
Mentari pagi tampak menunjukkan dirinya.Semua orang tampak akan memulai aktifitasnya.
Para ibu rumah tangga mulai bersiap-siap dengan pekerjaan rumah mereka.Anak-anak juga akan pergi menuju tempat perbekalan masa depan mereka.
Begitupun bapak- bapak yang mulai keluar rumah menuju tempat kerja mereka.Tujuannya agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga kecil mereka.
Di lain sisi,Rozy mulai membuka matanya karena silau dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela kamarnya.
Rozy lalu melirik jam di atas nakas.
Pukul 6.15
Dengan langkah tergesa-gesa,pria tersebut menuju kamar mandi.Dia lupa kalau hari ini sekolahnya akan mengadakan kemping selama 3 hari 2 malam.
Kalau dia sampai telat,dia akan ditinggal teman-temannya.
Rozy juga lupa menyetel alarm agar dia bangun lebih awal.Biasanya,mamanya akan membangunkannya,tapi sekarang mamanya sedang pergi ke luar kota bersama papanya.
Setelah membersihkan diri selama 15 menit,Rozy lalu menuruni tangga.Hampir saja dia tergelincir.
Rozy lalu bergegas menuju pintu rumahnya.Dia lalu membuka pintu dan..
"Astagfirullah ya allah.." Ucap Rozy sambil memegang dadanya.Rozy sungguh sangat kaget!
"Rozy kenapa bangunnya lama amat sih??tadi Ifa pencet bel rumah Rozy,nggak ada yang respon,terus Ifa udah nungguin Rozy 1 jam!lihat Ifa udah ingusan gini." Umpat Ifa sambil menunjuk hidungnya yang mulai memerah.
Jujur,dalam hati Rozy dia benar-benar sangat kaget.Namun,dia berusaha bersikap biasa-biasa saja setelah mendengar pernyataan gadis di depannya ini.
Rozy lalu melangkah melewati gadis yang masih setia berdiri di depan pintu rumahnya.
Namun,Ifa dengan cepat menghadang pria tersebut.Dia lalu merentangkan kedua tangannya agar Rozy tidak bisa kemana-mana.
"Rozy marah sama Ifa?"
Rozy hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaan Ifa barusan kepadanya.
Mendadak hati Ifa menjadi sakit.Kapankah pria di depannya ini bisa bersikap lembut kepadanya?
"Rozy jangan diam gini!Ifa takut."
Rozy lalu menatap Ifa sekilas.Lalu kembali melangkahkan kakinya menuju motor yang terparkir di garasi rumahnya.
Ifa lalu menyusul Rozy yang sedang menyalakan motornya.
"Rozy.."
Rozy masih tidak mau berbicara dengan Ifa.
"Rozy...dengerin Ifa!" Ifa lalu menarik jaket yang dikenakan Rozy.
Sontak Rozy lalu menoleh ke arah Ifa.
"Mau lo apa sih?"
Sudut bibir Ifa lalu terangkat.Apakah barusan Rozy bicara padanya?
Rozy lalu menatap Ifa yang senyum sendiri seperti orang gila.Ini manusia atau alien sih?
"Rozy bicara ya sama Ifa?"
"Nggak,gue bicara sama arwah lo!"
Ifa lalu menghembuskan nafasnya kasar.Ifa lupa kalau dia sekarang ini sedang berhadapan dengan manusia yang super dingin seperti Rozy.
Rozy lalu menaiki motor kesayangannya.
"Naik." Ucap Rozy tapi masih dengan nada yang jutek dan dingin.Dan hal itu kedengaran sangat menjengkelkan bagi Ifa.
Namun,Ifa kembali tersenyum.Dia tidak salah dengar kan?bahkan setan dan malaikat di samping kanan dan kirinya tadi mendengarkan?bahkan tuhan pun mendengar tadi kan?
"Rozy nyuruh Ifa buat naik?"
"Bukan elo,tapi adik gue tuh."
Ifa lalu menoleh ke belakang dan menemukan sosok gadis yang lebih muda darinya.
Wajah Ifa seketika berubah menjadi merah.Jujur dia sangat malu saat ini!Tuhan cobaan macam apa ini?
Ifa lalu menghentakkan kakinya pergi begitu saja dari rumah Rozy.Sebelum pergi,tak lupa Ifa tersenyum kepada Letta,meskipun dirinya sedang kesal luar biasa.
Ingin rasanya Ifa menangis dengan kencang sekarang.
Rozy ingin rasanya tertawa dengan keras saat ini.Wajah gadis itu sangat lucu ketika kesal.Tunggu dulu lucu?apa Rozy di santet orang sehingga memikirkan sesuatu yang keramat tersebut.
Rozy lalu menggelengkan kepalanya.Sedangkan Letta tak habis pikir dengan kakaknya yang satu ini.
Dari dulu,hingga sekarang tak ada romantisnya.
"Bang Rozy kenapa sih ngerjain kakak itu tadi?" Tanya Letta tak habis pikir dengan sikap kakaknya itu.
"Tadi Letta dengar,kakak itu udah nungguin abang sejak pukul 5 tadi loh."
Rozy lalu mengangkat bahunya.Hal tersebut membuat Letta bertambah kesal.Tak mau memperpanjang masalah.Letta lalu pamit kepada Rozy untuk pergi ke sekolah.
Setelah Letta pergi,Rozy lalu menyalakan mesin motornya.
☁☁☁
Ifa duduk di salah satu halte yang tidak jauh dari rumah Rozy.Dia sangat badmood sekarang.
"Apa Ifa harus beli goodmood ya?agar mood Ifa menjadi baik."
Tin tin...
Mendengar bunyi klakson tersebut,sontak Ifa menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Lo ngapain kayak gelandangan gitu?" Ejek orang tersebut.
"Huh..siapa ya yang nanya?nggak denger tuh!"
Orang tersebut lalu turun dari motornya lalu mendekati Ifa yang masih setia duduk manis di halte.
"Tadi gue di chat oleh Andra,katanya bis sekolah sudah berangkat 5 menit yang lalu."
Ifa lalu berdiri dan langsung memukul lengan orang tersebut.
"Ihh...tu kan Rozy kelamaan bangunnya,lihat kita ditinggal tau." Kesal Ifa.
"Siapa suruh lo ke rumah gue?kalau lo nggak ke rumah gue lo sudah pergi saat ini."
Ifa lalu terdiam.Dia sungguh menyesali dirinya karena pergi ke rumah pria tersebut.
"Ifa mau pergi kemping Rozy.." Ucap Ifa dengan nada sendu.
"Ya udah."
Ifa lalu menatap Rozy tak percaya sekaligus bingung.Ya udah?menurut kalian apa maksudnya?dasar manusia aneh dari planet mars.
"Rozy!!Ifa itu lagi kesal,jangan sampai Ifa makan Rozy nantinya!" Cerca Ifa.
Sedangkan Rozy,tidak mengacuhkan gadis yang mengoceh tak jelas tersebut.
Dia kemudian menaiki kembali motor kesayangannya.
"Rozy!!!!!!" Teriak Ifa karena melihat Rozy yang tidak mengacuhkannya.
Sontak Rozy menutup kupingnya.
"Lo kenapa sih teriak?"
"Masih aja nanya!Ifa itu teriak karena Rozy ninggalin Ifa!"
Rozy lalu menghembuskan nafasnya.Untuk kesekian kalinya Rozy harus sabar!
"Lo naik ke motor gue,kita pergi kemping pake motor gue." Jelas Rozy.
Ifa lalu menoleh kaget ke arah Rozy.Dengan semangat,Ifa berlari menghampiri Rozy dan langsung duduk di atas motor tersebut.
"Ifa boleh peluk Rozy?soalnya Ifa takut jatuh?" Pinta Ifa sedikit ragu.
"Terserah lo." Rozy lalu menyalakan mesin motornya dan pergi melesat jauh dari halte tersebut.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan,Ifa langsung memeluk Rozy.Wangi parfum yang dikenakan Rozy langsung menyelimuti indra penciumannya.
Ifa tak henti-hentinya tersenyum.Apa Rozy sudah mulai membuka hatinya?Ifa berharap iya.
Namun,ada suatu hal yang aneh terbesit di pikirannya.Jika Rozy menyukainya,kenapa sikap pria tersebut masih saja dingin kepadanya?
Terkadang,di lain sisi Rozy bisa berubah menjadi pria yang penuh kehangatan dan perhatian kepada Ifa.
Memang manusia kutub es yang sangat labil!
Namun,masa bodo dengan semua itu.Yang jelas sekarang Ifa berduaan dengan Rozy.Ingat berduaan!
Tapi,rasa penasaran akan hal itu terus menyelimuti pikirannya.
"Rozy...Ifa mau nanya?" Ucap Ifa sedikit berteriak agar Rozy mendengarnya.
"Rozy udah mulai suka sama Ifa?"
__ADS_1
"Nggak.."
Ifa lalu menghembuskan nafas kecewa atas jawaban Rozy.Kenapa sih pria tersebut maish saja belum membuka hati untuknya?
"Rozy kapan sih buka hati untuk Ifa?"
Rozy tiba-tiba rem mendadak.Sontak tubuh Ifa terdorong ke depan.
"Fa,gue mau fokus bawa motor,jadi lo diam jangan berisik." Ucap Rozy dingin.
Ifa lalu menganggukkan kepalanya cepat.Memang aneh pria yang bersamanya saat ini.
Kenapa Rozy sangat marah saat Ifa menanyakan soal itu.Lalu nada bicara Rozy sangat dingin.
Selama ini Rozy memang dingin,namun tak sedingin barusan.
Ifa memilih untuk diam.Dia tidak mau pertanyaannya akan membuat Rozy menyuruhnya untuk menjauhinya.
Ifa tak akan sanggup menjauh dari Rozy.Jangankan menjauh,tidak mengirim pesan sehari saja Ifa tak sanggup.
Ifa lalu menikmati udara segar di sepanjang perjalanannya bersama Rozy.
Ada untungnya dia dan Rozy ditinggal bis.Sekarang dia bisa bersama dengan Rozy.
☁☁☁
Setelah menempuh 2 jam perjalanan,akhirnya Rozy dan Ifa sampai ke tempat tujuan.
Ifa lalu melepaskan helm yang dikenakannya dan menyerahkannya pada Rozy.
"Makasih ya Rozy sayang..
" Ucap Ifa sambil tersenyum tulus ke arah Rozy.
"Hmm."
Ifa mengernyitkan dahinya keheranan.Ada apa lagi dengan pria tersebut.
Kenapa sikapnya itu selalu berubah-ubah?entahlah Ifa sungguh sangat bingung.
Ifa lalu berlari menghampiri kerumunan murid-murid yang sedang berkumpul bersama pak Bambang,guru pendamping mereka.
"Ya ampun fa...lo itu kemana aja tadi ha?" Tanya Putri.
"Anu..Ifa tadi ke rumah Rozy."
"Ya allah,sahabatku sayang ngapain lo ke rumahnya si menhir itu?" Ucap Dhea geleng- geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
"Sudah...lebih baik kita dengerin pengumuman dari Pak Bambang." Ucap Rara menengahi.
Mereka berempat lalu memilih untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampainkan oleh Pak Bambang.
"Oke...kalian semua akan mengadakan kemping selama 3 hari 2 malam,saya peringatkan agar kalian menjaga sikap kalian saat berada di hutan ini." Jelas Pak Bambang sambil memegang kumisnya.
"Saya akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok,satu kelompok terdiri atas 4 orang...Kelompok pertama Gema,Andi,Anton,dan Toni..Kelompok kedua Fira,Rini,Azra,dan Dina..Kelompok ketiga Abdul,Tomi,Putra,dan Zaki..kelompok keempat Putri,Ifa,Dhea,dan Rara..Kelompok kelima Rozy,Andra,Kevin,dan Taufan..kelompok keenam bla bla bla..." Lanjut Pak Bambang
Seketika Rara,dan Dhea berusaha menahan pekikan mereka.Secara kebetulan mereka berempat ditempatkan dalam satu kelompok.
"Oke..saya sudah membagi kalian menjadi beberapa kelompok,tugas kalian saat ini mendirikan tenda secepatnya!"
Setelah mendengar perintah Pak Bambang,semua siswa lalu bergegas mendirikan tenda sesuai kelompok mereka masing-masing.Mereka takut dengan aura horor dan menakutkan yang dikeluarkan oleh Pak Bambang.
Begitupun kelompok Ifa,mereka sibuk mendirikan tenda.
"Woi Dhea,lo bantuin kita napa sih?"
"Ih Putri,gue bantuin kalian nanti aja,soalnya gue takut kuku gue yang cantik ini patah,terus bedak gue nanti luntur lagi."
Putri langsung melempari Dhea dengan kerikil di sampingnya.Bisa-bisanya dia memikirkan hal tersebut di saat keadaan seperti ini.
"Oh ya fa,mending lo cariin gue batu besar deh fa." Suruh Rara.
"Siap!!"
Ifa lalu pergi mencari batu besar di dekat daerah kemping mereka.
Tak sengaja dia melihat sosok yang sangat familiar baginya.Sosok tersebut tengah bersandar di sebuah pohon besar sambil memejamkan matanya.
Di saat semua orang sibuk mendirikan tenda,tapi dia malah bersantuy ria di sana.
Ifa lalu dengan semangat menghampiri sosok tersebut.
"Rozy..." Sapa Ifa.
Mendengar suara tersebut,Rozy lalu membuka matanya dan menatap Ifa.Namun,dia kembali memejamkan matanya seolah tak peduli dengan gadis tersebut.
Duduk di sampingnya saja sudah buat Ifa jantungan setengah mati.Pria tersebut lama-kelamaan bisa membuat Ifa jantungan!
Menyadari Ifa yang duduk di sampingnya,Rozy lalu bangkit.Hal tersebut membuat Ifa kaget.
"Rozy kenapa sih?" Tanya Ifa bingung.
"Lo bisa nggak sih?nggak ngikutin gue?" Ucap Rozy mulai kehilangan kesabaran.
"Maksud Rozy?"
"Gue nggak suka lo terus aja ngikutin kemana gue pergi."
"Tapi Ifa nggak ikutin Rozy."
"Serah lo deh." Rozy kembali memejamkan matanya.
"Rozy kenapa di sini?nggak ikut mendirikan tenda?"
"Kepo."
Ifa lalu melempar Rozy dengan daun-daun kering di sampingnya karena jawaban Rozy itu membuatnya sakit hati.
"Ifa pergi dulu Rozy,nanti Putri marah sama Ifa kalau lama ambil batunya."
Rozy hanya diam.Matanya masih tertutup.Dia sama sekali tidak mengacuhkan gadis itu.
Melihat Rozy yang tidak menanggapinya,membuat Ifa bertambah kesal 7 kali lipat.
"Rozy...Ifa ini kesal sama Rozy!"
Rozy lalu membuka matanya dan menatap Ifa dengan tatapan tajam khas miliknya.
"Terserah lo!"
Rozy lalu bangkit dan meninggalkan Ifa di sana sendirian.
Lutut Ifa seketika lemas.Dia lalu terduduk.Hatinya sekarang dilanda perasaan kecewa.Dia sungguh capek dengan tingkah Rozy yang amat sangat labil.
Perlahan tapi pasti,air mata keluar dari mata gadis tersebut.Dia menunduk dan meremas baju yang dikenakannya.
Ifa berusaha agar tidak terisak.Walaupun dia sangat susah menahannya.
"Ifa..."
Mendengar suara tersebut,tangisan Ifa langsung pecah.
"Fa..jangan nangis lagi." Ucap Taufan sembari menenangkan Ifa.
Taufan lalu memeluk gadis tersebut.Jujur,dia sangat sedih melihat gadis itu menangis.
"Jangan nangis lagi.." Taufan lalu menghapus air mata yang mengalir dari pipi Ifa.
"Gimana Ifa nggak nangis?gimana Taufan?Ifa capek..
Capek fan,hati Ifa ini udah capek tapi kenapa otak Ifa terus maksa buat dapetin hati Rozy." Jelas Ifa.
Taufan tidak tau harus menjawab apa.Dia tau..sangat tau apa yang dirasakan oleh Ifa.
Mungkin Taufan akan kuat menghadapi hal tersebut,namun Ifa,dia cewek yang tidak sekuat laki-laki.
Setelah tangisan Ifa mereda.Taufan lalu merapikan rambut hitam Ifa yang agak berantakan.
"Lo tau sebuah cerita." Ucap Taufan berusaha mengalihkan pikiran Ifa.
"Cerita apa Taufan?" Tanya Ifa mulai penasaran dan melupakan masalah barusan.
"Dulu,ada sebuah kejadian menyeramkan terjadi di hutan ini."
Mendengar kata seram,Ifa lalu mendekat ke arah Taufan.Ifa sangat takut hal yang berbau dengan horor.
"Lo takut ya?" Ejek Taufan
"Nggak..." Alibi Ifa.
"Mau lanjutin?"
Ifa lalu mengangguk.Taufan kemudian melanjutkan ceritanya.
"Dulu,ada anak yang sedang kemping suka berbohong di hutan ini."
"Terus?"
"Terus,suatu malam..dia hilang tanpa jejak dan diculik oleh hantu."
__ADS_1
Ifa lalu menggigit kukunya.Apa benar cerita Taufan tersebut?
"Lalu.."
Ifa semakin mendekatkan dirinya kepada Taufan.Entah kenapa hawa di sekitarnya berubah menjadi horor.
"Ada hantu di belakang lo!!"
Ifa lalu berteriak dan secara spontan memeluk Taufan.
"Mana...Taufan??" Tanya Ifa memejamkan matanya.
Taufan lalu tertawa.Ifa lalu membuka matanya dan menatap tajam ke arah Taufan.
"Iih...pasti Taufan bohongin Ifa ya??"
"Hahaha...lo sih polos banget." Ucap Taufan mengacak-acak rambut Ifa.
Ifa lalu ikut tertawa.Dia merutuki dirinya yang sangat polos itu.
"Sana...kembali ke tenda lo."
Ifa lalu mengangguk dan berlari menuju ke tendanya.Tak lupa Ifa melontarkan senyumnya pada Taufan.
☁☁☁
Bruugh
Tanpa abibu Taufan melayangkan kepalan tangannya kepada Rozy sehingga sudut bibir Rozy berdarah.
"Apaan sih lo?" Tanya Rozy meringis.
"Lo apain Ifa?kenapa Ifa tadi nangis?" Tanya Taufan Dengan nafas yang naik turun menahan amarah.
"Gue nggak ngapain dia." Jawab Rozy tanpa bersalah.
Hal tersebut membuat emosi Taufan semakin tak terkontrol.
"Jangan sakiti Ifa!" Ucap Taufan dengan tatapan tajam.
"Lo suka sama Ifa?"
"Ya....Gue suka sama dia!!!Bukan hanya suka,gue sayang sama dia zy!!!Gue nggak suka lihat dia nangis hanya karena lo!!" Jelas Taufan berusaha menahan amarahnya.
"Zy....gue nggak mau sahabat gue sendiri nyakitin hati orang yang gue cintai."
"Jadi,lo udah tau.."
"Iya,gue udah tau bahwa selama ini Ifa itu ngejar lo!!puas lo????"
Rozy seketika terpatung.Darimana Taufan bisa tau?Rozy juga belum cerita.
"Lo sahabat gue zy,gue juga nggak mau persahabatan kita rusak hanya karena cewek..tapi gue mohon jangan sakitin Ifa dengan sikap lo ini."
Taufan lalu pergi meninggalkan Rozy.Dia menatap tangannya tadi yang sempat memukul sahabatnya sendiri.
Dia merutuki dirinya sendiri karena telah menyakiti sahabatnya sendiri.
"Brengsek!!"
Sedangkan Rozy sedari tadi hanya diam.Setelah mendengar pernyataan dari Taufan Rozy menjadi bersalah.
Seharusnya,bukan dia yang disukai Ifa tapi Taufan.Tanpa sengaja dia telah menyakiti hati sahabat dari SMP-nya itu.
"Rozy..." Mendengar suara tersebut Rozy sontak menoleh ke belakang.
"Benar apa yang dikatakan Taufan tadi?" Tanya Kevin.
"Taufan mencintai Ifa?" Andra ikut bertanya.
Rozy lalu menganggukkan kepalanya.Andra dan Kevin lalu saling menatap.
"Jangan bilang kalau lo juga suka sama Ifa." Ucap Kevin.
Andra lalu menjitak kepala Kevin.Dia tidak bisa membayangkan jika dia menyukai gadis gila seperti Ifa.
Mungkin setiap hari,dia akan selalu berada di UGD.
"Eeh...lo mau kemana?" Tanya Andra karena Kevin pergi begitu saja.
"Gue mau boker,lo ikut?"
Andra lalu mendorong keras tubuh Kevin.Ya tuhan...itu orang otaknya letaknya di kepala atau di kaki sih?
Andra lalu melirik Rozy yang masih terdiam.Dia saat ini memilih untuk tidak ikut campur dulu.
Biarkan Rozy saat ini untuk sementara waktu.
☁☁☁
Ifa sedari tadi mondar-mandir seperti orang kebingungan.Itu karena jam kesayangannya yang tiba-tiba hilang.
Dia yakin jika jam tersebut masih berada di sekitar perkemahan.
Tanpa sengaja Ifa menemukan sebuah foto.Dia pun mengambil foto yang tergeletak begitu saja di atas tanah.
Ifa lalu mengernyitkan dahinya.Foto tersebut menampilkan sepasang laki-laki dan perempuan.
"Ini kan Rozy...lalu perempuan ini siapa?"
Mendadak dada Ifa semakin sesak,matanya pun mulai memanas.
Rozy terlihat sangat akrab dengan perempuan tersebut.Dia melihat Rozy tersenyum bahagia kepada perempuan itu.
Rozy itu sangat jarang bahkan hampir tidak pernah tersenyum begitu ke semua cewek termasuk dirinya.
Tapi,kali ini dia melihat Rozy sangat bahagia bersama perempuan itu.
Saat Ifa masih bergelut dengan pikirannya,seseorang merebut foto tersebut dari tangan Ifa.
"Rozy.."
Rozy lalu menyimpan foto tersebut ke dalam saku jaketnya.
"Siapa cewek itu?" Tanya Ifa dengan suara gemetar.
"Gebetan gue."
Ifa lalu menatap kaget Rozy.Ifa tidak percaya dengan kata-kata Rozy barusan.
Setaunya Rozy tidak memiliki gebetan.Ifa yakin akan hal itu.
Rozy lalu berbalik dan beranjak pergi,namun sebelum itu Ifa menahan tangan Rozy.
"Rozy bohongkan sama Ifa?"
"Nggak."
"Cewek itu nggak mungkin gebetan Rozy,Ifa akan cari itu cewek!Ifa nggak terima!"
Rozy lalu mendekat ke arah Ifa.Bola matanya menatap tajam ke arah Ifa.
"Jangan pernah lo nyakitin cewek itu!!dia orang yang gue sayangi!dan lo bukan siapa-siapa gue!"
"Dan ingat satu hal...gue nggak pernah sekali pun memiliki perasaan kepada lo!"
"Dan apa hak lo ngelarang cewek itu deket sama gue?"
Air mata Ifa lalu jatuh mendengar kata-kata yang dilontarkan Rozy.
"Dan lo...bukan pacar gue jadi jangan sok ngatur gue!"
Plaak
"Cukup Rozy!!cukup!!!"
Rozy memegangi pipinya yang terasa panas karena tamparan Ifa barusan.
Menyadari telah menampar Rozy,Ifa lalu memukul tangannya sendiri lalu berlari meninggalkan Rozy.
Ifa terus berlari masuk ke dalam hutan.Dia tidak peduli dengan pakaiannya yang telah sobek akibat ranting pohon.
Bruuak
"Auww...." Ringis Ifa.
Kakinya tersangkut akar pohon sehingga dia kehilangan keseimbangan dan jatuh.
Dia meringis memegang lututnya yang mengeluarkan cairan berwarna merah.
Ifa lalu meremas daun kering yang berada di sekitarnya lalu melemparnya ke sembarang arah.
Dia kembali berdiri lalu berlari.Ifa terus berlari memasuki hutan.Dia sudah berlari terlalu jauh masuk ke dalam hutan.
Dan akhirnya..
"Aaaaa...."
__ADS_1