
VALEY SIDE
Dua minggu pun berlalu, Valey sudah pulih seminggu yang lalu. Saat ini Valey sedang duduk di tepian air terjun. Mood nya buruk hari ini pasal nya semua orang sibuk tinggalah ia sendiri .
"Menyebalkan" kata Valey, ia melempar batu ke air .
"Selalu saja sibuk!! Arrgghh!! Aku bisa mati karena bosan.." rengek Valey , sikapnya masih saja seperti anak kecil. Ia melempar batu ke air dengan kesal.
"Ruby.... Aku bosan" kata Valey
"Aku juga Val..." kata Ruby .
Valey berfikir sebentar hingga ia ingat satu hal. "Ah, Max! Pasti dia selalu bisa untuk ku" kata Valey girang. Ia segera berdiri akan tetapi ia terpeleset dan--
BYUR..
Tubuhnya masuk kedalam air, "Arrgghhhh!!Menyebalkan!!" teriak Valey kesal. Ia segera naik ke daratan, ia memajukan bibirnya kesal dan berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya.Tanpa Valey sadari seorang pria terkekeh kecil berusaha menahan tawanya melihat kelakuan konyol Valey.
"Dasar! Dia masih saja kekanak-kanakan" kata pria itu lalu pergi.
Valey dengan amarah yang sudah sampai ubun-ubun pulang ke istana. Dengan kesal ia menghentak-hentakan kakinya ke lantai. "Kenapa hari ini aku sial sekali" rengek Valey . ia naik ke atas menuju kamarnya dan menutup pintu kasar, jika pintu itu terbuat dari kaca mungkin sudah hancur berkeping-keping. Valey memilih untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi, ia berendam di bathup untuk menenangkan fikirannya.
"Kau tak selalu saja bersikap konyol val" kata Ruby.
"Ya.." jawab Valey asal masih kesal .
Ruby terkekeh geli dengan tingkah Valey , Valey langsung memutuskan mindlinknya karena kesal. Setelah selesai membersihkan tubuh ia pun keluar menuju Walk in Closet untuk mengambil gaun miliknya. Valey keluar dari kamarnya dengan bibir mengerucut , ia masih kesal . Valey pun turun ke bawah tak ada satu pun orang di istana. Kosong, hanya ada para maid dan prajurit yang berjaga. Valey duduk di sofa cukup lama ia disana , ia tampak sangat bosan.
__ADS_1
"Arrgghhh!! Kenapa semua orang sangat sibuk hari ini!!" teriak Valey menggema di seluruh penjuru istana .Ia beranjak dari sana keluar istana, Valey memegang tanda di tangannya dan memanggil Max. Tak butuh waktu lama Max pun datang. Valey segera naik , dan mereka pun terbang tanpa arah.
"Max. Aku ingin pergi ke kerajaan Gwensworth" kata Valey , mungkin Cindy dan Felix bisa menemaninya disana. Mereka pun terbang menuju kerajaan Vampire itu, disana para prajurit menyambut Valey dengan baik, karena sebelumnya mereka mengenal dekat siapa Valey. Valey masuk ke dalam istana, dan Max menunggu di depan. Valey terus melangkah namun tak juga ia menemukan sosok makhluk yang ia cari. Valey memutuskan untuk bertanya kepada seorang Prajurit yang Valey kenal bernama Dany .
"Dany!" panggil Valey pada pria yang sedang melatih prajurit disana.
"Putri Jessie" kata Dany , ia pun melangkah mendekat ke arah Valey.
"Dany , dimana putri Nancy dan pangeran Felix ?" tanya Valey.
"Mereka tidak ada di sini Putri Jessie, mereka pergi dari kemarin" kata Dany. Valey menjadi lesu, ia jauh-jauh ke sini tapi Cindy dan Felix tak ada.
"Em... Baiklah kalau begitu aku pamit pulang ya.Terimakasih informasinya Dany" kata Valey dengan senyum manisnya.
"Iya Putri Jessie, hati-hati di jalan" kata Dany.
"Entah lah Max.. Aku tak memiliki tujuan" kata Valey lesu.
"Bagaimana kalau kita ke pantai?" kata Max.
"Ide bagus, Ayo!" kata Valey. Mereka pun berangkat menuju pantai. Setidaknya rasa bosan Valey telah hilang sekarang.
•••
Valey duduk di tepian pantai memandang ombak yang saling kejar mengejar menuju tepian pantai . Valey menikmati indahnya sunset disana, senyum terukir di wajahnya "Terimakasih Max.. Kau selalu ada untuk ku" kata Valey tulus.
"Apa pun untuk mu Putri" kata Max.
__ADS_1
Cukup lama Valey di sana hingga langit pun menjadi gelap, Valey dan Max pun memutuskan untuk kembali ke istana. Sesampainya di istana Max pun langsung pamit untuk pulang. Valey melangkah masuk kedalam istana suasana istana gelap dan sepi.
"Apa lagi ini" kata Valey .
Ia terus melangkah tanpa menghiraukan apa pun, ia mencari saklar lampu namun tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Valey terperanjat kaget.
"Aaaaaaaa!" teriak Valey kaget.
"Amour.. Ini aku" kata Kelvin , ya ternyata Kelvin yang memeluknya. Untung saja ia tidak menghajar pria itu.
"Hampir saja aku menyerang mu" kata Valey, Kelvin tersenyum lalu mencium gadisnya ini.
"Ayo ikut dengan ku" ajak Kelvin.
"Kemana?" tanya Valey
"Ayo ikut saja" Kelvin menarik tangan Valey lembut.
"Tapi aku belum berganti pakaian" kata Valey.
"Tidak perlu Amour, kau tetap cantik" kata-kata Kelvin membuat Valey merona. Mereka pun beranjak dari sana, Kelvin tak membawa mobil atau kendaraan apa pun ia menggendong tubuh Valey , dengan Valey yang mengalungkan tangannya di leher Kelvin agar tidak jatuh pastinya.
Kelvin beralasan tempat yang mereka kunjungi dekat, maka dari itu ia tak membawa kendaraan. Ternyata mereka ke sebuah danau, pemandangan disana sangat indah, kita bisa melihat pantulan langit malam dan pohon dari danau itu.
"Ayo kita menyeberang ke sana" ajak Kelvin, Valey mengangguk .
Mereka menaiki perahu dan menyebrang. Mereka menikmati indahnya pemandangan malam berdua di danau yang luas ini. Valey tak tahu apa yang di rencakan Kelvin sebenarnya. Pria itu tampak tersenyum misterius sembari mengayuh perahu yang ia dan Valey tumpangi.
__ADS_1
Bersambung...