My Crazy Girl

My Crazy Girl
Insiden


__ADS_3

"WOIII TIPE EX MANA TIPE EX."


"WOII PENA MANA PENA."


"EH IPEH GUE PINJAM PR LO DEH."


Suara teriakan Andra tersebut menggema di seluruh kelas 11 Mipa 4.Hari ini ada  pr biologi yang harus dikumpulkan secara lengkap.Dan yang lebih parah lagi,biologi diajar oleh salah satu guru terkiller di SMA Garuda Bangsa.


"Makanya,pr itu kerjain di rumah,seperti gue." Ucap Kevin sambil menepuk dadanya.


"Eh sok lo vin,baru ngerjain pr satu kali aja udah songong banget lo,yang patut di contoh itu adalah Ipeh."


Sedangkan Ipeh hanya diam mendengar ocehan mereka berdua.


Sebenarnya nama Ipeh bukanlah itu,Ipeh memiliki nama asli Elsie Claire Angela.Entah kenapa dua sejoli itu memanggil Angel dengan Ipeh.


Bruuuakkkk


Suara dentuman itu mengagetkan semua penghuni kelas.Aura horor dan menegangkan seketika menyelimuti kelas tersebut.


Pelaku tersebut memasuki kelas dengan wajah datar serta rahang mengeras.Dia melirik tajam ke arah Andra dan Kevin.


"Are you okey zy?" Tanya Andra memecah suasana tegang tersebut.


Rozy membanting tas yang dibawanya lalu duduk menghadap kedua sahabatnya itu.


"Lo berdua jawab pertanyaan gue dengan jujur."


Andra dan Kevin lalu mengangguk mengiyakan.


"Apa lo berdua yang ngasih nomer ponsel gue ke Ifa?"


"Iya Rozy,kemaren gue dan kevin ngasih nomer hp lo ke ibu peri,ya kita kasihan lihat ibu peri yang nangis nangis minta nomor lo pada kita."


"Eeh,bukannya karna kuota..awwww.." Andra langsung menginjak kaki kevin.


Rozy menatap kaget  kedua sahabatnya itu.Bisa-bisanya mereka menjual dirinya demi kuota?


"Maafin kita deh zy,kita khilaf." Ucap Andra


"Iya zy,setiap manusia pasti punya kesalahan,jadi maafkanlah Andra."


Andra langsung melirik tajam ke arah Kevin.Ini bukan hanya salahnya,tapi juga salah Kevin.Jika bukan karna rayuan maut Kevin,Andra tidak akan memberikan nomor Rozy kepada Ifa.


"Gue maafin." Kali ini wajah Rozy tidak sedatar tadi.


Andra dan Kevin akhirnya bisa bernafas lega.


Tapi tiba-tiba..


"Haaaiii Rozy!!"


Mendengar suara teriakan tersebut,tubuh Rozy seketika menegang.Perasaan Rozy mendadak tidak enak.Pasti sesuatu yang buruk akan terjadi.


"Eh ada ibu peri,ibu peri bawa apakah?" Ucap Kevin sambil menunjuk kotak yang dibawa Ifa.


"Ifa bawain Rozy,Andra,dan Kevin Bekal kue coklat....Kali ini Ifa tambahin toping keju." Ifa lalu menyodorkan kotak itu pada mereka bertiga.


Andra dan Kevin langsung menyambar kotak kue tersebut.Sedangkan Rozy hanya diam menatap kedua sahabatnya yang seperti orang kelaparan.


"Rozy nggak suka ya?" Tanya Ifa sedih.


"Suka." Jawab Rozy seadanya.


"Terus kenapa Rozy nggak makan kuenya,padahal Ifa udah capek bikinnya untuk Rozy."


"Siapa juga yang nyuruh lo buat kue untuk gue?" Rozy lalu pergi meninggalkan Ifa.Dia benar benar kesal dengan gadis itu.Gadis itu membuat moodnya tambah buruk.


"ROZY!!Mau kemana??"


Ifa lalu menyusul Rozy yang semakin menjauh dari hadapannya.


"Rozy,tungguin Ifa?jangan tinggalin Ifa seperti ini dong!"


Ifa terus berlari mengejar Rozy bahkan dia tidak peduli dengan tatapan aneh dari seluruh orang di sana.


"Gue kasihan lama-lama sama Ifa." Ucap Andra sambil memasukkan kue buatan Ifa ke mulutnya.


"Gue juga,Ifa itu imut kayak barbie gue."


"Lo mainin barbie ya?"


"Iya kok lo tau,gue mainin barbie milik adik gue."


Andra hanya geleng geleng kepala mendengar ucapan Kevin.Kapankah otak sahabatnya itu akan bekerja dengan normal.


                                ☁☁☁


"Rozy!!"


Rozy semakin mempercepat langkahnya menuruni tangga.Dia tidak mau berurusan dengan gadis itu lagi.


Dia sama sekali tidak mengerti apa keinginan dari gadis aneh yang baru saja pindah ke sekolahnya itu.


Demi apapun itu,ingin rasanya Rozy menghilanh saat ini juga.


Bruuuukkk


Mendengar suara dentuman,Rozy kemudian berhenti dan menoleh ke belakang.


"Astagfirullah."


Rozy terpelonjat kaget melihat Ifa yang sudah terkapar dengan darah segar mengalir dari dahinya.


Semua siswa yang berada di sekitar tersebut langsung mengeremuni Ifa.Sedangkan Rozy hanya diam.Tapi,raut wajahnya menunjukkan kecemasan.


"YA ALLAH IFA,APA SIH YANG TERJADI SAMA ITU ANAK???" Teriak putri histeris sambil berlari mendekati kerumunan tersebut


"IFA!!!" Rara dan Dhea menyusul teriakan Putri.

__ADS_1


"Cepat bawa Ifa ke UKS." Ucap Rara panik.


"Ih Rozy,lo tanggung jawab dong..gara-gara lo sahabat gue sampai berdarah kek gini." Ucap Dhea penuh emosi.


Rozy lalu tersentak dari lamunannya.Dengan langkah seribu dia menggendong Ifa ke UKS.


Rara,Dhea,dan Putri langsung menyusul Rozy.Di tengah perjalanan tak henti-hentinya ketiga gadis itu mengoceh tak jelas dan menyalahkan Rozy.Tetapi dia tidak peduli,yang terpenting sekarang gadis yang berada di gendongannya.


Setelah sampai di UKS,Rozy langsung membaringkan Ifa di salah satu brankar UKS.Petugas UKS dengan sigap langsung membersihkan darah dari dahi Ifa.


"Sepertinya dahinya sobek dan perlu dijahit,gue akan panggil Dokter Marcel dulu." Ucap Nabil.


Nabil lalu bergegas menemui dokter Marcel yang sekarang berada di ruang kerjanya.


"Ini semua salah lo Rozy!!" Teriak Putri sambil menunjuk ke arah Rozy.


"Lah..kok salah gue? Kan gue nggak nyuruh dia ikutin gue."


"Oh,jadi lo nyalahin Ifa ha??ya jelas ini semua salah lo,andai aja Ifa ga jatuh cinta sama lo,dia nggak bakal kayak gini." Putri berusaha menahan emosinya.Dia sangat kesal dengan Rozy.Entah kenapa Ifa bersikukuh untuk mendapatkan hati manusia batu itu.


"Sudah...kalian jangan bertengkar dulu.Emang kalau kalian bertengkar Ifa bakal langsung sembuh?" Ucap Rara melerai perselisihan tersebut.


Setelah beberapa menit,dokter Marcel datang mengobati Ifa.Butuh waktu beberapa menit bagi dokter Marcel untuk menjahit luka Ifa.


"Lukanya sudah dijahit,sebentar lagi teman kalian akan sadar,jika dia sudah sadar beri air putih."


"Makasih dok." Jawab mereka serempak kecuali Rozy.


"Kalau begitu saya permisi dulu."


Dokter Marcel lalu pergi dari UKS tersebut.


"Untunglah Ifa baik-baik aja."


"Iya ra,kalau gitu kita ke kelas yuk."


"Rozy,kami titip Ifa sama lo,habis dia sadar lo antar dia pulang,nggak pakai penolakan!" Ucap Putri.


"Sahabat macam apa kalian,seharusnya kalian yang nungguin dia di sini."


"Lo emang benar,tapi lo juga harus tanggung jawab Rozy,kita bertiga minta tolong sama lo jaga Ifa,kalau sampai terjadi apa-apa lagi,gue tonjok lo habis-habisan." Ucap Rara lalu pergi dari UKS,disusul Dhea dan Putri.


"Cih...tanggung jawab gue?"


Kepala Rozy rasanya mau meledak.Sejak kedatangan gadis ular itu,hidupnya bertambah kacau.Pertama,gadis itu sering menerornya malam malam.Kedua,gadis itu selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.Ketiga,dia harus bolos untuk menjaganya di UKS.


Sudah 15 menit gadis ular itu pingsan.Rozy mulai merasa bosan.Dia lalu membaca buku tentang anatomi tubuh manusia yang berada di rak UKS agar tidak jenuh.


Rozy iseng iseng membuka lembar demi lembar buku tersebut.Dan pada akhirnya dia tenggelam dalam dunianya sendiri.


                           ☁☁☁


Setelah 30 menit,akhirnya Ifa sadarkan diri.Sekarang Rozy bisa bernafas lega.Rozy lalu membuka tirai UKS agar cahaya dapat masuk.Dia lalu mendekat ke arah Ifa.


"Nih minum." Ucap Rozy menyodorkan satu gelas air putih.


"Ifa maunya minuman dingin." Rengek Ifa.


"Ya udah..Ifa nggak mau minum."


"Ya udah gue beliin nanti,lo minum air putih dulu." Rozy akhirnya pasrah.


"Gitu dong!" Ifa lalu meneguk segelas air putih tersebut hingga tak bersisa.


"Rozy nanti anterin Ifa ya..!!" Lanjut Ifa.


"Gue nggak mau!" Jawab Rozy dingin.


"Pokoknya Rozy harus anterin Ifa pulang nggak pakai titik dan koma!" Ucap Ifa sedikit berteriak.


"Gue nggak mau Ifa!"


"Ifa habis pingsan loh tadi."


"Siapa bilang tadi lo tidur."


Ifa seketika kehabisan kata kata.Tetapi dia tidak akan menyerah sebelum Rozy menuruti permintaannya.


"Apa Rozy tega lihat Ifa yang lemes ini pulang sendirian?nanti kalo ada yang nyulik Ifa gimana?ayook?pasti semua orang nyalahin Rozy,ya kan?"


"Siapa juga yang akan nyulik wanita gila seperti lo."


"Iih Rozy anterin Ifa pulang...." Rengek Ifa.


"Iya iya." Rozy akhirnya mengalah.Dia sudah lelah menghadapi gadis ular itu.


"Yeeee." Teriak Ifa riang.


"Lo jangan teriak gitu deh,nanti kalau ada guru piket yang lewat bisa abis kita berdua."


"Emang kenapa?Ifa kan sakit,bu gendut nggak akan marahin kita.


Bu gendut adalah salah satu guru BK di SMA Garuda Bangsa dan sekaligus masuk kategori guru terkiller di sekolah.


"Guru apa pun nggak akan percaya kalau lo sakit karena lo teriak-teriak nggak jelas kayak tadi oon!" Gemes Rozy.


"Hehehe..."


Ifa hari ini merasa bahagia.Walaupun dahinya tak mulus lagi.Setidaknya Rozy akan mengantarkannya pulang dengan motornya.Layaknya Dilan dan Milea,tokoh novel yang sering dibaca Ifa.


                             ☁☁☁


Rozy akhirnya memenuhi keinginan gadis itu untuk diantar pulang.Sekarang mereka sudah sampai di depan rumah Ifa.


"Makasih Rozy udah anterin Ifa pulang.Jadi ngerepotin Rozy deh,harusnya Rozy belajarkan?gara gara Ifa Rozy nggak jadi belajar."


"Ya ngerepotin gue banget."


"Ih kok jawabnya gitu sih!!romantis dikit kenapa sih?harusnya Rozy itu bilang nggak apa-apa Ifa,itu semua adalah tanggung jawab gue,isshhh..." Kesal Ifa

__ADS_1


"Emang gue pacar lo sok-sok romantisan."


Ifa terdiam.Memang dia benar bukan pacar Rozy.Tapi Ifa tidak akan menyerah buat mendapatkan hati Rozy.


"Rozy tau nggak.."


"Gue mau pulang."


"Dengar dulu kenapa sih!"


"Apa?"


"Ifa itu pengen banget jadi Wulan.Dia punya Roman yang selalu ada untuknya.Ifa juga pengen jadi Salma,dia juga punya Nathan yang selalu membantu Salma dalam menyelesaikan masalahnya.Ifa juga pengen ja.."


"Gue balik dulu." Rozy langsung memotong pembicaraan Ifa.Telinganya sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan burung beo di depannya itu.


"Ifa kan belum selesai ngomongnya!"


"Apa?lo mau bilang kalau lo mau jadi Milea yang punya Dilan?"


"Kok Rozy tau sih?"


"Cih..selera cewek." Ucap Rozy dengan suara sangat pelan.


"Rozy kok bisa tau sih?" Tanya Ifa sekali lagi.


"Nggak penting,gue mau balik dulu."


Rozy langsung menyalakan motornya,dan melesat pergi meninggalkan gadis itu sendirian di depan rumahnya.


"ROZY NYESELIN BANGET SIH!!!"


"HATI HATI!!"


Setelah Rozy pergi,Ifa masuk ke dalam rumahnya dengan langkah gontai.Kapankah hati Rozy akan meleleh?


Di dalam rumah,Ifa mendapati kakaknya yang sedang nonton TV di ruang keluarga.


"Eh kecoak,kok lo pulang cepat amat sih?lo cabut ya?itu dahi lo kenapa?" Ucap Arya,kakak Ifa.


Mood Ifa benar-benar hancur,tadi Rozy,sekarang kakaknya.Benar-benar hari menyedihkan untuk Ifa.


"Jatoh tadi." Ucap Ifa seadanya.


"Astagfirullah,lo ngapain sampai jatuh hah?"


"Anu..itu Ifa tadi terpeleset." Alibi Ifa.


Mama Ifa yang mendengar perdebatan kedua anaknya itu dari dapur,langsung menuju ruang keluarga.


"Ya allah Ifa,dahi kamu kenapa sih nak?" Tanya mama Ifa khawatir melihat plester di kepala anaknya.


"Ifa tadi jatuh ma,terus dahi Ifa di jahit."


"Makanya kamu hati hati kalau jalan,kamu nggak apa apa kan sayang?apa kaki kamu terkilir?patah?" Mama Ifa mengecek tubuh anaknya memastikan tubuh Ifa yang lainnya tidak ada yang terluka.


"Dahi Ifa aja yang luka ma." Ucap Ifa menenangkan mamanya.


"Ya udah,sekarang kamu beres-beres sana,terus turun ke bawah minum jus mangga yang udah mama buatkan."


"Sayang mama.." Ucap Ifa memeluk mamanya.


"Dasar kecoak manja!" Ejek Arya.


"Biarin,weeek." Ucap Ifa sambil menjulurkan lidahnya.


"Sudah jangan bertengkar,Arya kamu jemput Nisa sana,bentar lagi dia pulang."


"Siap komandan." Ucap Arya sambil hormat kepada mamanya.


Ifa lalu beranjak menuju kamarnya yang bernuansa biru.Dia lalu mengeluarkan benda silver dari saku seragamnya.


To:Rozy😘


Makasih telah mengantar Ifa pulang😊


                           ☁☁☁


Setelah mengantar Ifa pulang,Rozy langsung pulang ke rumahnya.Hari ini benar-benar melelahkan bagi Rozy.


Saat masuk rumah,dia mendapati rumahnya sepi.Mungkin mamanya sedang pergi belanja.Papanya sudah jelas sedang bekerja di kantor dan selalu pulang malam.Sedangkan adiknya pasti masih di sekolah.


Rozy langsung pergi ke kamarnya.Tubuhnya sudah lelah dan butuh istirahat.Saat Rozy membuka pintu kamarnya.Bayangan untuk istirahat di kasur empuknya tiba-tiba buyar.


"Eh..abang Ozy,kita numpang main game di sini bolehkan?tadi gue udah izin ke nyokap lo." Ucap Kevin masih fokus dengan gamenya.


"Lo kan sahabat terbaik sedunia kan zy?" Lanjut Andra.


Rozy tidak menghiraukan kedua sahabatnya itu.Dia langsung membaringkan tubuhnya di kasur.


"Lo nganterin ibu peri pulang ya zy?wah tanda-tanda nih." Ucap Andra menghentikan aktivitasnya.


"Tanda apaan?dia tadi jatuh karena ngejar gue,ya gue cuma kasihan aja."


"Ya elah zy,lo itu udah mulai suka kan sama Ifa?ngaku aja lo."


"Nggak!" Ucap Rozy ngegas.


"Wah abang Ozy sudah besar ya,sudah pandai main cinta-cintaan.Dedek di kemanain bang?" Sambung Kevin yang mulai tertarik dengan pembicaraan Rozy dan Andra.


"Terserah." Ucap Rozy seadanya.


Andra dan Kevin kembali melanjutkan game mereka.


Trrtt


Ponsel Rozy tiba-tiba bergetar.Dia lalu mengambil ponselnya dari saku celana dan mengeceknya.


From:Ifa

__ADS_1


Makasih telah mengantar Ifa pulang😊


Rozy lalu meletakkan ponsel tersebut.Dia lalu memejamkan mata berharap bahwa besok tidak ada lagi cewek bernama Ifa mengganggu hidupnya.


__ADS_2