My Crazy Girl

My Crazy Girl
3 Syarat


__ADS_3

Hari minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh orang yang ada di dunia ini,terutama para pelajar yang sangat mengidam-idamkan hari minggu.


Terkadang kita sangat bingung,kenapa jarak antara senin ke minggu sangat lama sedangkan jarak antara minggu ke senin sangat singkat?


Ada yang mampu menjawab?


Biasanya orang-orang menghabiskan waktunya pada hari minggu untuk olahraga bersama keluarga,piknik bersama keluarga.Ya..mungkin itu untuk para jomblo.Beda halnya dengan orang yang memiliki pacar.Ya..mereka kebanyakan menghabiskan waktu berdua di hari minggu yang cerah.Bagaimana jika hujan ya?


Mungkin bagi sebagian orang ada juga yang menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama teman-teman mereka.Ada yang ngumpul di kafe,jalan-jalan ke mall,ke salon untuk perawatan ini itu,dan ghibah selagi ada waktu senggang.


Dua puluh sampai 30 puluh persen orang di dunia ini juga banyak memilih 'tidur di rumah' daripada harus hura-hara ke sana ke situ.


Ya..untuk apa membuang tenaga 2000 joule lebih untuk menghambur-hamburkan uang.Lebih baik menyimpan tenaga untuk hari senin itu adalah pilihan terbaik.


Cahaya matahari pagi menembus jendela kamar seorang gadis yang masih setia dengan tidur cantiknya.


Sepertinya dia sedang bermimpi indah sehingga tidak mau bangun dari tidurnya.


Wajahnya sangat damai tapi rambut berantakannya itu merusak kedamaian wajahnya.


Hingga suara gebrakan pintu membangunkan gadis itu dari alam mimpinya.


"Ya allah kakakku yang cantik tapi ileran...kenapa masih tidur?" Teriak Nisa membuat Ifa mau tak mau membuka matanya.


"Apa sih..gue masih ngantuk!!" Ucap Ifa sambil mengusap matanya.


Nisa lalu memukul kakaknya itu dengan menggunakan guling dengan cukup keras.


"Apa sih??lo kira gue ini boneka penguin apa??" Teriak Ifa tidak terima atas kelakuan adiknya yang sungguh kurang ajar.


"Nanti teriaknya kakak bodoh,itu pacar lo ada di bawah nungguin lo!!"


Ifa seketika diam mematung.Pacar?maksudnya Rozy?


"Lo serius?Ada Rozy di bawah?" Tanya Ifa memastikan sekali lagi ucapan Nisa.


"Iya..cowok yang waktu itu ke rumah kita,pacar kakak kan?"


Ifa dengan langkah seribu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tidak mungkin dia bertemu Rozy dengan penampilan yang berantakan seperti ini.


Bisa-bisa Rozy memecatnya sebagai pacar.


"Nisa,lo bilang sama Rozy kalau kakak sebentar lagi siap."


Ifa lalu mengambil handuk dan langsung tancap gas untuk mandi.


Butuh waktu sekitar 10 menit untuk Ifa bersiap-siap.Setelah memakai baju kaus yang seadanya,Ifa langsung berlari menuruni tangga dengan tergesa-gesa.Ifa tidak mau membuat Rozy menunggu terlalu lama.


Saat sudah sampai di bawah,Ifa langsung mencari Rozy di ruang tamu.Namun,saat sampai di sana tidak ada seorang pun di sana selain papanya yang menatap Ifa dengan bingung.


"Kenapa sayang?" Tanya Danil kepada Ifa.


Ifa lalu ikut duduk di samping papanya.


"Pa...papa lihat Rozy nggak?teman Ifa,cowok..kata Nisa dia tadi nungguin Ifa."


Danil lalu mengerutkan dahinya bingung atas pertanyaan putrinya itu.


"Siapa?dari tadi nggak ada tamu." Jawab Danil sambil menyeruput kopi hitam di tangannya.


"Tapi jelas-jelas tadi Nisa bilang kalau ada Rozy di sini papa..papa kali yang nggak lihat."


Danil hampir tersedak mendengar ocehan anak keduanya itu.Putrinya itu sangat mirip dengan mamanya saat masih muda.


Cerewet!


"Papa kan udah bilang kalau nggak ada tamu yang datang pagi ini,kamu kali yang halu."


Ifa lalu memukul bantal sofa di hadapannya dengan tatapan geram.


"NISA!!!!!!" Teriak Ifa sambil berlari menuju kamar adik terlaknatnya itu.


Ranti yang saat itu sedang membawa piring berisi kue brownies yang baru saja dia buat menatap Ifa dengan heran.


Ranti lalu menghampiri suaminya dan menyuguhkan kue tersebut kepada Danil.


"Anak kamu kenapa mas?" Tanya Ranti sembari duduk di samping suaminya.


"Biasa...gilanya kumat lagi." Jawab Danil sambil membaca koran.


"Huss...kok anak dibilang gila,aneh kamu." Omel Ranti.


Danil lalu tersenyum.Kelakuan anaknya itu sangat mirip dengan mamanya.


Jadi,jika kalian bertanya dari mana sifat gila yang dimiliki Ifa itu tidak lain adalah turunan dari mamanya.


Danil jadi teringat sewaktu muda dulu,tepatnya saat dia duduk di bangku SMA ada seorang gadis yang dengan beraninya menyatakan cinta kepadanya.


Ya..gadis itu adalah Ranti,sang wanita pemberani.


Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.Ungkapan turun-temurun itu memang benar adanya.


Contohnya ya..Ifa dan mamanya.


"Kamu kenapa?ikutan gila juga kayak Ifa?pakai acara senyum-senyum sendiri."


Danil lalu mengambil sepotong kue brownies yang dibawa oleh istrinya.


"Mas lagi mengingat masa muda dulu,saat usia mas masih SMA." Jawab Danil.


"Pasti mas lagi mikirin mantan pacar mas si Ayu itu kan?"


Danil lalu tertawa mendengar pertanyaan dari Ranti.


Dia sudah menikah dengan Ranti selama 20 tahun tapi istrinya itu masih suka cemburuan terhadap mantan pacar Danil dulu.


"Nggak lah,mas hanya mengingat kisah kita berdua."


"Mas ini,sudah tua masih aja suka gombal."


"Tapi suka kan?"


Danil dan Ranti lalu saling tertawa mengingat masa muda mereka.Mereka dipertemukan secara tidak sengaja oleh tuhan di sebuah acara pesta temannya Danil.


Ranti yang awalnya jatuh cinta pada Danil memberanikan diri untuk menyatakan cinta pada Danil.Awalnya Danil menolak cinta Ranti kepadanya.Namun,karena Ranti selalu memperjuangkan cintanya itu,Danil akhirnya luluh dan mereka pun saling mencintai.


Sekarang,atas karunia dari tuhan,mereka diberikan 3 orang anak yang sangat mereka sayangi.


Danil tiba-tiba teringat sesuatu.Tadi,sebelum Ifa marah-marah,dia sempat menanyakan seorang cowok kepada Danil.


"Oh ya sayang,kamu tau cowok yang lagi dekat dengan Ifa sekarang?" Tanya Danil penasaran.


Ranti lalu mengingat-ingat laki-laki yang sering dibicarakan Ifa.


Ifa sering membicarakan soal Rozy kepada Ranti atau Nisa.


Jika Ifa sedang membicarakan soal Rozy kepada Nisa,maka Ranti akan menguping pembicaraan mereka,agar dia tidak ketinggalan berita seputar kisah cinta kedua anaknya itu.


Kenapa keduanya?ya otomatis,Nisa akan menceritakan soal asmaranya juga pada Ifa.


Karena mereka sama-sama perempuan,jadi mereka saling mengerti.


Beda halnya jika Ifa menceritakan perasaannya pada papanya ataupun Arya,kakaknya.


Mereka berdua akan langsung menyuruh Ifa untuk melupakan Rozy dan menyuruh Ifa menjauhi Rozy.


Alasannya mereka hanya ingin menjaga Ifa agar tidak disakiti oleh cowok cap buaya darat yang perkataannya manis bak gula jawa yang mampu memikat kaum hawa.


"Mereka teman dekat di sekolah." Ucap Ranti berbohong.


Ranti dan Nisa sudah tau kalau Ifa sudah berpacaran dengan Rozy.Jika Ranti jujur kepada suaminya itu,maka Ifa mau tidak mau akan diinterogasi oleh papa dan kakaknya.


"Teman dekat?"


Ranti dan Danil langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Kamu Arya ngagetin aja." Ucap Ranti menarik nafas lega karena tadi dia hampir jantungan karna Arya.


Arya lalu menatap mama dan papanya secara bergantian lalu mengucap sebuah kalimat yang membuat Ranti mati kutu saat itu.


"Mereka pacaran bukan teman dekat."


☁☁☁


Ifa memasang wajah datar saat Nisa berkali-kali membujuk Ifa untuk mau memaafkannya.


Nisa tau dia salah karena telah mengusili kakaknya yang sedang tidur cantik itu.


Sebenarnya Nisa tidak mau membangunkan singa betina itu tidur.Tapi,karena desakan dari mamanya,maka mau tak mau Nisa harus berbohong kepada Ifa agar kakaknya itu mau membuka mata.


Sejak tadi pagi,Ranti memang sudah berkali-kali membangunkan Ifa.Namun,gadis itu tetap tidak mau bangun.


Jadi,Ranti menyuruh Nisa membangunkan Ifa bagaimana pun itu caranya.


Oleh karena itu,Nisa memakai cara ampuh untuk membangunkan si bucin itu.Yaitu dengan berbohong kepada Ifa bahwa Rozy ada di ruang tamu.


Dan cara tersebut berhasil.


"Kak..jangan ngambek gitu dong,nanti kak Rozynya bisa ilfil."


Ifa lalu memukul Nisa dengan guling.


"Kenapa harus bohong?kakak nggak suka dibohongi."


"Iya..iya...maaf..."


Ifa tidak menghiraukan permintaan maaf Nisa.Dia lebih memilih mengotak atik instagram miliknya walaupun sebenarnya tidak ada niatan sama sekali membuka sosmed tersebut.


"Kata pak ustad,kalau kita tidak memaafkan kesalahan orang lain,maka kuburan kita bisa didatangi binatang melata kak."


Ifa lalu menatap Nisa dengan sedikit takut.


"Apa benar?" Tanya Ifa.


"Benar kak...kakak mau didatangi ulat,kelabang atau kecoak nantinya?"


Ifa lalu menggelengkan kepalanya.Dia sangat takut dengan hewan-hewan melata.Belut yang dibawa papanya saja dia takut apalagi binatang melata seperti kelabang dan sejenisnya.


"Iya..iya..Nisa,kakak maafin,tapi jangan bicara soal hewan itu lagi."


"Asyiaaaappp..."


Nisa sebenarnya berusaha menahan tawanya melihat keluguan kakaknya itu.Ifa mudah saja dibohongi.Nisa jadi heran yang sebenarnya kakak siapa di sini,dirinya atau Ifa?


Tok tok tok


Suara ketukan pintu tersebut membuat Nisa dan Ifa sama-sama menoleh ke arah pintu.


"Buka sana Nisa,kakak mager nih." Ucap Ifa sambil membaringkan badannya pertanda dia memang malas untuk berdiri.

__ADS_1


Dengan hati yang berat,Nisa membuka pintu kamarnya dan terlihat dua orang laki-laki dengan wajah yang cukup serius.


"Papa..kakak.."


Nisa lalu melihat Ranti di belakang mereka berdua sambil memberikan kode menggorok leher kepada Nisa.


Awalnya Nisa tidak paham dengan kode mamanya itu,siapa yang mati coba?


Tapi,saat papa dan kakaknya itu menatap Ifa dengan tatapan serius,Nisa jadi mengerti maksud kode dari mamanya itu.


Dua orang laki-laki itu lalu masuk ke kamar Nisa.Sedangkan Ifa tidak menyadari kedatangan papa dan kakaknya karena sibuk mendengarkan musik dari ponsel miliknya.


Seketika hawa di kamar tersebut terasa menegangkan.Namun,Ifa tidak merasakan apa-apa.


"Ifa..."


Mendengar namanya dipanggil seseorang,Ifa lalu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.


Dan betapa kagetnya Ifa melihat semua keluarganya berkumpul di dalam kamar Nisa.


Ini bukan lagi syuting keluarga cemara kan?


"Ada yang mau papa tanya sama kamu." Ucap Danil dengan serius.


"Lo harus jawab jujur." Sambung Arya juga ikut serius.


Ifa semakin bingung dengan dua laki-laki tersebut.Ada masalah apa sehingga mereka berdua tidak seperti biasanya.


"Siapa Rozy?"


Deg!


Pertanyaan dari papanya barusan membuat Ifa langsung keringat dingin.


Mampus!


Sepertinya kedua pria itu sudah mengetahui jika Ifa memiliki hubungan spesial dengan Rozy.


"Emang kenapa sih pa?jika Ifa pacaran."


Mau tak mau Ifa harus mengatakan yang sebenarnya kepada Papa dan kakaknya.


"Iya tu pa,kak..lagian kak Rozy itu baik banget..." Ucap Nisa membela Rozy.


Ranti lalu mengangguk menyetujui argumen Nisa.


"Iya mas..Si Rozy itu anaknya sopan banget,ganteng juga iya,pintar pun jangan ditanya lagi." Ucap Ranti memperkuat argumen Nisa.


Terdapat kubu penentang dan kubu pendukung di sana.Tapi kubu manakah yang akan menang?


"Helehh..papa nggak percaya sama laki-laki itu,bisa saja dia memanfaatkan anak kesayangan papa."


"Dan bisa jadi aja dia jadiin lo alat pelampiasannya doang."


Ifa ingin rasanya keluar dari kamar itu sekarang juga.Kenapa sih papa dan kakaknya mempermasalahkan Rozy?


"Lo ingat kan?lo pernah jatuh sakit hanya karena lo putus dengan Rafly?lo juga mau sakit lagi karena disakiti Rozy?"


"Iih kak Rozy itu nggak seperti itu kak Arya!!" Ucap Nisa tidak terima.


Terjadi perdebatan besar antara Kubu perempuan dan kubu laki-laki.Hal itu membuat kepala Ifa rasanya mau pecah.


"STOPPPP!!!" Teriak Ifa sehingga semua orang langsung terdiam.


Ifa lalu menatap Danil dan Arya secara bergantian.


"Papa dan kakak Ifa yang sangat Ifa cintai,Ifa itu sayang banget sama Rozy sama kayak Ifa sayang sama Papa dan kakak." Jelas Ifa.


"Jangan sayang gitu dek,nanti lo dimainin lagi sama ular berkepala 10 itu." Ucap Arya tidak terima.


"Papa nggak akan terima jika laki-laki itu menyakiti anak papa yang dengan penuh kasih sayang papa rawat."


Ranti dan Nisa sama-sama ingin tertawa mendengar ucapan papa dan anak itu.Mereka sangat..sangat posesif terhadap Ifa.


Nisa jadi berpikir jika dia memiliki pacar nanti,pasti dia akan mengalami kejadian yang serupa saat ini.


"Huaa....Rozy itu cowok baik pa,kak.Dia itu nggak seperti apa yang dibayangan kalian."


"Dia itu olimpiade fisika loh pa,dia juga jago main basket,jago main gitar,jago.."


"Mau dia jago apapun,papa tetap tidak restuin."


Ifa lalu menatap papanya dengan tatapan tidak percaya,dia lalu bangkit dan langsung memeluk mamanya.


"Huaa..ma..papa jahat,kenapa papa larang Ifa buat pacaran sama Rozy,mama kan tau kalau Rozy anaknya baik." Adu Ifa pada Ranti.


Ranti lalu mengelus rambut anaknya itu.Ranti juga tidak terima jika suami dan anaknya menjelekkan pacar anaknya.


"Udah...kalian ini posesif amat sih,Ifa kita ini udah besar,jadi biarin aja dia nentuin pilihan hatinya sendiri,lagi pula suatu saat dia juga akan menikah,apa kalian akan melarang dia juga untuk menikah."


Semua langsung terdiam saat Ranti mulai membuka suaranya.


"Tapi sayang.."


"Tidak ada tapi-tapian,Ifa boleh pacaran dengan Rozy.Jika ada yang melarang,mama nggak akan buatin sarapan atau makan siang untuknya." Ancam Ranti.


Semua langsung berekspresi kecewa mendengar ucapan Ranti kecuali Nisa.


"Oke papa setuju kamu pacaran dengan anak itu."


"Tunggu dulu.."


Semua orang lalu menatap Arya.


"Kak Arya ini kenapa sih?kenapa mesti ada syarat?pacaran aja ribet apalagi nikah nanti..." Ucap Ifa tidak terima.


"Eh bucin,lo itu masih SMA tapi mikirin nikah,gue aja yang udah 20 tahun nggak ada tuh mikir nikah."


Ifa lalu menghentakkan kakinya kesal karena perkataan Arya.Ya walaupun dia harus kena pukul oleh Ranti karena bisa membuat suara gaduh.


"Nah...papa sangat setuju dengan itu."


Ifa hanya bisa pasrah saat ini.


"Cepat telfon Rozy ke sini sekarang juga.." Perintah Danil.


"What the??????" Ifa ingin rasanya meledak saat ini.


☁☁☁


Drrttt...


Rozy mengambil ponselnya yang berg etar karena sebuah pesan masuk.


Sayang💓


Rozy udah dimana?cepat sampainya ya :(


Rozy hanya membaca pesan dari Ifa sambil tersenyum karena tulisan nama kontaknya itu.


Awalnya Rozy tidak mau membuat kontak Ifa dengan sayang,tapi karena paksaan dari Ifa,mau tak Rozy harus turuti karena kalau tidak,nanti gadis itu akan mengamuk.


Setelah sekitar 20 menit menempuh perjalanan,akhirnya Rozy sampai di depan rumah Ifa.


Awalnya,Rozy dengan senang hati pergi ke rumah Ifa walaupun aktivitas santainya di rumah terganggu.


Tapi,saat sampai di sana,dia langsung disambut oleh dua orang pria yang menatapnya dengan tatapan yang mengerikan seperti ingin menerkamnya.


Rozy dapat pastikan pria yang sedikit berumur itu adalah papa Ifa dan yang satu lagi adalah kakak Ifa.


Rozy lalu melangkahkan kakinya dengan berat menuju pintu rumah Ifa yang sudah dijaga ketat oleh dua orang itu.


"Assalamualaikum.." Ucap Rozy memberi salam.


"Waalaikumsalam.." Jawab kedua laki-laki tersebut dengan nada yang super dinginnya.


Rozy tidak tau harus bereaksi seperti apa lagi.Kesalahan apa yang telah dia perbuat sehingga kedua pria itu seakan-akan membenci dirinya.


Seingat Rozy,dia tidak pernah membuat Ifa tersakiti seperti dia disakiti Rafly dulu.


Atau apakah ini karna insiden di kolam renang waktu itu?apa karna Rozy gagal menjaga Ifa makanya kedua pria itu melayangkan tatapan dingin kepadanya?


Rozy menahan ludah beberapa kali.Jujur,dia cukup takut untuk berhadapan dengan dua pria itu.Tapi,Rozy bisa menutupi rasa takutnya.


"Wah...calon menantu mama datang.."


Dari dalam rumah,muncul seorang wanita cantik yang seumuran dengan mamanya.


Sebelumnya Rozy juga sudah pernah bertemu dengan Ranti saat menjemput Ifa untuk pergi ke pasar malam.


Tak beberapa kemudian Ifa muncul bersama dengan seorang gadis muda seumuran dengan adiknya.


"Ayo nak Rozy silakan masuk.." Ucap Ranti.


Rozy lalu tersenyum ramah kepada Ranti dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Ifa.


Ranti lalu mempersilahkan Rozy untuk duduk.


Semua keluarga Ifa pun ikut duduk mengelilingi Rozy dan Ifa memilih duduk di samping Rozy.


Ada apa ini sebenarnya?kenapa semua keluarga Ifa ada di sini?ini bukan acara lamaran yang harus dihadiri seluruh keluarga seperti ini.


"Jadi,kamu pacar anak saya."


Danil memulai percakapannya dengan nada datar kepada Rozy.


"Iya om.." Jawab Rozy dengan mantap.


Danil lalu menganggukkan kepalanya.


"Lo yakin mau pacari adik gue yang gilanya luar biasa ini?" Tanya Arya sehingga Ifa memberinya tatapan tajam.


"Eeh Arya,bisa-bisanya kamu bilang kalau adik kamu itu gila." Tegur Ranti.


"Arya itu benar ma,itu turunan sendiri dari mamanya." Ucap Danil sehingga Ranti menjadi malu.


Suami macam apa yang mempermalukan istri di depan calon menantu mereka.


Eheem...semoga!


Akibat dari perkataan Arya,suasana yang awalnya tegang berangsur-angsur menjadi cair.


"Oh..gue sama papa izinin lo pacaran sama adek gue,tapi lo harus penuhi 3 syarat ini."


Ifa langsung melototkan matanya tidak percaya dengan ucapan kakaknya barusan.


3 syarat?


Heloo mas bro,ini baru pacaran,tolong garis bawahi PACARAN.


"Yang pertama lo harus bisa ajari adek gue main sepeda."

__ADS_1


Ifa ingin rasanya membanting kakaknya yang satu ini.


Arya sangat tau,sungguh tau kalau Ifa itu anti sekali dengan yang namanya sepeda.


"Yang kedua lo harus bisa ajari adek gue berenang."


Demi apapun itu!


Ifa ingin menelan kakaknya hidup-hidup.Arya juga tau kalau dia trauma dengan yang namanya berenang.


"Dan yang terakhir lo harus ajari adik gue bagaimana cara main gitar dengan baik."


Syarat yang terakhir ini membuat Ifa bernafas lega karena itu tidak terlalu berat baginya.


Tapi 2 syarat tadi??


Ifa lalu menatap Rozy yang kelihatan tenang dan santai.


"Rozy,apa kamu sanggup menerima syarat dari Arya?" Tanya Danil dan langsung disetujui Rozy.


Mulut Ifa langsung ternganga mengetahui Rozy menyetujuinya begitu saja tanpa bertanya padanya.


"Ifa nggak terima syarat yang diajukan kak Arya!!!kakak kan tau kalau Ifa itu anti banget naik sepeda terus trauma dengan kolam???kenapa kakak kejam banget sih!!" Bentak Ifa tidak terima.


Rozy langsung menepuk bahu Ifa supaya Ifa tenang dan tidak emosian.


"Jangan takut,ada gue." Bisik Rozy sehingga mampu membuat Ifa kembali tenang dan tak lupa blushing.


Danil menatap tidak suka melihat Rozy yang begitu mudahnya menenangkan anaknya.


Dia sebagai bapak saja sulit membujuk Ifa untuk tidak marah.Ini baru pacar saja sudah bisa membujuk Ifa hanya dengan suatu bisikan.


Apakah ini yang namanya kekuatan cinta atau hanya Ifa yang terlalu dimabuk cintanya Rozy?


"Baiklah,Saya akan menerima syaratnya." Jawab Rozy dengan tenang.


Arya dan Danil sama-sama mengangguk dan tersenyum.


Mereka berdua sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan Ifa pacaran atau tidak.


Mereka hanya ingin Ifa tidak disakiti lagi oleh laki-laki.Cukup sudah sekali,jangan sampai lagi terulang.


"Baiklah nak Rozy boleh pulang."


"Nggak,Ifa mau jalan sama Rozy pa,jadi Rozy nanti aja pulangnya." Ucap Ifa sambil menatap Rozy penuh harap.


Merasa kasihan dengan Ifa,Rozy langsung saja mengiyakan permintaan gadis itu.


Ifa pun segera berlari ke kamarnya untuk mengganti baju.


Ranti kembali melanjutkan aktivitasnya di dapur.Sedangkan Nisa kembali masuk ke dalam kamarnya.Danil tiba-tiba saja mendapat panggilan dan langsung meninggalkan ruang tamu.


Sekarang menyisakan Arya dan Rozy di ruang tamu.


Hening..


Rozy merasa canggung karena hanya berdua dengan Arya.Jika ada Ifa,maka Rozy tidak akan secanggung ini.


"Gue senang Ifa dengan lo."


Tiba-tiba saja Arya mengeluarkan suara membuat Rozy menoleh kepadanya.


"Gue hanya takut adek gue itu sakit hati lagi."


Rozy hanya mendengarkan dengan seksama.Rozy tau perasaan Arya saat ini karena dia juga memiliki adik perempuan.


Seorang kakak pasti tidak akan membiarkan adiknya terluka.Ya..itu yang dirasakan Arya saat ini.


"Walaupun gue sering usilin dia,tapi jauh di lubuk hati gue yang paling dalam gue sayang sama dia."


Rozy tersentuh mendengar ucapan yang tulus dari Arya.Dia memang sering mengusili Ifa,mengejek gadis itu atau semacamnya.Tapi sebenarnya,itu bentuk kasih sayang Arya kepada Ifa yang tidak dia tunjukkan secara langsung.


"Gue titip adek gue sama lo." Ucap Arya sambil menepuk bahu Rozy.


Rozy lalu tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Gue akan jaga adek lo bang." Jawab Rozy.


☁☁☁


Sore hari yang cerah secerah hati Ifa saat ini yang sedang menyetel lagu "senorita" bersama dengan sang pacar yang mengendarai mobil.


Sebagai seorang pacar yang baik,Rozy harus senantiasa sabar menghadapi ulah Ifa yang sungguh gila.


Tak henti-hentinya dia bernyanyi sambil goyang-goyang mengikuti irama lagu yang diputar.


Apa dia pikir mobil ini tempat karaoke?


"Rozy..kita pergi kemana?" Tanya Ifa membuat Rozy menoleh kepadanya.


"Lah...tadi kan lo yang ngajak gue jalan,kenapa lo yang tanya?"


Ifa lalu berpikir sejenak.


Benar juga apa yang dikatakan Rozy,seharusnya dia yang mengatur kemana mereka pergi karena dia yang mengajak.


"Gimana kalau kita makan aja?Ifa lapar soalnya."


Rozy lalu mengangguk sambil tersenyum kepada Ifa.


Dia lalu menambah kecepatan mobilnya menuju suatu tempat yang sudah terlintas di benak Rozy.


Sekitar 10 menit kemudian,Rozy memakirkan mobilnya di dekat dagangan bakso yang ada di pinggir jalan.


"Gue ajak lo makan di sini,nggak apa-apa?"


"Ifa sih iya iya aja..asal sama Rozy dan perut Ifa kenyang."


Rozy lalu mengacak rambut Ifa gemas dengan tingkah pacarnya itu.


Rozy dan Ifa lalu keluar dari mobil menuju tempat penjual bakso pinggir jalan tersebut.


"Bang baksonya 2."


"Siaaap mas.."


Ifa dan Rozy lalu duduk di salah satu bangku yang kosong di sana.


"Lo lapar banget ya?"


Ifa lalu menoleh ke arah Rozy yang sedang menatapnya juga.


"Sebenarnya iya,tapi nggak mungkinkan Ifa paksa abang-abang itu untuk cepet,nanti abangnya malah lupa kalau bakso yang dimasukin belum cukup." Jelas Ifa hingga membuat Rozy tertawa.


Rozy lalu memandang setiap lekuk wajah gadis yang sedang kelaparan di depannya itu.


Gadis itu sepertinya tidak sadar Rozy sedang memperhatikannya.Mungkin ini adalah efek dari kelaparan.


"Kenapa wajah lo bisa secantik ini?" Batin Rozy.


"Fa.."


Ifa menoleh ke arah Rozy.


Tiba-tiba saja Rozy mengenggam tangan Ifa sambil menatap dalam mata Ifa.


Hal tersebut seketika membuat tubuh Ifa menjadi panas dingin.


"Gue janji.."


"Janji apa Rozy?"


"Gue akan selalu menyayangi lo.."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2