My Crazy Girl

My Crazy Girl
Bersabarlah Rozy


__ADS_3

Ifa menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai.Ifa mengira Rozy akan membawanya pergi menonton film romantis.


Tetapi ternyata,Rozy mengajaknya ke Timezone.


"Rozy kenapa ngajak Ifa main ke Timezone??" Kesal Ifa.


"Ya..menurut gue lo itu cocoknya di sini."


"Rozy aah...nggak seru." Ifa lalu memalingkan wajahnya dari Rozy.Sumpah Ifa ingin rasanya menelan pria tersebut saat ini.


Tapi Ifa juga tidak akan sanggup!


Di sela-sela pertengkaran mereka,tiba-tiba saja seorang anak kecil datang menghampiri mereka berdua.


"Kakak sama abang lihat ibunya aku nggak?" Tanya seorang bocah laki laki yang kira-kira berumur 10 tahun.


"Maaf dek kami nggak lihat." Jawab Rozy.


Mendengar jawaban Rozy tersebut,sontak bocah tersebut menangis.


"Ibu...huaaaaa...."


"Aduuh adik kecil nggk boleh nangis." Ucap Ifa menenangkan bocah tersebut.


"Om itu jahat kak."


What??om??apa Rozy kelihatan seperti bapak berusia 30 tahun?


Ifa lalu terkekeh mendengar ucapan bocah tersebut.


"Maafin abang itu ya,sekarang kakak akan bantu adik kecil untuk nemuin ibunya adik kecil,sebelum itu kakak harus tau nama adik yang imut ini."


"Nama aku Zafran kak." Ucap Zafran mengusap bekas air matanya.


Ifa lalu tersenyum dan menggandeng tangan Zafran.


"Yuk Rozy kita cari ibunya Zafran."


Rozy hanya menganggukkan kepalanya.Jujur dia sangat lelah berurusan dengan anak kecil.Namun,melihat Ifa yang kembali ceria.Tak masalah kali ini untuk Rozy.


Zafran secara tiba-tiba menggandeng tangan Rozy.Otomatis dia sekarang berada di antara dua remaja itu.


"Addduh...kita kok kayak orang tua Zafran ya Rozy.." Ucap Ifa malu-malu.


"Apa??ogah banget gue." Ucap Rozy bergidik ngeri.


Dia tidak bisa membayangkan jika punya anak dan istri gila seperti itu.Oh My God...


"Ih Rozy kok gitu." Ucap Ifa tiba-tiba berhenti.Hal itu membuat Zafran dan Rozy ikut berhenti.


"Rozy nggak mau punya istri kayak Ifa?"


"Nggak." Jawab Rozy jujur.


"Jadi Rozy mau cari istri yang lain??siapa??Nabila??" Tanya Ifa mulai terpancing emosi.


"Nggak juga."


Ifa hanya bisa mengusap dadanya berusaha sabar.Anggap saja ini cobaan dari tuhan kepadanya.Memang menghadapi manusia semacam Rozy itu harus ekstra sabar.


"Papa kok jahat sama mama?"


Rozy menjambak rambutnya kesal.Tadi Ifa sekarang bocah ini.Sungguh Rozy ingin kabur saat ini!


"Dengar ya Zafran,abang ini bukan papa Zafran,abang juga masih SMA." Jelas Rozy.


Rozy takut banyak orang yang mendengar ucapan Zafran barusan.Nantinya orang bisa berpikiran negatif kepadanya.


Zafran pun kembali menangis.Ya allah...apa salah dan dosanya Rozy kepada ini bocah??


"Huaaa.....papa jahat."


"Rozy nggak boleh kasar sama Zafran dia masih kecil,nanti kalau kita punya anak gimana?" Tanya Ifa dengan polos.


"Ya allah ya Rahman ya Rahim,hamba mohon berikan banyak kesabaran ya allah."Ucap Rozy frustasi.


Karena tak tahan lagi,Rozy menelfon salah satu dari ketiga sahabatnya.Siapa lagi kalau bukan Andra,Kevin,dan Taufan.Dia lalu mengeluarkan benda berwarna silver dari saku seragamnya.


Rozy lalu mencari kontak salah satu dari mereka.Lalu memencet tombol berwarna hijau.


"Hallo.."


"Rozy,kalau nelpon itu ucap salam dulu."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam,ya ada perlu apa mas?"


"Gue lagi nggak bercanda Andra,lo Kevin atau Taufan ke mall deh,bantu gue pliis."


"Papa beliin Zafran es krim." Rengek Zafran sambil menarik seragam Rozy.


"Ifa beliin dia es krim deh sana."


"Siap bos." Ifa lalu mengajak Zafran pergi ke salah satu toko es krim di sana.


"Astagfirullah,Rozy lo udah punya anak?kapan buatnya?dengan Ifa?"


Rozy ingin rasanya memotong otak sahabatnya yang satu ini.Dia lalu memijat pelipisnya.Oh tuhan...kenapa begitu banyak cobaan untuk pria tampan ini.


"*****!lo mau gue tonjok ha?sekarang cepatan!buruan ke mall!atau gue nggak akan kasih contekan lagi sama lo."


"Oke!demi contekan!"


Tuttt.....


Setelah sambungan putus.Rozy lalu menyusul Ifa dan Zafran ke toko es krim tersebut.


"Pa,beliin Zafran es krim." Ucap Zafran


"Kan udah dibeliin sama kakak Ifa."


"Beliin lagi pa."


"Ni ya,abang tegasin,kalau abang ini bukan papa Zafran,paham??"


"Papa jahat!!" Zafran mulai mengambil ancang untuk menangis.


"Iih...Rozy jangan kasar gitu sama Zafran!" Bela Ifa.


Rozy hanya menghela nafas frustasi.


"Iya...gue beliin." Akhirnya Rozy menuruti apa kehendak Zafran.


"Aduh mbak sama mas kalau belum siap punya anak jangan nikah dulu,kalian juga masih muda,masih SMA lagi.Jangan-jangan kalian nikah muda ya? astagfirullah anak zaman sekarang." Ucap salah satu karyawan di sana sambil membuatkan es krim untuk Zafran.


"Maaf mas ini bukan anak saya." Jelas Rozy.


Jujur emosinya sekarang sudah naik sampai ke ubun-ubun.Tapi ingat!Rozy harus ekstra sabar.


"Kita cocok nggak mas?" Tanya Ifa dengan wajah merona.


"Menurut saya,cocok dan serasi,apalagi dengan anak ini.Wah..kayak keluarga sakinah,mawadah,wa.."


"Udah kan es krimnya Zafran?yuk kita pergi." Ucap Rozy segera memotong ucapan karyawan tersebut.


Rozy lalu menarik tangan Zafran untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Apanya yang cocok??Rozy sungguh geli mendengarnya.Dia itu masih terlalu muda untuk membahas masalah pernikahan.


Ifa lalu menyusul Rozy dan Zafran yang berjalan mendahuluinya.Zafran yang melihat Ifa yang ketinggalan di belakangnya,lalu mengejar gadis tersebut.


"Zafran maunya sama mama." Zafran lalu menggandeng tangan Ifa.


"Duuh Zafran kasihan Rozynya ditinggal gitu."


"Tapi papa Rozy tinggalin mama duluan."


Rozy memukul jidatnya mendengar ucapan Zafran.Sampai kapan bocah itu memanggilnya dengan sebutan papa!


"Fa..kita ke kantor penitipan anak hilang yuk,supaya Zafran cepat ketemu dengan ibunya." Saran Rozy.


"Nggak Zafran mau main dengan kakak cantik ini dulu." Rengek Zafran memeluk Ifa.


"Kasihan dong ibu Zafran." Ucap Ifa mengelus rambut Zafran.


"Zafran mau main dulu sama kakak." Rengek Zafran disertai tangisan.


"Ya udah cuma sebentar ya."


"Horeee."


Rozy hanya memandang mereka berdua.Mereka seperti kakak dan adik.


Mereka bertiga lalu beranjak keluar dari mall menuju taman yang ada di sekitaran sana.Di sana banyak anak kecil yang sedang bermain.


Zafran lalu berlari menghampiri kerumunan anak-anak yang sedang bermain tersebut.


"Hati-hati Zafran." Peringat Ifa.


Ifa dan Rozy lalu memilih bangku di salah satu taman tersebut.Ifa lalu tersenyum melihat Zafran yang sedang bermain.


Rozy lalu menoleh ke arah Ifa.Dia melihat Ifa yang sedang tersenyum bahagia.Mata Rozy tak hentinya bosan memandang wajah gadis yang sedang duduk bersamanya saat ini.


"Cantik."

__ADS_1


Rozy langsung tersadar atas perkataannya barusan.Mungkin Rozy butuh dirukyah sehabis pulang nanti.


"Rozy kenapa?" Tanya Ifa heran melihat tingkah Rozy yang aneh.


"Anu...gue lagi ngelihat anak kecil main." Alibi Rozy.


"Rozy.."


"Apa?"


"Rozy janji ya sama Ifa."


"Rozy nggak bakal ceritain kejadian tadi sama ketiga sahabat Ifa."


Rozy lalu mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.Ah..iya dia ingat Ifa ditarik paksa oleh seorang pria bernama Rafly.


"Emang siapa dia?" Tanya Rozy penasaran


"Mantan Ifa."


Rozy lalu terdiam mencerna dua kata yang dilontarkan gadis mungil tersebut.Mendadak hatinya terasa perih.Jadi,Rafly adalah cinta pertama gadis itu.


"Oh..."


"Rozy nggak cemburu?sakit hati?"


"Nggak.."


Ifa lalu melipat kedua tangannya di depan dada.Apakah benar Rozy memang tidak mempunyai perasaan lebih kepadanya?Apa perjuangannya selama ini sia-sia?


"Lalu kenapa gue nggak boleh cerita ke teman-teman lo?"


Tatapan Ifa berubah menjadi sendu.Rozy yang melihat perubahan tersebut mendadak menjadi tidak enak.


"Nggak usah di.."


"Dia itu orang jahat Rozy."


Rozy lalu diam mendengar perkataan gadis tersebut


"Dia udah nyakitin Ifa."


"Dia ninggalin Ifa hiks...pergi.."


Ifa tiba-tiba menangis,bahunya gemetar karena sedari tadi dia berusaha menahan tangisnya.


Rozy lalu merangkul Ifa ke dalam pelukannya.Mungkin baginya gadis ini sangat gila,cerewet dan menyebalkan.Tapi,dia tetaplah seorang gadis yang mudah rapuh.


"Udah lo jangan nangis lagi,gue bakal rahasiain ini."


"Janji." Ucap Ifa mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji."


Tiba-tiba saja Zafran datang menghampiri mereka berdua.


"Bang Rozy..beliin itu dong." Ucap Zafran.


Dia menunjuk ke arah penjual mainan gelembung.


"Ah..lo kan udah gede,cowok lagi! masa mainnya gituan sih."


"Iiih...Rozy,nggak apa-apa kali,Ifa aja masih gede gini mainnya gituan."


"Et dah,lo bukannya bantu gue tapi malah ngebela tu bocah."


"Papa beliin." Rengek Zafran.


"Beliin aja Rozy,sekalian Ifa juga!"


"Iya...sabar!"


Rozy lalu mengeluarkan dompet dari saku celananya.Dia menatap uang 50 ribu.Uang satu-satunya yang masih tersisa.


Dia menelan salivanya.Mungkin setelah ini,dia akan cepat miskin karena ulah bocah dan gadis ular tersebut.


"Nih.." Ucap Rozy menyerahkan uang itu.


Ifa dengan secepat kilat mengambil uang tersebut.Dia lalu menggandeng tangan Zafran.


"Yuk kita main gelembung."


"Yuk!!"


Ifa dan Zafran lalu beranjak meninggalkan Rozy sendirian.


"Duit gue..."


"Kayaknya gue harus cari cara supaya papa mau ngasih uang lagi."


"Lo harus bisa Rozy!"


"ROZY AYUKK SINI!!!"Teriak Ifa yang sedang asyik bermain bersama Zafran.


"NGGAK AH MAGER GUE." Balas Rozy.


Ifa lalu mengecutkan bibirnya kesal.


Sedangkan Rozy memilih menutup matanya.Dia ingin menikmati udara segar pada saat ini.


Setidaknya dia terbebas dari dua kurcaci itu untuk beberapa saat.


Dddrrt


Tiba tiba ponsel Rozy berdering.Rozy lalu mengangkat telfon tersebut.


"Hallo."


"Woi kodok?lo dimana *****?gue udah keliling cariin lo di mall? Bukannya ketemu lo,tapi gue malah ketemu sama emak-emak yang kehilangan anaknya." Umpat Andra dalam telefon tersebut.


Rozy lalu mencerna kembali perkataan Andra.Oh iya...dia lupa.Tadi dia menyuruh temannya itu untuk menyusulnya di mall.Tapi dia lupa karena ulah bocah yang bernama Zafran tersebut.


Oh..tentang Zafran,dia juga kehilangan ibunya.Aha..mungkin saja ibu yang dimaksud kecebong itu adalah ibunya Zafran.


"Lo dimana?" Tanya Rozy.


"Di depan toko donat,cepat deh lo ke sini,gue capek nih,malah si Kevin pakai acara boker lagi,si Taufan juga sibuk latihan basket."


"Iya iya."


Rozy lalu memutuskan sambungan tersebut.Dia lalu mengajak Ifa dan Zafran untuk masuk ke dalam mall tersebut.


Setelah beberapa menit,mereka akhirnya sampai di depan toko donat.Zafran lalu berlari dan memeluk ibunya yang terlihat khawatir tersebut.


"Makasih ya nak,udah jagain anak tante."


"Sama-sama tante." Ucap Ifa tersenyum ramah.Sedangkan Rozy hanya mengangguk dan tersenyum.


"Makasih ya kak Ifa bang Rozy,Zafran pasti bakal kangen sama kakak Ifa dan abang Rozy." Ucap Zafran lalu memeluk Ifa.


"Kakak juga." Ucap ifa membalas pelukan Zafran.


Setelah itu,Zafran dan ibunya lalu pamit dan beranjak pergi.


"Rozy...Ifa bakal kangen deh sama Zafran."


"Gue sih nggak,nyusahin."


"Ihh...Rozy kok kejam sama anak kecil."


Rozy hanya memutar bola matanya malas.Dia sekarang tidak ingin berdebat dengan gadis beo tersebut.


"Eheem." Andra berdehem.


"Gue kok berasa jadi nyamuk ya?"


"Emang Andra itu nyamuk ya?bukan manusia?" Tanya Ifa.


"Wadduh,kayaknya bukan hanya si Kevin yang otaknya nggak beres nih,nambah juga satu manusia lagi."


Rozy hanya mengangkat bahunya acuh.Dia pun beranjak meninggalkan dua orang tersebut.


"Andra.."


"Ya?"


"Rozy sedih ya karena Zafran udah pulang sama ibunya?"


"Mungkin."


Ifa lalu berpikir sejenak.Apa iya Rozy sedih karena Zafran?Oh...Ifa akan cari cara untuk menghibur Rozy.


  ☁☁☁


"Walau kau menghapus.."


"Menghempas penghapus..."


"Mengganti penghapus.."


"Semua tak mampu beli penghapus..."


"Karena dia mahal...yeee."


Rozy hanya menghela nafas kasar melihat kelakuan dua orang yang duduk di belakang tersebut.

__ADS_1


"Hei tayo...hei tayo..dia bis.."


"Woiii kalian berdua bisa diam kagak?gue lagi fokus nyetir nih ****!"  Bentak Rozy menutup kupingnya.


"Iih Rozy kita itu cuma mau menghibur Rozy supaya nggak sedih lagi ya kan Andra?"


"Ya betul..lo sih pake acara sedih ditinggal Zafran." Lanjut Andra.


Rozy lalu memukul kepalanya ke stir mobil.Ya allah....Rozy sangat muak saat ini!!


Ifa dan Andra lalu melanjutkan lagu mereka tanpa memperdulikan omongan Rozy.Be strong Tuan Rozy!


Ifa dan Andra lalu joget-joget tidak jelas sambil menyanyikan lagu alamat palsu.


"Rozy...ikut juga dong."


"Gue lagi nyetir Ifa!"


"Oh iya...Rozy lanjutin aja,yang penting Rozy sekarang nggak sedih lagi kan?"


Rozy lebih memilih untuk diam.Jujur,dia tidak sedikitpun bersedih.Entah kenapa wanita ular tersebut mengiranya sedang bersedih.


Seketika suasana dalam mobil berubah menjadi ramai karena Andra menyetel lagu alamat palsu.


"Fa...selfi dulu yuk." Ajak Andra


"Yuk..."


Mereka berdua lalu melakukan selfi dengan ekspresi konyol.Siapa pun yang melihatnya pasti tertawa,ya...kecuali pria yang bernama Alexander Rozy Yudha.


Sekarang Rozy seperti sopir pribadi yang mengantar majikannya pulang.Wah...sungguh terlalu!


"Hmm...Rozy."


"Apa lagi Ifa????" Tanya Rozy berusaha sabar.


"Nggak ada Ifa cuma nyapa aja,Ifa takutnya Rozy kenapa-kenapa gitu."


Rozy lalu rem mendadak.Hal itu membuat tubuh Andra dan Ifa terdorong ke depan.Hampir saja kepala Ifa membentur jok mobil.


"Woii!!lo ngapain rem mendadak oon!!" Bentak Andra.


Rozy lalu menoleh ke belakang.


"Lo berdua kayak burung beo tau nggak?Ngoceh mulu dari tadi."


"Ifa seperti burung beo ya Rozy?" Tanya Ifa


"Hmm.."


Ifa lalu membuka pintu mobil Rozy.Hal tersebut membuat Andra maupun Rozy kebingungan.


"Lo ngapain fa?" Tanya Andra penasaran atas tingkah gadis itu barusan.


"Mau coba terbang,kata Rozy Ifa seperti burung beo kan?jadi Ifa bisa terbang dong." Jawab Ifa dengan polosnya.


Andra lalu tertawa terbahak-bahak sampai-sampai dia hampir tersedak.Okey..cukup lebay.Tapi,memang ucapan gadis tersebut sangat lucu!


Sedangkan Rozy hanya terdiam.Tak tau harus bereaksi seperti apa.Ini orang oon atau atau terlalu polos sih?


"Tutup lagi pintunya." Ucap Rozy kembali pada posisinya untuk menyetir.


Ifa lalu menutup pintu tersebut.Ifa juga merasa takut karena setelah itu Rozy tidak bicara lagi kepadanya.


Andra yang merasa hawa di sekitarnya berubah menjadi sesak berusaha untuk mencairkan suasana.


"Eheem..Fa mending lo tidur deh,nanti gue sama Rozy bangunin deh." Saran Andra.


"Tapi..Andra mendongeng dulu untuk Ifa!"


"Apa?lo ini udah gede fa!masa gue mendongeng untuk lo?"


"Tapi Ifa mau didongengin kalau nggak Ifa nangis nih."


"Ya udah deh,lo mau cerita apa?"


"Apa aja deh asal seru."


"Putri salju?aah..norak,aha...putri duyung?terlalu tua,gimana kalau Romeo dan Juliet?"


Andra lalu menoleh ke arah Ifa yang sudah tertidur.Sumpah Andra ingin memukul kepala gadis itu saat ini.Oh..jika dia melakukan itu,dipastikan dia akan dibunuh oleh Rozy.


Sedangkan Rozy tertawa melihat keadaan yang menimpa Andra saat ini.Namun,Andra tidak menyadarinya.


"Lo pindah depan." Ucap Rozy.


"Lo cemburu ya?kalau Ifa nantinya tidur terus nggak sengaja meluk gue??" Goda Andra.


"Nggak!gue cuma nggak mau disangka sopir."


"Huu..gengsi amat sih lo."


Setelah Andra pindah dan duduk di sampingnya.Rozy lalu kembali menyetir.


Kali ini,dia bisa menyetir dengan tenang,karena Andra maupun Ifa tidak ribut lagi.


Ifa sudah tidur,dan Andra beralih pada ponselnya.


Rozy lalu melirik kaca spion memastikan gadis itu aman.


"Lucu juga tuh si beo." Batin Rozy.


Rozy kembali merutuki dirinya sendiri.Mungkin Rozy benar benar harus di rukyah.


Sungguh dia sudah dibuat gila oleh gadis bernama Ifa tersebut.


☁☁☁


Pada pukul 8 malam,Ifa sampai di rumahnya.Ya..keadaan di rumahnya lebih sunyi dari biasanya,karena hari ini mama dan papanya sedang pergi ke luar kota.


Dia hanya di rumah bersama Nisa dan Arya.Untung Arya tidak bertanya banyak hal karena Ifa malas untuk bicara.Dia sangat mager.


Setelah bersih-bersih selama 15 menit,Ifa lalu beranjak menuju balkon di kamarnya.Tak lupa dia mengambil gitar kesayangannya.


Jujur Ifa belum mahir dalam bermain gitar.Dulu,dia sering meminta kakaknya untuk mengajarinya.Namun,karena tugas kuliah Arya yang semakin banyak,mau tak mau Ifa harus mengundurkan niatnya.


Ifa lalu memandang langit yang dihiasi bintang pada malam hari.Dia mulai memetik gitar dan melantunkan beberapa lirik lagu.


Ku tak percaya kau ada di sini


Menemaniku di saat dia pergi


Sungguh bahagia kau ada di sini


Menghapus semua sakit yang kurasa


Mungkinkah kau merasakan


Semua yang kurasakan


Ifa langsung membayangkan wajah Rozy.Tiba tiba pipinya panas.Dia yakin bahwa wajahnya sekarang berubah menjadi tomat.


Kusuka dirinya


Mungkin aku sayang


Namun apakah mungkin


Kau menjadi milikku


Ifa terus melantunkan lagu berharap cahaya bulan menyampaikan lagu tersebut kepada Rozy.


Kau pernah menjadi


Menjadi miliknya


Namun salahkah aku


Bila ku pendam rasa ini


"Iih tunggu dulu..Rozy itu kan masih single?" Tanya Ifa merutuki dirinya sendiri.


Dia lalu beranjak memasuki kamarnya yang bernuansa biru dan terbilang cukup simple.


Dia berbaring di atas ranjangnya,dan menggeser layar ponselnya.


Ifa lalu membuka ruang chatnya dengan Rozy.Jari jemarinya mulai mengetik sesuatu.


To:Rozy😘


Selamat malam Rozy❤


Ifa lalu melempar ponselnya ke sembarang tempat.Dia yakin Rozy tidak akan membalasnya.Namun,tiba tiba ponselnya..


Tingg


Jantung Ifa berdetak dengan kencang.Dia melihat notifikasi pesan dari Rozy.Tumben pria tersebut cepat membalas pesannya.


"Aduuh lihat tidak ya." Ucap Ifa dengan jantung yang hampir copot.


"Ya allah,ini cowok bikin Ifa lama kelamaan jantungan deh." Ucap Ifa sambil senyam-senyum.


Dia lalu bergegas membuka pesan tersebut.


From:0832XXXXX

__ADS_1


SELAMAT ANDA MENDAPATKAN UANG TUNAI SEBESAR SERATUS JUTA


"IFA SUMPAHIN NIH NOMOR DAPAT KUTUKAN!!!!" Teriak Ifa sambil melempar ponselnya ke atas ranjang.


__ADS_2