
Tuhan menciptakan cinta agar manusia bisa saling menguatkan.
-- Putri Pricilla Anggraini--
☁☁☁
"Aaaaa..."
Ifa menutup matanya ketakutan karena ada sesuatu yang menyentuh permukaan kulitnya.
"Jangan makan Ifa..Daging Ifa nggak enak kok." Ucap Ifa ketakutan.
"Hoi lo kira gue monster apa?"
"Putri.."
"Lo kenapa sih??pakai acara lari ke hutan??kalau lo kesasar gimana??lo nggak pernah mikir apa??"
Sontak Ifa memeluk sahabatnya itu.Hal tersebut membuat Putri kaget.Apa dia terlalu kasar kepada Ifa?
"Put...Ifa capek...Ifa capek Putri..hiks..."
Putri bisa menebak apa yang terjadi dengan Ifa.Pasti ini ada hubungannya dengan Rozy.
"Ifa ini..cewek bodoh Putri..Ifa terlalu berharap sama Rozy..hiks..nyatanya Rozy nggak akan pernah punya perasaan pada Ifa."
"Kenapa Ifa bisa jatuh cinta pada Rozy put??kenapa???Kenapa Ifa nggak bisa benci sama Rozy!!"
Putri lalu mengelus punggung sahabatnya itu.Jujur dia sangat iba dengan Ifa.Sahabatnya ini terlihat sangat rapuh.
Putri membiarkan Ifa menumpahkan segala rasa sakit di hatinya sekarang.
"Putri...kenapa harus ada cinta di dunia ini??kenapa tuhan ciptakan cinta jika itu akan selalu menyakitkan???"
"Ifa...jangan bicara gitu..tuhan menciptakan cinta itu ada sebabnya.."
"Apa Putri?apa?"
"Cinta itu memang menyakitkan fa,tapi cinta itu juga mengajarkan manusia untuk bisa saling menguatkan."
"Tapi..Rozy.."
"Udah fa,lo jangan bahas soal Rozy sekarang,gue nggak mau lihat lo nangis lagi karena orang itu."
Ifa lalu menganggukkan kepalanya.Ya...memang seharusnya dia tidak usah membahas Rozy.
Tapi kenapa hatinya ini selalu memanggil nama Rozy??? Ifa sungguh pusing memikirkannya.
"Fa..lo jangan pergi ke hutan kayak tadi lagi."
"Kalau lo punya masalah cerita sama gue,Dhea,atau Rara."
"Iya Putri...maafin Ifa."
"Ya udah,lo bisa jalan kan?lutut lo lihat udah berdarah kek gitu!" Ucap Putri geleng-geleng kepala.
Untung Putri mengejar Ifa tadi,kalau tidak entah apa yang terjadi kepada tu anak.
"Put..kita udah jauh masuk hutan." Ucap Ifa ketakutan.
"Tenang aja fa,gue udah pasang tanda." Ucap Putri mengangkat jempolnya.
"Putri memang terbaik!"
Putri dan Ifa bergegas keluar dari hutan tersebut karena sebentar lagi malam.
☁☁☁
Malam ini,semua siswa dan siswi SMA Garuda Bangsa akan melakukan suatu misi yang diberikan oleh guru-guru mereka.
Semua siswa dikumpulkan menurut kelas mereka masing-masing.
Andra lalu melirik Rozy dan Taufan yang diam-diaman sejak tadi.
Sejak kejadian tersebut,Rozy maupun Taufan tidak berbicara satu kata pun.
"Woi kalian berdua jangan diam-diaman kayak cewek deh." Ucap Andra menasehati kedua sahabatnya itu.
Rozy dan Taufan lalu saling menatap.Lalu mereka kembali saling diam.
Andra lalu memukul jidatnya.Di saat genting seperti ini,si tuyul kampret itu malah pergi dengan alasan bokerlah,sakit perutlah.
Pak Bambang lalu mengumumkan bahwa mereka akan mulai menjalankan misi mereka.
Yaitu mencari jejak yang telah dipasang di dalam hutan tersebut.
Mereka juga harus menemukan pos 1,2,dan 3 baru mereka kembali ke perkemahan.
Di sana juga akan ada bendera.Kelompok mana yang paling dulu sampai,itu yang akan jadi pemenang.
Pak Bambang lalu membagi siswa-siswanya menjadi beberapa kelompok.
Dan secara kebetulan,Ifa sekelompok dengan Rozy dan Nabila,gadis yang sangat tidak disukai Ifa.
Tapi untungnya Ifa juga sekelompok dengan Andra dan juga Rara.
Pak Bambang lalu menunjuk Rozy sebagai ketua kelompok tersebut.Dia memberikan peta kepada Rozy agar kelompoknya nanti tidak kesasar.
Ifa berusaha bersikap biasa saja kepada Rozy seperti tidak ada masalah.
"Eheemm..sekelompok Rozy." Bisik Andra ke telinga Ifa.
"Mending Andra diam deh,Andra juga senangkan sekelompok dengan Rara!"
Andra lalu membekap mulut Ifa.Sedangkan Rara sudah menatap Andra dengan tatapan yang tajam dan mematikan.
"Hati-hati juga ketikung sama Nabila."
Sebelum Ifa mengeluarkan jurusnya,Andra sudah berlari menjauh darinya.
Mendengar perkataan Andra barusan membuat Ifa menjadi gelisah.Dia belum rela Rozy menjadi milik orang lain.
Tapi dia juga gengsi untuk berbicara dengan Rozy.
"Yuk fa,kita ngumpul..tenang aja fa,gue ada di sini." Ucap Rara menenangkan Ifa.
Ifa lalu mengangguk dan mengikuti Rara untuk berkumpul bersama anggota kelompok lainnya.
Mata Rozy dan Ifa sempat bertemu,namun Rozy segera memalingkannya.
"Dasar.." Umpat Ifa.
"Sekarang kita akan mulai berjalan menuju hutan.Gue saranin kita jalannya berdua berdua."
"Ini lo nggak modus kan zy.." Ucap Andra melirik Ifa.
Rozy lalu menatap Andra tajam,sedangkan Andra mengangkat dua jarinya.
"Karena kita berlima salah satunya terpaksa berjalan sendiri,lo Andra berjalan di belakang."
"Elah kok gue??" Ucap Andra tidak terima.
"Lo kan cowok,tugas lo berjaga di belakang."
"Gue maunya jalan sama neng Rara." Ucap Andra mengedipkan sebelah matanya pada Rara.
"Idiiww amit-amit gue jalan sama lo,gue jalan sama Ifa!"
"Berarti Nabila jalan sama Kak Rozy dong."
Mendengar hal tersebut membuat hati Ifa mendadak perih.Harusnya dia yang jalan dengan Rozy.
Ingin rasanya Ifa membantah.Namun,Ifa teringat bahwa dia harus bersikap biasa saja dengan Rozy.
"Ya udah..gue akan jalan sama Nabila di depan,lalu lo Andra di belakang."
"Kenapa harus gue?" Umpat Andra.
Mereka berlima mulai melangkah masuk ke dalam hutan.Mereka harus cepat sampai ke pos 1.
"Harusnya gue yang jalan bareng Rara."
"Iih Andra kok lo masih mempermasalahkan itu sih???" Ucap Rara
"Jangan marah dong beb."
"Gue lempar lo ke langit kalau lo masih bicara."
Rara lalu menatap Ifa yang diam sedari tadi memandang dua orang di depan mereka.
"Kelihatannya mereka akrab ya fa?"
Ifa hanya diam.Benar apa yang dikatakan Rara,sepertinya mereka sedang asik membahas kertas yang ada di tangan Rozy.
"Romantisnya ya yang di depan..
" Sindir Ifa.
Nabila mendadak menjadi tidak enak kepada Ifa.
"Nggak usah dengerin kata-kata orang gila." Bisik Rozy,tapi Ifa masih mendengarkannya.
"Ah...ya kak." Ucap Nabila.
"Ku ingin mati.."
Rara lalu memukul mulut Ifa.
__ADS_1
"Apa-apaan sih lo nanti dikabulin tuhan baru tau rasa lo!"
"Gue kan cuma nyanyi ra."
"Iya nggak gitu juga liriknya fa."
Selang beberapa menit,mereka akhirnya sampai di pos 1.
"Kalian istirahat dan minumlah dulu." Ucap Rozy.
"Rozy nggak minum??" Ifa lalu menutup mulutnya.
Sedangkan Rozy tidak menanggapi pertanyaan Ifa barusan.
Ifa lalu merutuki dirinya sendiri.Dia lalu menatap Andra yang menatapnya prihatin.
"Kak Rozy minum dulu..nanti kakak haus loh." Nabila memberikan sebotol minum air mineral pada Rozy.
Rozy lalu menerima air tersebut sambil tersenyum kepada Nabila.
"Eh..fa sepertinya Nabila suka deh sama Rozy kelihatan banget." Ucap Rara mengompori Ifa.
Ifa lalu berdiri.Hal tersebut membuat semua pasang mata menatap padanya.
"Apa?Ifa hanya olahraga berdiri...supaya nggak pegal."
"Woi..mana ada olahraga seperti itu dasar stres..bilang aja cemburu..wuhahahahahhaa..." Ejek Andra sambil tertawa.
"Udah..sekarang kita lanjutin perjalanan." Ucap Rozy.
Ifa lalu menatap Andra.
"Gue sumpahin lo nggak pernah dapet hati Rara."
"Woii...gue cuma bercanda kali."
Kelima orang tersebut lalu melanjutkan perjalanan mereka.
Di sepanjang perjalanan,tak henti-hentinya Ifa dan Andra bertengkar.Ada saja hal yang mereka debatkan.
"Ku ingin fart..."
"Melepaskan..."
"Tapi toilet sangatlah jauh..."
"Fa mending lo diem deh." Ucap Andra.
"Fa,fart itu apa?"
Ifa lalu membisikkan sesuatu ke telinga Rara.
"kentut???" Ifa langsung menutup mulut Rara.
"Kalian bicarain apa sih?" Tanya Andra penasaran.
"Ingin kutunjukkan.."
"Pada siapa saja yang ada..."
"Bahwa diriku..."
"Fart..."
Rara dan Ifa lalu tertawa sambil memegangi perut mereka.
"Aduh fa...gue sakit perut nih gara-gara lo."
"Hebatkan Ifa cari lirik lagu."
Andra hanya bisa menatap dua orang itu penasaran.Apa itu Fart?
"Oh iya gimana caranya hitung bintang ya?" Tanya Ifa dengan polosnya.
"Woi mana bisa hitung bintang!!Lo pernah TK nggak si?"
"Ifa kan cuma nanya!!"
"Pertanyaan lo itu nggak bermodal tau nggak!!"
Nabila tersenyum melihat Ifa dan Andra yang sedang berdebat itu.Apalagi Ifa yang sedari tadi nyanyi dengan lirik tidak jelas.
"Kak Rozy,kak Ifa itu lucu ya.." Ucap Nabila sambil menatap Rozy.
"Oh ya sekarang kita ke arah kanan kan?" Tanya Rozy mengalihkan pembicaraan.
"Iya kak."
Nabila lalu menatap Rozy bingung.Entah itu cuma perasaannya,Rozy tadi sempat tersenyum ketika Ifa menanyakan bagaimana cara menghitung bintang.
"Apa kak Rozy suka sama Kak Ifa?" Batin Nabila.
Nabila tersandung batu hingga menyebabkannya jatuh.
"Eh lo nggak apa-apa nih?" Tanya Rara.
"Nggak apa-apa kak." Ucap Nabila.
"Tapi...kelihatannya kaki lo terkilir deh." Ucap Andra memeriksa kaki Nabila.
"Coba lo berdiri." Ucap Rozy.
Nabila lalu mencoba berdiri dengan bantuan Rara,namun dia meringis kesakitan.
"Lebih baik kita balik ke pos 1 aja." Saran Ifa.
"Jangan kak,jangan..kita udah setengah perjalanan."
"Lalu gimana caranya?lo nggak bisa jalan." Ucap Rara.
"Gue akan gendong lo." Ucap Rozy menengahi.
Ifa lalu menatap kaget ke arah Rozy.Gendong???apa??rasanya Ifa ingin melempar Nabila saat ini juga.
"Jangan kak,nanti kakak capek." Ucap Nabila merasa tak enak.
"Itu tanggung jawab gue sebagai ketua."
Rozy lalu berjongkok di hadapan Nabila.
"Ayo naik,santai aja."
Nabila lalu menatap Ifa.
"Naik aja apa susahnya sih!"
"Ifa...lo ini." Ucap Rara
Nabila lalu naik ke punggung Rozy.Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan
"Dasar modus."
"Fa..sabar..sabar.." Ucap Rara mengelus punggung Ifa.
"Eh lo mau gue gendong juga nggk ra?"
"Iiih..mending gue digendong bang manu rios daripada elo!"
Andra lalu menghentakkan kakinya kesal.
Ifa sedari tadi menatap Rozy dan juga Nabila.Apakah cinta semenyakitkan itu?
Ifa juga teringat perkataan Putri tadi kepadanya.Kenapa dia harus sekelompok dengan Rozy dan Nabila??
Air mata Ifa tiba-tiba jatuh begitu saja.Dengan cepat dia menghapusnya.
Rozy lalu berhenti dan menurunkan nabila sementara.Hal itu membuat semua orang di belakangnya ikut berhenti.
"Kenapa zy?" Tanya Rara.
"Ada jurang di depan,lo semua harus hati-hati."
Rozy lalu menyuruh Andra untuk dulu berjalan.Setelah itu disusul Rara.
Setelah itu giliran Ifa.Ifa lalu menatap jurang di sampingnya.Tubuhnya seketika gemetar.
"Fa..ayok.." Ucap Rara mengulurkan tangannya.
Ifa lalu menoleh ke arah Rozy di belakangnya.Pria itu masih sibuk dengan adik kelasnya itu.Dia sama sekali tidak peduli dengan dirinya.
Ifa lalu melangkah melawati jalan tersebut.
Hampir sedikit lagi Ifa sampai ke tempat Rara dan Andra,Namun kakinya tersangkut oleh sesuatu dan dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam jurang.
"IFA!!!" Teriak Rara histeris.
Teriakan tersebut membuat Rozy dan Nabila kaget.Rozy lalu melihat Ifa berusaha berpegangan pada akar tumbuhan.
Rozy lalu berlari menghampiri Ifa.
"Rara...tolongin Ifa..!!" Teriak Ifa kesakitan.
"Fa..lo tetap bertahan ya gue akan tolongin lo!" Ucap Andra ikut menghampiri Ifa.
"Ifa nggak tahan!"
"Ifa!!"
__ADS_1
Mendengar suara tersebut memanggil namanya.Ifa lalu menatap ke arah suara tersebut.
"Rozy!"
"Fa..lo bertahan gue pasti akan nolongin lo!"
Rozy berusaha meraih tangan Ifa.
"Rozy..Ifa nggak tahan lagi,sakit!"
Ifa lalu melepas pegangannya pada akar pohon.
Dia lalu terguling masuk ke dalam jurang.
"IFA!!!!!!" Rara lalu berlari ikut masuk ke dalam jurang.
"Lo jangan bunuh diri lo sendiri ra!"
"Tapi Ifa Andra...!!!"
Andra lalu memeluk Rara berusaha menenangkan gadis itu.
"Dia itu orangnya penakut ndra..." Ucap Rara shok.
"Gue akan nyelamatin Ifa,lo semua kembali ke perkemahan!cari bantuan!"
Tanpa aba-aba,Rozy lalu turun ke dalam jurang tersebut.
Andra lalu menghampiri Nabila yang shok dengan kejadian barusan.
"Nabila sekarang gue gendong lo!kita akan kembali ke pos 1,nanti lo sama Rara tunggu di situ,gue akan kembali ke perkemahan."
Nabila lalu mengangguk.Mereka bertiga lalu melangkah menuju pos 1.
"Ya tuhan..selamatkan Ifa dan Rozy."
☁☁☁
Rozy turun ke dalam jurang tersebut.Dia benar-benar khawatir dengan keadaan gadis itu.
Dia lalu melihat seorang gadis terkapar dengan darah mengalir dari dahinya.
Rozy lalu menghampiri Ifa.
"Fa..bangun."
Tapi,Ifa tidak bangun.Kelihatannya dia pingsan.
Untung Rozy punya plester di dalam kantong jaketnya.Dia lalu menempelkan plester tersebut ke dahi Ifa.
Untung luka Ifa tidak terlalu parah.
"Dulu gue juga penyebab dahi lo luka,sekarang gue juga penyebab dahi lo terluka kembali."
"Maafin gue."
Rozy lalu membersihkan tanah yang menempel di pipi Ifa.Rozy lalu melihat Ifa mulai mengernyitkan matanya.
"Aw.." Ifa meringis memegangi kakinya.
"Rozy!!" Sontak Ifa kaget karena melihat wajah Rozy sangat dekat kepadanya.
"Lo nggak apa-apa?"
"Entah..." Ucap Ifa memalingkan wajahnya dari Rozy.
Ifa masih sangat kesal dengan pria itu.
"Lo bisa jalan?"
"Jangan sok peduli dengan Ifa!peduli aja sama Nabila sana...ih pakai sok-sok gendongin lagi.."
"Oh..lo mau digendong juga?"
"Ih ogah mending Ifa digendong jailangkung aja."
Rozy berusaha menahan senyumnya melihat tingkah gadis itu.
"Oh begitu?Btw..kita lagi di hutan lo.."
Mendengar perkataan Rozy barusan,sontak Ifa menjadi merinding.
"Jailangkung...kata nona Ifa dia mau digendong sama lo tu."
Ifa lalu melempar Rozy dengan ranting pohon.
"Iih Rozy!!!Jangan nakutin!Ifa itu paling takut sama hantu!"
"Eh tadi katanya lo mau digendong sama Jailangkung."
Ifa lalu memalingkan wajahnya menahan malu.Kenapa sih pria tersebut selalu membuatnya kesal setengah mati.
Ifa lalu berusaha berdiri walaupun kakinya nyeri luar biasa.Ifa berusaha menahan rasa perih di kakinya.
Namun,tak tahan lagi Ifa lalu jatuh.
"Sakit..." Ucap Ifa mengelus pergelangan kakinya.
"Makanya jangan sok kuat deh."
"Jangan remehin Ifa!"
Tanpa aba-aba,Rozy menggendong tubuh gadis itu.Hal itu membuat Ifa tambah kesal.
"Ifa kan udah bilang!Ifa nggak mau digendong!" Ucap Ifa memukul bahu Rozy.
"Mending lo diam di belakang gue,atau nggak gue turunin lo di sini."
Ifa lalu diam daripada dia diturunkan Rozy.Nanti dia malah ketemu dengan Jailangkung.
Dia sangat takut dengan namanya hantu.Apalagi setelah mendengar cerita hantu dari Taufan.
Ifa sangatlah takut!
☁☁☁
Andra berlari menuju perkemahan dengan nafas ngos-ngosan.
Dia melihat sudah banyak kelompok lain berkumpul di sana.
Andra melihat Taufan dan Kevin.Dia pun menghampiri kedua temannya itu.
"Andra kelompok lo lama amat sih?" Tanya Taufan.
Taufan dapat melihat raut wajah cemas sahabatnya itu.Pasti telah terjadi sesuatu.
"Lo kenapa?" Tanya Kevin
"Ifa dan Rozy.."
"Apa??Ifa dan Rozy ngapain?apakah mereka?kenapa?mereka melakukan hal yang tidak senonoh di dalam hutan???" Ucap Kevin dramatis.
"Eh ******!gue belum selesai ngomong!!"
"Rozy dan Ifa kenapa?" Tanya Taufan khawatir.
"Mereka masuk ke dalam jurang."
Mendengar perkataan Andra barusan,membuat Taufan semakin khawatir.
Taufan lalu mengajak Andra dan Kevin pergi menyelamatkan Ifa dan Rozy.
"Kenapa nggak lapor pak Bambang?" Tanya Andra
"Kelamaan ndra...nanti pak Bambang malah telfon tim penyelamat dan untuk sampai ke sini butuh waktu yang lama."
"Oke..gue akan panggil Putri dan Dhea untuk menjemput Rara dan Nabila di pos 1."
Andra lalu berlari menuju tenda Putri dan Dhea.Di sana,dia dapat melihat kegelisahan mereka berdua.
"Woi.."
"Mana Ifa dan Rara?Bukannya mereka berdua sekelompok dengan kalian?"Tanya Putri.
"Anu...Ifa masuk ke dalam jurang."
"Apa????Ifa masuk jurang???"
"Ya allah???kenapa lagi itu anak???" Ucap Dhea panik.
"Andra!!Ifa itu orangnya penakut banget???apa yang akan terjadi sama itu anak???" Ucap putri Shok.
"Kita akan berusaha untuk menyelamatkan dia,sekarang kalian berdua jemput Rara dan Nabila di pos 1."
Dhea dan Putri lalu mengangguk.Mereka bertiga lalu beranjak menuju pos 1.
Sesampai di sana.Putri mengajak Rara dan Nabila yang masih shok itu untuk ke perkemahan.
"Gue,Andra,dan Kevin akan pergi mencari Rozy dan Ifa..lo semua segera obati kaki Nabila."
"Hati-hati." Ucap Putri.
"Lo juga." Ucap Taufan.
Mendengar kata itu,entah kenapa Putri mendadak menjadi salting.
"Astagfirullah.." Ucap Putri.
__ADS_1
Putri,Dhea,Dan Rara lalu membantu Nabila untuk berjalan.
"Semoga mereka berhasil menemukan mereka." Ucap Dhea.