My Crazy Girl

My Crazy Girl
Taufan Mahardika


__ADS_3

Seorang gadis berseragam putih abu-abu dengan rambut dikucir kuda tengah berlari menuju gerbang sekolah yang sudah ditutup.


"Aiissh..telat.." Ucap Ifa sambil mengatur nafasnya setelah berlari.


"Pulang aja kali ya?sekali - kali jadi anak bangkang."


Dukk


Ifa seketika mematung,siapakah yang dia tabrak di belakang?apakah bu gendut?mampuslah Ifa kali ini.Bu gendut pasti akan menyuruhnya membersihkan toilet sekolah yang baunya sungguh luar biasa.


"Ampun bu..jangan hukum saya,saya janji nggak bakal telat lagi,saya juga akan membelikan ibu sate ayam 5 porsi,untuk itu maafkanlah saya bu." Ucap Ifa sambil bertekuk lutut seperti meminta pengampunan.


Sedangkan orang yang ditabraknya tadi tertawa melihat tingkah laku Ifa barusan.Mendengar suara tawa tersebut Ifa langsung bangun,dan menatap orang tersebut.Ternyata seorang cowok!


"Ngapain lo tertawa?" Ucap Ifa malu.


"Ngapain gue tertawa?ya karena tingkah lo tadi,bhahaha.." Ucap cowok tersebut sambil tertawa.


Ifa seketika terdiam.Dia benar benar malu saat ini.Ifa berusaha mengontrol nafasnya agar terlihat biasa saja di depan cowok tersebut.Ifa harus stay cool!


"Lo telat ya?" Tanya cowok tersebut.


"Kelihatannya?"


"Santai dong,gue kan cuma basa basi."


Raut wajah Ifa berubah menjadi masam.Dia benar benar kesal dengan cowok yang berada di sampingnya itu.Rasanya Ifa ingin memutilasi tubuh cowok tersebut dan membuangnya ke samudera hindia.


Ifa lalu berbalik dan..


"Eitss,lo mau kemana?" Tanya cowok itu lagi  sambil menahan tangan Ifa.


"kepo amat sih lo!" Ucap Ifa menepis tangan cowok itu.


"Lo pasti mau cabutkan?"


"Nggak!"


"Gue akan bantu lo masuk ke dalam sekolah ini dengan aman,tapi kalau lo nggak mau,siap - siap aja lo dihukum sama bu gendut."


Ifa diam sejenak.Setelah beberapa lama berpikir,Ifa pun menerima tawaran cowok tersebut dengan sedikit tak yakin.


"Oke.."


"Ikut gue."


Cowok itu lalu mengajak Ifa menuju belakang sekolah.Ifa pun mengikutinya.Ifa baru tau,ada pagar di belakang sekolah.Ifa menjadi heran,kenapa cowok yang di depannya ini terlihat santai,padahal dia juga telat,apa dia sudah terbiasa telat?Namun,dilihat dari penampilannya yang rapi dan bersih,tak mungkin rasanya cowok tersebut anak berandalan.


"Hoi,lo ngapain bengong?apa lo takjub dengan ketampanan gue?"


"Apa?tampan?kesurupan kali ya mas-mas ini" batin Ifa.


Memang benar cowok di depannya ini tampan,tapi di mata Ifa tetap Rozynya lah yang paling tampan di sekolah ini.


"Idiih,siapa juga yang takjub sama lo." Ucap Ifa bergidik ngeri.


"Biasa aja kali " Ucap cowok itu mencubit pipi Ifa.


"Jangan pernah coba nyentuh Ifa!"


"Berisik amat sih lo!mau masuk nggak?atau gue tinggal di sini." Ucap cowok tersebut meninggalkan Ifa yang masih diam mematung.


"Iya..tungguin gue napa sih?"


Ifa dan cowok tersebut lalu masuk ke sekolah melalui gerbang tadi.Ifa lalu melirik badge name cowok itu.


Taufan Mahardika


Ifa lalu melihat ada bu gendut berjalan ke arah mereka.Sepertinya dia akan siap - siap menelan mereka berdua hidup - hidup.Ditambah lagi bu gendut memakai kacamata berukuran besar.Waah sungguh menakutkan!


"Taufan itu ada bu gendut!!!" Ucap Ifa panik sambil menarik lengan Taufan.


"Aiish,darimana lo tau nama gu.."


"Itu nggak penting Taufan,ada bu gendut itu!!!" Ucap Ifa bertambah panik karena bu gendut sudah hampir sampai ke tempat mereka.Sedangkan mas-mas di depannya ini masih diam di tempat.


"Taufan,dan kamu!"


Aduh...tamatlah riwayat Ifa.Sepertinya sekarang pasokan oksigen disekitar Ifa hampir habis.


"Taufan,apa gadis itu terlambat?" Tanya bu gendut pada Taufan.


Ifa lalu menatap bingung ke arah Taufan.Kenapa bu gendut itu bertanya hal semacam itu pada Taufan?tunggu dulu bukannya Taufan juga terlambat?tapi kenapa bu gendut itu hanya menanyai dirinya?apa dia tidak melihat bahwa ada dua orang disini yang terlambat?


"Iya bu,gadis cantik di sebelah saya ini terlambat." Ucap Taufan tanpa rasa bersalah.


Mendengar hal itu,Ifa langsung memberikan lirikan tajam pada Taufan.


"Ya ampun...kenapa kamu bisa terlambat hah?"


"Maaf bu..saya kemarin lembur bikin pr bu."


"Pr bukan alasan kamu untuk terlambat Ariska Ifa Nurlia!"


"Tapi bu.."


"Nggak ada tapi - tapian,bersihkan toilet sekolah sekarang juga!"


Apa?ini mimpikan?bukan nyata?toilet?bersihkan?


"Maaf bu,bukan saya bermaksud lancang,karna saya yang menemukan dia terlambat bu,apakah boleh saya saja yang menghukumnya?" Tanya Taufan dengan sopan dan hati hati.


"Baiklah Taufan,ibu percayakan ini kepada kamu Dan kamu Ariska,patuhi hukuman yang diberikan oleh Taufan!" Ucap bu gendut tegas


"Maaf bu nama saya Ifa.."


"Terserah ibu manggil kamu apa,apa kamu keberatan?"


Taufan sedikit tertawa melihat Ifa yang dimarahi habis - habisan oleh bu gendut.Melihat Taufan yang sedang menertawakan dirinya semakin membuat Ifa kesal.Ingin rasanya sekarang Ifa melemparkan orang itu ke benua Afrika.


"Maaf bu,boleh."


"Baiklah,sekarang ibu mau patroli dulu di depan pintu gerbang,mungkin masih banyak murid - murid yang terlambat kayak kamu." Ucap bu gendut melirik ke arah Ifa lalu langsung pergi mencari mangsa selanjutnya.


Setelah memastikan bu gendut pergi,Ifa langsung memukul lengan Taufan.


"Aww..sakit tau!tubuh lo yang kecil ini ternyata banyak tenaga juga."


"Lo tu apaan sih?katanya mau bantu gue masuk ke sekolah ini dengan aman?tapi apa?" Ucap Ifa setengah berteriak.


"Shhht,justru lo harus berterima kasih sama gue,karna gue juga lo nggak jadi dihukum sama bu gendut."


Memang benar apa yang dikatakan Taufan.Tapi,karna dia Ifa juga dimarahin habis - habisan oleh bu gendut.


"Gue mau ke kelas dulu..lo juga masuk sana ke kelas lo!" Ucap Taufan lalu pergi menuju kelasnya.


"Siapa sih tu orang?kenapa bu gendut mudah percayanya sama orang aneh kayak dia?"


Ifa lalu menatap sekitarnya.Aman...


Dia pun langsung berlari menuju kelasnya karena 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi.


                     ☁☁☁


Setelah sekian lama,akhirnya hari ini Rozy bisa melakukan aktifitasnya dengan tenang tanpa ada gangguan dari si medusa.Karena dari pagi gadis gila itu belum menampakkan batang hidungnya.Tapi,Masih ada 2 orang lagi yang merusak ketenangannya.


"Mau bilang cinta tapi takut salah.."


"Bilang tidak ya..bilang tidak ya.."


"Mau bilang sayang tapi bukan pacar.."


"Tembak tidak ya..tembak tidak ya.."


"Tembak aja dong dedek Ifa nya bang Ozy,bhahaha..."


Kevin dan Andra bernyanyi dengan gitar yang dimainkan oleh Andra.


"Lebih baik kalian menjadi pengamen jalanan sana!" Ucap Rozy


"Jangan..nanti kita langsung dikira artis lagi." Ucap Kevin.


"Oh iya,gue nggak lihat ibu peri dari pagi ini,ibu peri kemana ya?" Tanya Andra sambil melirik ke arah Rozy.


"Ngapain lo ngelirik gue?"


"Ya barang kali aja lo kangen sama ibu peri."


"Nggak akan!"


"Btw,Kevin kemana ya?" Tanya Andra,karna tiba-tiba saja kevin sudah tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


Andra dan Rozy lalu mengedarkan pandangan mereka ke semua penjuru kelas.Nah..mereka pun menemukan Kevin yang sedang membujuk Ipeh untuk mengerjakan tugas matematikanya.


"Dasar kutu ****.." Ucap Andra sambil menggelengkan kepala.


Rozy lalu bangkit dan mulai berjalan ke luar kelas.


"Ozy!!lo mau kemana?" Tanya andra.


"Kantin,lo mau ikut nggak?" Jawab Rozy yang sudah berada di depan pintu.


"Lo duluan aja,gue mau main game dulu.."


Rozy pun segera melangkah menuju kantin.Namun,saat tiba di kantin,Rozy melihat seorang yang sangat familiar dan belakangan ini sering mengganggunya.Rozy melihat gadis itu,iya gadis ular itu sedang disiksa oleh kakak - kakak kelasnya.


"Dasar cewek ganjen,beraninya lo deketin pria-pria tampan di sekolah ini!!!" Ucap Claudia sambil menarik rambut Ifa.


"Lepasin kak,sakit...Ifa cuma deketin Rozy kak bukan pria-pria tampan." Ucap Ifa sambil menahan rasa sakit yang menjalar di kepalanya.


Plak


Claudia menampar pipi Ifa.Hal itu membuat suasana kantin menjadi ribut.Ifa tidak bisa menahan air mata lagi.Dia sangat membutuhkan sahabat- sahabatnya,terutama Rozy.


"Lo bilang hanya Rozy?Eh cewek ganjen,lo udah deketin 2 cowok tampan di sekolah ini,pertama Rozy dan kedua Taufan,si Ketua OSIS!!"


Ifa diam mematung.Taufan..dia mengingat lagi nama itu.Ternyata cowok yang menolongnya tadi pagi adalah ketua OSIS.Pantas saja dia dipercaya bu gendut.Tapi darimana kakak kelas itu tau kejadian tadi pagi?


"Kita apain enaknya nih Clau.." Ucap salah satu teman Claudia.


"Kita seret aja ke toilet,terus kita siram pakai air bekas pel." Ucap salah satu temannya Claudia yang satunya lagi.


Claudia lalu menarik paksa tangan Ifa untuk ikut bersamanya.Sedangkan yang lainnya hanya menonton karena takut melawan Claudia and the geng.


"Lepaskan dia!!"


Suara tersebut mengagetkan semua orang di kantin,tak terkecuali Claudia.


"Ro..Rozy.." ucap Claudia terbata bata.


"Lo pergi sekarang atau gue berikan video ini pada kepala sekolah." Ancam Rozy


Mendengar ancaman Rozy tersebut membuat nyali Claudia menciut.


"Yuk guys cabut." Claudia dan teman temannya lalu pergi dari kantin tersebut.Claudia lalu dengan sengaja menabrak bahu Ifa dengan cukup keras hingga membuat Ifa hampir terjatuh.


Setelah mereka pergi.Suasana kantin kembali seperti semula.Sedangkan Ifa sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.Dia sangat malu,terutama kepada Rozy.Dia yakin bahwa Rozy pasti melihat semua kejadian tadi.Dia juga tidak mau Rozy melihatnya yang sedang menangis.Pasti Rozy berpikir bahwa dirinya adalah perempuan lemah.


"Fa.." Ucap Rozy dengan suara lembut.


Ifa tiba tiba kaget,baru kali ini Rozy bersikap lembut kepadanya.


"Ifa,tatap mata gue.."


"Ifa nggak mau Rozy.Ifa nggak mau Rozy Liat Ifa yang sedang lemah."


Rozy lalu menggenggam tangan Ifa.Hal itu membuat detak jantung Ifa bekerja tidak normal.


"Gue ada di sini,gue akan antar lo ke UKS,kita obati luka di bibir lo."


Ifa lalu memeriksa luka yang dibilang Rozy.Ternyata benar,sudut bibirnya terluka karena tamparan dari Claudia.


Sesampai di UKS,Rozy langsung mengobati luka Ifa.Sesekali Ifa meringis menahan perih lukanya.


"Makasih Rozy."


"Hmm."


Seketika mereka berdua menjadi canggung.Keheningan terjadi di antara mereka untuk beberapa saat.


"Kenapa lo sendirian tadi?" Ucap Rozy memecah keheningan.


"Tadi Rara,Dhea,dan Putri pergi ke perpustakaan,lalu Ifa nggak ikut mereka karena Ifa lapar.Jadi Ifa sendirian ke kantin,tiba-tiba aja trio cabe itu narik rambut Ifa.." ucap Ifa dengan tatapan sendu.


"Lain kali lo jangan sendirian lagi,Claudia dan yang lainnya bakal nyiksa lo lagi."


"Iya Rozy."


"Oh ya Rozy.."


"Apa?"


"Rozy mau nggak anterin Ifa pulang lagi nanti?" Tanya Ifa.


"Lo bukan anak kecil yang harus gue antar jemput setiap hari." Jawab Rozy sambil membereskan peralatan P3K.


"Iya gue anterin lo pulang." Ucap Rozy memotong perkataan Ifa.Dia sudah lelah,benar-benar lelah dengan gadis gila di hadapannya ini.


"Serius???yeee..aww."


"Makanya hati-hati,luka lo itu belum kering." Ucap Rozy geleng- geleng kepala melihat kelakuan gadis di depannya itu.


Ifa lalu tersenyum bahagia.Rasanya dia pengen terbang dan mengatakan pada semua orang betapa bahagianya dirinya saat ini.


                            ☁☁☁


Setelah mengobati lukanya,Ifa langsung menuju kelasnya.Sedangkan Rozy balik ke kantin karena perutnya lapar.


Di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Ifa tersenyum.


"Eh liat deh Ana,Yuni,ada orang gila yang baru datang tu!" Ucap Rara yang sedang melakukan video call dengan Ana dan Yuni.


"Gue curiga deh ra.." Ucap Ana.


"Iya na,gue juga curiga..jangan jangan Ifa habis kesurupan,iii takut." Lanjut Yuni.


Ifa yang mendengar pembicaraan sahabat sahabatnya itu menjadi kesal.Mereka merusak mood baiknya.Ifa pun langsung duduk di kursinya tanpa menoleh ke arah Rara.


Bruuakk


Putri dan Dhea menggebrak pintu kelas.Hal itu membuat Rara,Ifa ataupun penghuni kelas menatap kaget ke arah mereka.


Putri dan Dhea lalu berjalan menuju ke arah Ifa dan Rara berada dengan wajah memerah menahan amarah.


"Ifa,ceritain ke kita kenapa lo bisa dibully sama trio cabe- cabean itu??" Ucap Putri emosi.


"Anu..darimana kalian tau soal itu?"Tanya Ifa penasaran.


"Aduh fa,siapa juga nggak bakal tau soal kejadian di kantin tadi?lo dibully sama cabe-cabean yang terkenal sadis di sekolah kita,dan itu sudut bibir lo luka karena mereka kan?" Jelas Dhea sambil menunjuk luka Ifa.


Rara yang mendengar hal tersebut ikutan marah.Begitu pun Ana dan Yuni yang masih melakukan Video call dengan Rara.


"Fa..lain kali lo jangan sendiri lagi.Lo harus ajak gue,Dhea,ataupun Rara.Kita itu nggak terima lo diginiin oleh mereka."


Ifa sangat terharu dengan perhatian yang diberikan oleh sahabatnya.Ifa lalu memeluk ketiga sahabatnya.Andai aja Ana dan Yuni ada di sini,Ifa pasti akan memeluk mereka berdua.Tapi,Ifa hanya bisa menatap mereka melalui video call.


Ifa sangat bersyukur memiliki 5 sahabat yang sangat menyayanginya.


                        ☁☁☁


Sesuai dengan janjinya tadi,Rozy akan mengantar Ifa pulang.Sekarang mereka sedang berada di dalam mobil milik Rozy.


"Mobil Rozy keren ya seperti yang punya."


"Hmm."


"Ifa suka berdua dengan Rozy di sini."


"Hmm."


"Ya allah Rozy!!kenapa dari tadi cuma hm hm aja." Kesal Ifa sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


"Gue sedang fokus nyetir fa."


"Rozy..Ifa boleh nanya?"


"Nggak!!"


"Oke Ifa anggap boleh,Rozy pernah pacaran?punya mantan?simpanan?atau tunangan?"


"Astagfirullah Allahu Akbar..emaknya siapa sih ini??"


"Jawab Rozy!Rozy punya mantan?"


"NGGAK!!!"


"ALHAMDULILLAH,Rozy punya pacar?"


Rozy memukul stir mobilnya dengan keras.Ingin rasanya dia membuang gadis itu keluar mobilnya saat ini juga.Tapi tidak,Rozy tidak akan sekejam itu pada perempuan.Ayahnya selalu mengajarkannya untuk tidak kasar pada perempuan.


Lampu di depan mereka berubah menjadi merah.Itu tandanya Rozy harus berhenti.Butuh beberapa detik untuk menunggu warna lampu itu berubah menjadi hijau.


"Rozy jawab pertanyaan Ifa!" Ucap Ifa menarik lengan Rozy.

__ADS_1


"NGGAK,PUAS LO???"


"Rozy..Ifa suka sama Rozy."


"ASTAGFIRULLAH LAILAHAILLALLAH ALLAHU AKBAR COBAAN MACAM APA INI YA ALLAH." Ucap Rozy frustasi.


"Rozy kenapa?" Tanya Ifa mendekatkan wajahnya ke Rozy.


"Gue nggak apa apa!" Jawab Rozy mendorong kepala Ifa agar menjauh darinya.


"Tapi wajah Rozy kok merah?"


"Mending lo diam sambil nunggu itu lampu berubah menjadi hijau."


"Tapi Ifa nggak bisa diam,maaf."


"Lo ini manusia atau apaan sih?"


"Ifa ini manusia sumpah,Ifa bisa bicara,berjalan,berdiri,bernyanyi,menari,Ifa juga punya Dua telinga,satu hidung,dua kaki,dua tangan,dan sepasang mata berwarna coklat Rozy mau lihat?


"Nggak!!!" Ucap Rozy tajam.


Akhirnya,lampu hijau pun muncul.Rozy langsung tancap gas supaya gadis gila di sampingnya itu cepat kembali ke alamnya.


                           ☁☁☁


Setelah mengantar Ifa pulang,Rozy lalu pergi menemui teman-temannya di salah satu cafe yang tidak jauh dari rumahnya.


"Eh Ozy gimana ibu perinya?" Tanya Andra menggoda Rozy.


"Gimana kencannya dengan ibu peri abang Ozy?apakah kalian ehem ehem." Tanya Kevin ikut menggoda Rozy.


Rozy langsung menjitak kepala Kevin dan Andra.


"Hai zy,sudah lama gue nggak ketemu lo."


Rozy lalu menoleh ke arah sumber suara.Seketika senyuman terukir di wajahnya.


"Taufan..apa kabar lo." Ucap Rozy sambil memukul bahu Taufan.


"Sakit *****.." Ucap Taufan diiringi tawa.


"Ya gitu deh,kalau udah ada Rozy dan Taufan kita berdua ini ditelantarkan deh." Ucap Kevin dramatis.


"Kita?lo aja kali gue sih nggak." Ucap Andra menjauh dari Kevin.Sedangkan kevin,langsung memberikan lirikan tajamnya kepada Andra.Ternyata abang kevin bisa juga marah!


"Oh ya tadi gue ketemu sama cewek cantik." Ucap Taufan mencairkan suasana.


"Kayak gimana ceweknya?" Tanya Andra kepo.


"Dia cantik,tubuhnya kecil..tapi lucu,cerewet,nggak bisa diam,ya persis seperti anak kecil."


Andra,ataupun Kevin mendengarkan dengan seksama.Mereka sepertinya familiar dengan gadis tersebut.Sedangkan Rozy,tidak terlalu mementingkan hal tersebut.Dia sangat tidak tertarik dengan hal yang menyangkut perempuan.


"Namanya?lo tau kagak?" Tanya Andra kembali.


"Kalau nggak salah,Ariska Ifa Nurlia."


Uhukuhuk


Semua mata menatap ke arah sumber suara tersebut.


"Lo kenapa zy,nih minum." Ucap Taufan sembari memberikan air putih kepada Rozy.


"Aha..Rozy pasti cem.." Rozy langsung membekap mulut Kevin.Jangan sampai manusia kecebong itu membeberkan soal Ifa kepada Taufan.Rozy juga memberikan kode melalui lirikan tajam pada Andra agar tutup mulut.


Taufan memang tidak tau perihal Ifa karena beberapa bulan terakhir ini,dia sangat sibuk latihan basket untuk pertandingan di kota Yogyakarta.Oleh karena itu,dia tidak mengetahui kedatangan Ifa sebagai murid baru.


"Memang kenapa dengan Rozy?" Tanya Taufan menatap curiga pada teman temannya.


"Anu..tadi Kevin ingin mengatakan bahwa Ifa itu murid pindahan." Alibi Andra.


"Oh jadi karena itu gue baru bertemu dia sekali ini."


"Iya.." jawab Rozy.


Rozy bisa bernapas lega.Setidaknya kedua makhluk tersebut tidak membeberkan masalahnya dengan Ifa kepada Taufan.Bukannya Rozy tidak mau memberitahu,tapi dia menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya.


                      ☁☁☁


"Garam setengah kilo,brokoli,kopi untuk papa,kue coklat untuk mama,cemilan untuk kak Arya,Pembalut untuk Nisa,dan Es krim 1 kotak untuk Ifa." Ifa menghitung semua belanjaannya hari ini.Setelah semuanya beres.Ifa lalu menyerahkan semua belanjaannya kepada mbak mbak kasir.


"Totalnya 50 ribu 5 ratus."


Ifa lalu mengeluarkan uang dari saku celananya.Dia hanya membawa uang sebanyak 50 ribu.Mampus!


"Anu..mbak,saya boleh ngutang 500 rupiah nggak?


"Aduh mbak,500 rupiah aja kok ngutang,di minimarket lagi." Ucap mbak kasir itu berusaha menahan tawa.


Ifa tetap berusaha mencari uang tersebut di saku celananya,mungkin saja terselip.Namun,uang tersebut tidak ketemu!


"Mbak es krim ini harganya 4 ribu 5 ratus kan mbak,kembaliannya ambil aja untuk gadis malang ini ya mbak."


Ifa lalu menoleh ke arah orang yang membayar belanjaannya itu.


"Taufan.."


"Iya.." Jawab Taufan tersenyum ke arah Ifa.


"Oh..mbak ini,pacarnya mas ganteng."


"Iih nggak mbak!!"


"Aduh,masa mas gantengnya di tolak sih."


"Maaf mbak! Saya ini masih berumur 16 tahun,jadi jangan panggil saya dengan sebutan mbak.Oh ya makasih ya mbak sudah menghitung belanjaan saya,dan untuk Taufan terima kasih telah melunasi hutang Ifa." Setelah itu,Ifa beranjak pergi.


Taufan menyusul Ifa yang pergi begitu saja dari minimarket.


"Ifa.." Ucap Taufan menghalangi jalan Ifa.


"Apa??" Ucap Ifa mulai risih dengan pria di depannya ini.


"Judes amat sih.."


"Suka suka Ifa!" Bentak Ifa.


"Rumah lo dekat ya dari sini?."


Ifa tidak menghiraukan pertanyaan dari Taufan.Sekarang pasti mamanya sedang marah-marah karena Ifa terlalu lama pergi ke minimarket.


Taufan pun membiarkan Ifa melewatinya begitu saja.Entah kenapa dia begitu penasaran dengan gadis tersebut.Menurutnya gadis itu sungguh ajaib.Dia lalu mengeluarkan benda berwarna gold dari saku dan mulai mengetik sesuatu.


Taufan lalu menyalakan mesin motornya,dan melaju kencang meninggalkan minimarket tersebut.


                       ☁☁☁


Hujan turun membasahi kota pada malam hari sehingga membuat suasana menjadi dingin.Hal itu membuat Ifa malas melakukan sesuatu.


Ifa sesekali melirik ponselnya.Sudah 30 menit yang lalu dia mengirim pesan pada Rozy.Namun,Rozy belum membalas pesan yang dikirim Ifa.


Ifa:Rozy..


Ifa:Rozy Ifa kangen :(


Ifa:Rozy kapan sukanya sama Ifa?


Ifa:Rozy jangan marah,sekarang Ifa diam.


"Balas kek satu kali aja."


Ifa mulai bosan,dia pun mengecek pesan-pesan lain yang dikirim kepadanya.Betapa terkejutnya Ifa melihat pesan dari orang yang satu ini.


5 p.m


From:089654xxxxxxx


Hai Ifa,ini Taufan..selamat sore cantik


Ifa lalu melirik jam dinding,lalu mengingat kejadian tadi sore di minimarket.Jadi,si mas mas aneh itu langsung mengirim pesan setelah bertemu dengan Ifa.Tapi darimana dia tau nomor ponsel Ifa?


Ifa lalu menambahkan nomor Taufan ke kontak ponselnya.Lalu meletakkan ponsel tersebut di bawah bantalnya.Ifa pun mulai menutup mata dan tertidur.


                           ☁☁☁


Sejak tadi siang,pikiran Rozy terus dipenuhi oleh gadis ular beo tersebut.Ya..sejak Taufan menceritakan perihal gadis cantik yang ditemuinya.


"Cantik?cih...gila iya." Ucap Rozy membaringkan tubuhnya.


Rozy lalu beralih menatap ponselnya.Dia melihat banyak notifikasi pesan dari si medusa.

__ADS_1


Setelah lama berpikir,Rozy pun akhirnya membalas pesan dari gadis tersebut.Setelah mengetikkan sesuatu.Rozy memilih untuk tidur.Tubuhnya butuh istirahat yang cukup untuk menghadapi ulah si medusa keesokan harinya.


__ADS_2