My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 9


__ADS_3

Benar saja Jack melihat tubuh adiknya itu telah tenggelam di sana, sudah menyentuh dasar, tanpa aba-aba lagi Jack langsung terjun dengan setelan Tuxedo serta sepatu yang ia pakai, Jack segera mengambil dan merengkuh tubuh kembarannya itu lalu membawa ketepian.


"Sweety! " teriak Jack, ia melakukan pertolongan pertama. Memompa dada Valey dan memberikan nafas buatan. Hingga Valey terbatuk-batuk dan memuntahkan banyak sekali air.


"Uhuk.. Uhuk.." Valey terbatuk-batuk, matanya menatap sendu ke arah Jack.


"Kak," lirih Valey sebelum akhirnya kembali pingsan.


Jack segera menggendong tubuh adiknya itu dan membawanya menuju istana, para maid dan pengawal kaget melihat pakaian Jack yang basah ditambah Jack menggendong tubuh Valey yang terkulai lemas.


"Cepat panggil dokter, sekarang!! " perintah Jack


Jack membawa tubuh adiknya itu keatas menuju kamar Valey di ikuti beberapa Maid . Jack pun memerintahkan para maid untuk segera mengganti pakaian Valey. tak berselang lama dokter pun datang dan segera memeriksa keadaan Valey. Dengan gelisah Jack menunggu di depan kamar Valey dengan perasaa takut, ia menjambak rambutnya frustasi


"Aaaarrggghhhh!ini semua salah ku!!" teriak Jack frustasi.


"I'm so sorry Sweety, I'm so sorry" lirih Jack pilu. ia menitikkan air matanya menyesal karena selama ini ia begitu dingin dengan adiknya.


•••


AUTHOR POV


Ceklek..


Pintu terbuka tampak lah seorang Dokter yang baru saja keluar dari kamar Valey . Jack pun segera menghampiri dokter tersebut.


"Will, bagaimana keadaan Putri Jessie?" tanya Jack pada dokter muda berna William itu. Tersirat kekhawatiran di wajah Jack.


"Tenang lah Alpha dia baik-baik saja, untung saja anda segera memberikan pertolongan pertama. Sekarang dia sedang istirahat" jelas William


"Terimakasih William" kata Jack , william tersenyum dan pamit undur diri.


Jack memasuki kamar Valey, ia menatap nanar ke arah adiknya itu, badan Valey semakin kurus, mata sembap, bibir pucat, sangat memprihatinkan. Jack mengelus kepala Valey lembut, lalu mencium puncuk kepala Valey.


"Maafkan aku Sweety"lirih Jack, ia merasa bersalah sekarang. Sejak kepergiaan orang tua mereka Jack jarang sekali berada di samping Valey, ia di sibukkan dengan urusan kerajaan dan Pack nya, selain itu Jack juga harus berlatih karena akan terjadi perang besar tak lama lagi.


"Sudah lah jack ini bukan salah mu. Mungkin Valey belum bisa menerima kenyataan ini" kata Serge.


"Ku rasa Valey tak akan aman jika disini Serge , apa harus ia tinggal di Silver Moonlight untuk sementara waktu" kata Jack, ia khawatir akan ada penyerangan mendadak lagi. Maka dari itu Jack berencana membawa Valey ke Silver Moonlight untuk sementara waktu.


•••


Sudah ada Andrew ,Melly, Aster, Harry dan anak-anak mereka di kamar Valey sekarang. Sedari tadi Valey tak kunjung sadar, ada raut khawatir di wajah mereka semua,  berbeda dengan Kelvin ia tampak biasa saja.


"Kenapa aku harus ikut kesini juga" batin Kelvin, ia begitu malas pergi menemui Valey.


"Dia Mate kita bodoh! Sudah cukup Kelvin kau selalu menyakitinya!" bentak Josh, yang sudah muak dengan sikap Kelvin.


"Ck.. Bahkan jika ia mati sekalipun aku tak akan mencintainya" kata Kelvin ketus.


"Kau!Tak bisa kah kau lihat siapa yang baik untuk mu , dan siapa yang tak pantas ada di samping mu Kelvin. Dia Mate mu dia yang ditakdirkan Moon Goddess untuk mu bukan ***** sialan mu itu!!" bentak Josh.


"Aku bisa membedakan, Isabella lah yang pantas untukku. Dan masalah takdir aku tak perduli. Satu lagi jangan kau sebut gadis ku itu *****!" bentak kelvin tak mau kalah.


"Terserah kau saja Kelvin, akan ku pastikan kau menarik semua kata-kata mu itu !!" kata Josh sinis.


"Ya.. Aku tunggu hari itu. Dan kurasa kau akan kehilangan Mate mu Josh" kata Kelvin meremehkan


"Shit!! Terserah kau saja Kelvin " kata Josh penuh menekanan ia memutuskan mindlink mereka.

__ADS_1


Valey mulai mengerjapkan matanya berkali-kali. Hal pertama yang Valey lihat adalah Jack yang tersenyum hangat kepadanya.


"Sweety." lirih Jack. Valey tersenyum lalu memeluk kakaknya itu.


"Ini benar kak Jack kan" kata Valey tak percaya.


"Iya ini Big Bear mu Sweety" kata Jack lembut.


"Terimakasih Moon Goddess kau telah mengembalikan Jack ku" kata Valey senang yang sukses membuat Jack membeku.


"Apa dia tertekan karena perubahan sikap ku" batin Jack.


"Tentu.. Kau sangat dingin sedingin gunung es " jawab Serge.


"Serge!!" kata Jack kesal


Serge terkekeh lalu memutuskan mindlink. Jack mencium puncuk kepala Valey lama.


"Sorry Sweety" lirih Jack. Semua orang disana terharu kecuali Kelvin ia memutar matanya jengah. "Terlalu banyak drama" batin Kelvin.


•••


AUTHOR POV


Valey mulai mengerjapkan matanya perlahan, menghirup dengan rakus oksigen. Setelah kesadaran nya terkumpul, Valey mulai bangundari posisi tidur nya. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah padang dengan hamparan bunga yang luas, juga terdapat air terjun bertingkat di sisi kanan tempat tersebut. Begitu indah dan mengagumkan, di setiap air terjun itu terdapat pelangi yang melengkung indah.


"Aku dimana?" Gumam Valey ia bingung, ia sama sekali tidak pernah ke tempat ini.


"Hm, apa mungkin aku sudah mati?" batin Valey lagi.


Ia pun berdiri untuk melihat sekelilingnya, 'indah' dan menakjubkan. itulah yang akan orang-orang ucapkan saat melihat tempat dimana Valey berada saat ini. Semilir angin menyegarkan menerpa wajah cantik Valey, membuat surai coklat nya melambai indah di tiup angin. Ia merasa begitu nyaman dan damai. Tubuh nya terasa ringan tanpa beban sedikit pun.


"Mommy!! Daddy!! " teriak Valey dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya. Ia terus berteriak memanggil pasangan suami istri itu namun pasangan itu seolah tak mendengar teriakan Valey. Mereka terus berjalan menjauh, dengan rona bahagia di wajah mereka. Valey terus berlari secepat mungkin namun tiba-tiba ia tersandung dan tersungkur di tanah.


"Mom, Dad. Ini Valey" lirih Valey pilu. ia menangis tergugu karena tak sanggup mengejar kedua orang tuanya. Kini pasangan suami istri itu sudah tak terlihat lagi, membuat tangis Valey kian pecah.


"Kenapa ? Kenapa aku tak bisa menemui mereka ?." Air mata Valey mengalir deras bersamaan dengan rasa perih yang kembali mendera hatinya.


Tiba-tiba seorang wanita menghampiri Valey. Valey pun mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa wanita itu. Seketika Valey membeku saat pandangan nya beradu dengan wanita cantik di depannya. Rambutnya panjang tergerai indah melambai-lambai di tiup angin,  sebuah Tiara kecil berbentuk bulan menghias kepala wanita cantik itu. Kulitnya putih bersih dan bersinar, tatapan nya yang teduh membuat siapa saja tenang melihat sosok wanita cantik ini.


"Moon Goddess" lirih Valey. Ia memberi hormat kepada sosok wanita di hadapannya.Wanita itu tersenyum hangat kepada Valey, dan membantu Valey untuk berdiri.


"Kau cantik dan sangat mirip dengan ibu mu Putri Jessie" kata wanita tersebut sembari mengelus rambut Valey sayang. Senyum menghiasi wajah cantik wanita itu. Sungguh sempurna, pakaian berwarna putih dengan detail berwarna Gold tampak indah melekat di tubuh indahnya.


Valey tersenyum hangat, betapa beruntungnya ia bisa bertemu dengan sosok wanita di hadapannya ini, wanita yang tak lain adalah sosok Moon Goddess.


"Ikutlah dengan ku" kata wanita itu. Valey pun mengikuti wanita tersebut hingga sampailah mereka di sebuah bangku dekat dengan air terjun. Mereka duduk disana.


"Kau sangat menyukai air terjun bukan?"


"Iya, aku sangat menyukai air terjun" lirih Valey, ia masih sedih karena tak bisa bertemu dengan Mom dan Dadnya. Tanpa bisa di tahan air matanya kembali membasahi kedua pipinya.


"Jangan menangis, kau gadis yang kuat" kata Wanita cantik itu, tangannya terulur menghapus air mata di wajah cantik Valey.


"Tapi, Kenapa hidup ku seperti ini? Mate ku tak menerima ku, Mom dan Dad ku pergi meninggalkan kami untuk selamanya" air mata Valey menggenang tinggi dan tak lagi bisa di bendung, tangisnya kian pecah.


"Sstt.. Jangan menangis Putri Jessie, bersabarlah Mate mu hanya terkena pengaruh buruk gadis yang selalu bersamanya itu. Sebenarnya jauh di dalam hatinya ia mencintai mu Putri Jessie. Suatu saat nanti kau akan bahagia dengannya" wanita itu membawa Valey kedalam dekapannya.


"Isabella Pavarotti itu? Dia memberi pengaruh jahat?" tanya Valey ia masih belum bisa mengerti.

__ADS_1


"Ya, suatu saat nanti kau akan tahu Putri Valey" jawab Moon Goddess, ia tersnyum pada Valey. " satu hal lagi jangan bersedih lagi karena Mom dan Dad mu baik-baik saja mereka belum pergi, mereka akan datang kepada kalian lagi nanti"


"Benarkah?" tanya Valey. Matanya berbinar bahagia mendengar jika orang tuanya baik-baik saja.


Moon Goddess pun tersenyum kepada Valey. Cahaya putih yang menyilaukan menerpa Valey, membawanya kembali.


•••


AUTHOR POV


Valey menggeliat kecil, mulai mengerjakan matanya perlahan. Sampai akhirnya pandangan nya telah fokus sepenuhnya. Hal pertama yang ia lihat adalah Jack yang tampak khawatir dengan Valey. Jack tersenyum hangat kepada Valey, membuat gadis itu menangis haru. Akhirnya Jack mulai hangat kepada nya lagi, setitik kebahagiaan berhasil membuat hatinya sedikit membaik. Akan tetapi ia harus menelan kenyataan pahit ketika melihat matenya yang tak perduli sama sekali dengannya.


"Bersabarlah Valey, suatu saat nanti kita akan bahagia bersamanya " kata Ruby melalui mindlink.


"Dan aku sudah tak sabar menunggu kebahagiaan itu" .Valey menerawang jauh ke depan, di dalam hati ia berdoa semoga saja yang di katakan Moon Goddess itu benar. Jika ia akan bahagia suatu saat nanti bersama Mate-nya.


•••


AUTHOR POV


Matahari malu-malu menampakkan dirinya dari ufuk timur, udara dingin pun menambah kesan jika hari masih sangat pagi. Valey sudah bangun karena udara dingin yang menerpa tubuh nya. Valey tersenyum, tak ada lagi air mata untuk hari ini. Wajah Valey tampak berseri-seri menandakan jika ia sedang bahagia.


"Morning Valey" teriaknya pada dirinya sendiri. Dengan semangat ia turun dari ranjangnya dengan cara melompat, karena mood nya begitu bagus hari ini. Akan tetapi ide turun dari ranjang dengan cara melompat adalah pilihan yang salah, karena tiba-tiba..


Bugh..


"Aw.." teriak Valey, ia terjatuh karena kakinya masih tersangkut selimut, hasilnya jidatnya mencium lantai. Valey meringis merutuki kebodohan nya sendiri.


"Ini sakit..." rengek Valey seperti anak kecil. Matanya berkaca-kaca seperti anak kecil yang di rebut mainannya.


"Hahaha.. Itu karena kebodohan mu sendiri" Ruby tertawa terbahak-bahak, kini sosok Valey telah sepenuhnya kembali.


"Ruby!!" teriak Valey, ia memajukan  bibirnya karena kesal. Bibirnya mencebik, ia merajuk pada Ruby, hingga ia memutuskan Mindlink secara sepihak.


Tiba-tiba suara laki-laki menginterupsi.


"Dasar manja" sontak Valey melihat kearah suara tersebut dan Kaget.


"Kelvin.. Kenapa kau ada disini?" tanya Valey, ia mencubit tangannya takut ini hanya mimpi.


"Ini bukan mimpi." kata Valey dalam hati. Kemudian ia menampar kedua wajahnya. "Aw" ringis Valey karena rasa perih dan panas langsung menerpa pipinya.


"Karena kau sangat berisik, dan itu mengganggu ku" kata Kelvin ketus, jangan lupa ekspresi dingin dan datarnya.


"Maaf" kata Valey ia menundukkan kepalanya. Ia begitu malu, wajahnya telah memerah saat ini.


"Ck.. Sudah bersiaplah bukan kah kau akan tinggal di Pack ku sementara waktu" Setelah mengatakan ituKelvin langsung beranjak dari kamar Valey . Didepan pintu Kelvin tersenyum tipis.


"Dasar gadis aneh, dan manja" Kelvin menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan tingkah Valey. Ia melangkah menjauh dari sana dengan senyum yang tak pudar dari wajahnya.


Sementara itu di dalam kamar,  Valey merutuki dirinya karena sangat ceroboh dan bertingkah konyol.


"Bodoh sekali kau Valey!! Ini sangat memalukan"


Valey menutup wajahnya dengan selimut, begitu malu. Cukup lama ia merutuki kebodohannya sendiri, sampai akhirnya ia memutuskan untuk segera mandi dan bersiap-siap.


Kelvin telah menunggunya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2