
VALEY SIDE
"Putri Jessie! .." teriak Max, Stanley dan Rosy bersamaan. Tubuh Valey terpental dan menghantam dinding sangat keras karena membuka pintu tersebut. Tubuh Valey ambruk dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Ia terbatuk-batuk dan terasa sedikit sulit bernafas.
"Tenang..Aku baik-baik saja.." Valey mengangkat tangannya, agar mereka tidak perlu terlalu khawatir. Ia memegang kepalanya karena sedikit pusing.
"Apa kau salah buka pintu?" tanya Stanley.
"Tidak, itu pintu yang benar" kata Rosy.
Valey pun berdiri dan melangkah menuju pintu yang ia buka tadi. Max, Stanley dan Rosy mengikuti Valey dari belakang.
Ruangan tersebut gelap, tak ada sedikit pun pencahayaan disana. Akan tetapi saat kaki Valey melangkah kedalam, seketika obor disana hidup dan tampak lah ruangan dengan dinding berwarna Gold dan putih serta lukisan-lukisan cantik menghiasi dinding nya.
Valey pun masuk kedalam di ikuti ketiga sahabatnya namun tiba-tiba...
BRAK!!
Pintu tertutup dengan kasar membuat mereka terperanjat kaget. Namun Valey berusaha menetralisir ke keterkejutan nya itu. Ia kembali melanjutkan langkahnya lebih dalam menyusuri ruangan tersebut.
Akan tetapi Valey terkejut lagi karena ruangan itu tidak ada apa-apa kosong, sampai di ujung hanya ada dinding (jalan buntu) .
"Dimana pedang itu?" gumam Valey. Yang ia temui hanya ruangan gelap, yang kosong.
"Iya, ini jalan buntu?" tanya Max.
"Bagaimana ini" kata Rosy dan Stanley, mereka tampak khawatir.
"Tunggu, coba kalian amati betul-betul dinding ini" kata Valey.
__ADS_1
Ketiga sahabat nya itu pun mengamati dinding tersebut, benar kata Valey dinding itu seperti ada sesuatu yang menghalanginya. Valey mengambil belati miliknya dan mulai mencongkel lapisan penutup dinding tersebut. Cukup lama Valey mencongkel lapisan tersebut sampai akhirnya selesai. Tampak lah sebuah lukisan besar .lukisan seorang wanita cantik dengan gaun putih dan detail gold di bagian pinggang .
"Putri Lexa" kata Valey. Benar sekali, perempuan itu adalah Putri Lexa. Karena Valey pernah melihat Putri cantik itu di ruangan khusus yang berisi lukisan seluruh anggota keluarga kerajaan.
Max dan yang lain membulatkan matanya melihat lukisan tersebut. Wanita yang ada dalam lukisan itu begitu mirip dengan Valey. Yang membedakan adalah rambut mereka, rambut putri Lexa berwarna putih, sedangkan Valey coklat. Valey melihat lekat-lekat lukisan tersebut hingga ia menemukan sebuah lubang kunci.
"Ah.. Aku tahu..." kata Valey ia mengambil kalung miliknya dan memasukkan kalungnya di lubang itu.
Seketika cahaya menyilaukan pun muncul, Valey menghalangi matanya dengan tangan karena begitu menyilaukan. Setelah cahaya itu hilang Valey pun masuk, benar saja Pedang yang ia cari ada di sana. Valey pun mengambil pedang tersebut dan memakai mahkota yang ada di tasnya . seketika cahaya putih dan Gold menyelubungi tubuh Valey hingga tak tampak lagi tubuh dirinya.
Max , Stanley dan Rosy membelalakan matanya ketika cahaya itu hilang.
"Golden Orlee" kata mereka bertiga serempak.
Baju Valey berubah menjadi gaun putih dengan detail gold di pinggangnya. Rambutnya berubah menjadi putih, tak lupa ada semacam bunga yang menghiasi rambutnya. Valey sangat cantik dan sempurna dengan penampilannya saat ini.
"Kau tampak sangat sempurna Max" kata Valey lembut. Kemudian Valey mendekat ke arah Stanley dan Rosy. Valey menyentuh kedua sahabatnya itu.
"Golden Orlee membutuhkan kalian, kembali lah menjadi semula" kata Valey seketika Stanley dan Rosy berubah menjadi manusia. Stanley berubah menjadi pria tampan dengan rambut hitam, dan badan tegap. Sedangkan Rosy berubah menjadi wanita cantik berambut berwarna abu-abu sebahu dan iris mata abu-abu juga.
Stanley dan Rosy adalah sepasang kekasih yang merupakan pengawal pribadi Silver Ravenwolf. Mereka berdua terkena sihir Angele De La Bharte sehingga mereka berubah menjadi singa dan makhluk berbulu mungil.
"Terimakasih putri " kata Rosy dan Stanley. Mereka menunduk hormat, menghormati Putri cantik di hadapan mereka saat ini.
"Seharusnya aku yang berterimakasih" kata Valey dengan senyum manisnya.
"Aku tak menyangka menjadi Golden Orlee sekeren ini" kata Ruby girang.
"Kau benar, seharusnya kita mengabadikan nya dalam sebuah foto" kata Valey.
__ADS_1
"Dasar... Selalu saja begitu" kata Ruby
"Sepertinya ada yang kurang" kata Valey lalu ia merapalkan sebuah mantra dan baju Rosy serta Stanley berubah. Valey juga memberi Stanley dan Rosy masing-masing sebuah unicorn untuk kendaraan mereka.
Valey serta sahabatnya pun keluar dari sana, akan tetapi sebelum pergi Valey mengeluarkan kekuatannya untuk merubah tempat tersebut. Dalam sekejap hutan dan rawa menyeramkan itu berubah menjadi tempat yang sangat indah.
"Sempurna.." kata Valey
Lalu mereka pun berangkat menuju kerajaan Emerald untuk menyelamatkan Silver Ravenwolf . Valey tersenyum penuh arti.
"Kita harus segera menyelesaikan ini" kata Valey.
"Ya aku sudah merindukan mereka" lirih Ruby.
"Aku juga Ruby.. Baby El, tunggu mommy mu pulang" lirih Valey . Air matanya jatuh, ia tak bisa mengelak jika ia sangat mengkhawatirkan baby El di fikirannya hanya ada sang putra yang masih sangat kecil.
Sementara itu tanpa mereka sadari seseorang mengintai mereka, orang itu tertawa jahat dan menyeringai.
"Dia fikir , akan sangat mudah mengalahkan ku.. Hahahah... Golden Orlee, sebentar lagi aku akan mendapatkan kekuatan itu.. Aku akan menguasai dunia hahahahah" kata orang tersebut lalu ia pergi dengan menunggangi naga hitam miliknya.
•••
KELVIN SIDE
Baby El tak henti-hentinya menangis, Kelvin kewalahan menenangkan putra nya itu. "Kau juga merindukan mommy mu sayang" lirih Kelvin, tak bisa ia pungkiri ia sangat merindukan Valey.
"Semoga kau berhasil Amour" lirih Kelvin
Bersambung..
__ADS_1