
AUTHOR POV
Gabriel Liam Fernand, anak dari Kelvin dan Valey itu sekarang sudah berusia satu bulan. Baby El sangat sehat dan lucu, pipinya chubby, dengan bibir kecil berwarna pink, bulu mata lentik, dan iris mata coklat seperti ibunya.
Sejak Baby El lahir, Kelvin sangat jarang keluar dari kediaman mereka, ia lebih sering menghabiskan waktunya dirumah bersama istri tercinta dan Baby El tentunya. Sahabat dan keluarga mereka juga sering berkunjung, bahkan hampir setiap hari. Valey hanya bisa bersama Baby El jika bayi lucu itu ingin minum Asi, dan tertidur saja.
"Sayang!!" teriak Valey.
"Iya Amour.." kata Kelvin yang sedang menggendong Baby El.
"Kita jadi pergi ke istana?" kata Valey, mereka berencana kesana hari ini.
"Tentu, ayo kita siap-siap dulu" kata Kelvin.
Valey pun mengambil buah hatinya itu, karena Kelvin harus siap-siap untuk berangkat kesana."Anak Mommy tampan sekali" kata Valey gemas ia mencium pipi gempal Baby El.Valey menatap lekat-lekat wajah Baby El tak terasa setetes air matanya jatuh mengenai pipi Baby El.
"Mommy tidak tega meninggalkan mu sayang" lirih Valey ia mencium anaknya itu. Baby El tersenyum , menatap sang ibu dengan tatapan berbinar.
"Maafkan mommy jika suatu hari nanti kamu tidak bisa melihat Mommy mu ini, Mommy melakukan ini semua karena Mommy tidak mau dunia kita hancur sayang. Mommy ingin kamu tumbuh besar, menjadi kebanggaan Mommy dan Daddy kelak" lirih Valey pilu. Seakan mengerti Baby El menggenggam ibu jari Mommy nya, seolah mengatakan jika semuanya baik-baik saja. Valey semakin terisak, ia tak sanggup meninggalkan anaknya yang masih kecil ini.
Tanpa Valey sadari Kelvin mendengar semua yang di ucapkan nya tadi, pria itu segera menghampiri istrinya dan memeluk dua makhluk yang paling berharga baginya.
"Aku yakin kita akan berkumpul lagi Amour. Aku yakin kau bisa mengalahkan nya" lirih Kelvin ia ikut menitikkan air matanya . bagaimana pun rasa khawatir terus menghantuinya, ia tak akan siap kehilangan Valey, ia tak kan mampu hidup tanpa Valey.
•••
Sesampainya di istana mereka sudah di sambut oleh Bryan dan Angel tak lupa Jack di belakang orang tuanya itu.
"Sini biar Mom saja yang menggendong Baby El " kata Angel .
"Baby El bahkan sangat jarang di gendong Mommy nya sendiri" kata Valey ,ia terkekeh kecil dan memberikan bayi lucu itu ke Mommy nya.
"Dia sangat lucu dan tampan" kata Angel.
"Sama seperti Grandpa nya" sahut Bryan.
"Jangan lupa Uncle nya" tambah Jack, Valey memutar matanya .
"Dia tampan seperti Daddy nya" kata Valey, ketiga pria itu hanya terkekeh mendengar ucapan Valey.
Mereka pun masuk kedalam istana, Bryan dan Angel menuju ruang keluarga membawa Baby El, sedang kan Valey, Jack dan Kelvin menuju perpustakaan .
"Jack, apa kau tahu dimana letak buku itu?" tanya Valey.
"Tentu, aku bisa mendapatkan kekuatan Moussaieff Red karena membaca buku tersebut" kata Jack. Jack membawa sebuah buku besar dengan sampul berwarna gold dan merah tentunya. Karena buku itu adalah buku tentang Pack Golden Red Eclipse. Valey membuka lembaran, demi lembaran buku itu. Kelvin dan jack membuka buku yang lebih kecil tentang kerajaan Emerald dan Golden Orlee.
"Kau membunuh naga Moussaieff dimana?" tanya Valey.
__ADS_1
"Di sebuah gunung tak berpenghuni, yang di dalam gunung itu terdapat banyak sekali emas, disana lah naga Moussaieff berada" kata Jack
"Di buku ini tertulis jika pedang itu berada di sebuah tempat dekat dengan tempat Naga Moussaieff tinggal" kata Valey sembari melihat buku tersebut.
Kelvin dan Jack mendekat kearah Valey.
"Di tempat suci di ujung bayangan gunung , tepat pukul 12 siang" kata Kelvin.
"Tempat suci di ujung bayangan gunung?" Jack tampak berfikir.
"Mungkin semacam tempat ibadah atau apa" kata Valey.
"Disana hanya ada rawa,dan---" Jack tampak berfikir , ia menggantung perkataannya hingga ia ingat sesuatu.
"Ya! Aku tahu!" kata Jack membuat Kelvin dan Valey mengernyitkan dahinya
"Tahu apa?" tanya Kelvin
"Tempat itu " kata Jack
"Katakan cepat, kau sangat sering menggantung perkataan mu" kata Valey kesal, kakaknya itu memang sering menggantung perkataan nya. Membuat orang-orang penasaran.
"Di dekat sana ada semacam gereja tua tak terpakai, tapi--" Jack lagi-lagi menggantung perkataan nya.
"Tapi apa Jack?" Valey memutar matanya jengah.
Jack terkekeh melihat kekesalan adiknya itu."Tapi, kau harus menyebrangi rawa Greenfelt dulu, rawa itu penuh dengan makhluk kecil penghisap darah" kata Jack
"Bukan, mereka peri rawa gigitan mereka bisa menyebabkan kau tertidur selama tiga hari" kata Jack.
"Em... Bagaimana caranya aku kesana tanpa melewati rawa?" kata Valey, mereka bertiga tampak berfikir hingga tiba-tiba Valey menggebrak meja membuat kedua pria itu terlonjak kaget dan jatuh dari kursi. Valey tertawa geli melihat dua pria di hadapannya terjatuh dari kursi mereka.
"Sudah puas tertawanya Nyonya Fernand?" kata Kelvin dan Jack bersamaan, Valey menghentikan tawanya dan mulai serius lagi.
"Begini, aku lupa jika aku memiliki Max" kata Valey.
"Ya kau benar, kau bisa pergi kesana bersama Max, tapi--" lagi-lagi jack menggantung perkataan nya.
"Tapi apa Jack?!" Valey mulai jengah dengan tingkah kakaknya itu.
"Tapi kalian harus menemukan Orkz stone dulu, sebelum kesana" kata Jack.
Valey menghembuskan nafasnya kasar.
"Kenapa serumit ini..." kata Valey frustasi.
"Tenang, aku masih memiliki Orkz stone untuk mu" kata Jack. Ia pun memberikan sebuah batu berwarna hitam dengan ukiran rumit berwarna silver.
__ADS_1
"Aku tak yakin " lirih Valey
Jack menggenggam tangan Valey.
"Aku yakin kau bisa Sweety.. Kau harus bisa mengendalikan kekuatan Golden Orlee terlebih dahulu" kata Jack
"Bagaimana caranya?" tanya Valey
"Aku akan membantu mu" kata Jack, Valey memeluk kakaknya itu, ia sangat beruntung memiliki Jack.
Kelvin memeluk istrinya kemudian mencium pucuk kepala Valey lama .
"Aku mencintai mu Amour, sangat mencintai mu" lirih Kelvin
"Aku juga sangat mencintaimu" lirih Valey
•••
AUTHOR POV
Hari demi hari berlalu begitu cepat, selama satu bulan terakhir Valey menghabiskan waktunya untuk berlatih mengendalikan kekuatan Golden Orlee milik nya. Dengan Jack yang menjadi pelatihnya , hingga akhirnya sekarang Valey telah siap untuk pergi. Valey akan pergi menuju gereja yang di maksud oleh Jack. Valey tak boleh pergi bersama orang lain selama kesana, ia hanya akan pergi bersama Max untuk melewati rawa.
Valey menggendong putra kecilnya, Baby El tersenyum melihat wajah mommy nya, membuat Valey semakin merasa berat untuk pergi.
"Gabriel sayang, jangan nakal ya, kamu sama Daddy mu dulu. Mommy akan berusaha sebisa mungkin untuk kembali bersama kalian. Mommy menyayangi kalian berdua" lirih Valey, ia mencium Baby El yang ada di gendongannya saat ini. Air matanya menetes ia tak sanggup meninggalkan putra nya yang masih sangat kecil. Valey mengeluarkan sebuah kalung dan memakaikan kalung itu pada Baby El.
"Kalung ini akan melindungi mu sayang.... " lirih Valey, ia kembali mencium bayi lucu nya.
•••
Kelvin memeluk istrinya yang sedang duduk termenung di balkon kamar mereka, Baby El sudah terlelap dalam tidurnya. "Amour" panggil kelvin, Valey pun berbalik dan tersenyum kepada suaminya itu.
"Aku yakin kau pasti menang melawan penyihir jahat Angele De La Bharte," kata Kelvin. Valey memeluk suaminya itu dan mengangguk, "Aku pasti kembali untuk kalian" lirih Valey,
"Setidaknya aku akan tetap ada di hati kalian, meski nanti tubuh ku sudah tak nyata" batin Valey pilu, fikiran buruk terus menghantuinya.
"Aku akan sangat merindukan Baby El dan Kelvin" lirih Ruby.
"Aku juga Ruby, setidaknya kita harus berkorban demi kebahagiaan Baby El kelak. Aku mau ia masih bisa melihat dunia yang indah ini , meski tanpa Mommy nya" lirih Valey pilu air matanya menetes begitu saja. Entah mengapa permainan takdir membuatnya lelah, takdir seakan tak mau melihat kebahagiaan Valey.
"Aku yakin di balik penderitaan akan ada kebahagiaan yang menanti" batin Valey
"Aku juga yakin kita akan bahagia bersama orang yang kita cintai pada akhirnya" kata Ruby.
Valey memejamkan matanya, menghirup dengan rakus aroma matenya, seolah ia takkan pernah bisa menghirup aroma matenya ini lagi. Kelvin mengelus lembut rambut istrinya, dan mencium pucuk kepala Valey. Esok istri cantiknya ini akan pergi meninggalkan ia dan Baby El.
"Aku akan tetap menunggu mu pulang" lirih Kelvin.
__ADS_1
"Aku pasti akan pulang, apa pun yang terjadi" lirih Valey.
Bersambung...