak memanggil nama nya.
"Tolong ambil handuk. Jangan lupa pakaian dan minuman hangat" kata Valey. Ana pun segera mengambil barang yang di pinta Valey.
•••
Valey membersihkan luka pada tubuh nenek yang ia tolong, kemudian mengganti pakaiannya. Valey menyembuhkan luka nenek itu dengan kekuatan yang ia punya sehingga dalam sekejap luka di tubuh rentan itu hilang.
"Terimakasih" kata nenek itu dengan senyum nya.
__ADS_1
"Sama-sama nek, " kata Valey ia, mengambil minuman hangat untuk nenek itu. "silahkan di minum nek"kata Valey lembut, sembari menyodorkan minuman hangat. Nenek itu tersenyum dan mengelus wajah Valey sayang.
"Kau begitu baik, boleh ku tahu nama mu? " tanya nenek itu.
"Nama ku Jessie Valencia Friedrich nek" kata Valey sopan.
"Putri Jessie?" nenek itu kaget, langsung menunduk hormat.
"Maafkan saya tidak mengenali anda Putri"kata nenek itu.
Valey tersenyum dan merangkul nenek tersebut , lalu Valey memeluknya.
"Aku lebih muda dari mu nek, anggap aku ini cucu mu"kata Valey lembut.
"Tapi Putri Jessie " kata nenek itu.
"Panggil Valey saja nek"Valey tersenyum tulus. Nenek itu mengangguk dan menatap Valey lekat.
"kau Putri yang ada dalam ramalan itu-- Pemilik kekuatan Golden Orlee" kata nenek itu lagi. Valey mengangguk pelan. Nenek itu memeluk Valey erat.
"Oh Moon Goddess akhirnya aku bertemu dengan mu"kata nenek itu. "aku sudah lama mencari mu"
"Untuk apa nenek mencari ku? " tanya Valey penasaran.
"Untuk memberikan mahkota ini" nenek itu pun mengeluarkan sebuah mahkota cantik dari tas nya.
"Untuk ku?" tanya Valey , ia sangat menyukai mahkota itu.
"Tentu, kau seorang pemilik kekuatan Golden Orlee"kata nenek itu.
__ADS_1
"Terimakasih "kata Valey.
•••
"Hati-hati di jalan nek " kata Valey sembari memeluk nenek tersebut. Valey mencium kedua pipi nenek tersebut.
"Iya, terimakasih Valey" kata nenek itu, Valey tersenyum dan mengangguk.
"Max antar nenek ini sampai rumahnya dengan selamat ya" kata Valey.
"Baiklah Putri " kata Max
Max pun terbang mengantar nenek tersebut ke rumahnya. Valey melambaikan tangannya dan berbalik , namun langkah nya terhenti karena seseorang mencekal tangannya.
"I miss you Amour " kata orang yang mencekal tangan Valey, Valey memeluk erat Pria yang sangat ia rindukan itu dan menangis.
"Hiks. . Aku merindukan mu, sangat merindukan mu" lirih Valey disela isakannya. Ia memeluk erat suaminya, menumpahkan kerinduan yang ia rasakan selama sang suami pergi. Tiba-tiba bayi didalam perut Valey menendang membuat Kelvin tersentak.
"Kau juga merindukan Daddy mu jagoan"Kelvin berbicara pada calon anaknya itu.
"Iya Dad.. Aku sangat merindukan mu"Kata Valey dengan menirukan suara anak kecil. Kelvin mencium perut istrinya itu, lalu ia mencium istrinya. Kelvin menggendong Valey ala Bridal Style menuju kamar mereka. Kelvin terus mencium istrinya itu meluapkan semua rasa rindunya. Valey membuka kancing kemeja milik kelvin.
"Aku menginginkan nya" bisik Valey, Kelvin tersenyum nakal.
"Wanita ku sangat angresif em. " mereka pun melanjutkan aktifitas mereka
"Aku suka jika wanita hamil sedang seperti ini" kata Kelvin dalam fikirannya.
"Dasar mesum"kata Josh
__ADS_1
Bersambung...