
Lo adalah langit senja bagi gue..keindahan lo nggak mampu buat gue berpaling
--Rafly Alvian--
☁☁☁
"Rafly...mau bawa Ifa kemana?"
"Maaf fa,sebelumnya gue nggak kasih tau lo,tapi gue mau nunjukin sesuatu sama lo."
Ifa lalu berpikir sejenak.
Kemana pria yang telah berstatus mantannya itu akan membawanya.
Ifa lalu memperhatikan sekitarnya.Sepertinya,dia tidak asing dengan tempat tersebut.
"Ini tempat yang sangat berarti bagi gue fa." Ucap Rafly menatap Ifa.
Ifa lalu memperhatikan taman yang berada di hadapannya.
Taman yang sangat indah...
Taman yang dipenuhi bunga-bunga yang indah dan berwarna-warni.
Taman yang sangat sejuk dan asri.Di sana terdapat 2 ayunan yang terlihat cukup tua.
Ifa lalu teringat sesuatu...
Ayunan itu...ya ayunan itu memiliki banyak kenangan tentang dirinya,Rafly,dan Ikbal..
Tidak terasa mata Ifa mulai memanas.Bayangan masa lalu kembali menghantui pikirannya.
Rafly lalu mengajak Ifa untuk pergi ke tempat ayunan yang cukup tua tersebut.
"Coba deh lo duduk fa."
Ifa lalu menuruti perkataan Rafly.Ifa pun duduk di atas ayunan tersebut.
Rafly lalu mendorong ayunan tersebut.
"Lo senang kan?"
"Iya...Raf...Ifa senang."
Ifa seketika tertawa lepas.Dia sangat rindu bermain ayunan ini bersama Rafly dan Ikbal.
Sejak kecil,mereka selalu ke taman ini hanya sekedar untuk bermain ayunan.
Setelah puas bermain ayunan,Rafly mengajak Ifa duduk di tengah deretan bunga yang sedang bermekaran.
"Fa...lo ingat nggak waktu kecil,gue selalu bikinin lo mahkota dari bunga?" Tanya Rafly sambil mengambil beberapa bunga.
"Iya Rafly...Ifa ingat...dan bunga buatan Rafly selalu Ifa ejek jelek?ya kan?" Ucap Ifa sambil tersenyum.
Rafly lalu ikut tersenyum.Dia lalu memakaikan mahkota bunga yang telah dibuatnya ke kepala Ifa.
"Sejak kapan Rafly buat mahkota bunga ini?"
"Sejak lo asik mengenang masa lalu."
Masa lalu?
Seketika suasana hati Ifa menjadi berubah.Pria yang sedang bersamanya sekarang bukan hanya sahabat masa kecilnya tapi juga mantannya.
"Maaf fa...gue buat lo jadi sedih."
"Nggak Raf..Ifa hanya.."
Rafly lalu tersenyum.
Angin berhembus menerpa wajah gadis di depannya itu.Rafly lalu menyelipkan rambut Ifa ke belakang telinganya.
Dia lalu mengambil bunga dan meletakkan nya di sana.
"Lo masih cantik sama seperti Ifa yang dulu."
"Anu..Rafly...Ifa.."
"Fa...gue tau lo masih marah sama gue atas sikap gue selama ini ke lo."
"Gue sadar fa,kalau gue bukanlah orang baik untuk lo." Ucap Rafly menatap Ifa dengan tatapan yang memancarkan kesedihan.
Rafly lalu menggenggam tangan Ifa dan kembali menatap gadis itu.
"Fa...gue ini hanya cowok nakal yang mencintai gadis baik seperti lo,gue ini cuma cowok yang tidak mempunyai banyak kelebihan yang mencintai gadis seperti lo...tapi fa,cinta gue ke lo sangat tulus fa."
"Raf...kenapa waktu itu Rafly mutusin Ifa tanpa sebab??kenapa Rafly nggak dengerin penjelasan Ifa?" Tanya Ifa mulai mengeluarkan air mata.
"Maafin gue fa.."
"Gue mutusin lo,karena gue nggak pantas untuk lo,gue ini hanya cowok brengsek yang hobi berkelahi fa."
"Dan nyatanya gue nggak akan pernah bikin lo bahagia."
Ifa lalu mengusap wajah Rafly.Dia lalu tersenyum.Namun,air matanya terus mengalir.
"Jangan pernah bilang begitu,Ifa nggak suka."
Rafly lalu memeluk Ifa.Dia menumpahkan segala kesedihan yang dipendamnya.
Jujur,dia tidak bisa melupakan gadis itu.Gadis yang sangat berarti baginya.
"Maafin gue,karena gue nggak bisa bahagiain lo fa." Ucap Rafly mempererat pelukannya.
"Shttt,Rafly itu udah bikin Ifa bahagia,sangat Rafly...."
Rafly lalu melepas pelukannya.Dia lalu menghapus air mata di pipi Ifa.
"Gue hanya ingin satu fa..."
"Gue hanya ingin lo bahagia..karena kebahagiaan lo itu yang penting bagi gue...gue sangat mencintai lo..sangat fa.."
"Lo wanita terpenting dalam hidup gue setelah mama gue."
Ifa kembali menangis mendengar perkataan Rafly.Ifa lalu memeluk pria itu.
"Rafly...maafin Ifa selama ini sudah salah sangka sama Rafly.."
"Hiks..apalagi waktu di Mall itu..."
"Hiks..maafin..Ifa.."
Rafly lalu membalas pelukan Ifa.Dia lalu mengecup puncak kepala Ifa.
"Gue selalu maafin kesalahan lo fa."
Ifa lalu tersenyum bahagia.
Sekarang sahabat masa kecilnya telah kembali.
☁☁☁
Andra mengecek ponselnya beberapa kali.Dia lalu mengetik sesuatu.
Perkumpulan Cogan😎
Andra:Woi kalian dimana sih?
Andra:cepetan woi!
Taufan:sebentar kenapa sih?gue mau
OTW nih..
Andra:gaya lo OTW...tapi nggak
Pernah sampai.
Rozy: gue lagi di jalan.
Kevin:gue lagi jemur ****** gue.
Andra: gue bunuh lo lama-lama vin..
Rozy: -_-
Andra:woi gue udah di kafe 15 menit
Nih kampret!!?
Andra lalu melempar ponselnya begitu saja di atas meja.
Ketiga temannya itu selalu tidak tepat waktu.Katanya lagi di jalan,eh nggak sampai-sampai.
Andra lalu menyeruput cappucino miliknya.Matanya tak sengaja menemukan gadis gila yang selalu mengganggu Rozy bersama dengan seorang pria.
"Ifa!!" Ucap Andra berusaha tidak berteriak.
Andra lalu memperhatikan dua orang tersebut dengan menutup wajahnya dengan koran di sampingnya.
"Kangen gue makan lagi sama lo."
"Rafly apaan sih.." Ucap Ifa mencubit tangan Rafly.
Pria itu terus saja menggombali Ifa sedari tadi.
"Hehe...gue mau nanya nih sama lo."
"Apa?" Ucap Ifa sembari memakan spaggettinya.
"Cowok yang bersama lo di Mall waktu itu pacar lo ya?" Goda Rafly.
Hampir saja Ifa tersedak akan pertanyaan Rafly.Btw tentang Rozy,Ifa jadi teringat misi cinta yang sedang dijalaninya.
"Woi pipi lo itu menunjukkan iya neng." Ucap Rafly menoel hidung Ifa.
"Iih...nanti Ifa makan Rafly baru tau.." Ucap Ifa mengusap pipinya yang memerah.
Andra yang melihat hal tersebut hanya bisa melongo.
Apa gadis itu sudah move on dari Rozy?Apa karena cowok itu Ifa menjauh dari Rozy?
Oh ya...Andra baru ingat jika Rozy akan segera ke kafe ini.
Oh mampuslah!!Jika Rozy sampai bertemu dengan Ifa.Bisa terjadi perang dunia ke 3 ini.
Andra lalu melihat Ifa berdiri dan segera meninggalkan kafe bersama laki-laki tersebut.
Andra lalu menutup wajahnya dengan koran.Agar Ifa tidak melihatnya.
Setelah memastikan Ifa keluar dari kafe.Andra lalu bernafas lega.Namun,pikirannya kini dipenuhi banyak pertanyaan.
"Dor..."
__ADS_1
Andra lalu terpelonjat kaget.Hampir saja dia terjatuh karena orang tersebut.
"Woi angin topan lo ngapain ngagetin gue ******!!!" Umpat Andra.
"Lo sih ngelamunin apa?Rara?" Tanya Taufan sembari duduk.
Andra lalu menggeleng.
"Oh ya...gue tadi lihat Ifa dibonceng sama seorang cowok deh,apa itu Rozy?" Tanya Taufan menyeruput cappucino milik Andra.
"Rozy belum datang bro.."
"E lah..lalu siapa?"
"Gue nggak tau,tapi gue lihat tadi..itu si Ifa asik banget ngobrolnya sama tu cowok! Mereka seperti sudah akrab."
Taufan lalu mengernyitkan dahinya.Menurutnya,Ifa itu memang orang yang mudah akrab dengan orang lain atau istilahnya easy going.
"Mungkin itu teman di SMA lamanya kali."
"Tapi gue curiga kalau itu pacar barunya dan oleh karena itu dia menjauh dari Rozy."
"Menjauh dari gue?"
Andra dan Taufan sama-sama menoleh ke arah sumber suara.
Andra lalu memukul mulutnya karena keceplosan.
"Eh..Rozy duduk dulu."
"Oh ya gue lupa,gue harus balik sekarang soalnya besok ada pr kan,gue belum bikin..sorry ya..gue balik dulu."
Rozy lalu beranjak pergi dari kafe tersebut.
"Lo sih..."
"Maaf.."
Andra dan Taufan lalu saling terdiam.Mereka tau apa yang dirasakan teman mereka itu.
Tapi teman mereka itu sangat gengsi untuk mengungkapkannya.
Kringg
Bel kafe tersebut lalu berbunyi.
Andra dan Taufan lalu menatap seorang pria yang memakai kaus yang bergambar Tayo.
"Maaf deh gue telat." Ucap Kevin sambil cengengesan tidak jelas.
Andra lalu melempar Kevin dengan koran di sampingnya tadi.
"Bisanya lo telat..teman kita yang bernama Rozy sedang dilanda musibah cinta!!"
Kevin lalu berbalik badan hendak meninggalkan kafe.
"Lo mau kemana?" Tanya Taufan.
"Oh gue?mau minta sumbangan untuk Rozy katanya Rozy lagi dilanda musibah kan?"
Andra dan Taufan lalu memijat pelipis mereka.
Tuhan!kapan otak teman mereka itu akan kembali normal??
"Kita apain deh tu anak?" Tanya Andra pada Taufan.
"Kita bungkusin aja terus kita kirim ke banci thailand."
☁☁☁
Setelah Rafly mengantarnya pulang,Ifa langsung pergi menuju kamarnya.
Tak henti-hentinya Ifa tersenyum.Dia lalu memandang sebuah bingkai foto yang terpajang di dinding kamarnya.
"Lihat deh Ikbal..Rafly kembali lagi."
Ucap Ifa mengusap foto tersebut dari debu.
"Ifa,Ikbal,dan Rafly..kita sahabat masa kecil."
Ifa lalu berdiri di atas ranjangnya dan meloncat meluapkan seluruh kebahagiaannya.
"Ifa...jangan loncat,ini rumah bisa roboh..." Teriak mama Ifa.
"Iya ma...hihi..."
Ifa lalu beranjak mengambil ponselnya.
Dia menatap wallpaper ponselnya yang menampilkan wajah Rozy.
Ifa menjadi rindu dengan pria dingin tersebut.
Oh iya...Ifa belum bisa mengirim pesan kepada Rozy karena misi cinta sialan itu.
"Tahan..Ifa 2 hari lagi."
Ifa lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.Dia lalu menatap langit-langit kamarnya.
"Rozy apa suka sama Ifa?"
Ifa lalu memejamkan matanya berharap dia akan memimpikan pria tersebut.
Ting..
From Rozy😘
"Oh..dari Rozy."
Ifa lalu membelalakkan matanya,dari Rozy???
Jantung Ifa rasanya mau copot tuhan!!
Ifa lalu mengambil ponsel dan mengecek pesan tersebut.
From Rozy😘
Lo marah?
Wah tumben Rozy perhatian.Biasanya kalau Ifa diam seperti ini Rozy hanya masa bodo.Apa iya Rozy mulai menaruh perasaan kepadanya?
Ifa ingin rasanya membalas pesan tersebut.Namun,dia teringat misi cinta itu.
Misi sialan itu..aduh kepala Ifa mendadak menjadi pusing memikirkannya.
"Aa...Ifa ingin balas Rozy.." Ifa lalu melempar ponselnya ke sembarang tempat.
"Maafin Ifa."
Di lain sisi...
Rozy hanya menatap nanar layar ponselnya.
Dia menyesal telah mengirim pesan tersebut kepada Ifa.
Rozy:Lo marah?
Ifa:(read)
Just read?
Ada apa dengan gadis ular itu?oh..sudah lama sekali Rozy tidak memanggil gadis itu dengan sebutan gadis ular.
Rozy lalu teringat perkataan Andra dan Taufan di kafe tadi.
Ifa punya pacar baru?
Entah kenapa mendadak hati Rozy menjadi perih.Apa iya dia telah jatuh cinta pada gadis itu.
Aaah tidak mungkin.Mungkin saja ini hanya perasaan bersalah kepada gadis itu.
Tapi Rozy merasa tidak punya salah apa pun.Cewek memang sulit untuk ditebak.
Rozy lalu menatap sebuah benda di atas mejanya.
"Cih...gue ini memang sudah gila."
☁☁☁
Kring
Bel tanda istirahat pun berbunyi.Semua murid berbondong-bondong pergi ke kantin.
"Woi zy kantin yuk." Ajak Taufan.
"Gue mau ke ruang bu Tuti dulu." Ucap Rozy sembari memasukkan buku ke dalam tas.
"Oh okey gue duluan."
Taufan lalu beranjak meninggalkan Rozy menyusul Andra dan Kevin yang sudah dulu pergi ke kantin.
Rozy lalu melangkahkan kakinya menuju ruang bu Tuti.
Saat tiba di depan pintu ruangan tersebut,Rozy melihat ada seorang gadis yang sedang duduk menghadap bu Tuti.
"Ifa..." Ucap Rozy.
Tubuh Rozy seketika menegang.Perasaannya bercampur aduk.
Dia lalu mengetok pintu ruangan tersebut.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam,silakan duduk Rozy." Ucap Bu Tuti ramah.
Rozy lalu mengangguk dan duduk di samping Ifa.Rozy dapat merasakan bahwa Ifa terlihat cuek atas kehadirannya barusan.
"Maksud ibu menyuruh kalian kemari adalah untuk memberitahu bahwa kalian akan mengikuti pelatihan untuk olimpiade fisika."
"Karena di sekolah ini yang lebih menonjol di bidang tersebut adalah kalian berdua,maka ibu memilih kalian untuk mengikuti olimpiade tersebut."
"Maaf bu apa hanya fisika?kimia dan biologi?" Tanya Ifa sedikit gelisah.
Yang benar saja??dia hanya berduaan dengan Rozy!!!
"Sebenarnya kimia dan biologi juga ada Ifa,namun kali ini pelatihan hanya untuk bidang fisika."
Mampus!Ini jantung nggak bisa dikontrol!
Ifa lalu mencuri pandang ke arah Rozy.Nampaknya pria tersebut terlihat tenang.
"Oleh karena itu satu minggu lagi kalian berdua akan pergi ke bandung untuk pelatihan."
Tahan jantungnya Ifa!
__ADS_1
"Pelatihannya selama 5 hari,persiapkan diri kalian."
Ifa dan Rozy lalu mengangguk.Mereka berdua lalu keluar dari ruangan bu Tuti.
Dengan langkah tergesa-gesa Ifa meninggalkan Rozy.
Jantungnya ini tidak bisa diajak kompromi.
Namun,Rozy dengan cepat menahan tangannya.
Rozy lalu menarik tangan Ifa agar ikut dengannya.
"Lepasin Ifa!" Bentak Ifa.
Rozy hanya diam.Rahangnya mulai mengeras.Itu tandanya Rozy sedang menahan emosi.
Ifa yang melihat perubahan Rozy tersebut menjadi takut.
Rozy lalu membawa Ifa ke taman belakang sekolah.Taman tersebut sangat jarang dikunjungi siswa karena menurut mereka taman tersebut terlihat angker.
"Lo kenapa menghindar dari gue?"
"Suka-suka Ifa." Jawab Ifa ketus.
Rozy lalu menghela nafasnya.Gadis ini selalu menbuatnya naik darah.
Rozy lalu mengeluarkan dua tiket dari saku seragamnya.
"Jangan marah lagi,kita nonton." Ucap Rozy tersenyum.
Sumpah Ifa rasanya ingin memeluk pria tersebut.Namun,dia harus tahan sampai besok.Tahan Ifa tahan!
"Ifa udah nonton sama Rafly,maaf."
Telinga Rozy mendadak menjadi panas.Jadi,pacar baru gadis ini adalah mantannya.
"Oh.."
Rozy lalu beranjak pergi sambil membuang tiket itu ke tempat sampah.
Dia merutuki dirinya sendiri.Kenapa dia menjadi pria yang gila cinta seperti ini?
Jujur..dia sangat kecewa dengan jawaban Ifa.
Ifa lalu menatap tempat sampah tersebut.Tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.
Apa yang barusan dilakukannya?
Ifa lalu menangisi perbuatannya sendiri.
"Rozy...hiks...maafin Ifa."
Ifa lalu mengeluarkan ponsel dan menelfon ketiga sahabatnya itu.
"Hallo fa lo dimana?"
"Hiks...Dhea.."
"Astagfirullah fa,lo nangis?lo dimana sekarang?"
"Di hiks..taman..belakang."
"Oke gue sama yang lain ke sana."
Ifa lalu kembali menangis.Biarkan semua orang mengira dia kesurupan dan gila.
Dia sungguh menyesali dirinya.Dia telah menyakiti perasaan Rozy.
"Ifa..."
Mendengar suara tersebut,Ifa lalu memeluk ketiga sahabatnya.
"Ifa..hiks..nggak sanggup hiks..jalani..hiks misi ini." Ucap Ifa terisak.
Dhea lalu mengajak Ifa untuk duduk.Sedangkan Rara mengelus punggung Ifa agar sahabatnya itu menjadi tenang.
"Fa...kalau lo nggak sanggup lagi,mending lo gagalin ya." Ucap Putri
"Maaf fa,karena gue dan Dhea lo jadi gini." Ucap Rara memeluk Ifa.
"Iya fa." Ucap Dhea merasa bersalah.
"Ini nggak salah kalian kok,cuma Ifa nya aja yang lemah."
"Sekarang Ifa mau cari Rozy dulu."
Ketiga sahabatnya lalu mengangguk.Ifa kemudian memunguti tiket yang dibuang Rozy ke tempat sampah.
Ifa lalu berlari mencari Rozy ke dalam kelasnya.Namun,Ifa tidak melihat pria tersebut di sana.
Ifa juga sudah mencari Rozy ke kantin juga tidak ada.
"Apa Rozy ke toilet?"
Ifa dengan bergegas berlari menuju toilet.Namun,di tengah perjalanan Ifa mendengar suara nyanyian seseorang dari ruang musik.
"Tak mengerti..."
"Apa yang telah terjadi."
"Kau tak lagi sama engkau bukan engkau."
"Yang selalu mencari dan menggangguku."
"Suara cemprengmu tak ada lagi."
Ifa lalu mengintip orang tersebut dari jendela.Ifa lalu kaget melihat Rozy sedang bernyanyi dengan sebuah gitar.
Namun,lirik tersebut ada yang ditukar Rozy dengan kalimat lain.
"Walau kau menghapus,menghempas diriku,mengganti cintaku."
"Semua tak mampu hilangkan cinta yang telah kau beri."
"Walau kau berubah aku akan bertahan di sepanjang waktuku."
"Biarkan aku mencintaimu dengan caraku."
Ifa lalu mendobrak pintu ruang musik tersebut.Hal tersebut membuat Rozy kaget.
Ifa lalu berlari menghampiri Rozy.Dia kemudian memeluk pria yang sangat dicintainya itu.
"Rozy maafin Ifa."Ucap Ifa menangis.
Rozy lalu membalas pelukan gadis tersebut.Dia sangat rindu pelukan gadis itu,suaranya,tingkah gilanya.
"Kenapa lo jauhi gue fa?"
"Maaf.."
Ifa dan Rozy lalu mempererat pelukan mereka.
"Rozy...hiks...jangan marah..."
"Nggak fa,gue nggak akan marah sama lo."
Mereka lalu melepas pelukan tersebut.
"Maafin Ifa Rozy,Ifa jauhi Rozy karena Ifa itu ingin tau Rozy itu suka atau nggak sama Ifa."
Oh jadi itu alasan gadis itu menjauhinya?bukan karena pacar baru?ya...ada kelegaan di lubuk hati Rozy.
"Jadi.."
"Ifa mau nonton sama Rozy."
"Tadi katanya lo udah nonton sama Rafly."
"Maafin Ifa,Ifa itu bohong tadi."
"Iya gue maafin." Ucap Rozy tersenyum.
Ifa lalu merasa lega,Rozy tidak marah kepadanya.
"Lo mau tau ya perasaan gue?"
Ifa lalu menatap Rozy.
"Mauuu!!!!"
"Gue itu suka sama...."
"Kepo!"
Ifa lalu memukul Rozy dengan cukup keras.Dasar cowok PHP!
"Nanti jemput Ifa ke kelas." Ucap Ifa jutek.
"Et dah jutek amat sih."
"Iih...awas Rozy kalau nggak jemput Ifa!Ifa bisa makan Rozy nanti kalau lagi kesal."
Ifa lalu beranjak meninggalkan Rozy.Sedangkan Rozy menatap punggung gadis itu sambil tersenyum.
"Je t'aime..Ifa"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1