
"Di saat aku memutuskan untuk mencintaimu,maka aku juga memutuskan untuk selalu menjagamu."
☁☁☁
Andra menatap coklat di tangannya dengan penuh harap Rara akan menerima cintanya.Sebelumnya,Andra selalu memberi Rara setangkai bunga mawar,namun bunga tersebut selalu berakhir di tempat sampah.Walaupun sudah beribu-ribu kali ditolak,Andra tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati gadis pujaannya.
Sudah 15 menit Andra menunggu kedatangan Rara,namun gadis itu belum datang juga begitupun kedua temannya yang lain.Bahkan,Andra juga tidak mempedulikan tatapan aneh dari siswa lain di kelas tersebut padanya.Yang terpenting bagi Andra adalah perjuangan cintanya untuk Rara.
Sesekali Andra melirik ke arah pintu kelas untuk mengecek kedatangan Rara.Namun,gadis itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
Ting..
Andra mengecek ponselnya yang barusan berdering menandakan ada notifikasi masuk.
Kevin
Kamu dimana babang?dedeQ kesepian di kelas :"(
Andra memandang layar ponselnya dengan jijik karena membaca pesan dari Kevin.Kapankah teman yang satunya itu menjadi normal?
Mata Andra langsung berbinar saat wanita yang dinantikannya sedari tadi akhirnya memasuki kelas.Andra dengan segera merapikan seragam dan rambutnya agar terlihat tampan di mata Rara.
Sedangkan Rara langsung kaget saat melihat keberadaan Andra di kelasnya.Biasanya setiap pagi,Andra hanya menunggu dirinya di luar kelas.Dan sekarang,lelaki itu sudah berani menunggunya di dalam kelas tanpa ada rasa malu sedikitpun.Apa cinta akan membutakan seseorang seperti ini?
Dhea dan Putri yang saat itu berada di belakang Rara juga ikut kaget melihat Andra di kelas mereka.
"Ra...saran gue,mending lo ajak Andra keluar kelas deh,malu diliatin orang." Bisik Dhea.
Rara lalu mengangguk.
"Andra,lo ikut gue."
Rara lalu berbalik menuju keluar kelas.
Andra dengan hati yang senang mengikuti Rara yang berada di depannya.
"Semangat Andra!" Ucap Putri menyemangati Andra.
Andra lalu mengangkat jempolnya dengan semangat.Andra berharap kali ini Rara tidak akan menolak cintanya lagi.
Setibanya di depan kelas,Rara langsung memasang wajah datarnya kepada Andra.
"Ngapain sih lo pakai masuk segala ke kelas gue?emang kelas gue ini punya bokap lo ya?" Tanya Rara dengan perasaan kesal.
"Emang kelas punya buyut neng Rara ya?kok gue dilarang masuk?" Tanya Andra balik hingga membuat Rara mati kutu.
"Mau lo apa sih?" Tanya Rara sudah lelah menghadapi Andra.
Andra lalu tertawa sambil merapikan rambutnya hingga membuat Rara semakin kesal.
Bukannya menjawab,laki-laki itu justru tertawa.Apa ada yang lucu dengan pertanyaan Rara?
"Gue minta lo jawab pertanyaan gue bukan ketawa kayak kuntilanak gitu!" Bentak Rara.
"Begini neng Rara,menurut buku yang pernah gue baca,cinta itu harus butuh perjuangan,jadi...babang Andra akan memperjuangkan neng Rara demi kemerdekaan Cinta!" Jelas Andra dengan semangat membara.
Rara memutar bola matanya malas mendengar ucapan Andra yang menurutnya sungguh tidak ada manfaatnya.
"Capek gue ngomong sama lo."
Rara lalu masuk ke dalam kelas.Namun,tangannya ditahan oleh Andra sehingga niatnya untuk ke dalam kelas menjadi tertunda.
"Tunggu dulu neng Rara,gue ada pantun untuk neng Rara."
Rara lalu menghembuskan nafas secara perlahan supaya peredaran darah di otaknya menjadi lancar.
"Ke bulan membeli Barang antik,Barangnya habis dimakan kutu ,Hei neng Rara cantik,maukah kau jadi pacarku?"
"Oogaahhh!!!"
Rara ingin rasanya menendang Andra ke hutan Amazon saat ini agar dia tidak dapat melihat wajah laki-laki itu lagi.
Ya allah...kenapa nasib Rara harus seperti ini?
Tanpa mempedulikan Andra,Rara dengan segera melangkah masuk ke dalam kelas.Namun,sekali lagi Andra menahan tangan Rara.
"Tunggu dulu,terima dulu coklat dari gue,lalu lo boleh masuk." Ucap Andra sambil menyodorkan sebuah coklat kepada Rara.
Rara menatap coklat yang berada di tangan Andra.Tanpa pikir panjang,Rara mengambil coklat tersebut lalu secepatnya masuk ke dalam kelas.
Dia harus pergi secepatnya,jika dia masih berada di sana,maka dirinya akan semakin tertekan dan stres.
Andra yang melihat Rara menerima coklat pemberiannya seketika melongo.
"Kayaknya gue ada perkembangan nih,gue harus secepatnya memberi tahu Taufan dan Kevin."
Dengan hati yang sangat senang,Andra berlari menuju ke kelasnya untuk memberitahu berita bahagia tersebut.
Sedangkan Rara memasuki kelas dengan menghentakkan kakinya membuat semua orang menatapnya karena membuat suasana kelas menjadi ribut.
"Gimana?udah jadian dengan Andra?" Tanya Dhea yang sedang main ponsel.
Rara mencubit lengan Dhea dengan cukup kuat hingga membuat Dhea berteriak kesakitan dan langsung memukul tangan Rara.
Putri berusaha menahan tawanya melihat kelakuan dua sahabatnya itu yang seperti Tom and Jerry.
"Sakit anjay...kalau mau cubit itu bilang-bilang,jadi gue bisa langsung kabur." Ucap Dhea mengusap lengannya yang terkena cubitan mematikan Rara.
"Elo sih...bikin gue tambah kesal,ya kali gue jadian sama Andra." Ucap Rara sambil duduk di bangku miliknya.
"Awas kalau lo sampai jadian dengan Andra,lo harus traktir kita bakso." Tantang Dhea.
"Awas loh ra,nanti kena karma loh,mungkin sekarang lo tidak suka dengan Andra,tapi suatu saat nanti lo akan sadar kalau lo butuh dengan Andra." Nasehat Putri.
Rara lalu terdiam sejenak dan mencerna kata-kata Putri barusan.Apa yang dikatakan Putri itu memang benar.Bisa jadi suatu saat nanti,saat Andra sudah menyerah untuk memperjuangkan dirinya,dan pada saat itulah Rara sadar bahwa dirinya membutuhkan Andra.
Rara jadi teringat sesuatu.Dia lalu mengambil coklat dari Andra dari dalam saku roknya.
Dia lalu memandang coklat tersebut.Ada perasaan senang yang terselubung di lubuk hatinya yang paling dalam saat melihat coklat pemberian Andra tersebut.Laki-laki itu rela berkorban hanya untuk mendapatkan hatinya.
"Wah coklat dari siapa itu?"
Rara tersentak dari lamunannya dan langsung membuang pikirannya jauh-jauh tentang perasaanya kepada Andra.
"Dari Andra,lo mau?" Tawar Rara.
"Mau dong.....kebetulan gue lagi kepengen makan coklat." Ucap Dhea dengan senang hati.
Putri kemudian memukul lengan Dhea.
"Lo apaan sih,kan itu coklat buat Rara,ngapain lo yang makan Dheanda!" Omel Putri.
"Iih...tapi kan Raranya nggak mau,makanya gue yang makan Putri..."
"Udah nggak apa-apa,lo makan aja,lagian gue emang nggak suka coklat."
Dhea langsung mengambil coklat tersebut dari tangan Rara.Akhirnya,coklat yang selama ini dia nantikan akan masuk ke dalam lambungnya.
Begitu baiknya tuhan yang telah memberikan rezeki kepadanya pada pagi hari ini.
"Bagi dong.."
"Eh Putri,lo tadi marah-marah sama gue,sekarang lo juga minta coklat dari Andra,dasar..."
"Ya gue cuma menyampaikan opini dari otak gue."
Dhea lalu memberikan setengah potongan coklat tersebut kepada Putri.
Mereka berdua lalu menikmati coklat tersebut.Sedangkan Rara bergelut dengan pikirannya soal Andra.
Doaaaaarrrrrrrrr
Suasana kelas yang awalnya tenang,tentram,dan damai berubah menjadi berisik karena suara letusan petasan tersebut.
"Ya allah...siapa sih yang bermain petasan???" Geram Putri mencari siapa pelaku tersebut.
"Ini kan petasan perayaan,siapa yang ulang tahun?" Tanya Dhea sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.
Semua orang yang berada di kelas juga saling penasaran.Siapa yang telah membuat suasana kelas menjadi ribut seperti ini.
Beberapa menit,dari balik pintu kelas muncul seorang gadis yang memakai sepatu roda sambil meniup terompet kecil di mulutnya.
"IFA COMEBACK....." Teriak Ifa sambil menyeimbangkan dirinya agar tidak jatuh.
Ifa lalu melambaikan tangannya serta kembali meniup terompet kecil.
Putri,Dhea,maupun Rara langsung menutup wajah mereka melihat kelakuan sahabat mereka yang satu itu.
Mau ditaruh dimana wajah cantik mereka??karena kelakuan Ifa,mereka bertiga juga menanggung malu sebagai sahabat Ifa.
Ifa lalu memandang ketiga sahabatnya yang seperti mengacuhkan dirinya.
"Wahai ketiga sahabatku....Ifa kembali lagi...."
Ifa lalu menggerakkan sepatu rodanya ke arah ketiga temannya yang berada di sebelah barat.
Butuh beberapa detik,akhirnya Ifa sampai di tempat ketiga temannya itu.
"Eeh apa kalian tidak rindu kepada Ifa?Ifa kan sudah 1 minggu tidak masuk kelas."
Putri lalu mengambil nafas dalam-dalam berusaha sabar atas perilaku memalukan sahabatnya itu.
"Ngapain lo pakai sepatu roda??emang lo mau ngadain atraksi sepatu roda?dan terompet???" Tanya Putri ngegas.
"Ifa sudah satu minggu tidak masuk kelas,jadi kelas harus merayakan kedatangan Ifa kembali ke dalam kelas.Maka untuk itu,Ifa memakai sepatu roda dan meniup terompet." Jelas Ifa secara rinci.
"Apa hubungannya Ifa..." Ucap Dhea geram sekaligus menahan tawa.
Ifa hanya cengengesan dan setelah itu dia langsung melepas sepatu rodanya.
"Emang bu gendut nggak tau kalau lo pakai sepatu roda?" Tanya Rara penasaran.
Bagaimana tidak penasaran,bu gendut adalah guru yang sangat disiplin.
Setiap hari,di waktu pagi hari,dia akan mengelilingi sekolah hanya untuk mencari murid yang melanggar aturan,seperti memakai sepatu selain warna hitam putih,yang rambutnya panjang bagi yang laki-laki,dan lain-lain.
Dan selama ini,tidak ada yang bisa lolos dari pengawasan ketat dari Bu gendut.
Jika mereka ketahuan melanggar aturan sekolah,maka Bu gendut akan menghukum mereka dengan hukuman yang tidak terduga.
Dan pertanyaannya kenapa Ifa bisa lolos dari pengawasan Bu gendut?
"Lo apain Bu gendut?" Tanya Dhea ikut penasaran.
Semua orang di kelas tersebut penasaran atas jawaban Ifa.Mana tau setelah mendengar jawaban dari Ifa,semua orang bisa lolos dari serangan Bu gendut.
"Iih....Rara sama Dhea gimana sih,Ifa kan pakai sepatu roda di depan kelas bukan dari depan pagar sekolah."
Semua orang lalu bersorak kecewa atas jawaban dari Ifa.Mereka kira,Ifa sudah lolos dari benteng pertahanan Bu Gendut,ternyata tidak.
Ifa lalu memakai sepatu sekolahnya dan segera bergegas menuju ke luar kelas.
"Lo mau kemana lagi Ifa?" Tanya Putri.
Ifa lalu menatap Putri.
"Ke kelasnya pacar Ifa." Jawab Ifa sambil tersenyum.
"Hahahaha...emang siapa sih pacar Lo?" Tanya Rara tidak percaya.
"Ya Rozy...."
Hening...
Suasana kelas langsung berubah menjadi tenang saat Ifa menyebut pacarnya adalah Rozy.
Satu detik kemudian,semua orang di kelas tersebut tertawa termasuk ketiga teman Ifa.
"Ifa...gue tau Lo cinta banget sama Rozy,tapi nggak kayak gini juga." Ucap Rara sembari menahan tawa.
Semua orang tidak ada yang percaya atas ucapan yang Ifa katakan.Semua orang tau seberapa dinginnya Rozy,dan selama ini Rozy juga tidak pernah dekat dengan cewek manapun.
Selain itu,Rozy juga telah beberapa kali menolak Ifa.
Dan fakta bahwa Rozy pacaran dengan Ifa?ini sungguh berita yang sangat mencengangkan.
"Ya udah kalau kalian ga percaya."
"Ifa pastikan kalian akan menyesal karena sudah menertawakan Ifa."
Ifa lalu duduk di bangku miliknya sambil memasang wajah datar.
Mood paginya yang sangat baik seketika berubah menjadi hancur karena ulah teman satu kelasnya.
Dan Ifa pastikan bahwa semua temannya itu akan menyesal setelah mereka mengetahui fakta yang sesungguhnya.
Kita lihat saja nanti!
☁☁☁
Bel istirahat pun berbunyi,semua murid menghentikan aktivitas belajar mereka dan segera menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka agar energi tubuh mereka terisi.
Namun,ada beberapa murid yang sudah membawa bekal dari rumah sehingga mereka tidak perlu ke kantin lagi untuk membeli makanan.Selain itu,ada juga beberapa murid yang memilih untuk pergi ke perpustakaan untuk menambah wawasan mereka.
Seperti yang dilakukan Nabila saat ini,dia lebih memilih pergi ke perpustakaan daripada ke kantin atau sekedar merumpi di kelas.
Nabila bersama satu temannya pergi menuju perpustakaan sambil membawa satu buku di tangan mereka.
"Eh Nabila,lo bawa buku untuk apa?mencari tugas sejarah sama kayak gue?" Tanya Nasya,teman dekat Nabila.
"Gue mau belajar,akhir-akhir ini gue jarang belajar Fisika sya,sekarang gue mau membahas soal,agar gue lebih mengerti." Jawab Nabila.
Nasya lalu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan temannya itu.Otak Nabila selalu dipenuhi oleh rumus-rumus fisika yang banyaknya sungguh mencengangkan.
Tapi kali ini,di otak Nabila bukan hanya berisi rumus Fisika,tetapi ada seorang laki-laki yang memenuhi otak temannya itu.
"Bilang aja lo mau mencari kak Rozy kan,ciee..." Goda Nasya sambil menyenggol lengan Nabila.
"Apaan sih..." Ucap Nabila sambil menyembunyikan pipinya yang sudah merona.
"Tuh kan,lo ketahuan suka sama kak Rozy.."
"Nggak,kak Rozy itu sudah punya pacar..."
Nasya lalu menghentikan langkahnya lalu menatap Nabila dengan tatapan tidak percaya.
Setau Nasya,Rozy itu adalah pria yang sangat dingin dan tidak ada satupun perempuan yang dekat dengannya.
Dan Rozy punya pacar?itu adalah berita yang sangat langka.
"Emang cewek mana sih yang tahan sama kak Rozy?" Ucap Nasya disertai kekehan.
Saat mereka berdua sampai di perpustakaan,secara tak sengaja mereka melihat Rozy sedang fokus dengan buku di hadapannya.
"Panjang tuh umur calon pacar lo Nabila." Goda Nasya sekali lagi.
"Ih kan sudah gue bilang kalau kak Rozy itu udah ada yang punya." Ucap Nabila.
Nasya lalu mengangkat bahunya acuh.
"Gue mau cari buku sejarah dulu,lo pergi sana temui kak Rozy yang tampan tapi dinginnya minta ampun."
Nasya lalu pergi secepatnya sebelum dia kena semprot oleh ocehan Nabila.
Setelah Nasya pergi,Nabila dengan ragu pergi menuju ke tempat Rozy berada.
"Ehemmm kak Rozy."
Rozy tersentak kaget saat Nabila menyapa dirinya.
"Hai.." Sapa Rozy balik lalu dia kembali fokus kepada buku di hadapannya.
"Anu kak,Nabila boleh duduk di sini?" Tanya Nabila ragu.
"Boleh." Jawab Rozy singkat.
Nabila lalu duduk di hadapan Rozy sambil membuka buku yang sedari tadi dia bawa.
Ada perasaan gugup bercampur senang di hati Nabila saat ini.Gugup saat berhadapan dengan orang yang dia suka dan senang karena bisa duduk dengan Rozy.
"Kak...anu...Nabila boleh belajar sama kakak?" Tanya Nabila gugup.
Rozy seketika menghentikan aktivitas nya dan beralih menatap Nabila hingga membuat gadis itu bertambah gugup.
"Gue kan nggak pernah larang lo buat belajar sama gue." Jawab Rozy sedikit heran dengan tingkah Nabila saat ini.
"Ta...tapi kak,nanti Nabila takut kak Ifa marah." Jawab Nabila sedikit takut.
"Kalau Ifa,jangan lo pikirin,dia itu emang suka begitu..cemburuan nggak jelas." Ucap Rozy santai.
Nabila lalu memainkan kuku-kukunya menahan perasaan gugup yang menyelimuti dirinya.
Selain itu,detak jantungnya juga berdetak secara cepat saat Rozy menatap ataupun bicara dengannya.
__ADS_1
"Kak...Nabila boleh nanya?"
"Hmm..."
"Kak Rozy dengan kak Ifa sudah jadian ya?"
Rozy seketika terdiam mendengar pertanyaan dari Nabila.Dia kemudian menutup bukunya dan kembali menatap Nabila.
"Kalau soal itu,gue nggak bisa jawab karena itu urusan pribadi antara gue dan Ifa,maaf."
Rozy lalu bangkit dan melangkah menuju pintu keluar perpustakaan.
Jujur,hati Nabila sangat sesak saat ini.Dari jawaban Rozy barusan,Nabila seratus persen yakin mereka sudah resmi berpacaran.
"Kalau ada yang sayang sama kak Rozy selain kak Ifa gimana?"
Langkah Rozy terhenti mendengar pertanyaan dari Nabila.
Dia tidak menyangka Nabila akan bertanya hal semacam itu kepadanya.
"Gue nggak masalah,siapapun suka atau sayang sama gue,itu juga hak mereka.Tapi yang terpenting bagi gue,dia yang ada di hati gue sekarang,dan gue nggak rela jika dia sampai tersakiti oleh siapa pun termasuk diri gue sendiri."
Setelah mengatakan itu,Rozy kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
Mungkin jawaban darinya barusan begitu menyakitkan untuk Nabila.Karena dari pertanyaan Nabila,Rozy bisa nilai kalau adik kelasnya itu juga menyukai dirinya sama seperti Ifa.
Tapi mau bagaimana lagi,di hati Rozy sekarang hanya ada satu nama yang harus dia jaga.
Sedangkan Nabila,dia seketika mematung mendengar ucapan Rozy barusan yang secara tidak langsung telah menolak dirinya.
Dan dari jawaban Rozy,dapat dipastikan bahwa pria itu begitu menyayangi Ifa.
Tanpa dia sadari,setetes air mata keluar begitu saja dari matanya.
Hatinya sungguh sangat sakit menerima kenyataan pahit kalau Rozy mencintai perempuan lain.
"Kenapa hati aku sesak kak?kenapa?"
"Aku sayang sama kak Rozy,sungguh kak.."
Nabila secepatnya menghapus air matanya sebelum semua orang melihatnya menangis.
"Lo kenapa?"
Nabila tersentak kaget sambil mengelus dadanya.Hampir saja dia jantungan karna ulah temannya ini.
"Nggak,gue lagi baca buku."
"Lo habis nangis ya?" Tanya Nasya curiga karena mata Nabila sedikit memerah.
"Nggak gue tadi kelilipan aja." Alibi Nabila.
"Ah lo jangan bohong deh,gue itu tau lo Nabila...pasti kak Rozy habis bilang sesuatu kan sama lo?"
Karena tak tahan lagi,Nabila langsung memeluk Nasya lalu menangis karena sesak di dadanya.
"Hiks....Nasya kenapa gue mesti sayang sama orang yang sama sekali tidak pernah peduli sama perasaan gue."
Nasya lalu mengelus punggung temannya itu agar Nabila semakin tenang.
"Lo jangan bilang begitu...ingat kondisi lo Nabila..."
Nabila kemudian mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Nggak apa-apa sya,gue ini kan kuat." Ucap Nabila sambil tersenyum dan Nasya tau itu adalah senyum palsu.
Nasya lalu menepuk bahu Nabila ikut tersenyum.
Nasya merasa kasihan melihat penderitaan Nabila.Baik itu fisik,ataupun batin dan Nasya tidak tahan melihat keadaan Nabila yang seperti itu.
"Gue akan selalu melindungi lo Nabila,lo sahabat gue dari kecil dan gue akan selalu berada di samping lo." Ucap Nasya tulus.
Nabila kembali tersenyum.Dia lalu memeluk teman terbaiknya itu.
"Makasih Nasya."
"Udah lo jangan nangis lagi."
Nabila lalu mengangguk.Dia beruntung memiliki sahabat seperti Nasya yang selalu ada untuknya di saat senang maupun susah.
Nasya adalah sahabat terbaik yang Nabila punya.
Setelah Nabila merasa tenang,Nasya lalu mengajaknya untuk keluar dari perpustakaan.
"Lo harus makan,kita ke kantin sekarang,lo jangan menolak Nabila,kalau lo menolak gue akan masukin lo ke tong sampah." Omel Nasya seperti emak-emak.
"Siaaap boss."
Mereka berdua lalu melangkah menuju kantin.Setidaknya sekarang Nabila tidak sedih lagi.
Tapi,Nasya dapat merasakan bahwa Nabila sedang memendam kesedihannya dari Nasya.
Nabila adalah tipe orang tertutup.Dia tidak suka berbagi masalahnya dengan orang lain baik itu dengan teman dekatnya ataupun keluarganya.
Nabila selalu berpikir,jika dia membagikan masalahnya dengan orang lain,maka itu akan menjadi beban tersendiri baginya.
Dia takut akan merepotkan orang lain atas masalah yang sedang dia hadapi saat ini.
Nasya juga tau,batin Nabila saat ini sedang menjerit.
Kenyataan bahwa orang yang kita cintai,tidak mencintai kita itu adalah kenyataan yang sungguh menyakitkan.
Tapi,kita bisa apa?karena perasaan itu juga tidak bisa dipaksa.
Tapi,Nasya sudah berjanji pada Nabila untuk selalu ada di sampingnya dan akan selalu menjaga sahabatnya itu
Karena sahabat itu sangat berharga sama seperti keluarga.
Dan Nabila sudah Nasya anggap seperti saudaranya sendiri.
Dan apapun yang membuat Nabila sakit,maka Nasya tidak akan tinggal diam.
Dia akan selalu menjaga Nabila dan membuat Nabila selalu bahagia.
Ya...itu janji Nasya sebagai sahabat Nabila.
☁☁☁
Renang adalah salah satu olahraga aquatik yang banyak digemari oleh orang,ya kecuali orang yang tidak bisa berenang.
Renang selain berfungsi untuk menurunkan berat badan juga baik untuk kesehatan jantung dan baik bagi penderita asma.
Jadi,untuk itu SMA Garuda Bangsa hari ini akan mengadakan jadwal olahraga renang.
Jadwal tersebut sudah diatur oleh pihak sekolah.Ada 3 kelas untuk setiap harinya secara bergantian untuk melakukan olahraga renang tersebut.
Tapi,olahraga renang ini hanya dijadwalkan untuk kelas 11 dan 10 karena kelas 12 sedang fokus untuk mempersiapkan diri menuju Ujian Nasional.
Dan entah itu cuman kebetulan atau apa,kelas Rozy dan Ifa dijadwalkan hari ini untuk melaksanakan olahraga renang.
Biasanya Ifa akan senang jika olahraga serentak dengan kelas Rozy.Namun,kali ini Ifa sungguh tidak bersemangat untuk olahraga karena dia tidak bisa berenang.
Ada alasan kenapa gadis itu tidak bisa berenang sampai saat ini.Yang pertama adalah nafas gadis itu tidak cukup panjang untuk bisa berada di dalam air.Dan yang kedua,ini adalah alasan yang paling utama yaitu gadis itu memiliki trauma terhadap air.
Dulu,Ifa sempat hampir tenggelam di usianya yang masih 7 tahun.Karena itulah dirinya cukup sulit untuk bisa belajar berenang karena kejadian dia hampir tenggelam itu terbayang dipikirannya.
"Kenapa sih kita itu harus gabung sama kelas si Andra." Oceh Rara tidak terima atas jadwal tersebut.
"Heleeeh,dalam hati padahal lo udah klepek-klepek bisa gabung sama Andra." Ejek Dhea hingga membuat Rara sedikit kesal.
Dhea ini selalu membuat Rara kesal atas perkataannya dan selalu menggodanya dengan Andra.
"Kalau Ifa sih senang gabung sama Rozy tapi Ifa nggak suka berenang." Curhat Ifa.
"Gue ada ide fa,lo pura-pura tenggelam aja mana tau Rozy langsung nolongin lo." Saran Rara.
"Iya untung kalau Rozy nolongin kalau nggak,ya mati dong lo." Ucap Dhea lalu tertawa bersama Rara.
"Iiih kalian jahat banget sih!!!" Ifa cukup kesal lalu memukul kedua temannya itu.
Putri hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari ketiga temannya itu.
"Wah kayaknya Andra sama Rara,Rozy sama Ifa,dan Taufan sama Putri nih...." Ucap Dhea sambil melirik Putri.
"Dan lo sama si Kevin." Ucap Putri balik membuat Dhea termakan omongannya sendiri.
"Jadi Dhea bisa dapat stok deodorant setiap hari..." Ucap Ifa sehingga Putri dan Rara tertawa.
"Lo mantap juga fa..." Ucap Rara sambil memegangi perutnya sakit karena tertawa berlebihan.
Awalnya dia yang membully teman-temannya dan sekarang malah dia yang terbully.
Sungguh Dhea yang malang!
Setelah selesai mengganti baju,mereka berempat lalu keluar dari ruang ganti menuju kolam renang.
Di sana sudah banyak orang yang sudah tidak sabar ingin berenang dan sedang menunggu kedatangan guru pembimbing mereka,yaitu Pak Heru.
Dan dari kejauhan Andra melambaikan tangannya pada Rara dan Kevin yang sedang menggaruk kepalanya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Dhea.
"Eh Ifa,itu bukannya kelas 10 mipa 1 ya.." Ucap Dhea menyenggol lengan Ifa sambil menunjuk ke arah gerombolan kelas tersebut.
"Emang kenapa sih?" Tanya Rara
"Lo nggak tau?kalau kelas itu kelasnya si Nabila,saingan Ifa itu loh." Jelas Dhea dengan menekankan kata saingan.
"Awas aja kalau dia kegatelan sama Rozy." Ancam Ifa sambil mengeluarkan tinjunya.
"Nabila nggak mungkin gitu kali fa,dia itu baik." Ucap Putri membela Nabila dan membuat Ifa kesal.
"Teman Putri itu Ifa atau Nabila sih?" Tanya Ifa tidak terima Putri membela Nabila.
Sejak kejadian saat kemping waktu itu tepatnya saat Rozy menggendong Nabila,Ifa semakin tidak menyukai Nabila.
Bukan karena Ifa membenci Nabila,namun dengan melihat Nabila kejadian pahit itu seakan berputar di memori Ifa.
"Lo sih Dhea jadi kompor aja." Ucap Rara menyalahkan Dhea.
"Apaan sih lo,gue kena melulu." Kesal Dhea melipat kedua tangannya di depan dada.
Phiiiiittttt...
Peluit pak Heru lalu berbunyi,menandakan bahwa semua siswa yang berada di kolam tersebut untuk berbaris menurut kelas masing-masing.
"Oke murid-murid ku semua,hari ini kita akan berlatih bagaimana cara berenang yang benar sesuai dengan aturan." Ucap Pak Heru memulai kelas renang tersebut.
"Ya iyalah pak kita berenang,emang kita ke sini mau cuci ******...." Ucap Kevin sehingga semua orang bersorak.
"Hei kamu....saya di sini serius,jadi kalau kamu masih bercanda mending keluar dari kelas saya."
Kevin lalu dengan santai berjalan menuju ke tempat pak Heru berdiri.
"Aduh...bapak,hidup itu jangan terlalu dibawa serius dong pak,nanti tekanan darah bapak naik dan itu tidak baik untuk kesehatan bapak." Ucap Kevin sambil menepuk pundak Pak Heru dengan beraninya.
Pak Heru berusaha menahan emosinya menghadapi muridnya yang satu ini.
Taufan dengan secepat kilat menarik Kevin untuk kembali ke barisannya semula sebelum semuanya tambah kacau karena ulah Kevin.
"Kalau lo berulah lagi,gue buang lo ke kolam piranha." Bisik Taufan.
"Ampun babang,buang aja aku ke kolam hati Dhea." Ucap Kevin dengan keras membuat semua orang tertawa.
Dhea sungguh sangat malu saat ini karena semua teman sekelasnya menatapnya sambil tertawa.
"Kenapa sih,si Kevin itu?bikin gue malu aja." Ucap Dhea kesal dengan wajahnya yang memerah karena malu.
"Tapi dia berani loh sama pak Heru,salut gue sama calon suami lo Dhea." Ucap Putri menggoda Dhea.
"Calon suami,bapak kau..." Puncak emosi Dhea sekarang sudah di ubun-ubun.
Di saat ketiga temannya sedang berdebat soal hubungan Dhea dan Kevin,Ifa malah sibuk mencari dimana keberadaan Rozy.
Dia juga tidak melihat Nabila berada di sana.
Apa jangan-jangan Rozy diam-diam berselingkuh di belakang Ifa?
Drrtttt
Ponsel Ifa seketika bergetar.
"Isshh Ifa lupa lagi masukin ponsel ke dalam tas."
Ifa lalu menyalakan ponselnya dan mengecek notifikasi yang masuk.
From: My Kutub Es 💕
Temui aku di kolam ketiga.
Ifa langsung membelalakkan matanya membaca pesan dari Rozy.
Dengan hati gembira,Ifa langsung berlari ke belakang meninggalkan barisannya.
"Lo mau kemana?" Tanya Rara bingung.
"Ketemu Rozy."
Ifa dengan secepat kilat berlari menuju kolam ketiga yang berada di ujung kolam renang di sekolahnya.
Kolam tersebut adalah kolam yang paling dalam di antara kolam yang lainnya.
Dan guru olahraga pun sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menyuruh murid-murid mereka untuk berenang di sana.
Selang beberapa waktu,Ifa sampai di kolam tersebut.Namun, Kenyataannya tidak ada Rozy di sana.
"Rozy dimana ya?"
Ifa lalu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru,namun Rozy memang tidak ada di sana.
Bruuugg...
"Aaaaa........"
Seseorang mendorong Ifa sehingga gadis itu masuk ke dalam kolam yang dalam tersebut.
"Tolong!!!!"
Ifa berusaha agar dirinya bisa tenang di dalam air.Namun,dia tidak bisa.
Dia belum bisa mengapung di air dan nafasnya pun juga pendek.
Kejadian saat usianya masih 7 tahun pun seketika berputar di memorinya.Kejadian dimana dirinya hampir tenggelam membuat Ifa semakin lemas.
Pandangan Ifa mulai gelap dan dadanya bertambah sesak.
"Kak Ifa!!!"
Ifa merasa familiar dengan suara tersebut.Dia lalu mengingat-ingat siapa pemilik suara tersebut.
Ya dia ingat sekarang,dia adalah Nabila.
"Nabila...tolong..."
Nabila langsung panik saat melihat Ifa tidak bisa menenangkan dirinya di kolam tersebut.
"Kak Ifa tenang dulu di sana,Nabila cari bantuan dulu."
Nabila dengan sekuat tenaga,berlari menuju kolam tempat pak Heru berada.
Karena tidak tahan lagi,Ifa pasrah dirinya akan tenggelam di kolam renang sekolahnya sendiri.
Dada Ifa semakin sesak dan pandangannya semakin gelap dan akhirnya dia menutup matanya.
Namun, sebelum kesadarannya hilang,Ifa dapat merasakan seseorang menarik tubuhnya.
Dan hati Ifa berkata bahwa itu adalah Rozy.Setelah itu,kesadaran gadis itu hilang.
Rozy dengan cepat membawa gadis itu sampai ke atas kolam.Setelah sampai di atas,Rozy langsung memeluk tubuh gadis itu yang sangat dingin.
"Fa...bangun..." Bisik Rozy lembut.
Rozy semakin mempererat pelukannya agar tubuh gadis itu menghangat.
Namun,satu hal yang Rozy lupa.Dirinya juga dalam keadaan basah dan jika dia memeluk Ifa,itu tidak akan membantu sama sekali.
Semua orang yang berada di sana langsung panik melihat Ifa yang sudah tidak sadarkan diri.
"Astaghfirullah Ifa..." Histeris Rara.
Ketiga teman Ifa beserta Taufan langsung berlari mendekati Rozy yang sedang memeluk Ifa.
"Kevin,lo lihat nggak si Rozy peluk Ifa?" Bisik Andra.
"Dedek tidak menyangkan babang Ozy ternyata sangat romantis." Ucap Kevin dengan mulut terganga.
__ADS_1
"Rozy...Ifa kenapa???" Tanya Putri cemas melihat Ifa yang sudah pucat.
"Gue juga nggak tau." Jawab Rozy panik.
Pak Heru langsung masuk ke kerumunan para siswa yang melihat keadaan Ifa.
"Cepat bawa dia ke UKS." Teriak pak Heru.
Rozy dengan cepat menggendong tubuh gadis itu menuju ke UKS.
Hati Rozy semakin tidak tenang saat melihat bibir gadisnya semakin pucat.
"Fa...gue mohon lo bertahan ya.." Ucap Rozy dengan lembut.
Sesampai di UKS,Rozy langsung membaringkan tubuh Ifa di ranjang UKS.
"Cepat panggil dokter Marcel..." Teriak Rozy kepada petugas UKS yang berada di sana.
Petugas UKS pun langsung bergegas ke ruangan dokter Marcel.
Rozy lalu mengelus rambut Ifa yang basah.
"Lo jangan bikin gue takut.." Ucap Rozy lembut lalu mengecup kening Ifa sekilas.
Selang beberapa menit,Dokter Marcel datang dan langsung memeriksa kondisi Ifa.
Dia lalu menyuruh Rozy untuk menunggu Ifa di luar.
Rozy yang masih memakai seragam sekolah yang basah terlihat cukup frustasi melihat kondisi Ifa.
Taufan dan Putri tiba di UKS dan melihat Rozy yang sedang duduk dengan pandangan kosong.
"Rozy,Ifa baik-baik saja kan?" Tanya Putri ketakutan.
"Gimana Ifa?" Tanya Taufan ikut cemas dengan keadaan Ifa.
"Dia lagi diperiksa." Jawab Rozy datar.
Mereka bertiga lalu menunggu dokter marcel memeriksa keadaan Ifa.
Putri sangat cemas dengan keadaan Ifa,dia tau kalau gadis gila itu tidak bisa berenang dan bahkan dia takut jika berada di kolam renang karena traumanya itu.
"Put...lo tenang ya,Ifa akan baik-baik saja kok." Ucap Taufan berusaha menenangkan Putri.
Putri lalu mengangguk.
Dia yakin kalau Ifa akan baik-baik saja.
Karena gadis itu sangat kuat.Hati Rozy yang sekuat baja bisa dia hancurkan apalagi traumanya tersebut.
15 menit kemudian,dokter Marcel keluar dari ruangan UKS.
"Gimana keadaannya dok?" Tanya Rozy tidak sabaran.
"Dia sekarang baik-baik saja,dia hanya mengalami trauma karena itu dia pingsan.Dan ya..jangan lupa untuk memberi dia air putih hangat saat sadar nanti."
Dokter Marcel lalu pergi meninggalkan mereka bertiga di luar UKS.
Saat Putri dan Taufan ingin masuk,Rozy langsung menahan keduanya.
"Gue mau bertemu Ifa sendirian,jadi gue boleh minta tolong agar kalian menjenguknya nanti?" Pinta Rozy.
"Tapi Rozy..."
"Oke...kami akan menjenguknya nanti." Taufan langsung memotong perkataan Putri.
Rozy lalu tersenyum dan langsung masuk ke dalam UKS.
Taufan lalu menatap Putri yang sedang menatapnya juga dengan penuh tanda tanya.
Jujur,Putri tidak setuju dengan permintaan Rozy karena dirinya sangat cemas terhadap kondisi Ifa.
Tapi Rozy dengan seenaknya menyuruh dirinya untuk menjenguk sahabatnya nanti.
Taufan lalu menarik tangan Putri untuk menjauh dari UKS.
"Kenapa sih lo setuju aja?"
"Lo nggak peka?Itu kode dari Rozy supaya dia bisa berduaan dengan Ifa."
Langkah Putri langsung terhenti mendengar ucapan Taufan barusan.Kode dari Rozy?yang benar saja.
"Rozy sepertinya sudah jadian dengan Ifa." Jelas Taufan agar Putri tidak penasaran.
Jujur,Putri sangat kaget mendengarnya.Jadi,apa yang dikatakan Ifa tadi pagi itu benar?
"Lo nggak sakit hati?" Tanya Putri.
"Ya nggaklah,asal sahabat gue bahagia dan orang yang gue sayang bahagia..gue ikut bahagia."
Putri lalu menepuk pundak Taufan.
"Suatu saat lo bakal dapat yang lebih." Ucap Putri memberi semangat.
Mereka berdua lalu melangkah kembali ke kolam renang meninggalkan kesunyian di lorong UKS tersebut.
☁☁☁
20 menit berlalu,dan akhirnya Ifa sadar dari pingsannya membuat Rozy bernafas lega.
Rozy lalu mengambil air putih hangat dan memberikannya pada Ifa.
Kejadian ini,persis saat gadis itu pingsan saat berlari mengejar Rozy sampai jidatnya berdarah.
Tapi,bedanya kali ini Rozy dengan sepenuh hati merawat gadis itu,tidak seperti kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Lo jangan pingsan lagi,gue nggak mau kalau sampai terjadi sesuatu sama lo." Omel Rozy.
"Iya cerewet..."
Rozy lalu menarik pipi Ifa sehingga gadis itu mencerit kesakitan.
"Rozy...Ifa itu habis pingsan kok malah ditarik sih..nanti pipi Ifa menjadi tidak santuy lagi."
"Gue itu bukan cerewet,tapi gue nggak mau lo kenapa-napa."
Ifa lalu tersenyum bahagia karena Rozy begitu perhatian kepada dirinya.
Ternyata di balik sifat dingin Rozy,ada kehangatan sendiri dari pria tersebut hingga mampu membuat siapa pun meleleh.
"Rozy,tadi itu Rozy kan yang gendong Ifa?"
"Bukan,gue tadi itu nyeret lo pakai karung."
"Kok Rozy kejam sih???"
Ifa lalu memalingkan wajahnya kesal atas perkataan Rozy barusan.Bisa-bisanya pria itu menyeretnya dengan karung.
Emang dia ini apa?
Baru aja terbang ke angkasa raya,eh dihempaskan langsung oleh Rozy.
"Nanti aja ngambeknya,lo makan dulu." Ucap Rozy sambil mengeluarkan nasi goreng yang dia beli di kantin.
"Ifa nggak mau.."
"Jadi,lo mau apa?mau gue tinggalin?"
Ifa lalu mengecutkan bibirnya kesal atas perkataan Rozy.
"Rozy kapan romantis sih?kapan Rozy bisa seperti Dylan di film melodylan?"
"Kapan Rozy manggil Ifa sayang?"
"Sebenarnya Ifa ini pacar Rozy atau bukan sih?"
Rozy lalu meletakkan nasi goreng di atas meja.Dia lalu duduk di ujung ranjang UKS sambil menatap Ifa.
"Kenapa menatap Ifa?tatap aja cicak di dinding."
Tanpa aba-aba,Rozy langsung menarik Ifa ke dalam pelukannya dan itu nyaris membuat detak jantung Ifa berdetak kencang.
"Lo adalah pacar gue,satu-satunya pacar gue."
Ifa lalu membalas pelukan Rozy dan tersenyum manis.
"Lo pernah bilang kalau Salma punya Nathan,Wulan punya Roman dan Milea punya Dilan kan?"
Ifa lalu mengangguk.
"Dan sekarang lo punya gue,Ifa punya Rozy."
Hati Ifa sangat bahagia saat ini.Rasanya ratusan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya.
"Di saat gue memutuskan untuk mencintai lo..."
"Di saat itu juga gue memutuskan untuk menjaga lo fa."
Ifa sungguh terharu mendengar ucapan Rozy.Apa iya pria yang sedang memeluknya itu adalah Rozy?atau tidak?
Kenapa Rozy mendadak berubah menjadi pria hangat seperti ini?
Rozy melepaskan pelukannya dan beralih menatap wajah gadis di hadapannya tersebut.
"Rozy jangan menatap Ifa gitu dong,Ifa kan jadi deg-degan." Ucap Ifa menyembunyikan pipinya yang mulai merona.
"Gue suka."
"Hah?"
"Gue suka lihat wajah lo,cantik."
Ifa semakin salah tingkah dan rasanya suhu tubuh Ifa memanas.
"Rozy...Ifa mau tanya deh,waktu di ruang musik,Rozy pernah bilang je t'aime pada Ifa, je t'aime itu apa sih artinya?"
"Lo mau tau?"
Ifa mengangguk semangat.
Rozy kemudian tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Ifa sehingga jarak di antara mereka sangat dekat.
"I love you,sayang..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.