
VALEY SIDE
Bryan dan Angel membawa Valey berkeliling tempat yang mereka tinggali sekarang. Valey tampak sangat bahagia setidaknya ia melupakan kejadian tadi walau tetap saja hatinya hancur.
"Mom ,Dad.Orang yang menolong Mom dan Dad juga tinggal disini?" tanya Valey.
"Tidak sayang, mereka tinggal di hutan dekat pantai tempat Mom dan Dad jatuh" kata Angel"Em... Kenapa Mom dan Dad tinggal disini?" tanya Valey
"Kau kenal Max bukan?" Bryan balik bertanya pada putrinya itu.
"Iya Dad " kata Valey. "Max adalah anak dari Gary. Gary adalah sahabat Dad, mereka membawa Mom dan Dad untuk tinggal disini" jelas Bryan , Valey mengangguk tanda mengerti.
"Mommy senang jika putri mommy ini adalah pemilik Max, Max itu sangat baik dan hebat"Angel tersenyum hangat ke arah Putri tercintanya. Valey sangat bahagia bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya akan tetapi . ia khawatir takut terjadi apa-apa dengan Jack sekarang.
"Ruby aku takut Jack berbuat macam-macam karena ulah Kelvin" lirih Valey
"Sudah lah Val, kau masih saja memikirkan lelaki berengsek itu" kata Ruby.
"Bagaimana pun dia Mate kita" kata Valey.
"Ck.. Aku sudah tidak mau memiliki Mate" kata Ruby lalu ia memutuskan mindlink secara sepihak. Valey menghela nafasnya pasrah, kini Ruby sudah sangat membenci sosok Kelvin.
"Mom, Dad.. Apa kalian tahu jika Alyssa adalah Mate dari kak Jack?" tanya Valey.
"Ya, tentu kami mengetahuinya" jawab Angel dan Bryan bersamaan.
"Kalian juga tahu jika di-" ucapan Valey langsung di potong oleh Bryan.
"Anak dari Tristan, Alpha Dark Moon yang sekarang di gantikan oleh Raven Delaney Harish" kata Bryan
"Iya Dad, Valey khawatir apa yang akan terjadi jika Jack mengetahui matenya adalah anak musuhnya dad" lirih Valey.
"Tenang lah Sweety, biarkan rencana mereka berjalan.Agar mereka merasa puas. Tapi yakin lah Moon Goddess selalu melindungi kita" kata Angel lembut.
"Mereka yang baik akan selalu menang melawan orang jahat" kata Bryan mengelus dengan sayang surai coklat Valey.
•••
KELVIN SIDE
Kelvin duduk di balkon kamarnya, ia menatap kosong kedepan, entah kenapa ia merasa sangat kosong sekarang. Tak ada Valey yang selalu membuatnya kesal, tak ada Valey yang selalu membuatnya tersenyum tipis karena kekoyolan gadis itu.
"Kenapa aku begitu bodoh.." lirih Kelvin merutuki kebodohannya yang telah di butakan oleh gadis yang bahkan berencana menghancurkannya.
"Josh... Bantu aku mencari Mate kita " lirih Kelvin,mencoba memindlink Wolf nya. Namun hasilnya tetap sama, Josh takkan pernah menjawab ucapan Kelvin . sejak hari itu Josh menghilang entah kemana, hidupnya terasa begitu menyedihkan sekarang.
Tak hanya Kelvin yang merasakan kehilangan sosok Valey yang ceria itu, para Warior Pack dan Omega merasa sangat kehilangan sosok putri manja, dan ceria itu. Para Warior Pack tampak lesu, tak ada semangat untuk latihan.
"Kita kehilangan sosok Putri Jessie yang ceria sekarang" lirih salah satu warior pack.
"Pack ini terasa sepi tanpa dia" sahut yang lain.
"Kenapa hal ini harus terjadi, aku sangat malas untuk latihan jika tanpa putri Jessie"
Nancy juga sangat murung, ia tak menyangka kakaknya itu tega mereject sahabatnya itu.
"Apa kurangnya Jessie sampai ia menolak gadis sesempurna Jessie" lirih Nancy ia menangis di pelukan mate-nya.
Sejak hari itu Nancy tak pernah bertegur sapa dengan kakaknya, ia sangat membenci kakaknya itu.
"Sstt.. Sudah lah Amour, jangan menangis lagi" kata Troy mencoba menenangkan matenya ini.
"Aku juga perempuan Troy, aku tahu rasa sakitnya, dia tega sekali. Apa dia tak memikirkan perasaan orang lain?! Aku membenci Kelvin. Karena dia Jessie pergi, bahkan Jack pun tak tahu Jessie dimana" lirih Nancy. "Dia baik-baik saja Amour, percayalah" kata Troy lembut . mencoba menenangkan dan meyakinkan kan mate-nya ini jika Valey akan baik-baik saja.
"Aku tak tahu apa yang ada di pikiran anak itu" kata Jery Wolf Troy.
"Ini bukan sepenuhnya salah Kelvin.. Ia di pengaruhi oleh Isabella" kata Troy.
Sementara itu di kerajaan Gerardious, Jack tampak gusar karena sampai sekarang ia tak menemukan adik nya itu. Alyssa mencoba menenangkan suaminya itu. "Bersabarlah.. Dia pasti baik-baik saja" kata Alyssa.
"Aku harap begitu Amour" lirih Jack ia mencium puncuk kepala istrinya dan memeluk tubuh istrinya itu erat.
Alyssa ingin memberikan kabar bahagia kepada suaminya ini , namun ada saja masalah menghampiri hingga sampai sekarang Jack belum tahu jika Alyssa hamil.
"Jack..." lirih Alyssa.
"Iya Amour" kata Jack lembut.
"Aku ada kabar bahagia untuk mu" kata Alyssa dengan senyumnya. Jack mengernyitkan dahinya.
"Kabar bahagia apa Amour?" Jack penasaran.
"Em... Aku -" ucapan Alyssa terpotong karena tiba-tiba Adam menghampiri mereka .
__ADS_1
"Maafkan kelancangan saya Alpha" kata adam.
"Apa yang terjadi Adam?" tanya Jack.Adam mencoba menetralisir rasa terkejutnya ia mencoba untuk tenang.
"Raven.. Ia ada di sini Alpha , ia ingin menemui mu" kata Adam.
Seketika Alyssa membeku, ia tak tahu lagi harus bagaimana.
"Kya... Bagaimana ini" lirih Alyssa panik.
"Aku tidak tahu Alyssa, " kata Kya lirih .
"Kau tunggu disini saja Amour" kara Jack namun Alyssa menggeleng ia ingin ikut. Dan dia rasa ini saat yang tepat untuk memberitahu Jack siapa dirinya.
"Tidak. Aku akan ikut" kata Alyssa
"Tapi Amour..." kata Jack ia tak mau Alyssa kenapa-napa."Aku akan baik-baik saja" kata Alyssa mencoba meyakinkan Jack.
"Baiklah" kata Jack.
Mereka pun turun untuk menemui Raven. Sepanjang jalan Alyssa melangkahkan kakinya sangat berat. Ia mengusap dengan sayang perutnya yang masih rata.
"Ku rasa kita akan berpisah dengan Daddy mu sayang.. Saat ia tahu siapa Mommy mu ini" batin Alyssa lirih.
Akhirnya mereka pun sampai di bawah, benar saja sudah ada Raven dan Isabella serta Beta dan tiga Warior Pack nya.
"Apa mau mu, kenapa kau kesini?" tanya Jack dingin. Bukannya menjawab Jack Raven malah melihat ke arah Alyssa.
"Apa kau tak mau menyapa kakak mu ini Alyssa" kata Raven ia tersenyum sinis. Sedangkan Alyssa ia membeku.
"Apa pun akhirnya... Kita harus terima kya" lirih Alyssa.
"Tentu Alyssa , aku tahu Jack sangat membenci Dark moon" lirih kya.
"Kakak.. Apa maksud mu hah!" bentak Jack tak terima.
"Oh ... Aku mengerti, gadis ini tak memberitahu mu jika dia adalah adik ku, anak dari Tristan Harish " kata Raven penuh penekanan.Jack kaget mendengar hal itu, entah kenapa hatinya sakit sekali.
"Benarkah itu?" lirih Jack ia berharap Alyssa menjawab tidak. Akan tetapi harapan Jack pupus karena Alyssa mengangguk.
"Ya, aku adik nya anak dari Tristan Harish" lirih Alyssa setetes air matanya jatuh.
Bagai di hantam batu besar nafas Jack tercekat, hatinya nyeri. Rasa kecewa menerpa dirinya. "She's my enemy ? Why Moon Goddess.. " batin Jack lirih.
"Jack dia pasti punya alasan" kata Serge.
"Dia Mate mu, luna mu, ratu mu, dan jangan lupa dia istri mu Jack" lirih Serge
"Aku tak perduli" kata Jack tegas.
Aura mencekam pun keluar dari Jack, ia tersenyum sinis . Jack tampak begitu dingin dan menyeramkan, membuat siapa saja bergidik ngeri.
"Ck... Apa rencana kalian hah! Menghancurkan ku" kata Jack dingin
"Jack, dengarkan aku aku bi-" ucapan Alyssa langsung di potong oleh Jack.
"Tidak ada yang perlu ku dengarkan. Aku tak mau hidup dengan anggota Dark Moon" kata Jack sangat dingin dan menusuk. Alyssa hanya bisa pasrah ia tak tahu lagi harus bagaimana , ini salahnya karena tak jujur lepada Jack.
"Pergilah sebelum aku bertindak lebih" kata Jack sinis, akan tetapi berbeda dengan hati kecil nya ia tak mau pisah dengan matenya ini ia begitu mencintai Alyssa namun rasa bencinya mengalahkan rasa cintanya. Raven dan Isabella tersenyum menang , rencana mereka berhasil . Dengan air mata yang berderai Alyssa pergi dari sana, ia berlari secepat-cepatnya membelah hutan , hatinya sakit sangat sakit.
"Maafkan aku Jack maafkan aku... Moon Goddes kenapa takdir ku seperti ini" lirih Alyssa .
Jack memandang sinis Raven di hadapannya."Kau !berani sekali kau datang kesini!" kata Jack dingin.
"Tentu aku kesini ingin berdamai dengan mu" kata Raven.
Jack tersenyum sinis "sampai kapan pun aku tak kan pernah ingin berdamai dengan kalian! " kata Jack dingin
Raven tersenyum miring,"Rencana ku berhasil lagi" batin Raven.
"Aku Jacques Coen Friedrich Alpha dari Golden Red Eclipse Menyatakan perang dengan Pack Dark Moon !" kata Jack lantang dengan Alpha Tone nya .
"Aku terima pernyataan mu " kata Raven.
Dengan ini perang pun akan terjadi antara Golden Red Eclipse dan Dark Moon dalam waktu dekat.
•••
ALYSSA SIDE
Alyssa terus berlari membelah hutan , ia terus menangis karena harus menerima kenyataan pahit , matenya membenci dirinya. "Moon Goddes kenapa aku di lahirkan menjadi salah satu anggota Dark Moon" lirih Alyssa pilu, ia berjalan gontai karena tak kuat lagi untuk berlari.
"Kau tidak boleh berbicara seperti itu Alyssa, Moongoddes pasti memiliki rencana yang kita tidak tahu itu apa" kata Kya menasihati Alyssa.
__ADS_1
"Kau benar Kya" lirih Alyssa.
Ia terus berjalan menuju rumahnya dulu sebelum ia bertemu Jack. Dari kejauhan sudah ada Kakaknya Andrian Deandra yang sedang mengurus kebunnya.
"Kak..." lirih Alyssa saat jaraknya telah dekat dengan Adrian. Sontak Adrian berdiri dan menoleh ke arah Alyssa, ia tampak terkejut melihat adiknya yang berlinang air mata. Alyssa langsung memeluk kakaknya erat, menumpahkan semuanya di dada bidang kakaknya itu.
Adrian mengelus punggung adiknya berusaha menenangkan adik kesayangannya ini. Adrian tahu semua ini akan terjadi mengingat jika Jacques sangat membenci Dark Moon."Moongoddess apa yang sebenarnya kau rencanakan?" batin Adrian. Setelah Alyssa cukup tenang mereka pun masuk kedalam rumah sederhana milik mereka. Adrian menuangkan air minum dan memberikan gelas berisi air itu kepada Alyssa. Cukup lama suasana menjadi hening, tak ada satupun dari mereka yang mulai berbicara. Hanya isak tangis pilu Alyssa yang terdengar. Sampai akhirnya terdengar suara ketukan di pintu rumah mereka. Adrian berdiri dan membuka pintu, saat pintu terbuka seketika itu juga Adrian terkejut melihat siapa yang datang . ia membelalakan matanya tak percaya, Alyssa yang melihat keterkejutan kakaknya pun ikut berdiri dan menuju ke arah pintu.
"Sia-" ucapan Alyssa langsung terpotong senyum mengembang di Wajahnya.
"Mommy Ali.. Daddy Gerard...." kata Alyssa senang .tiba-tiba seorang gadis muncul.
"Putri Jessie " kata Alyssa dan Adrian bersamaan. Valey, Bryan dan Angel di persilahkan masuk kedalam rumah. Valey bingung kenapa Alyssa bisa ada disini sekarang.
"Alyssa kenapa kau ada disini ?" tanya Valey .
"Raven, dia datang-- Dan Jack.."
Alyssa tak bisa melanjutkan perkataannya lagi , air matanya menetes bersamaan dengan rasa perih di hatinya.
Valey memeluk Alyssa erat, ia tahu seperti apa sakitnya jadi Alyssa sekarang, karena ia turut merasakan hal yang sama.
"Dia senasib dengan kita Val" lirih Ruby .
"Iya Ruby, kenapa lelaki seperti itu.." lirih Valey pilu, ingatan tentang Kelvin Mereject nya pun muncul di hatinya yang kini telah hancur. Air matanya tak bisa terbendung lagi. Mereka senasib, senasib karena sama-sama di benci oleh Mate mereka masing-masing.Angel ikut memeluk kedua perempuan itu begitu pun Bryan dan Andrian.
"Masih ada kami untuk kalian" lirih Angel ia sudah tahu apa yang terjadi . Angel ikut menangis haru melihat betapa rapuhnya mereka berdua.
•••
Mereka berkumpul di ruangan santai di rumah itu. Valey duduk di samping Alyssa. "Alyssa.. Adrian aku sangat berterimakasih pada kalian" kata Valey dengan senyum manisnya
"Berterimakasih untuk apa?" tanya Adrian bingung.
"Karena kalian sudah menyelamatkan Mommy dan Daddy ku" sontak Andrian dan Alyssa kaget mereka tak percaya jika orang yang mereka selamatkan adalah Raja dan Ratu kerajaan Gerardious sekaligus Alpha dan Luna Golden Red Eclipse .
"Jadi mereka adalah..." Alyssa tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.
"Mereka Adalah Mommy dan Daddy ku juga Jack" kata Valey. Alyssa dan Adrian masih tak percaya dengan kenyataan di hadapan mereka ini.
"Ini Mommy ku namanya Angel Allicia Richard .. Dan ini Daddy ku namanya Bryan Gerard Friedrich" kata Valey lagi .
"Maafkan saya tidak mengenal anda Yang Mulia" kata Alyssa dan Adrian bersamaan mereka menunduk hormat. Angel dan Bryan tersenyum lalu menyuruh mereka untuk berdiri kembali.
"Jangan seformal itu, anggap saja kami Mom dan Dad kalian" kata Bryan.
"Iya kami orang tua kalian juga" kata Angel.
"Dan Panggil aku Valey jangan Jessie lagi. Karena kalian adalah saudara ku sekarang" kata Valey dengan senyumnya. Jessie adalah panggilan untuk orang selain keluarga mereka. Mereka pun mengobrol disana, membahas masalah yang terjadi, kesalah pahaman yang membuat Dark Moon menyimpan dendam pada Golden Red Eclipse.
Angel menceritakan semua dari awal ayahnya meninggal, kemudian ibunya hingga saat ia di culik dan di siksa oleh Merlyn . sampai akhirnya Bryan membunuh Merlyn karena tak terima Angel di perlakukan sekeji itu.
"Jadi ini kesalahan nenek kami" kata Adrian.
"Ya, ia tak ingin seluruh keturunan ibuku bahagia" lirih Angel air matanya mengalir kala mengingat betapa kelamnya hidupnya dulu , betapa hancurnya ia saat menerima kenyataan ayah dan ibunya meninggalkan dirinya.Valey dan Alyssa memeluk Angel erat, mereka tak mau Momnya ini menangis.
"Mom sebenarnya aku ingin memberitahu Jack jika aku..." Alyssa tampak ragu untuk memberitahu.
"Jika?" sahut Valey yang penasaran dan tak sabar mendengar kelanjutan ucapan Alyssa.
"Jika aku hamil" lirih Alyssa sontak Valey terkejut begitu pula yang lain.
"Kau tidak bercandakan?" tanya Adrian tak percaya, Alyssa menggeleng lemah ia meneteskan air matanya lagi tak kuat menerima kenyataan pahit ini .
"Ruby kita harus menemui Jack" kata Valey melalui Mindlink.
"Iya Val, Alyssa sedang mengandung anaknya' jawab Ruby.
" Mom, Dad, Kak, Val-- aku mau pergi dari sini" lirih Alyssa.
"Tapi, kau sedang mengandung Alyssa." lirih Angel ia tahu bagaimana perasaan Alyssa karena ia pernah mengalaminya dulu. "Aku akan merawatnya dengan baik Mom" kata Alyssa pilu, ia mengelus perutnya yang masih rata itu. Bryan hanya bisa diam,
"Ricko... Aku tak mau kesalahan ku dulu terulang kembali sekarang" lirih Bryan.
"Tapi ini berbeda Bry... Dulu Angel pergi karena gadis sialan itu... Dan ini Alyssa pergi karena Jack sangat membenci nya" kata Ricko.
"Tak bisa kah kau tinggal disini dulu sampai kau melahirkan Alyssa" kali ini Bryan angkat bicara.
Alyssa menggeleng ,"Tidak Dad.. Keputusan ku sudah bulat" Adrian hanya bisa menuruti kemauan adiknya itu, ia tak bisa melarangnya.
"Bagaimana dengan Jack" lirih Valey, ia tak mau Alyssa pergi .
"Biarkan takdir yang mempertemukan kami" lirih Alyssa.
__ADS_1
Valey memeluk Alyssa erat, ia tak ingin Alyssa pergi namun ia juga tak bisa melarang Alyssa."Jaga dirimu baik-baik Alyssa" lirih Valey..
Bersambung...