My Cold Alpha

My Cold Alpha
BAGIAN 22


__ADS_3

Valey akhirnya sampai di Mansion milik Uncle Andrew nya itu. Ia berlari mencari keberadaan Kelvin dan Isabella. Kaki nya terus melangkah dengan perasaan campur aduk dan  jantung yang berdetak cepat.


"Nancy dimana kelvin" tanya Valey yang tampak tergesa-gesa bersama Stella.


"Dia di tempat latihan. Tadi Isabella datang menangis" kata Nancy. Valey membeku ia tampak semakin takut, takut Isabella menceritakan cerita yang mengada-ngada kepada Kelvin. Jantungnya kian berdetak kencang, memompa darahnya lebih cepat. Pikiran Valey begitu kalut, dengan firasat buruk yang kian mendesaknya.


"Apa yang terjadi Jessie?" Tanya Nancy, karena ekspresi Valey yang terlihat begitu kalut. Namun bukan nya menjawab, Valey langsung berlari meninggalkan Nancy yang kebingungan. Nancy pun ikut mengejar Valey.


"Apa yang terjadi?" tanya Nancy pada Stella.


"Ceritanya panjang" jawab Stella yang juga ikut mengejar.Nancy semakin di buat bingung dan penasaran.


Sampai lah mereka di tempat latihan para Warior Pack, sudah ada Kelvin dan Isabella, Isabella menangis di pelukan Kelvin .Valey menghentikan langkahnya, hatinya begitu perih, nyeri menjalar keseluruh relung hatinya membuat luka di hatinya semakin terbuka lebar. Valey hanya bisa pasrah sekarang ia tidak tahu lagi seperti apa perasaannya.


"Dia lebih memilih menenangkan gadis licik itu" Ruby menggeram marah.


"Aku lelah Ruby, " lirih Valey, ia menatap nanar dua insan itu.


"Kenapa Moon Goddes memberikan kita Mate seperti dia  " gerutu Ruby geram.


Kelvin menatap tajam Valey, ia tampak sangat marah melihat Isabella dengan tangan yang terluka. Ia melangkah mendekati Valey, Valey membeku entah kenapa kakinya sangat sulit di gerak kan.


Stella dan Nancy juga membeku melihat Kelvin menatap Valey dengan tatapan tajam sarat akan rasa benci dan amarah. Isabella membelalakkan matanya melihat kehadiran stella disana. Ia merasa terancam, takut saudara tirinya itu menceritakan tentang dirinya.


"Shit!Kenapa dia ada disini" batin Isabella ia memilih pergi dari sana, tak ingin terkena masalah.


Kelvin tersenyum sinis kepada Valey.


"Ck... Kau fikir dengan membuatnya mati aku akan menerima mu sebagai mate ku huh!" bentak Kelvin.


"Kelvin.. Dia yang menyerang ku ak-" ucapan Valey langsung di potong oleh Kelvin.


"Diam!! Kau tau dia sangat berarti bagi ku!! Dia lebih penting dari mu!!" suara Kelvin begitu lantang , penuh penekanan. Valey menundukkan kepalanya ia menangis tersedu-sedu hatinya hancur mendengar perkataan tidak pantas dari Kelvin.

__ADS_1


"Kau fikir dengan kau menangis aku akan luluh huh!.. Kau salah putri Jessie.. " Kelvin tersenyum sinis.


"Kau salah paham Kelvin, ini bukan salah ku.. " lirih Valey


"Terus ini salah siapa ? Isabella huh!" Kelvin lagi-lagi membentak Valey. Matanya penuh dengan amarah, tangannya terkepal kuat.


Valey hanya bisa diam ia terisak pilu, Nancy dan Stella tak bisa berbuat apa-apa ,mereka tak bisa ikut campur saat ini.


"Ck... Aku tak tahu begitu liciknya kau putri Jessie" Kelvin berjalan mendekat ke arah Valey , masih dengan tatapan menusuknya.


"Ini bukan salah ku Kelvin" Valey akhirnya angkat bicara. ia tak bisa diam saja sekarang.


Kelvin tersenyum sinis


"Sepertinya aku harus melakukannya sekarang" kata Kelvin penuh makna.


Entah mengapa firasat buruk pun muncul Valey semakin terisak , ia menggelengkan kepalanya hatinya bagai di tusuk beribu belati bersamaan , sakit, perih tak ada satu kata pun yang bisa mendeskripsikannya.


"Kak..." lirih Nancy


Namun Kelvin tak memperdulikan siapa pun disana, Valey ia tidak tahu lagi harus bagaimana.


"Moon Goddess ini menyakitkan" lirih Ruby pilu .


Kelvin melanjutkan kata-katanya


"Alpha Silver Moonlight ... " lanjut Kelvin. Valey membeku bagai dihantam batu besar nafasnya tercekat.Ruby berteriak pilu.


"Reject you Jessie Val-" ucapan Kelvin langsung terpotong


PLAAKK!!


Tamparan keras mendarat di pipi Kelvin membuatnya sedikit meringis dan sudut bibirnya berdarah.

__ADS_1


"Hentikan Kelvin....." bentak Valey, air matanya mengalir deras dunia serasa hancur saat itu juga. Hatinya hancur tak bersisa, ia tak menyangka Kelvin akan melakukan hal tersebut.


"Kau boleh membenci ku.... Kau boleh menyakitiku... Kau boleh mengusir ku sekali pun Kelvin... " lirih Valey disela isakan. Semua orang disana ikut merasakan kesedihan Valey.


"Tapi jangan pernah Reject aku Kelvin..."  lirih Valey pilu, Kelvin ikut meneteskan air matanya ia tak tahu mengapa ia mungucapkan kata terkutuk itu. Hatinya terasa begitu remuk melihat luka yang terpancar jelas di mata Valey.


"Apa yang ku lakukan" lirih Kelvin.


"Aku sangat membenci mu.... Aku benci menjadi wolf alpha sialan seperti mu! Kau berengsek!"bentak Josh.


"Selama ini aku bersabar. Sekarang sudah cukup Kelvin, Cukup!  Aku akan pergi. Maaf kehadiran ku tak diinginkan. Aku berfikir aku akan sangat bahagia dengan Mate ku.  Tapi, ternyata aku salah"  lirih Valey pilu, Valey memegang dadanya menahan rasa sesak yang kian menyiksa nya.


Valey mencium bibir Kelvin sekilas, ia menangis pilu, menangis hidupnya yang begitu rumit. Dunia serasa tak ingin melihatnya bahagia.


"Terimakasih sudah membuat ku bahagia walau itu sangat singkat.Tapi itu cukup untuk membuat ku mencintai mu.Aku mencintai mu,  Sampai kapan pun cinta ku hanya untuk Mate ku." lirih Valey. Valey tak kuasa menahan rasa sakit di hatinya lagi, ini sangat sakit, lebih dari kata sakit, jiwanya terasa hilang entah kemana.


"Maaf kan aku Kelvin, maaf ... Seharusnya kita tak pernah bertemu--  Mungkin itu jauh lebih baik, dari pada bertemu tapi selalu menciptakan rasa sakit di hati" Valey pun pergi dari hadapan Kelvin yang membeku, Valey tersenyum kepada Stella dan Nancy .


"Jessie..." lirih kedua gadis itu. Kemudian Valey melangkah mendekat ke arah para Warior Pack.


"Putri Jessie" lirih para Warior Pack. Valey tersenyum pilu lalu memeluk satu per satu para Warior Pack yang selalu dilatih oleh Valey.  Lalu Valey pun pergi dari sana, pergi keluar mansion. Sangat berat bagi Valey meninggalkan semua ini, tapi ia harus pergi, hatinya begitu sakit. Pergi hingga tak ada satu pun orang menemukannya, ia harus menenangkan dirinya.


"Aku tak ingin selemah ini" batin Valey.


Valey menyentuh tanda di tangannya dan menyebut nama Max.


"Max .." panggil Valey. Tak lama Max pun datang. Valey pun naik ke atas tubuh Max dan terbang bersama Max.


"Mau kemana putri Jessie?" tanya Max


"Aku tak punya arah tujuan,  bawa aku pergi jauh.. Sampai tak ada satu pun orang yang tau dimana aku berada" lirih Valey. Mereka pun terbang menjauh dari sana. Jauh sampai akhirnya mereka tak lagi terlihat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2