My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 32


__ADS_3

AUTHOR POV


Kelvin dan Valey naik perahu untuk menyeberang ke seberang danau, sepanjang perjalanan Kelvin tak henti-hentinya menggoda Valey hingga gadis itu merona karena malu.


"Kita sudah sampai tuan Putri" kata Kelvin, sesaat setelah perahu mereka telah sampai di seberang.


"Berhenti seperti itu Kelvin.." kata Valey malu, untung saja di sana gelap hingga Kelvin tak bisa melihat wajahnya yang sudah semerah tomat itu.


"Tutup mata mu dulu Amour." kata Kelvin,


"Kenapa ? Kau mau apa? " tanya Valey curiga.


"Percayalah pada ku Amour, Aku tak mungkin membunuh gadis secantik dirimu" kata Kelvin lalu ia mencium pucuk kepala Valey .


"Baiklah" kata Valey pasrah.Valey menutup matanya, Kelvin pun menutup mata Valey dengan tangannya agar Valey tak mengintip.


"Apa yang akan dia lakukan pada kita Val" kata Ruby melalui mindlink.


"Entahlah " kata Valey , ia benar-benar tak tahu.


Tiba-tiba Kelvin menghentikan langkah mereka."Dalam hitungan ke 3 kau buka mata mu Amour" kata Kelvin.Valey mengangguk mengerti.


"1....2....3...." Valey pun membuka matanya, ia menutup mulutnya tak percaya, matanya berbinar kagum melihat pemandangan di depannya.


"Ini sangat indah Kelvin" kata Valey, bagaimana tidak di depannya adalah hamparan bunga berwarna warni dengan kunang-kunang yang menerangi tempat itu.


"Ini semua hanya untuk mu Amour" kata Kelvin, Valey memeluk Kelvin erat.


"Aku tak menyangka manusia kutub seperti mu bisa seromantis ini" kata Valey , ia tersenyum bahagia. Kelvin terkekeh mendengar ucapan Valey


"Kau masih saja menganggap ku manusia kutub" kata Kelvin ia pura-pura marah dan meninggalkan Valey.Valey pun memeluk Kelvin dari belakang , agar pria itu tak meninggalkannya.


"Maaf. Aku tak bermaksud"lirih Valey. Kelvin terkekeh dan berbalik, ia mencubit pipi Valey gemas."Aku hanya bercanda Amour. Mana mungkin aku bisa marah dengan gadis secantik ini" kata Kelvin.


"Kelvin" rengek Valey , pipinya semakin panas karena perlakuan Kelvin. "Kemarilah," ajak Kelvin, Valey pun mengikuti Kelvin, hingga mereka sampai di sebuah tempat yang indah , ada sebuah kursi disana.


"Duduk lah"  kata Kelvin. Valey pun menurut ia duduk, Kelvin pergi entah kemana. Tiba-tiba pria itu pergi begitu saja meninggalkan Valey sendirian.


"Kenapa dia meninggalkan ku seperti ini? Apa aku melakukan kesalahan?" gumam Valey .

__ADS_1


Tiba-tiba ada lampion berwarna-warni terbang , langit malam pun di hiasi lampion warna warni itu, di depan Valey tampak bunga-bunga cantik yang di rangkai sedemikian rupa, Valey menatap dengan tatapan berbinar."Oh Moon Goddess, ini sangat indah "  mata Valey berbinar melihat pemandangan indah yang di suguhkan.


Secara tiba-tiba Kelvin datang membawa sebuket bunga mawar putih dengan sekuntum bunga mawar merah di tengahnya ."Untuk mu tuan Putri"  Kelvin tersenyum manis , senyum yang membuat siapa pun meleleh melihat nya.


"Kenapa mate ku tampan sekali" kata Ruby melalui mindlink.


"Mate ku juga" kata  Valey tak terima.


"Terimakasih Kelvin" kata Valey ia tersenyum , menampilkan senyum termanisnya.Kelvin menggenggam tangan Valey dan berlutut.


"Putri Jessie" kata Kelvin memulai ucapannya , Valey menatap pria di hadapannya itu. "maafkan aku , selama ini aku menyakiti mu. Aku pria berengsek yang sangat tidak pantas menjadi pasangan mu--" kata Kelvin, Valey tetap diam ia tak mau memotong perkataan Kelvin.


"Aku menyesali apa yang ku perbuat dulu Putri Jessie , mau kah kau memaafkan ku" lirih Kelvin, Valey tersenyum dan mengangguk.


"Aku sudah memaafkan mu" kata Valey tulus.


Kelvin tersenyum senang, "Terimakasih Putri Jessie"


Kelvin mengecup tangan Valey, membuat wajah  gadis itu kian merona. Lalu tiba-tiba Kelvin mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah.


"Aku bukan pria yang romantis.Tapi aku berusaha menjadi romantis untuk gadis yang sangat kucintai di depan ku saat ini.Aku merasa menjadi pria yang sangat beruntung karena mendapatkan Mate sesempurna engkau putri Jessie Valencia Friedrich" kata Kelvin tulus, ia menatap lekat manik coklat milik Valey.


"Are you serriously?" Valey tetap tak percaya. Kelvin tersenyum ia mengulangi pertanyaannya.


"Will you Marry Me?" seketika Valey tak bisa berkata-kata ia hanya bisa mengangguk mengiyakan.Kelvin tersenyum senang dan menyematkan cincin di dalam kotak itu ke jari Valey. Kemudian ia memeluk Valey,


"Aku mencintai mu " kata Kelvin tulus


"Aku juga mencintai mu " kata Valey, Kelvin mendekatkan wajahnya dan mencium gadis di hadapannya ini.


PROK.. PROK...


Suara tepuk tangan meriah terdengar, keluarlah Angel, Bryan, Jack, dan yang lainnya dari tempat persembunyian mereka.


"Aku tak menyangka kakak ku sangat romantis" kata Nancy yang turut hadir.


"Kalian semua ada disini?" kata Valey pasalnya semua orang ada di sana termasuk Cindy dan Felix yang ia cari tadi.


"Kami merencanakan ini semua untuk mu Amour" kata Kelvin.

__ADS_1


Valey tersenyum pada Kelvin, dan memeluk pria itu erat."Terimakasih sayang" kata Valey, Kelvin tersentak ia tak pernah mendengar Valey memanggilnya sayang selama ini.


"Bisa kau ulangi Amour?" kata Kelvin ia ingin memastikan jika ia tidak salah mendengar.


"Terimakasih sayang" kata Valey , Kelvin mencium pucuk kepala Valey.


"Apa pun untuk gadis ku" kata Kelvin.


Jack mendekati Kelvin dan Valey.


"Sweety..." panggil Jack, Valey menoleh dan memeluk kakaknya itu


"Selamat sweety" kata Jack.


"Terimakasih Jack" kata Valey.


Mereka berpelukan cukup lama, Valey sangat menyayangi kakaknya ini.


"Sweety? " kata Jack.


"Em?"  kata Valey.


"Aku ada hadiah untuk mu.." Jack tersenyum misterius.


"Benarkah ?" kata Valey dengan tatapan berbinar.


Jack memberikan selembar foto kepada Valey, Valey pun mengambil foto tersebut, seketika pipinya merona ia sangat malu. Jack sudah tertawa lepas tak tahan lagi menahan tawanya, Kelvin pun mendekat dan mengambil foto di tangan Valey.


"Hmpf... Bwahahahahaha" tawa Kelvin pecah , semua orang berkumpul untuk melihat apa yang membuat Kelvin dan Jack tertawa seperti itu. Setelah melihat foto itu seketika tempat itu di penuhi gelak tawa. Valey kesal , emosinya naik sampai ke ubun-ubun. Foto tersebut adalah foto saat Valey terpeleset dan terjatuh ke dalam air .


"Jacques Coen Friedrich..!!!" teriak Valey menggelar.  Jack mengambil langkah seribu takut terkena amukan Valey. Valey mengejar kakaknya itu karena kesal.


"Berhenti kau Jack!!" teriak Valey.


Mereka berlarian seperti anak kecil yang berebut mainan. Semua orang terkekeh geli melihat kelakuan saudara kembar itu.


"Mereka tak pernah berubah" kata Angel


"Mereka tetap saja bersikap seperti anak kecil" tambah Bryan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2