
Sudah hampir setengah tahun,hidup Rozy dipenuhi oleh gadis gila keturunan ular yang bernama Ifa itu.
Setiap hari,ada saja kelakuan gadis itu yang membuat kepala Rozy terasa ingin meledak.
Tapi semakin menolak gadis itu,semakin membuat Ifa semakin menjadi.Maka untuk itu,Rozy memilih pasrah dan angkat tangan atas kelakuan gadis itu.
Di kantin sekolah...
Andra dan Kevin geleng-geleng kepala melihat tingkah Ifa yang tak bisa diam,terus ngoceh seperti burung beo dan mengusik Rozy yang sedang makan.
Mereka berdua jadi heran,kenapa Rozy bisa bertahan dengan orang gila yang selalu mengikutinya kemana pun dia pergi.
"Rozy....dengerin Ifa ngomong nggak sih?" Kesal Ifa karena Rozy hanya diam menunduk sambil memakan bakso di hadapannya.
"Hmmm..."
"Ifa ngomong apa???"
"Lo bilang kalau lo baru saja beli novel baru." Jelas Rozy dengan malas.
"Pintar..." Ucap Ifa sambil bertepuk tangan.
Rozy kembali memakan baksonya yang hampir habis itu dengan tidak berselera.
"Rozy....nanti malam kita ke pasar malam yuk...." Pinta Ifa sambil tersenyum indah.
"Nggak.." Tolak Rozy dengan cepat.
"Eeeeh....Rozy harus mau....kita kan mau pelatihan olimpiade kan?makanya Ifa mau refreshing dulu!!!" Rengek Ifa.
"Nggak Ifa." Tolak Rozy dengan tegas.
Kevin yang duduk di sebelah Ifa lalu menepuk pundak gadis itu.
"Abang ozy itu bukannya nggak mau adek Ifa,dia itu cuma canggung aja karena tidak pernah pergi main dengan cewek." Jelas Kevin.
"Nah....gue setuju banget tuh.." Tambah Andra mengompori.
Rozy melirik Andra maupun Kevin dengan tajam,yang dilirik langsung menghindar takut diserang Rozy.
"Sungguh????wah berarti Ifa adalah cewek pertama yang pernah jalan berdua dengan Rozy??." Ucap Ifa histeris.
Rozy lalu menghela nafasnya.Semakin menolak permintaan gadis itu membuat aktivitasnya untuk makan jadi terganggu.
Sedangkan Andra dan Kevin tak habis pikir dengan sikap dingin Rozy terhadap Ifa.Hal itu membuat mereka geleng-geleng kepala menatap Ifa iba.
"Rozy....mau dong!!" Paksa Ifa.
Namun sepertinya rengekan serta bujukan Ifa tidak mampu untuk meluluhkan Rozy.Lelaki itu hanya fokus dengan bakso di hadapannya.
Ifa lalu melihat Rozy menjauhkan mangkok baksonya yang telah kosong serta menyeruput jus jeruknya sampai habis.Lalu,berdiri dari kursi.
"Rozy mau kemana?" Teriak Ifa mencegah Rozy untuk pergi.
"Ke kelas." Jawab Rozy datar.
"Rozy....beneran nggak mau temenin Ifa?" Tanya Ifa dengan wajah memelas.
"Iya."
Ifa lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.Dia pun mulai menangis sehingga semua orang menatap ke arahnya.
"Hua......kenapa sih Rozy???padahal Ifa kan cuma..hiks....cuma mau Rozy temani Ifa."
Rozy lalu menjambak rambutnya sehingga berantakan.
Ya allah....apa sebenarnya keinginan gadis ular itu???
"Adek Ifa nggak boleh nangis dong,malu diliatin orang." Ucap Kevin sembari menenangkan Ifa.
"Lo kejam amat sih zy,luluh dikit kek sama Ifa." Tambah Andra menyalahkan Rozy.
Ifa lalu kembali menangis dengan kencang.Hal itu membuat dirinya menjadi pusat perhatian di kantin tersebut.
Rozy lalu menghela nafas.Gadis ini sangat menguji kesabarannya.
Rozy lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda karena Ifa.Masa bodo dengan apa yang terjadi saat ini.
Melihat Rozy yang meninggalkannya begitu saja membuat tangisan Ifa semakin pecah.Dia lalu menghentakkan kakinya dan memukul bahu Kevin.
"Eh kampret,lo jangan lampiasin kemarahan lo pada gue dong." Ucap Kevin tidak terima.
"Habisnya....Ifa kesal sama hiks...temannya Kevin."
Andra lalu menepuk pundak Ifa.
"Suatu saat nanti,lo pasti akan dapetin hati teman gue,jadi lo yang sabar saat ini." Ucap Andra memberi semangat.
Ifa lalu menatap Andra dengan air mata yang masih mengalir.
"Sampai kapan?"
Ifa lalu berlari meninggalkan kantin tersebut.
Andra dan Kevin lalu saling pandang.
"GUE....NGGAK SALAH DENGAR???"
"ANDRA DITOLAK RARA???"
Andra lalu menyumpal mulut Kevin dan menyeretnya dari kantin seperti menyeret seekor kuda.
☁☁☁
Ifa duduk di atas bangkunya sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Ngapa lo?mendung banget wajahnya,cuaca aja nggak semendung wajah lo." Tanya Putri yang sedang membaca novel.
Ifa lalu mendesah berat.
"Put....susah banget sih pecahin benteng hati si Rozy,capek batin gue put..." Adu Ifa.
Putri lalu menepuk-nepuk punggung Ifa,ikut prihatin atas kondisi sahabatnya saat ini.
"Sabar..."
"Gue udah sabar put...gue capek lama-kelamaan."
"Jadi,lo udah nyerah?" Tanya Putri menutup buku novelnya.
"Nggak....Ifa akan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan."
Putri berdecak pelan,sepertinya otak sahabatnya ini sudah bergeser 30 derajat sehingga menjadi gila seperti ini.
"Ya..gue saranin lo jangan terlalu agresif fa,nanti malah membuat Rozy semakin ilfil sama lo."
"Jadi maksud Putri,Rozy sekarang itu ilfil sama Ifa?" Tanya Ifa dengan mata berkaca-kaca.
Putri lalu menggeser kursinya mendekati Ifa.
"Gue nggak tau fa,tapi yang jelas lo jangan terlalu agresif pada Rozy." Jelas Putri serius.
Ifa lalu menatap Putri sendu.
"Atau lo sok jual mahal dikit sama Rozy." Tambah Putri.
Ifa lalu menggelengkan kepalanya.
"Tapi Ifa nggak bisa,lihat aja saran Dhea waktu itu...nggak ampuh kan?"
Putri lalu kembali berpikir.Emang iya sih,saran dari Dhea aja tidak mampu apalagi saran dari dia yang tidak berpengalaman dalam urusan CINTA.
"Fa...lo dipanggil bu Tuti ke labor fisika." Ucap Fauzi,ketua dari kelasnya Ifa.
Ifa lalu menghela nafasnya.
"Yang semangat..." Ucap Putri sambil menepuk pundak Ifa.
Ifa lalu melangkahkan kakinya menuju labor dengan tidak semangat.
☁☁☁
"Oh iya tadi bu Tuti nyuruh gue bilang sama lo untuk ke labor fisika." Jelas Taufan sambil meneguk minumannya.
"Buat apaan?"
"Ya mana gue tau."
Rozy lalu mengerunyutkan dahinya.Mungkin bu Tuti memanggilnya karena besok dia akan pergi ke Bandung untuk pelatihan Olimpiade.
"Gue cabut dulu.." Ucap Rozy lalu berlari menuju labor.
Dia bisa pastikan bahwa Ifa pasti akan ke sana karena dia juga ikut pelatihan bersamanya.
Saat sampai di depan labor,Rozy melihat ada sepasang sepatu di sana.Dia yakin sepatu itu milik Ifa.
Rozy lalu mengetuk pintu labor.
"Nah ...itu Rozy,ayo sini..." Ucap bu Tuti
Rozy lalu masuk ke dalam labor tersebut dan mendapati Ifa di sana.Namun,gadis itu tampak tak acuh kepadanya seperti waktu dia ke ruang bu Tuti beberapa waktu yang lalu.
"Besok kalian berdua akan mulai pelatihan olimpiadenya,maka dari itu ibu akan pinjamkan kalian beberapa buku ini." Jelas Bu Tuti menunjuk buku-buku tebal berjudul Fisika.
Rozy lalu mencuri pandang ke arah Ifa.Dia melihat gadis itu sama sekali tidak menoleh kepadanya.Dia hanya fokus mendengarkan penjelasan dari Bu Tuti.
Apa gadis itu marah kepadanya?apa karena kejadian di kantin tadi?
"Hei...bukannya ini bagus untuk lo Rozy." Bantin Rozy.
"Heiiii tidak ada lagi Ifa...lo bebas Rozy...Bebas...."
"Ibu doakan semoga kalian selamat sampai tujuan besok."
Setelah selesai mendengar penjelasan dari Bu Tuti,Rozy dengan cepat bergegas pergi dari labor tersebut.
Mungkin saja ini adalah taktik Ifa agar Rozy mau menemaninya ke pasar malam.
Pasti dia bersikap cuek lalu Rozy akan merasa bersalah dan menerima permintaannya?
Wah...Rozy tidak sebego yang dia kira.
Rozy lalu memasang sepatunya dengan cepat.Dia sesekali mencuri pandang ke arah Ifa yang dengan tenang memasang sepatunya.
"Gue nggak akan tertipu lagi,sama seperti waktu itu." Ucap Rozy lalu bangkit.
Dia mulai berjalan menjauh dari labor tersebut.Biarkan saja gadis itu memulai drama barunya,dia sama sekali tidak akan terpengaruh.
Bruaaak
Rozy terpelonjat kaget mendengar suara barusan yang dia dengar.
Dia lalu mengedarkan pandangannya,mencari sumber suara tersebut.
Rozy lalu menemukan Dino yang sedang duduk dengan pandangan kosong.
Rozy melihat sampah berserakan di hadapan Dino.Mungkin saja teman sekelasnya itu telah menendang tempat sampah sehingga isinya berserakan.
Rozy lalu menghampiri teman sekelasnya itu.
"Dino...lo nggak apa-apa?" Tanya Rozy ikut duduk di samping Dino.
Dino lalu menatap Rozy.Matanya merah dengan nafas yang naik turun karena emosi.
"Gue lagi kesal aja sama cewek gue."
Rozy lalu menaikkan alisnya tidak mengerti atas ucapan Dino barusan.
"Lo tau kan Sandra?"
Rozy lalu mengangguk.
"Gue kesal sama dia zy,setiap hari dia terus nyalahin gue,padahal dia sendiri juga salah."
"Gue terus pertahanin dia karena gue cinta sama dia,tapi sikapnya itu lama-kelamaan semakin membuat gue hampir nyerah buat pertahanin dia."
"Dan tadi,dengan seenaknya putusin gue begitu aja."
Rozy lalu mengusap punggung temannya itu.
Mendengar perkataan Dino barusan mengingatkan Rozy kepada Ifa.
Gadis itu...selama ini berjuang untuk dirinya,walaupun sudah berapa kali ditolak,dia selalu berjuang dan berusaha mendapatkan hati Rozy.
Dan...apa sikapnya barusan menunjukkan kalau dia sudah menyerah?
Rozy merasakan hatinya menjadi tidak enak.Apa iya Ifa sudah menyerah?
Ya baguslah untuk Rozy,dia benar-benar akan bebas.Tapi,kenapa hati kecilnya berkata lain?
"Gue ke kelas dulu zy...gue mau nenangin ini hati." Ucap Dino lalu bangkit meninggalkan Rozy yang masih bergelut dengan pikirannya.
"Gue harus apa?" Ucap Rozy frustasi
☁☁☁
Kringgg
Bel tanda pulang pun berbunyi..
Akhirnya semua murid bebas dari pelajaran yang membuat kepala mereka meledak.Apalagi matematika yang susahnya minta ampun.
Semua siswa langsung menuju parkiran untuk mengambil kendaraan mereka.Ada juga beberapa siswa yang dijemput orang tua mereka.Ada yang memesan ojek online.Dan ada yang dijemput atau diantar kekasih masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan di halte depan sekolah,nampak seorang gadis dengan wajah gelisah sedang menunggu angkot.
Hari ini Arya tidak bisa menjemput Ifa karena masih banyak tugas kuliah yang harus dia selesaikan.
Jadi,mau tidak kau Ifa akan naik angkot.Tadinya dia akan memesan ojek online,tetapi berhubung baterai ponselnya sudah habis,maka dia terpaksa naik angkot.
Sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depannya.Ifa lalu menatap malas mobil tersebut.Dia tau siapa pemilik mobil berwarna merah tersebut.
Ifa lalu melihat kaca mobil merah tersebut terbuka dan menampilkan sesosok pria tampan.
"Naik.." Ucap orang tersebut dengan nada dingin.
Ifa lalu memalingkan wajahnya.Apa orang itu tidak punya hati?
Setelah tadi dia menyakiti hati Ifa sekarang orang itu berkata sangat dingin kepadanya.
Orang itu lalu menghela nafas.Mau tak mau dia keluar dari mobil tersebut untuk menemui Ifa.
"Gue suruh naik lo nggak dengar?"
Ifa berusaha menahan air matanya supaya tidak jatuh.Dia sama sekali tidak paham kenapa lelaki itu selalu bersikap dingin kepadanya?
Apa karena dia terlalu agresif makanya cowok itu bersikap dingin kepadanya?
Mungkin apa yang dikatakan Putri memang benar.
"Rozy pulang aja sana nggak usah peduliin Ifa." Usir Ifa memalingkan wajahnya.
Rozy lalu mendesah berat.
"Lo sakit?"
Mendengar pertanyaan Rozy barusan membuat Ifa menjadi bingung.Apa maksud pertanyaannya itu?toh dia bisa lihat kalau Ifa sehat-sehat saja.
"Nggak." Jawab Ifa singkat tanpa menoleh ke arah Rozy.
"Lo marah?"
"Nggak!" Jawab Ifa jutek.
Rozy berusaha sabar.
"Lo marah karena gue nggak mau nemenin lo ke pasar malam?"
"Nggak!!"
Rozy lalu mendesis pelan,dia benar-benar tidak mengerti kemauan gadis ini.
"Gue minta maaf."
Ifa lalu menatap Rozy tidak percaya atas ucapannya barusan.
"Gue akan temani lo nanti ke pasar malam." Ucap Rozy dengan nada tidak sedingin tadi.
"Serius?????" Tanya Ifa dengan mata berbinar.
"Hmmm."
Ifa lalu melompat kegirangan.Sumpah...ucapan Rozy barusan membuatnya lupa kalau dia sedang marah kepada Rozy.
Ifa lalu berlari dan memeluk Rozy.
"Aaaa jadi sayang....." Ucap Ifa kesenangan.
Rozy tidak tau harus bagaimana saat Ifa memeluknya secara mendadak.Dia merasa ada sentruman kecil dari dirinya saat gadis itu memeluknya.
Ifa lalu melepaskan pelukannya.
"Anterin Ifa pulang." Pinta Ifa tak lupa dengan senyuman.
"Bukannya lo marah sama gue?"
Ifa lalu menghentakkan kakinya.
"Ifa nggak marah kok sama Rozy..Ifa itu cuma kesal aja Rozy nggak pernah hargain perjuangan Ifa."
Rozy rasanya mati kutu mendengar ucapan Ifa
Ya...selama ini dia tidak pernah menghargai perjuangan gadis itu.
"Ya udah....masuk."
Dengan semangat Ifa masuk ke dalam mobil Rozy.Dia tidak sabar menanti malam ini.
☁☁☁
Malam hari...
"Nisa sini deh..." Pekik Ifa sambil mengotak atik isi lemarinya.
"Apa sih kak?" Tanya Nisa sambil memakan stik kentangnya.
"Bantuin kakak memilih baju dong."
Nisa lalu menatap curiga kakaknya itu.Tak biasanya kakak gilanya itu peduli soal pakaian yang akan dipakainya.Bahkan saking tidak pedulinya,baju yang belum dicuci selama 1 minggu pun dipakainya.
Astaghfirullah...
"Kakak mau kencan ya?"
Ifa lalu membelalakkan matanya mendengar pertanyaan adiknya itu.
"Eh Nisa kamu itu masih 13 tahun,jangan ikut campur masalah cinta."
"Astaghfirullah kak.....Nisa itu kan cuma nanya." Kesal Nisa.
"Bantuin dulu kek kakakmu ini memilih baju."
"Iya...." Jawab Nisa sedikit tidak ikhlas.
Nisa lalu membantu Ifa mencari baju yang cocok dengannya.
Sudah 10 kali Ifa mencoba bajunya,namun tidak ada yang cocok untuknya.
Ifa lalu melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.
"Mati aku....Rozy bakal datang sebentar lagi,dan Ifa belum ganti baju." Cemas Ifa.
Dia takut Rozy akan marah dan membatalkan acara kencannya malam ini.
"Saran Nisa ya kak,pakai baju apa adanya deh,daripada kencannya batal."
Ifa lalu menganggukkan kepalanya menerima saran dari adiknya itu.
Dengan langkah tergesa-gesa Ifa masuk ke kamar mandi dan mengganti bajunya.Semoga dia tidak akan terlambat.
Ting tong..
Bel rumah pun berbunyi seiringan dengan suara teriakan Ifa.
"Nisa...mending lo cek deh,siapa yang datang,kalau cowok bilang kalau Ifa sedang siap-siap." Teriak Ifa dari balik pintu kamar mandi.
"Iya .."
Nisa lalu berlari turun menuju pintu rumahnya.Dugaan Nisa benar kalau kakaknya itu sedang kencan dengan seseorang.
Nisa lalu membuka pintu rumah.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
"Ifa ada?"
Nisa sempat terpukau dengan ketampanan laki- laki di hadapannya.Namun,lamunannya buyar akibat orang tersebut menanyakan kakaknya.
"Kak Ifa sedang siap-siap..."
"Kakak masuk aja dulu."
Rozy lalu melangkah masuk ke dalam rumah Ifa.
Rozy dapat melihat banyak foto yang tergantung di dinding rumah Ifa.
Salah satunya foto saat Ifa masih kecil,ternyata gadis itu sangat imut saat kecil.
Astaghfirullah....sadar Rozy!
"Eh ada tamu..."
Nisa dan Rozy sama-sama menoleh ke arah sumber suara.
"Malam tante." Sapa Rozy sambil menyalimi tangan mama Ifa.
"Wah...ada artis nyasar di rumah ini." Histeris Ranti.
"Ini temannya kakak ma." Jelas Nisa
"Wah...ganteng banget temannya kakak,bisa dijadiin menantu ini."
Rozy sedikit kaget mendengar ucapan Ranti.
Menantu?maksudnya apaan?
Di saat yang bersamaan,Ifa turun dari kamarnya sambil membawa kaca kecil di tangannya
"Maaf Rozy Ifa telat."
"Nggak apa-apa." Jawab Rozy
Ifa lalu tersenyum.
"Ma...Ifa pergi ke pasar malam dulu dengan Rozy."
"Tapi barang-barang untuk besok udah beres?"
"Sudah mama..."
"Ya udah....kalian berdua hati-hati,pulangnya jangan kemalaman."
Ifa dan Rozy lalu mengangguk.Mereka lalu pamit dan segera menuju mobil Rozy.
☁☁☁
Rozy kewalahan dengan Ifa yang tidak bisa diam semenjak sampai di pasar malam.
Gadis itu sangat hiperaktif.
Semenjak tadi,dia terus berlarian dari wahana satu ke wahana yang lain.
"Rozy kita naik kora-kora yuk." Ajak Ifa menarik tangan Rozy.
"Nggak deh fa,yang lain aja deh."
"Rozy pasti takut ya?" Goda Ifa.
"Oke...lo jangan nyesal nanti."
Mereka berdua lalu masuk ke dalam arena permainan kora-kora.
You know kora-kora?
Yapsss....arena permainan yang berbentuk kapal dan sangat menguji nyali kita.
"Lama banget sih mulainya." Ucap Ifa tidak sabar
Rozy lalu menoleh ke arah Ifa.
"Nyali lo kuat juga ternyata."
"Emang kenapa sih Rozy?"
Rozy menatap heran gadis itu,apa dia tidak pernah naik wahana ini sebelumnya?
"Lo pernah naik kora-kora nggak sih?"
"Hehehehe......nggak ..." Jawab Ifa polos.
Rozy lalu menghela nafasnya.Jadi,gadis sok kuat ini belum pernah baik wahana eksrim seperti ini???
Ya allah...ya rabbi...perasaan Rozy mendadak menjadi tidak tenang.
Rozy lalu merasakan wahana ini mulai bergerak.
1...2...3.....
Kora-kora lalu diayunkan..
Membuat semua orang yang berada di dalamnya berteriak histeris.Salah satunya Ifa.
"ROZY KENAPA NGGAK BILANG KALAU WAHANA INI MENGERIKAN!!!!!"
"GUE KIRA LO TAU."
Ifa terus berteriak saat wahana kora-kora itu berayun dari tinggi ke rendah dan kembali tinggi.
Dan tak henti-hentinya Ifa memanggil mamanya saat kora-kora itu mencapai ketinggian yang maksimum.
"AAAA...MAMA....IFA JANJI...NGGAK AKAN..DURHAKA LAGI....."
"AAAA....HENTIKAN!!!"
"ROZY ......HENTIKAN...."
__ADS_1
Tak terasa,Rozy menjadi tertawa mendengar teriakan ketakutan yang keluar dari mulut Ifa.
Tawa Rozy bertambah pecah melihat raut wajah dari gadis ular itu yang terlihat sangat lucu.
"AAAAA........."
Ifa lalu menyembunyikan wajahnya di belakang Rozy.Sumpah dia sangat takut!
"MAKANYA JANGAN SOK BERANI!!" Ejek Rozy sambil tertawa.
Setelah 5 menit diayunkan kora-kora
Membuat kaki serta badan Ifa menjadi lemas.
"Gue udah bilang tadi, lo jangan nyesal."
Ifa lalu mengangkat dua jarinya.
"Ifa janji nggak akan naik kora-kora lagi."
Rozy lalu tersenyum.
"Lo mau gulali?" Tanya Rozy sambil menunjuk penjual makanan bewarna pink tersebut.
"Mau..."
Rozy lalu mengeluarkan selembar uang 50 ribu kepada Ifa.
"Noh beli sana,gue mau duduk dulu,capek."
"Ifa titip hp ya.."
Ifa lalu memberikan ponselnya kepada Rozy dan berlari menghampiri si penjual gulali tersebut.
Rozy lalu duduk di salah satu bangku di sana sambil melepaskan lelahnya.
Drrrttt
Rozy lalu mengecek ponselnya.Tidak ada notifikasi dari aplikasi apapun.
Rozy lalu mengecek ponsel Ifa.
Rozy mendadak tersenyum melihat wallpaper gadis itu yang menampilkan wajah dirinya.
"Dasar..."
Rozy lalu membelalakkan matanya melihat notifikasi pesan dari..
From:Rafly
Hai...fa :)
Hati Rozy seketika menjadi tidak tenang melihat pesan dari orang bernama Rafly itu.Rozy lalu membuka ruang chat Ifa dengan Rafly.
Rozy lalu mengetik sesuatu.
Rafly: Hai fa..:)
Ifa:hmmm
Drrrtttt
"Cepat juga balasnya." Ucap Rozy.
Rafly: Hehe...hmm doang?
Rozy kembali mengetik.
Ifa:Lagi capek aja.
Drrttt...
Rafly: gue mau ngomong serius sama lo
Ifa:apa?
Rafly: Lo jangan marah.
Ifa: iya..
Rafly :Gue masih sayang sama lo fa.
Deg..
Hati Rozy seketika menjadi panas.Rozy lalu menekan tombol delete pada pesan tersebut.
Dia lalu menatap Ifa yang sedang berlari menuju ke arahnya.
"Lo nggak jadi beli gulali?" Tanya Rozy karena gadis itu tidak membawa apa-apa.
"Ifa tadi lihat ada anak pemulung di sana,kasihan Rozy jadi Ifa kasih aja gulali itu padanya."
Rozy lalu tersenyum mendengar penjelasan Ifa.
Rozy tiba-tiba teringat pesan yang dikirim Rafly beberapa menit yang lalu.
"Rozy kenapa diam?Rozy marah ya?"
"Nggak fa,gue mikir kita naik apa sesudah ini." Alibi Rozy.
"Gimana kalau kita naik biang lala aja."
Rozy lalu mengangguk.Kali ini dia turuti saja kemauan gadis itu.
Mereka lalu melangkah menuju wahana permainan yang disebut biang lala tersebut.
Saat biang lala akan berjalan,Ifa lalu menyembunyikan wajahnya di belakang Rozy.
"Lo takut tinggi?"
"Iya..."
"Et dah ..kenapa lo ngajak gue naik wahana ini."
"Habisnya...kalau dengan Rozy Ifa nggak peduli maupun itu tinggi atau apa pun itu."
Rozy lalu terdiam mendengar ucapan Ifa barusan.Tiba-tiba hati Rozy menjadi hangat.
Rozy lalu memeluk Ifa agar gadis itu tenang.
"Gue akan jaga lo,jadi lo jangan takut oke."
Pipi Ifa rasanya memanas saat Rozy mengucap kata-kata itu barusan.
Rozy lalu menatap Ifa dengan tatapan yang hangat.
"Lo kenapa bisa suka sama gue?"
Pertanyaan Rozy barusan membuat Ifa bingung harus menjawab apa.Namun,Ifa berusaha memikirkan kata-kata yang pas agar Rozy tidak tersinggung.
"Sebenarnya Ifa nggak tau karena apa."
"Hah?"
Ifa lalu tersenyum sambil menatap pemandangan yang indah dari atas biang lala.Sekarang dia tidak peduli mau setinggi apa wahana tersebut asalkan ada Rozy di sampingnya.
"Lo suka gue karena ganteng?kaya?atau pintar?" Tanya Rozy keheranan karena Ifa hanya diam.
Ifa lalu menghela nafasnya.
"Kalau Ifa suka karena Rozy ganteng...masih banyak yang lebih ganteng dari Rozy,contohnya Taufan."
Rozy lalu mendesah berat.Ya....Taufan memang jauh lebih tampan dari dirinya.
"Lalu...suka Rozy karena kaya?Ifa aja nggak tau ekonomi keluarga Rozy itu gimana."
"Suka Rozy karena pintar...Ketua kelas di kelas Ifa aja jauh lebih pintar dibanding Rozy."
"Lalu lo suka gue darimana?"
Ifa lalu menatap Rozy.Tatapan Ifa kali ini berbeda dari tatapan biasanya.
"Ifa suka Rozy dari sini."
"Hati?"
"Iya...perasaan suka Ifa timbul dari hati Ifa sendiri tanpa mempedulikan tampang,kaya,atau pintar."
"Ifa sungguh tulus kok suka sama Rozy."
Rozy menatap Ifa dengan perasaan penuh bersalah.Selama ini dia telah menyia-nyiakan gadis seperti Ifa.
"Rozy...."
Rozy lalu menoleh ke arah Ifa.
"Rozy kalau risih sama Ifa jangan lupa bilang ya."
Rozy lalu mengangkat alisnya tidak mengerti atas perkataan Ifa.
"Ifa nggak mau Rozy benci sama Ifa,Ifa nggak mau Rozy jauh dari Ifa...maka dari itu Ifa akan memilih mundur dan menyerah untuk mendapatkan Rozy."
Air mata Ifa tiba-tiba mengalir.
"Ifa akan ikhlas menerima semuanya kok Rozy."
"Ifa nggak sanggup kalau Rozy benci sama Ifa."
"Kalau Rozy udah ada yang lain,jangan pernah temui Ifa karena Ifa nggak akan sanggup melihatnya."
"Ifa hiks....sayang...sama Rozy."
Ifa lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.Sangat berat untuk mengatakannya.Namun,Ifa harus karena dia takut Rozy akan menjauh darinya.
Rozy menundukkan kepalanya dengan tatapan kosong.
Sungguh dia sangat kaget mendengar ucapan gadis itu barusan.
"Lo jangan pernah jauhin gue."
Ifa lalu membuka kedua telapak tangannya dan menatap Rozy.Alangkah terkejutnya Ifa melihat Rozy dengan matanya yang merah.
"Gue nggak mau lo jauh dari gue fa."
"Gue...gue...."
Rozy lalu mendekatkan wajahnya pada Ifa.Sedangkan Ifa tak tau harus berbuat apa,dia hanya bisa diam.
"Gue...sebenarnya.."
Rozy semakin mendekatkan wajahnya kepada Ifa.Sekarang jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa senti.
Sama persis dengan kejadian di kafe waktu itu.
Ifa lalu memejamkan matanya saat merasakan nafas Rozy sangat dekat dengannya.
Cup
Ifa merasakan bibirnya basah oleh sesuatu.
Jantung mereka saling berdetak kencang satu sama lain.
Ifa dapat mendengar detak jantung Rozy begitu pun sebaliknya.
Merasakan nafasnya terasa sesak,ifa lalu mendorong tubuh Rozy.
Ya allah Rozy baru saja mencuri first kissnya!!!!
Sumpah wajah Ifa sangat merah saat ini!!!
Ifa lalu menutup kembali wajahnya yang sudah merah padam tersebut.
Begitu pun Rozy...
Dia tidak percaya apa yang barusan dia lakukan?
Dia lalu menyentuh bibirnya sendiri
Astaghfirullah.....
Maafkan hambamu ini ya allah...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.