My Crazy Girl

My Crazy Girl
Misi Cinta


__ADS_3

Bintang yang paling bersinar terang adalah kamu


--Alexander Rozy Yudha--


☁☁☁


Ifa membuka matanya karena merasa tidak nyaman untuk tidur.


"Udah bangun lo?" Tanya Rozy.


"Rozy...mending kita istirahat deh,Rozy pasti capek kan gendong Ifa?"


Rozy lalu mengangguk.Dia lalu menurunkan Ifa dengan hati-hati.


"Ifa berat ya?"


"Nggak,lo seringan kapas."


"Iih masa sih???"


"Emang berat lo berapa?"


"Kalo nggak salah 40 kg."


"Pantas ringan,toh berat lo segitu."


Rozy lalu duduk di samping Ifa.Dia lalu menatap Ifa yang sedang kesal atas perkataannya.


Dia lalu menggenggam tangan Ifa.Sontak hal tersebut membuat Ifa kaget setengah mati.


"Maafin gue." Ucap Rozy dengan suara lembut.


Pipi Ifa rasanya panas mendengar suara Rozy tersebut.Dia menjadi salah tingkah karena pria itu.


"Iya..Ifa maafin."


Ifa lalu mengalihkan pandangannya.Dia tau Rozy masih menatapnya.


Kenapa sih pria itu kadang membuatnya terbang tinggi ke angkasa lalu menghempaskannya ke bumi.


"Dia bukan gebetan gue."


Ifa lalu menatap Rozy.Dia?apa maksudnya perempuan di foto yang ditemukan Ifa tadi?


Rozy masih setia menatap Ifa.


Tatapan Rozy kali ini berbeda dari biasanya.Tatapan Rozy kali ini sangat hangat.Ifa sangat menyukai hal tersebut.


Bagaimana Ifa bisa move on kalau Rozy seperti ini kepadanya?


Ifa lalu mengambil pisau yang tersimpan di saku celananya.


"Astagfirullah lo kenapa bawa pisau segala sih??"


"Hehe...soalnya kata bang Arya selalu sedia pisau sebelum pergi ke hutan."


Rozy lalu mengerutkan dahinya heran.Emang untuk apa bawa pisau ke dalam hutan?


Ifa lalu mengukir sesuatu di pohon.


ZYFA


Ifa lalu mengukir nama tersebut dengan bingkai hati.


"Zyfa?"


"Iya...Rozy dan Ifa."


"Cocokkan??"


"Untuk apaan coba?"


"Ih...Rozy pohon ini menjadi saksi kalau kita pernah tersesat di hutan..haha.."


Rozy ikut tersenyum melihat Ifa tertawa.


"Rozy...kita buat kayu bakar yuk..dingin nih." Ifa lalu mengusap telapak tangannya.


Dia melirik jam tangan yang dikenakannya.Sudah menujukkan pukul 00.00.


"Rozy...dengerin Ifa nggak sih?"


Rozy lalu memeluk Ifa.Hal itu membuat Ifa kembali jantungan.


"Nggak perlu kayu bakar,gue akan peluk lo sampai tubuh lo merasa hangat."


Ifa tidak bisa menyembunyikan senyumnya.Dia sangat bahagia saat ini.


"Nanti pukul 1 kita akan lanjutin perjalanan."


"Rozy..Ifa boleh nanya?"


"Apa?"


"Perempuan di foto itu."


"Kenapa?"


"Rozy dia itu siapa Rozy?"


"Dia sahabat dan cinta pertama gue." Rozy lalu menatap bintang-bintang di langit tersebut.


Hati Ifa mendadak menjadi perih.Tuh kan....apa Ifa bilang!


Pertama dibikin baper sekarang engkau hempaskan bang ozy!kejam kali kau bang!bang!


"Oh..Rozy masih cinta dong sama perempuan itu." Ucap Ifa dengan nada kesal.


"Nggak.."


Ifa lalu bernafas lega,jika itu benar dan Ifa berharap itu benar!


Rozy lalu menatap langit yang dihiasi bintang-bintang indah.


"Karena gue....."


Rozy lalu menatap Ifa yang sudah tertidur.Rozy lalu tersenyum kepada Ifa.


Dia lalu membelai rambut hitam Ifa.Dia jadi teringat pernyataan Taufan.Sahabatnya mencintai gadis yang berada di pelukannya sekarang.


Rozy lalu ikut memejamkan matanya.


"Astagfirullah kenapa wajah si Ipeh selalu muncul sih."


 ☁☁☁


"Lo yakin di jurang ini pasangan itu jatuh?" Tanya Kevin sambil menghidupkan senter miliknya.


"Yakin *****!"


Taufan,Andra,dan Kevin melangkah masuk ke dalam jurang.


"Gue pikir ini jurang dalam,ternyata nggak." Ucap Andra.


"Berarti Ifa atau pun Rozy nggak terluka parah." Ucap Taufan.


Andra lalu menemukan sobekan baju.


"Ini kan baju si Rozy." Ucap Andra.


"Berarti mereka lewat jalan ini." Ucap Taufan.


Mereka bertiga terus berjalan,sesekali Kevin berteriak karena ranting kayu selalu menyentuh kepalanya


"Lo kayak banci aja sih teriak-teriak." Ucap Taufan menutup kupingnya.


"Dedek takut bang."


Mereka terus berjalan mencari jejak Rozy dan Ifa.Hingga akhirnya...


"Setan..!!!!" Teriak Kevin yang kakinya langsung diinjak Andra.


"Setan?" Tanya Taufan.


"Itu di sana!!"


Taufan lalu menyorotkan senternya ke arah sebuah pohon.


Mereka menemukan Rozy dan Ifa tengah tidur dengan posisi Rozy yang tengah memeluk Ifa.


Mendadak hati Taufan menjadi perih.Namun,melihat Ifa yang tidur sambil tersenyum membuat Taufan juga ikut senang.


Hati Taufan menjadi senang karena melihat gadis yang dicintainya bahagia,walaupun tidak bersamanya.


"Astagfirullah..!!tuh kan!!gue bilang juga apa tadi!!!" Ucap Kevin tak kalah histeris.


"Lo bisa diam atau gue bunuh lo pakai golok mbah gue."


"Elah kayak cewek PMS lo hu!"


Taufan lalu mengajak Kevin dan Andra untuk menghampiri dua orang tersebut.


"Zy..fa..."


Mendengar suara tersebut,Ifa dan Rozy lalu terbangun.

__ADS_1


"Astagfirullah.." Rozy lalu melepaskan pelukannya.


"Hai..." Sapa Ifa


"Bang ozy,dedek nggak nyangka bang ozy telah berbuat tidak senonoh dengan Ifa?"


Rozy lalu menginjak kaki Kevin.Tadi Andra,sekarang Rozy yang menginjak kakinya.


Sabar ya bang Kevin!


Ifa lalu berusaha berdiri.Namun,kakinya masih sakit.


"Lo bisa jalan fa?atau gue gendong aja?" Tanya Taufan.


"Awas bang ozy kena tikung." Bisik Andra


"Awas selimut tetangga bang." Bisik Kevin mengompori Rozy.


Ifa lalu menatap Rozy.Kasihan jika Rozy menggendongnya lagi.Pasti capek...


Rozy lalu melangkah menghampiri Ifa.Dia lalu menggendong tubuh mungil gadis tersebut.


"Kalau minta gendong itu jangan ngode dulu mbak!"


Ifa lalu membelalakkan matanya.Siapa juga yang ngode??


Rozy itu yang salah paham atas tatapannya barusan.


"Gue aja fan,nggak apa-apa,dia ini berat,lo nggak akan tahan."


"Rozy apaan sih..!"


Rozy tidak mempedulikan teriakan gadis itu.Dia lalu berjalan membawa gadis itu di punggungnya.


"Lo lihat tadi nggak?" Tanya Andra dengan mulut ternganga.


"Iya..gue lihat,sejak kapan Rozy jadi seperti itu?" Ucap Kevin ikut ternganga.


Sedangkan Taufan tersenyum melihat Ifa dan Rozy.


"Gue tau zy..hanya Ifa yang mampu buat lo berubah."


Taufan,Andra,dan Kevin lalu ikut menyusul Rozy dan Ifa.


Setelah sampai di perkemahan,Rozy mengantar Ifa ke tenda kesehatan.Untuk mengobati luka di kepalanya tadi.


"Ifa..."


"Putri,Dhea,Rara!" Teriak Ifa histeris seperti lama tidak bertemu.


"Gue keluar dulu..cepat sembuh." Rozy lalu beranjak keluar dari tenda tersebut.


Rara dan Dhea lalu melongo mendengar kata-kata Rozy barusan.Cepat sembuh?Kata yang sangat langka diucapkan untuk Ifa.


Bukan hanya Ifa tapi seluruh cewek SMA Garuda Bangsa.


"Fa..lo nggak apa-apa?" Tanya Putri khawatir.


"Tadi lo udah luka banyak sekarang nambah lagi,hobi banget sih lo nambah luka." Ucap Dhea.


"Maafin Ifa.."


"Udah ah..yang penting Ifa sekarang baik-baik aja kan?apalagi diobatin Rozy...ehemm.." Goda Rara.


Ifa lalu tersenyum malu.Tapi Ifa masih penasaran dengan perasaan Rozy.Apa dia benar sudah mulai menyukainya?


"Gimana ya caranya agar Ifa tau perasaan Rozy?" Tanya Ifa.


"Lo bertanya ke orang yang tepat fa." Ucap Rara.


"Gue dan Dhea adalah ahli cinta,jadi kami bisa membantu lo nyelesain masalah cinta."


Sedangkan Putri menggelengkan kepalanya.Bukan hanya Ifa yang gila,tapi dua orang ini juga terkena wabah penyakit Ifa.


Jangan sampai dia terkena juga.Dia akan menghubungi Ana dan Yuni agar mereka juga menjaga diri dari wabah penyakit itu.


"Gimana caranya?" Tanya Ifa dengan semangat 45


"Dhea jelaskan.."


"Untuk mengetahui apakah Rozy menyukai lo atau tidak kita akan pakai cara terampuh fa...ini sudah terbukti sampai 7 turunan."


"Apaan tuh sampai 7 turunan segala?" Tanya Putri ikut penasaran.


"Caranya lo harus menjalankan sebuah misi cinta."


"Yaitu menjauh dari Rozy."


"Apa???????"


"Iih Ifa gue jamin deh pasti berhasil,Rara aja pernah coba."


"Eh Dhea,apaan lo jadi bawa-bawa gue segala." Ucap Rara tak terima.


"Gue jamin deh fa,lo cuma ngejauhin Rozy 3 hari."


"Ifa nggak mau!!"


"Itu kelamaan Dhea!!!"


"Astagfirullah ya allah!cuma tiga hari Ifa!!!woi tiga hari nggak seumur hidup!"


"Coba aja dulu fa." Ucap Putri.


Ifa lalu berpikir atas saran Dhea dan Rara.Apa iya dia harus menjauhi Rozy?Tapi jika dia jauhi Rozy...mungkin Rozy akan benci padanya?????


"Gini ya fa,hanya dengan cara itu lo bisa tau Rozy suka atau nggak sama lo,jadi lo nggak perlu nunggu lagi." Jelas Rara.


"Lalu apa yang harus Ifa lakukan?"


"Jauhin Rozy dong Ifa!kalau perlu hindari dia!" Ucap Dhea.


"Chattingan nggak boleh?"


"Big no sayang.."


"Ngelirik doang nggak boleh juga."


"Ih...gue sunat lo lama-lama ya."


3 hari??


Oh apakah Ifa akan bertahan??


Jangankan menjauh,tidak mengirim pesan satu jam aja dia sudah gelisah.


Tapi...


Demi Rozy...Ifa akan mencoba melakukan misi cinta itu!


☁☁☁


Setelah acara kemping selesai.Semua siswa kembali menjalankan aktivitas mereka seperti biasa.


Rozy sedari tadi tengah sibuk mencari sesuatu di lacinya.Entah apa itu..


"Lo cari apaan zy?" Tanya Taufan.


Rozy dan Taufan sudah berbaikan setelah mereka menemukan Ifa.Taufan juga sudah ikhlas jika Rozy bersama dengan Ifa.


Namun,sahabat nya itu terus menyangkal jika dia tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Ifa.


Dasar pria penuh gengsi!


"Lo ada lihat kotak bekal nggak?" Tanya Rozy.


"Eh sejak kapan lo kayak anak TK dibikinin bekal dari rumah." Ucap Taufan berusaha menahan tawanya.


"Si Rozy nyari apaan?" Tanya Andra ikut penasaran.


"Entah semacam kotak bekal."


Bruaaaaakkkk


"DIMANA???BEKAL DARI IFA????"


Suasana di kelas yang awalnya ribut mendadak menjadi hening.


"Eh di kantin ada diskon cilok loh...kita ke kantin yuk...mumpung di traktir Kevin.."


Semua siswa berhamburan keluar dari kelas mereka menuju kantin.


Menyisakan Rozy yang bergelut dengan pikirannya.


"Serius lo ada diskon cilok?" Tanya Taufan


"Nggak..."


Saat ini Taufan ingin membungkus Andra dengan kain kafan!


Di lain sisi,Rozy merutuki dirinya.Kenapa juga dia mencari kotak bekal dari Ifa?


Btw tentang Ifa,sudah sejak kejadian itu dia tidak bertemu dengan Ifa.


Biasanya setiap pagi gadis itu akan membuatkannya bekal kue coklat.Tapi sekarang...

__ADS_1


Rozy lalu menjambak rambutnya frustasi.Bukannya ini baik,tidak ada lagi setan yang akan menganggu hidupnya.


Rozy lalu beranjak menuju kantin.Mendadak dia menjadi lapar karena belum sarapan pagi.


Saat berada di kantin Rozy melihat gadis itu tengah berbincang dengan ketiga sahabatnya.


Mata mereka sempat bertemu,namun Ifa dengan cepat menghindarinya.


Hal tersebut membuat Rozy bingung sekaligus kaget.


Ifa lalu beranjak meninggalkan ketiga sahabatnya pergi dari kantin.


Rozy lalu masa bodo dengan gadis tersebut.Dia melihat ketiga temannya di meja kantin paling sudut.


Dia lalu melangkah menuju ke sana.


"Eh bang ozy...tadi itu ada dedek Ifa." Ucap Kevin sambil meminum teh es miliknya.


Rozy hanya mengangkat bahunya acuh.


"Lo kenapa lagi sih sama Ifa?baru lusa kemarin lo berdua baikan." Tanya Taufan


Rozy lalu menggelengkan kepalanya


"Mungkin lo itu punya salah kali sama Ifa."


"Biasanya nih,kalau cewek itu menghindar kayak gitu itu tandanya dia lagi ngambek." Jelas Andra.


"Mungkin lo ada kesalahan kali sama Ifa dan pas sekali dia sedang sensi." Jelas Taufan menambahkan.


Rozy lalu mencoba mengingat kesalahan yang dia perbuat pada gadis itu.


Sepertinya dia tidak pernah merasa punya salah sama gadis itu.


"Wah.....kebetulan ada Rara gue mau ngasih coklat nih buat dia."


Andra lalu beranjak menuju ke tempat Rara.


"Nah...tiru tuh Andra." Ucap Taufan.


"Bukan cewek yang ngejar tapi dia yang ngejar."


"Seharusnya lo bisa belajar dari Andra zy,lo lihat deh walaupun ditolak beberapa kali,Andra tidak mau menyerah."


Rozy merasa tersinggung dengan perkataan Taufan.


Ditolak?dia jadi teringat dengan gadis bernama Ifa itu.


Ya...Ifa sering ditolak olehnya.Namun,gadis itu tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya.


"Gue juga sering ditolak." Ucap Kevin.


Sontak Rozy dan Taufan menoleh ke arahnya.


"Emang lo suka sama siapa sih?" Tanya Rozy.


"Dhea."


"Sabar Kevin,gue akan bantu lo buat dapetin Dhea." Ucap Taufan.


"Emang lo pernah ngasih coklat ke Dhea?"


"Nggak..."


"Terus lo kasih apa?" Tanya Taufan penasaran.


"Gue pernah ngasih deodorant eh malah gue ditampar."


"Ya allah,ini anak nggak ada otaknya ya...ya jelas lo ditolak oon!!!" Geram Taufan.


"Untung lo cuma ditampar." Ucap Rozy.


Kevin lalu memandang kedua temannya itu.Apa salahnya mengasih deodorant kepada Dhea?? Toh itu ada gunanya.


Apa salah Kevin Pemirsah?


☁☁☁


Bel pun akhirnya berbunyi..


Akhirnya pelajaran pun selesai.Benar-benar merupakan surga dunia bagi semua siswa di dunia.


Rozy lalu melangkah menuju parkiran.Dia lalu menyalakan motor kesayangannya.


Dia jadi teringat Ifa yang sering memintanya untuk mengantarnya pulang.


"Sadar Rozy...!!"


Akhir-akhir ini dia sering melamunkan gadis tersebut.Apa ini hukum karma  baginya?


Dia lalu menyalakan mesin motornya dan meninggalkan sekolah.


Namun,saat tiba di halte dekat sekolah,dia melihat Ifa tengah gelisah menunggu angkot.


Rozy ingin menghampiri gadis itu,namun dia melihat ada sebuah motor berhenti di depan gadis itu.


Rozy melihat pria yang pernah bertemu dengannya di Mall waktu itu..ya..Rafly...mantan Ifa.


Rozy melihat Ifa tidak setakut waktu itu.Dia melihat kini Ifa bersikap seperti biasa dengan Rafly.


Rozy lalu menatap kedua orang tersebut dari jauh.Walaupun jauh,dia masih bisa mendengar pembicaraan mereka walaupun samar-samar.


"Lo nggak pulang?"


"Menurut lo?" Ucap Ifa jutek.


"Jutek amat sih mantan."


Ifa berusaha bersikap tak acuh kepada Rafly.


"Mau gue antar nggak?"


Ifa tidak menjawab tawaran Rafly tersebut.Lalu Ifa tak sengaja melihat Rozy dengan motornya tengah menatap ke arahnya.


Ini kesempatan bagi Ifa untuk membuat Rozy cemburu.Memang hanya dia yang bisa,Ifa juga bisa!


"Oke...tapi kali ini aja."


Rafly lalu tersenyum senang.Ifa lalu menaiki motor Rafly dan melesat pergi meninggalkan sekolah.


Sedangkan Rozy menatap Ifa tidak percaya.Hatinya menjadi gelisah melihat Ifa menerima tawaran Rafly.


Dia pun melajukan motornya dengan kecepatan lumayan tinggi.


Butuh waktu 20 menit,Rozy akhirnya sampai di rumahnya.Dia lalu meletakkan motornya di garasi.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


"Mana mama?" Tanya Rozy pada adiknya.


"Mama pergi arisan,oh ya bang,Letta mau pergi belajar kelompok dulu."


"Hmmm..."


Rozy lalu melangkah menuju dapur.Dia lalu meminum segelas air.Sangat gerah hari ini untuk Rozy.


Rozy lalu beranjak menuju kamarnya.Akan lebih baik dia mandi dan menyegarkan tubuhnya.


Setelah mandi selama 15 menit,Rozy lalu memakai kaus berwarna biru kesukaannya.


Btw tentang warna biru,dia juga teringat akan Ifa yang juga menyukai warna biru.


"Astagfirullah Rozy!" Ucap Rozy memijat pelipisnya.


Ternyata cewek memang rumit,lebih rumit dari soal matematika.


Rozy lalu membuka laptopnya. Sesekali dia melirik ponsel yang berada di samping laptopnya.


Biasanya banyak notifikasi dari gadis itu.Tapi sekarang,ponselnya sangat sepi seperti kuburan.


Rozy lalu mengetik sesuatu pada laptopnya.


Cara mengatasi cewek yang sedang ngambek


"Pertama,minta maaf sambil mengucapkan aku sayang kamu."


"Et dah...lebay amat sih."


"Kedua,kasih dia bunga."


"Apa gue kasih aja bunga yang ditanam mama ya?"


"Ketiga,kasih dia hadiah atau kado."


"Apa gue kasih dia cilok ya?"


Rozy lalu menjambak rambutnya yang basah tersebut.


"Aha.. ini dia!!"


Rozy lalu mengganti pakaiannya.Dan mengambil kunci motornya.


"Gue tau apa yang harus gue lakukan."

__ADS_1


__ADS_2