
Seorang wanita menatap sendu hamparan bunga yang sedang di guyur hujan di depan matanya, hari-harinya terasa begitu sunyi pasalnya sang putra Gabriel dan Putrinya Carlissa pergi keluar negeri untuk menempuh pendidikan, dan sang suami sudah satu minggu lamanya tak kunjung pulang.
Setetes air jatuh dari mata indah perempuan itu, hatinya begitu perih saat ini. Bagaimana tidak perih hari ini adalah hari pernikahannya dan sang suami. Tapi sang suami sampai sekarang tak kunjung pulang juga. Bahkan tak memberi kabar kepadanya.
"Apa mereka sudah melupakan ku ?" lirih Valey,
"Mungkin mereka akan pulang hari ini Val, Kelvin, El dan Vio takkan pernah melupakan hari spesial ini," kata Ruby menyemangati.
"Ku harap begitu Ruby," lirih Valey, perempuan itu memeluk dirinya sendiri karena udara dingin menusuk kedalam kulitnya.
Tiba-tiba suara ketukan pintu menginterupsi, Valey tersentak dan segera berdiri dan melangkah menuju ke arah pintu. Senyum di wajahnya mengembang , ia berharap sekali yang mengetuk pintu adalah sang suami yang sangat ia rindukan.
"Aku rasa itu Kelvin," kata Valey senang.
Valey langsung membuka pintu kamarnya dengan senyuman yang tak hilang dari wajah cantiknya itu.
CEKLEK..
Pintu pun terbuka, seketika senyum Valey luntur karena yang berada di depannya adalah Andrew dengan Melly yang menangis pilu di belakang Andrew. Firasat buruk pun memenuhi fikiran Valey.
"Ada apa Dad, Mom," tanya Valey sopan , ia tersenyum hangat dan membuang jauh-jauh fikiran buruknya.
"Kelvin," lirih Melly, masih dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya. Senyum Valey luntur berganti wajah yang penuh dengan ke khawatiran.
"Aku harap dia baik-baik saja," batin Valey
"Apa yang terjadi Mom?" tanya Valey berusaha tenang.
"Dia kecelakaan.. dan saat ini sedang sekarat.." kata Andrew.
__ADS_1
Seketika nafas Valey tercekat, jantungnya seakan berhenti saat itu juga. Rasa sakit pun menjalar keseluruh tubuhnya, kakinya seketika lemas tak mampu menopang tubuhnya, untung saja Andrew dengan sigap menahan tubuh Valey.
"Tidak... dia baik-baik saja kan Mom .. Dad.." lirih Valey,
Andrew dan Melly hanya bisa menunduk tak tahu harus menjawab apa, mereka juga cukup shock karena berita tersebut.
•••
Dengan langkah tergesa-gesa Valey melewati koridor rumah sakit Pack menuju ruang operasi. sesampainya disana Valey berusaha untuk masuk dan melihat ke adaan Kelvin, namun di tahan oleh Troy, karena tak boleh ada satu pun orang selain dokter bisa masuk keruangan tersebut.
"Lepaskan aku...aku mau melihat keadaan suami ku!" bentak Valey ia terus meronta , namun usahanya gagal karena tenaga nya tak cukup kuat melawan Troy. Air mata Valey menyucur deras, ia tak kuat menahan rasa perih yang menjalar di relung hatinya.
"Biarkan aku masuk... aku ingin melihatnya.." lirih Valey, air matanya terus mengalir deras dari mata indahnya itu, tubuhnya mendadak lemas, Valey terduduk di lantai ia hanya bisa menangis pilu, ia khawatir .. ia rindu.. ia takut hal buruk terjadi pada suaminya. yang lain ikut menangis.melihat betapa rapuhnya Valey saat ini. Melly merangkul Valey, dan memeluk erat tubuh Valey, begitu juga Nancy ia ikut memeluk sahabat nya itu.
"Tenanglah, dia pasti baik-baik saja" lirih Melly, Valey masih terisak hatinya sangat rapuh. Cukup lama mereka menunggu operasi berlangsung, Valey tak henti-hentinya menangis . wanita itu takut kehilangan suaminya.
Lampu ruangan operasi telah mati menandakan jika operasi selesai, dari luar knop pintu bergerak dan munculah seorang Dokter di balik pintu tersebut. Valey langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut. "Dokter bagaimana keadaan Suami saya dok" tanya Valey.
"Katakan jika dia baik-baik saja!" bentak Valey dengan air mata yang telah mengalir deras. Dokter itu menggeleng dan menghembuskan nafasnya kasar.
"Kami sudah berusaha sebisa mungkin Luna, tapi Alpha tak bisa tertolong lagi" lirih Dokter itu, Valey membelalakkan matanya tak percaya.
"ITU TIDAK MUNGKIN!!" bentak Valey, lalu ia menerobos masuk, dari depan pintu ia melihat sosok yang ia cintai terbaring lemas dengan wajah yang sangat pucat. Valey berlari menuju ke arah suami tercinta nya itu, air matanya tumpah hatinya teriris dan sangat perih melihat keadaan Kelvin yang sangat memprihatinkan.
"sayang... bangun..."lirih Valey pilu, ia terus mengguncang tubuh Kelvin. namun tak juga ada respon dari suaminya itu.
"Sayang... aku merindukan mu... hari ini hari pernikahan kita bangun lah... " lirih Valey lagi, air matanya terus mengalir deras , seperti ada sebuah panah kecil yang terus menusuk secara brutal hatinya dan itu sangat sakit membuat Valey sangat sulit bernafas. Valey mencium suaminya itu, berharap keajaiban datang dan suaminya hidup kembali. Valey memang memiliki kekuatan Golden Orlee yang bisa menyembuhkan bahkan menghidupkan suaminya itu, namun itu tak bisa ia lakukan karena seorang Golden Orlee tak pernah bisa menyembuhkan matenya sendiri.
"KELVIN... BANGUN... AKU MERINDUKAN MU.. AKU MENCINTAI MU.. AKU MOHON BANGUNLAH " teriak Valey pilu, ia tak sanggup lagi menopang tubuhnya hatinya begitu perih dunianya seakan hancur saat itu juga.
__ADS_1
Namun hal mengejutkan terjadi tiba-tiba lampu hidup dan ada banyak kelopak bunga mawar berjatuhan dari atas, Valey dilanda kebingungan . ia melihat ke arah Kelvin terbaring tadi namun disana sudah tidak ada siapa pun . dan...
"Happy Anniversary Amour.." kata seorang pria di hadapan Valey, sontakk ia membelalakan matanya tak percaya, dihadapannya ada sosok yang sangat ia cintai.. siapa lagi kalau bukan sang suami. Valey langsung menerjang tubuh suaminya, dan memeluk erat suaminya itu.
"Aku merindukan mu" kata Valey
"Aku juga merindukan mu Amour" kata Kelvin lalu kedua insan itu berciuman, ciuman yang sarat akan rasa rindu dan rasa cinta mereka berdua. Hingga suara deheman menginterupsi membuat mereka melepaskan ciuman mereka.
"Ekhem... Ekhem.."
Valey dan Kelvin menoleh ke arah sumber suara, senyum mereka mengembang melihat siapa yag ada di depan mereka .
"Mommy... Daddy..." teriak dua orang dihadapan mereka yang tak lain adalah El dan Vio. Mereka berempat berpelukan, pasalnya mereka sudah lama tidak berkumpul lagi.
"Kalian mengerjai Mommy em"kata Valey .
"Ini semua rencana Dad, Mom" kata El.
"Iya , bahkan Dad rela pura-pura sekarat " kata Vio menambahi.
"Suami ku ini.. " kata Valey gemas lalu mencubit pipi suaminya itu. "kenapa kau romantis sekali' kata Valey
"Apa pun untuk wanita cantik ku ini" kata Kelvin lembut lalu mencium istrinya itu
"Menyebalkan " kata Vio
"Bilang saja sampai sekarang kau tak pernah merasakan seperti apa ciuman " ejek El.
"Kak El...." kata Vio cemberut, gadis itu mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Kau mau aku mencium mu juga" goda El.
"Aish... aku ini adik mu El.. dasar Play boy sialan.." kata Vio kesal. sedangkan El terkekeh geli melihat reaksi adik kesayangannya itu.