
Pagi begitu cerah namun Valey hanya berdiam diri di kamarnya dengan Kelvin yang sedang menyuapi Valey.
"Ayo makan yang banyak Amour.." kata Kelvin sembari menyuapi istrinya, Valey membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari Kelvin hingga makanan di piring habis.
"Ini minum susu dulu" kata Kelvin, Valey mengambil dan meneguk susu di gelas hingga tandas.
"Sayang..." panggil Valey
"Iya Amour.." jawab Kelvin, ia duduk di samping istrinya dan mencium pucuk kepala Valey.
"Aku bosan disini , aku ingin ketaman" kata Valey , semenjak ia hamil Kelvin tak pernah membiarkan Valey keluar dari mansion.
"Tapi Amour..." Kelvin tak bisa melanjutkan perkataannya karena Valey mengeluarkan jurus andalannya.
"Please baby." kata Valay memohon dengan puppy eyes nya.
"Aku tidak tega jika dia begini" kata Josh.
"Ya kau benar, ia begitu menggemaskan" jawab Kelvin.
"Baiklah, tapi aku temani" kata Kelvin ,Valey tersenyum senang.
"Yeay! " teriak Valey girang ia melompat ketubuh suaminya dan mencium wajah Kelvin.
"Aku mencintai mu." kata Valey
"Aku juga sangat mencintai mu Amour" kata Kelvin, lalu ia mencium istrinya itu.
Valey melompat-lompat senang karena ia bisa menghirup udara bebas sekarang
"Yeay! Yeay! Yeay!" Valey melompat-lompat layaknya anak kecil, hingga kakinya tersandung dan tubuh nya pun tak seimbang. Untung saja ada Kelvin yang menahan tubuh Valey dengan sigap, sehingga ia tidak jatuh.
"Hati-hati Amour!Kau bisa mencelakai dirimu dan anak kita!" Kelvin meninggikan suaranya, yang tanpa ia sadari membuat hati Valey seperti di cubit. Kelvin membawa Valey duduk di bangku taman.Valey tertunduk ia merasa bersalah karena kecerobohannya ia hampir saja mencelakai anaknya. Air matanya menggenang tinggi mengancam akan segera turun.
"Amour, Kau kenapa?" tanya Kelvin khawatir pasalnya Valey tak kunjung bicara. Istrinya itu memilih untuk bungkam sedari tadi.
"HIKS!" Valey menangis tersedu-sedu , Kelvin memeluk istrinya dan mengusap lembut rambut Valey agar istrinya itu tenang.
"Sudah lah Amour, yang terpenting kau baik-baik saja" kata Kelvin
"Tidak! Hiks- Aku hampir saja- Hiks-- Membunuh anak kita" Valey menangis tergugu dengan tubuh terguncang hebat. Kelvin tak tahu lagi harus bagaimana , istrinya ini begitu sensitif semenjak hamil.
"Kenapa wanita hamil begitu sensitif" batin Kelvin.
"Ya , kau benar ia mudah sekali sedih, kadang ia tiba-tiba marah" kata Josh.
"Em.. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana" kata Kelvin
Dengan susah payah Kelvin menenangkan sang istri sampai akhirnya Valey pun mulai tenang, istrinya itu tak lagi menangis. Kelvin mencium pucuk kepala Valey dan menghapus air mata yang masih membasahi wajah cantik sang istri tercinta.
"Jangan menangis lagi Amour" Kelvin memeluk tubuh Valey membuat sang istri merasa begitu nyaman di dalam pelukan nya yang hangat. Valey tersenyum kepada Kelvin , wajahnya merona saat pandangan mereka beradu.
__ADS_1
"Ayo kita kesana" ajak Kelvin, ia menunjuk ke arah danau dekat kebun buah milik mereka. Valey pun mengangguk dan berdiri hendak melangkah kesana, namun tangannya di cegat oleh Kelvin.
"Jarak dari sini ke danau cukup jauh, aku tidak mau istri cantik ku ini kelelahan" setelah berucap Kelvin langsung menggendong tubuh Valey, Valey hanya bisa pasrah dengan suaminya yang sangat posesif ini.
"Selalu saja begini" kata Ruby ia terkekeh.
"Entah karena apa dia sangat posesif" kata Valey kesal.
Tak terasa mereka telah sampai di tepi danau, Kelvin meletakkan tubuh istrinya di gazebo .
"Kau tunggu disini ya " kata Kelvin ,Valey mengangguk.
Kelvin pun pergi entah kemana, namun tak lama setelah itu Kelvin kembali membawa sekuntum bunga mawar putih kesukaan Valey.
"Untuk mu wanita cantik ku" kata Kelvin lembut. Valey tersenyum dan menerima bunga tersebut ia menghirup aroma bunga kesukaannya itu.
"Kau suka Amour?" tanya Kelvin.
"Tentu, kau selalu tahu apa yang aku suka" kata Valey.
"Aku harus tahu apa pun yang menyangkut wanita cantik ku ini" kata Kelvin, Valey tersenyum senang. Ia merasa beruntung memiliki Kelvin di hidupnya. Kelvin mengelus perut Valey yang mulai membuncit, usia kandungannya baru 14 minggu. Kelvin mencium perut istrinya itu.
"Daddy sudah tidak sabar melihat mu jagoan" kata Kelvin.
•••
"Sayang.. Aku mau buah mangga di sana" kata Valey menunjuk ke arah kebun buah mereka.
Kelvin pun segera beranjak menuju pohon mangga itu dan memetik beberapa buah mangga, setelah itu ia menghampiri istrinya lagi.
"Ini Amour" kata Kelvin.
Valey malah menggelengkan kepalanya,
"Ku rasa aku tak ingin mangga lagi.Aku mau anggur" kata Valey.
Kelvin menghela nafasnya, dan tersenyum ia pun pergi mengambil buah anggur .
"Ini Amour.. " Kelvin menyerahkan buah anggur yang diingkan Valey. Tapi ia harus kembali bersabar karena Valey malah menggeleng lagi.
"Sspertinya aku tak ingin makan buah lagi, aku mau pulang" kata Valey.
Kelvin menghela nafasnya pasrah. Ia harus ekstra sabar menghadapi sang istri.
"Untung sayang..." batin Kelvin
"Hahahahahah" Josh malah mentertawakan Kelvin
"Shit!" umpat Kelvin lalu memutuskan mindlink.
Kelvin pun menggendong istrinya itu menuju mansion mereka lagi. Kelvin tak habis fikir kenapa wanita hamil itu menyebalkan.
__ADS_1
•••
Jam dinding menunjukkan pukul 1 dini hari, masih larut bukan. Namun Valey menggeliat dan mengerjapkan matanya, tiba-tiba ia sangat menginginkan ice cream. Valey melihat ke samping, terlihat wajah suaminya yang tampak lelah, Valey tidak tega membangunkan suaminya itu. Valey pun mencoba melepaskan pelukan Kelvin, namun hal itu malah membuat Kelvin bangun.
"Ada apa Amour?" tanya Kelvin dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Aku ingin ice cream" kata Valey, ia memainkan jarinya.
"Em, biar aku saja, kau tunggu disini Amour" Kelvin mencium pucuk kepala Valey dan berdiri , Kelvin masih sekekali menguap karena ia masih mengantuk. Dengan langkah gontai Kelvin menuju kedapur ia mengambil ice cream rasa vanilla dan strawberry di dalam kulkas. Lalu ia pun segera menuju kamarnya lagi.
"Ini ice cream nya" kata Kelvin sembari menyerah kan ice cream yang Valey mau. Valey pun membuka kotak ice cream itu dengan tatapan berbinar. Namun Valey malah mengerucutkan bibirnya ketika melihat isi di dalam kotak ice cream tersebut.
"Aku mau rasa coklat" rengek Valey, Kelvin mengehela nafasnya dan mengacak rambut istrinya.
"Baiklah, aku ambilkan dulu" Kelvin tersenyum tipis mencoba bersabar. Kelvin pun melangkah lagi menuju dapur untuk mengambil ice cream coklat yang diinginkan istrinya itu. Kemudian ia kembali kekamar memberikan ice cream itu untuk istrinya. Namun begitu ia sampai di kamar.
"Em , aku tak ingin ice cream lagi. Aku mau susu coklat panas" kata Valey, Kelvin membelalakan matanya tak percaya ia mendengus kesal, dan mencoba meredakan emosinya. Kali ini Kesadaran Kelvin telah terkumpul sepenuhnya.
"Sabar.. Dia istri mu ...kau mencintai nya" batin Kelvin.
"Sabar lah Kelvin, " kata Josh
"Ya.." jawab Kelvin singkat.
"Sepertinya kau ikut-ikutan sensitif seperti mate kita" kata Josh
"Shut up!!" bentak Kelvin lalu memutuskan mindlink.
"Aku akan membuatkannya untuk mu Amour" kata Kelvin lalu ia kembali menuju dapur membuat kan susu coklat yang di inginkan istrinya. Akan tetapi saat Kelvin sampai di kamar mereka Valey sudah terlelap dalam mimpinya, Kelvin tidak tega membangunkan istrinya itu
"Huh... Untung cinta" kata Kelvin, lalu ia menaruh susu itu di nakas dan kembali melanjutkan tidurnya dengan memeluk erat istri tercintanya.
•••
Pagi hari yang cerah, Kelvin bangun dari tidurnya karena ia mendengar suara isakan di sampingnya. Ia segera membuka matanya dan terlihatlah istrinya menangis tergugu di sampingnya.
"Ada apa Amour?" tanya Kelvin khawatir.
"Maafkan aku..." lirih Valey disela isakannya.
"Kau tidak salah apa-apa Amour"
"Hiks... Aku jahat pada mu--- Kau sudah membawakan ice cream dan susu yang ku inginkan, tapi aku malah tertidur hiks..." Kelvin memeluk istrinya mencoba menenangkan istrinya yang sangat sensitif ini." Sstt... Kau tidak salah" kata Kelvin lembut.
"Dua hal yang ku takuti di dunia ini" kata Kelvin.
"Apa?" tanya Josh penasaran.
"Wanita yang sedang PMS dan wanita hamil" kata Kelvin
"Hahahahahahaha" Josh tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Bersambung...