
AUTHOR POV
Suasana Mansion milik Kelvin di penuhi para sahabat serta keluarga dari kelvin juga Valey tentunya. Mereka berkumpul karena mendapatkan kabar jika Valey akan segera melahirkan. Nadine,Nancy, Stella, dan Cindy tampak takut mendengar rintihan Valey saat menunggu pembukaan 1 sampai 10 tentunya.
"Apa sesakit itu?" tanya Nancy.
"Tentu saja, itu sangat sakit" kata Cindy ia bergidik ngeri.
"Valey yang kuat saja kesakitan" kata Nadine, gadis ini ikut bergidik ngeri membayangkan sesakit apa yang di rasakan Valey.
"Kau benar, aku tak bisa membayangkan sesakit apa itu" kata Stella menambahi.
Vixie,Angel,dan Melly terkekeh kecil mendengar obrolan para gadis disana. Sedangkan para pria mereka tampak tegang menunggu proses kelahiran Valey.
"Kenapa lama sekali..." kata Jack ia tampak gelisah
"Semoga anak dan cucu ku selamat" gumam Bryan, yang tak berbeda jauh dengan Jack. Sementara itu di dalam, Kelvin dengan setia berada di samping istrinya. Kelvin mengelap peluh di dahi sang istri dan menggenggam erat tangan Valey seolah memberi kekuatan pada istrinya itu.
"Sesakit itu kah" kata Josh melalui mindlink.
"Tentu saja sakit, " jawab Kelvin.
Valey terus berjuang melahirkan anak pertama mereka.
"Uh... Uh... Egh...."
"Kau pasti bisa Amour, " kata Kelvin
"Egh.... " Valey menggenggam tangan Kelvin, terkadang ia juga mencakar tangan suaminya itu, bahkan menjambak rambut Kelvin.
"Kel-- vin... Sa..kitt" teriak Valey.
"Kamu pasti bisa Amour ...." kata Kelvin menyemangati.
"Egh....." Valey mengejan lagi..
__ADS_1
Hingga akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi yang cukup kencang.
"Hoek.... Hoek... Hoek...."
Kelvin tersenyum senang, akhirnya anak pertama mereka pun lahir.
"Kau memang hebat Amour.." kata Kelvin lalu mencium pucuk kepala istrinya, Valey tersenyum ke arah suaminya itu ia bahagia sekali karena Kelvin selalu ada untuknya.
"Selamat Alpha anak anda laki-laki" kata perawat yang sedang menggendong bayi mungil itu.
"Kau dengar itu Amour, seorang putra.."Kelvin tampak begitu senang. Mata nya berbinar melihat bayi mungil berjenis kelamin laki-laki itu. Kelvin memang sangat menginginkan anak laki-laki. Setelah di bersihkan , bayi mungil itu pun di gendong oleh Kelvin.
"Tampan sekali jagoan Daddy ini" kata Kelvin , Valey tersenyum melihat suaminya itu. Kelvin mendekat ke arah Valey, memperlihatkan bayi mungil yang ia gendong.
"Dia tampan seperti mu" kata Valey,
Tiba-tiba segerombolan orang masuk kedalam kamar , untuk melihat bayi mungil yang sedang ada di gendongan Kelvin.
"Mana cucu Mommy?" tanya Angel saat masuk kedalam kamar, di susul Bryan di belakang.
Bryan dan Angel berlari menuju ke arah Kelvin , diikuti oleh Melly, Andrew , Dan Jack."Tampan sekali..." kata Angel.
"Wah dia tampan seperti ku" kata Jack. Valey memutar matanya jengah mendengar perkataan Jack.
"Dia tampan seperti Daddy nya bukan seperti kau yang jelek" kata Valey.
"Apa kau bilang , aku jelek em.." kata Jack tak terima.
"Tentu saja, kau sangat jelek" kata Valey mengejek kakaknya itu. Jack segera menghampiri adik nya itu.
"Kau ini masih saja menyebalkan" Jack hanya mengelus lembut rambut kembarannya itu.
"Selamat Sweety" kata Jack lalu mencium pucuk kepala adiknya.
"Terimakasih Big Bear..." kata Valey ia tahu kakaknya itu pasti sedang memikirkan istrinya Alyssa.
__ADS_1
"Kau pasti bertemu dengan mereka" lirih Valey. Jack mengangguk matanya berkaca-kaca.
"Siapa nama jagoan kecil ini" tanya Andrew.
Valey melihat ke arah Kelvin begitupun sebaliknya, mereka mengangguk.
"Gabriel Liam Fernand" kata Valey dan Kelvin bersamaan.
"Nama yang bagus, " kata Vixie yang juga ada disana.
Semua orang mengucapkan selamat kepada Kelvin dan Valey mereka turut senang karena sekarang Valey dan Kelvin sudah memiliki anak.
"Sepertinya baby El mau minum Asi ibunya, tolong para pria silahkan keluar" kata Kelvin , Angel tersenyum.
"Sama seperti Daddy mu Sweety" kata Angel .
"Posesif sekali dia" kata Nancy.
"Begitulah Kelvin setelah menikah dengan Valey" kata Melly.
Valey pun memberikan Asi kepada anaknya, hingga akhirnya Baby El tertidur . Melly,Vixie dan Angel keluar dari kamar , tinggalah Cindy, Nandine , Nancy, dan Stella.
"Val.. Apa melahirkan itu sakit?" tanya Nancy.
Valey tersenyum dan mengangguk
"Tentu.. Sakit sekali" kata Valey
"Kalau begitu aku tak ingin melahirkan" kata keempat gadis itu serempak. Valey terkekeh kecil mendengar ucapan mereka.
"Ya memang sakit, tapi rasa sakit itu terbayar saat mendengar tangisan Baby El, rasanya aku sangat bahagia sekali terlebih Kelvin yang selalu setia di samping ku" kata Valey ia tersenyum senang. Hidupnya terasa lengkap sekarang. Namun senyumnya memudar saat ia ingat jika setelah ini ia akan pergi meninggalkan dua makhluk yang dicintainya Kelvin dan Baby El.
"Aku baru saja merasakan bahagia" lirih Valey.
"Aku yakin kita bisa" kata Ruby.
__ADS_1
Bersambung...