
Apakah kalian pernah jatuh cinta?
Tentunya kalian pernah jatuh cinta,sebagai manusia normal itu adalah hal yang biasa.
Tapi,bagi kalian para ladies,apakah kalian pernah menyatakan cinta terlebih dahulu kepada para lelaki?apakah pernah kalian mati-matian mengejar seorang pria?
Perlu kalian ketahui,kita sebagai perempuan sudah ditakdirkan untuk dikejar,bukan mengejar.
Tapi,prinsip tersebut tidak berlaku bagi ARISKA IFA NURLIA.
Sudah hampir setengah tahun Ifa berusaha untuk mendapatkan hati seorang pria yang tak sengaja ia tabrak saat mengikuti lomba antar sekolah.
Sejak pertemuan pertama itu,Ifa bertekad untuk mendapatkan hati pria itu.Bahkan,dia rela pindah sekolah.
Tapi...apakah perjuangan itu akan membuahkan hasil?
Tasya memandang setumpuk buku dengan tatapan nanar sambil menguyah makanannya.
"Kenapa sih??besok ada tes??ini kan cuman pelatihan?kenapa harus pakai ujian segala,ga habis pikir gue.." Ucap Tasya meluapkan kekesalannya.
Seharusnya Tasya menikmati makan siangnya dengan tenang hari ini.Tapi,karena dosen mengumumkan bahwa besok ada tes,mood Tasya langsung berubah menjadi buruk.
"Ya..mungkin dosen itu mengadakan tes untuk menguji kemampuan kita Tasya,lo jangan gitu ah.." Nasehat Ima.
"Serah deh,gue bete pokoknya titik!"
Ima lalu menghela nafas mendengar ocehan nauzubillah Tasya.
Dia lalu beralih menatap Ifa yang entah kenapa mendadak diam membisu tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Sepertinya gadis itu sedang memikirkan sesuatu.
Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu.
Biasanya gadis itu tidak pernah diam seperti ini.Iya...gadis itu selalu mengoceh setiap saat mengalahkan burung beo.
Tapi sekarang?dia diam seribu bahasa?
Ada apa dengan Ifa?
"Fa...lo galau kenapa lagi sih?" Tanya Ima geram kepada Ifa karena gadis itu sedari tadi hanya murung.
Ifa hanya menggelengkan kepalanya.
"Lo lagi sakit?" Tanya Ima lagi sambil meminum jus mangganya.
Ifa kembali menggeleng.
Ima dan Tasya sama-sama menatap Ifa dengan geram.
Apa yang sebenarnya terjadi sama anak itu?
"Fa...lo sebenarnya kenapa sih?" Tanya Tasya berusaha sabar.
Ifa lalu menatap Ima dan Tasya secara bergantian.Dia lalu memainkan sendok di hadapannya sambil menunduk.
Dan hal itu membuat Tasya dan Ima ingin membakar gadis itu hidup-hidup.
Teman yang kejam.
"Salahin Rozy,dia yang buat Ifa kek gini." Adu Ifa.
Tasya dan Ifa lalu menghela nafas berat.
Mereka sudah menduga kalau penyebab Ifa menjadi orang stres seperti ini pasti adalah Rozy.
"Emang Rozy kenapa lagi?" Tanya Ima.
"Ih pokoknya Ifa kesal banget pakai BGT sama Rozy!!!"
Jujur...
Ima dan Tasya sungguh tidak paham dengan apa yang dikatakan Ifa kepadanya.
Dan bahasa apa itu BGT?
"Ada apa Ifa yang unyu-unyu seperti tuyul?" Tanya Tasya sambil menarik pipi Ifa.
"Aww...sakit Tasya!! Ifa itu emang unyu tapi Ifa itu bukan tuyul...setau Ifa tuyul itu botak..dan botak itu biasanya laki-laki dan Ifa ini perempuan!!!" Jelas Ifa ngegas tak terima atas perkataan Tasya.
"Ya santai juga jangan ngegas juga tuyul betina..." Balas Tasya.
"Ifa itu bukan tuyul...Tasya tuh yang tuyul!!"
"STOPPPPP.......Kenapa jadi bahas tuyul sih?" Ucap Ima melerai perselisihan di antara dua makhluk tersebut.
Ifa dan Tasya lalu saling membelakangi satu sama lain.
"Salahin Tasya tuh..."
"Lo yang salah Ifa..."
Mereka berdua lalu saling menyalahkan dan tidak ada yang mau mengalah dalam perdebatan tersebut.
Ima yang berada di tengah-tengah mereka berdua merasa frustasi melihat kelakukan dua temannya itu yang mirip seperti anak-anak.
Gara-gara mereka berdua,acara makan siang Ima menjadi terganggu.
"Kalian ini,hari ini adalah hari terakhir kita bersama,besok kita udah pulang ke rumah masing-masing...jadi apa kalian mau kita pisah saat sedang bertengkar seperti ini?"
Ifa dan Tasya sama-sama menundukkan kepala saat mendengar ucapan Ima barusan.
"Maafin Ifa dan Tasya Ima....kita salah..." Jelas Ifa.
"Ya ma...maafin kita berdua ya?"
Ima lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Horeeeeeee....kita baikan lagi..."
Mereka bertiga lalu berpelukan sambil Ifa yang menghentakkan kakinya ke lantai membuat semua orang menatap mereka dengan tatapan aneh.
"Tapi ya Ifa..lo kenapa jadi galau kek gini?si Rozy apain lo?" Tanya Tasya.
"Rozy belum nembak Ifa,terus Rozy nggak ada romantis-romantisnya....huaaaaaaa." Jawab Ifa sambil menghentakkan kakinya.
Tasya menghela nafas lalu menyentuh bahu Ifa.
"Fa...harusnya lo beruntung,walaupun si Rozy itu belum nembak elo,tapi setidaknya dia udah nyatain perasaannya pada lo,selain itu dia juga kelihatannya sayang banget sama lo,jadi lo jangan paksa juga dia buat nembak lo." Ucap Tasya memberi nasehat.
"Iya fa,mungkin si Rozy itu nunggu waktu yang pas buat nembak elo..." Tambah Ima.
Ifa lalu berpikir sejenak.
Apa yang dikatakan Tasya dan Ima memang benar,dia harusnya bersyukur dan tidak memaksa Rozy untuk menembaknya.
Cinta itu tidak harus dibuktikan dengan statuskan?
"Ifa jahat ya Ima?Tasya?"
Ima dan Tasya mengangguk.
"Ifa juga egois ya?"
Mereka berdua kembali mengangguk.
"Ifa cantik kan?"
Mereka berdua kembali mengangguk.
Namun,satu detik kemudian..
"NGGAKKK!!!"
Ifa lalu memanyunkan bibirnya kesal karena jawaban kedua temannya barusan.
"Cantikan gue lagi..." Ucap Tasya bangga.
"Muka kek komodo gitu dibilang cantik?ngaca sono." Ejek Ima.
"Eh sawi,gue ini emang cantik,lo aja yang syirik." Ucap Tasya tidak terima.
Ima lalu melempar buku tulisnya kepada Tasya.Begitu pun sebaliknya.
Dan Ifa sebagai wasit akan menentukan pemenangnya.
"Tapi Ifa cantik kok...kalian aja yang nggak ngakuin." Ucap Ifa membela dirinya.
"Ifa...lo itu...."
"Lo cantik kok.."
Ifa tersentak kaget,begitupun kedua temannya.
Mereka bertiga sama-sama menoleh ke satu orang yang tepat berada di belakang Ifa.
"Ro.....Rozy.." Sapa Ifa kikuk.
Rozy membalasnya dengan tersenyum tipis.Pria tersebut lalu duduk di samping Ifa tanpa mempedulikan tatapan dari kedua teman Ifa.
"Hmmm,anu kami berdua pergi ke kamar duluan ya."
Dengan secepat kilat,Ima menarik tangan Tasya.
"Gue masih la...awwww.."
Ima langsung mencubit lengan Tasya.
"Lo mau jadi nyamuk di antara mereka,hah?"
"Ya gaklah."
"Makanya,sekarang kita pergi." Bisik Ima.
Ima segera menyeret Tasya seperti menyeret kuda meninggalkan Ifa dan Rozy.
Rozy lalu berdiri dan berpindah posisi menghadap Ifa.
"Rozy kenapa pindah?apa Ifa bau ya?" Tanya Ifa sambil mencium aroma tubuhnya.
Rozy lalu menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa Rozy pindah?"
Rozy lalu menghentikan aktifitas makannya dan beralih menatap Ifa.
"Kalau gue di samping lo,gue ga bisa lihat wajah cantik lo,makanya gue pindah."
Ifa kemudian tersedak mendengar ucapan Rozy barusan.
Sejak kapan Rozy menjadi pria gombal?
Ada yang tau?
Rozy dengan segera memberikan air putih kepada Ifa.
"Aaa......Rozy sejak kapan sih jadi pria gombal?" Teriak Ifa sehingga semua orang menatapnya.
Rozy tidak tau harus menjawab apa.Dia juga heran pada dirinya sendiri.
Sejak kapan dia menjadi pria penuh gombal dan genit seperti ini.
Oh...tuhan ada apa dengan diri Rozy?
Apa selama pelatihan di Bandung ini dia salah makan?
Atau Ifa diam-diam pergi ke tukang dukun untuk menyantet dirinya karena Rozy terus-terusan menolak dirinya.
Ya seperti kata pepatah.
CINTA DITOLAK DUKUN PUN BERTINDAK
Tapi,melihat wajah polos milik Ifa tidak memungkinkan gadis itu menyantet dirinya.
Hayolah Rozy,sekarang sudah zaman modern,tidak mungkin masih ada orang yang masih percaya dengan dukun.
"Rozy....kok ngelamun?"
Rozy langsung tersentak dari lamunannya.
"Gak...gua lagi mikirin tes besok aja." Alibi Rozy.
Cih..padahal Rozy sedang memikirkan Ifa,dasar pria penuh gengsi!
"Rozy..Ifa benaran cantik ya?" Tanya Ifa menyentuh pipinya yang panas.
"Hmmmm.."
Ifa lalu menghentakkan kakinya mendengar jawaban Rozy.
"Jawabnya itu iya atau tidak,bukan hmmm...Iih Rozy itu kesel kesel kesel pakai BGT." Geram Ifa.
"BGT?bahasa apaan tuh?" Tanya Rozy bingung.
"BGT itu kepanjangan dari banget....Rozy bikin Ifa kesel luar biasa melebihi bencana alam..."
Rozy menghembuskan nafasnya berusaha sabar menghadapi makhluk seperti Ifa.
Rozy jadi heran,mama Ifa makan apa ya saat mengandung Ifa?kok anaknya sampai seperti ini?
"Jawab pertanyaan Ifa Rozy!Ifa itu cantik atau tidak?" Desak Ifa.
"Iya fa...lo cantik.." Jawab Rozy pasrah.
Ifa lalu tersenyum mendengar jawaban Rozy.
"Eheem Rozy,anu...maafin Ifa ya,Ifa terus maksa Rozy untuk nembak Ifa..."
Rozy mengerutkan dahinya bingung atas ucapan Ifa barusan.Kenapa gadis itu malah minta maf kepadanya?
"Ifa janji,ga akan maksa Rozy untuk nembak Ifa,Ifa juga harus bersyukur setidaknya Ifa tau kalau Rozy cinta sama Ifa."
Rozy menjadi bingung menanggapi ucapan Ifa barusan.
"Fa...gue sebenarnya.."
Drrrtttt..
Ponsel Ifa tiba-tiba berdering dan muncul sebuah notifikasi dari WhatsApp
Wanita cantik
Tasya: Enak ya makan pizza sambil belajar,wkwkwkwk
"DOUBLE WHAT WHAT??????TRIPLE EWW EWW EWW...." Teriak Ifa berdiri sambil melotot menatap ponselnya.
__ADS_1
Ifa ingin rasanya menghajar dua orang itu sekarang.
Mereka sengaja mengirim gambar tersebut agar hati Ifa menjadi panas.
"Lo kenapa sih?malu diliatin orang Fa." Ucap Rozy lalu menyuruh Ifa untuk duduk.
"Ifa itu lagi kesal pakai BGT Rozy..."
Yah...BGT lagi...sungguh gadis gila bin lebay bin alay.
"Ada apa?"
Ifa lalu menatap Rozy dan kemudian ide cemerlang dari otak encer Ifa tiba-tiba muncul.
"Rozy....nanti sore kita makan pizza yuk.."
"Sore?gue mau belajar fa,besok kan tes."
Ifa lalu menghentakkan kakinya sambil merengek.
"Huaaaa...Rozy kejam!!!"
Rozy lalu menghela nafasnya.
Makhluk macam apa yang sedang dia hadapi saat ini ya allah...
"Kalau Rozy ga mau...ya udah..Ifa mau ajak Rafly aja...."
Ifa segera bangkit namun,tangannya di tahan oleh Rozy.
"Ya udah,kita makan tapi janji sambil belajar?"
Ifa mengangguk semangat.Gadis itu lalu melompat kegirangan dan tanpa aba-aba langsung memeluk Rozy dan sontak membuat tubuh Rozy langsung menegang.
"Ifa sayang sama Rozy."
Setelah itu,Ifa langsung melepaskan pelukannya.
"Ifa ke kamar dulu ya,bye Rozy...jangan lupa nanti sore my sweety..."
Ifa lalu berlari meninggalkan Rozy.
Jujur,jantung Ifa saat ini mau copot dari tempatnya.Mungkin banyak pasang mata yang melihat dirinya memeluk Rozy.
Aaahhhh...Ifa nggak peduli,yang terpenting Ifa saat ini sangat senang!
Sedangkan Rozy masih diam mematung di tempatnya.Jujur,dia tidak dapat mengucapkan satu kata saat ini.
Rozy lalu menatap punggung Ifa yang lama-kelamaan menghilang dari hadapannya.Sedetik kemudian,sebuah senyuman terukir di wajahnya.
"Asal lo senang,itu cukup buat gue..." Batin Rozy.
☁☁☁
Kantin...
Sebuah kata yang sangat bermakna bagi semua murid-murid di dunia ini.
Tempat yang menyediakan banyak jajanan enak untuk mengisi energi yang hilang akibat terkuras oleh mata pelajaran yang sangat mengerikan.
Selain itu,kantin juga tempat yang pas untuk nongkrong bersama teman-teman membahas sesuatu yang membuat mood menjadi baik setelah belajar.
Apalagi nih murid cewek...kantin pas banget tuh tempat untuk makan sekaligus ngerumpi.
Ya...kebanyakan orang tidak paham,kenapa tuh ya cewek selalu merumpi di setiap waktu di segala tempat jika sudah berkumpul dengan teman-temannya.
Hal-hal kecil pun menjadi topik rumpian mereka.
Iya...bayangkan sabun tetangga yang kena maling aja sampai mereka rumpikan.
Astaghfirullah...apakah begitu para ladies?
Seperti yang terjadi di sebuah Kantin SMA Garuda Bangsa.
"Gue ga habis pikir deh ra,tetangga gue itu baru beli oven baru aja di umbar-umbarin...aduh ga habis pikir gue.." Curhat Dhea memulai gosip barunya.
"Mungkin aja tetangga lo itu baru pertama kali beli oven makanya diumbar..." Ucap Rara sambil memakan satu bola bakso miliknya.
"Nah lo benar banget ra...gue setuju sama lo.." Ucap Dhea sambil mengangguk.
Di sela-sela makannya,Rara merasakan nyeri pada perutnya.
"Duh perut gue kok sakit gini..."
Dhea lalu menatap Rara sambil membelalakkan matanya.
"Rara...lo hamil?" Tanya Dhea berbisik.
Rara lalu menjitak kepala Dhea.
Apa gadis itu tidak bisa berpikir sebelum bertanya.
"Anjay...gue ini masih perawan..masih suci Dheanda!!!"
"Emang sebelum ini Rara ga suci ya?"
Rara semakin merasakan sakitnya bertambah pada perutnya.Sepertinya dia butuh ruang kosong untuk menghilangkan sakit perutnya itu.
Ya...dia harus mengeluarkan gas beracun yang membuatnya sampai sakit perut seperti ini.
Rara lalu bangkit dan berlari meninggalkan Dhea yang masih bingung atas kejadian barusan.
"Bye...Rara.." Ucap Dhea melambaikan tangannya.
"Eh....Rara pergi..artinya gue ditinggal dong..Rara gue ikut!!!!"
Dhea dengan secepat kilat menyusul Rara yang mulai menjauh meninggalkan kantin.
Pergi kemana ya Rara sebenarnya?
Sedangkan Rara berusaha mencari tempat yang sangat sepi untuk melepaskan gas beracun tersebut.
Tapi dimana ya?
Aha...di toilet sekolah.
Rara dengan cepat menuju toilet sekolah dan secepatnya masuk ke dalam toilet.
Dia lalu mengecek keadaan sekitar.
Dan...tidak ada orang!
Aman gesss.
Rara lalu menghembuskan nafasnya dan..
Tuuutttttt
Gas beracun yang menyebabkan Rara sakit perut akhirnya keluar bersama udara.
"Alhamdulillah....lega akhirnya..."
"OH MY GOD......."
Rara membelalakkan matanya mendengar suara tersebut.
Ya allah...ya rabbi...ya rahman..ya rahim..
Berarti ada orang lain di dalam sana yang telah menyaksikan Rara kentut tadi.
"Ya allah Rara,lo kenapa kentut bau banget sih....gue sampai sesak nafas nih..." Ucap Dhea sambil batuk-batuk dan terkulai lemas.
Apa sangat berbahaya seperti itu kentut Rara?
"Iih Dhea lo lebay banget sih...gue aja biasa aja sama kentut gue.."
"Ya iyalah lo biasa aja kan kentut lo,,gue jadi korbannya...ya allah..sesak nafas Dhea ya allah...."
Rara lalu menolong Dhea untuk berdiri.Setau dia,tidak ada kentut orang yang akan membuat orang lain sesak nafas karena menghirupnya.
Kentut itu emang bau tapi tidak seberbahaya karbon monoksida.
"Awas ya...kalau elo kasih tau ke orang lain kalau gue habis kentut.." Ancam Rara.
Dhea lalu mengangguk kepala sambil memberi hormat kepada Rara.
"Lo ikut gue ke perpustakaan.."
"What???? library?are you sure?" Tanya Dhea Shok sambil memegang dadanya.
"Lo lupa ya?si Putri kan ada di situ!!"
"Oh iya lupa..."
Mereka berdua lalu secepat mungkin meninggalkan toilet tersebut.
Jangan sampai ada orang lain yang melihat mereka di dalam sana.
5 menit kemudian....
"Ya tuhan siapa sih yang kentut sembarangan di sini...bau banget..." Ucap Bu Gendut geram sambil menutup hidungnya.
☁☁☁
Rozyyd_
Hai kak,apa kabar?sukses pelatihannya?
Nabila menatap DM yang dikirimnya kepada Rozy dengan sedih.
Sudah 10 menit yang lalu Rozy tidak membalas DM-nya.
Padahal Nabila dapat melihat lambang hijau di profil instagram Rozy.
"Apa kak Rozy lagi pelatihan ya?"
Drrrtttt...
Nabila dengan secepat mungkin memeriksa notifikasi dari ponselnya.
Ada DM dari Rozy.
Nabila lalu tersenyum dan membuka DM yang barusan dikirim Rozy kepadanya.
Rozyyd_
Hmm
Senyuman manis Nabila mendadak hilang saat melihat balasan Rozy yang sungguh singkat kepadanya.
Mendadak hati Nabila menjadi sakit.
Nblasy_
Oh...ya udah kak,maaf ganggu.
Rozyyd_
Emang lo ganggu gue banget!!!gue itu lagi kencan sama Ifa..
Tes...
Setetes air mata tiba-tiba jatuh dari mata Nabila.
Kenapa Rozy mendadak kasar seperti ini kepadanya?
Hati Nabila semakin teriris saat melihat postingan terbaru milik Rozy.
Rozyyd_
Rozyyd_ Kesayangan ❤
❤100 likes
"Kak Rozy sama Kak Ifa kayaknya udah jadian..." Ucap Nabila mengusap air matanya.
Nabila lalu tersenyum.Walaupun dalam hatinya sangat sakit tapi dia harus tetap tersenyum karena Rozy sekarang bahagia bersama Ifa.
Sejujurnya,Nabila sudah lama memendam perasaan kepada Rozy.
Sejak masuk ke SMA tersebut,Nabila sudah menaruh hati kepada Rozy karena pada saat itu tak sengaja Nabila terpeleset dan Rozy menolongnya.
Selain baik,Rozy juga murid yang pintar dan tak lupa juga tampan.
Perempuan mana yang tidak akan kagum dengan ketampanan Rozy.Tapi,banyak perempuan di sekolah itu mengurung niat untuk tidak mendekati Rozy karena sifat dinginnya itu.
Pria tersebut selain dingin juga memiliki mulut berbisa jika dirinya merasa terganggu.
Oleh karena itu banyak para gadis di SMA Garuda Bangsa menyerah untuk mendapatkan hati Rozy.
Hingga suatu hari,datang seorang gadis yang mempunyai semangat tinggi mengejar dan berusaha mendapatkan hati Rozy.
Walaupun beberapa kali ditolak,gadis tersebut tak pantang menyerah untuk mendapatkan hati Rozy.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil karena Rozy akhirnya mencintai gadis itu.
Hanya gadis itu...ya gadis itu yang mampu meluluhkan hati manusia kutub es seperti Rozy.
Nabila jadi ingat kejadian beberapa waktu yang lalu saat sekolah mereka mengadakan kemping.
Flashback on
"Sinyal jelek juga ya di hutan.."
Nabila berjalan sambil mengangkat ponselnya ke atas berusaha mendapatkan sinyal.
Dia harus segera menelpon orang tuanya untuk memberitahu kalau Nabila sudah sampai di tempat kemping dengan selamat.
Dari kejauhan Nabila melihat seorang laki-laki yang sangat familiar baginya.
Nampak laki-laki itu sedang frustasi entah apa yang sedang dia pikirkan.
Nabila lalu melangkah mendekati laki-laki tersebut.
"Taufan suka sama Ifa?tapi kenapa?kenapa harus Ifa?"
Deg!
Apa yang barusan didengar Nabila.
Taufan?
Bukannya itu adalah ketua OSIS di SMA-nya.
__ADS_1
Dan suara ini adalah suara Rozy.
Jadi,selama ini dugaan Nabila benar kalau Rozy itu sebenarnya suka sama Ifa tapi dia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya.
Dari perkataan Rozy barusan,sudah dipastikan dia sedang cemburu.
"Hmmm kak Rozy..."
Rozy tersentak kaget lalu tersenyum sekilas kepada Nabila.
"Lo ternyata.."
Nabila lalu membalas senyum Rozy dan ikut duduk di samping Rozy.
"Kak Rozy suka sama kak Ifa ya?"
"Hah?apa?lo jangan ngaco..siapa juga yang suka sama cewek gila kek dia,bisa stres gue ."
Nabila lalu tertawa mendengar ucapan Rozy barusan.
"Lo kenapa tertawa?ada yang lucu?" Tanya Rozy kesal karena Nabila menertawakan dirinya.
"Nggak kak...maaf."
"Tapi,kak Ifa itu kelihatannya sayang banget sama kak Rozy buktinya kak Ifa sampai ngejar kak Rozy gini,jarang cewek kek gitu kak,kak Ifa itu berbeda." Jelas Nabila.
"Ya jelas berbeda...orang aneh kek gitu.."
"Aku ini cewek juga kak,aku bisa merasakan perasaan kak Ifa,dia itu sayang banget sama kakak, walaupun kakak udah nolak kak Ifa berkali-kali,dia ga pantang menyerah kak."
Rozy lalu terdiam mendengar ucapan Nabila.
Dia benar!
Selama ini Rozy telah beberapa kali menolak Ifa mentah-mentah tapi gadis itu tak menyerah sedikitpun.
Tak sadar seulas senyuman terukir di wajah tampan Rozy.
Rozy lalu berdiri.
"Gue mau balik ke tenda dulu."
Rozy lalu pergi meninggalkan Nabila yang masih bergelut dengan pikirannya.
Apa benar Rozy menyukai Ifa?
Tapi,ucapan Rozy tadi membuktikan kalau laki-laki tersebut menyukai Ifa.
Jelas-jelas dia itu sedang cemburu karena ternyata temannya sendiri menyukai Ifa juga.
Tapi,Nabila harus mengumpulkan beberapa bukti dulu untuk memastikan bahwa Rozy menyukai Ifa.
Jika sudah terkumpul,maka Nabila akan mempersatukan Rozy dan Ifa.
Ya...Nabila ingin melihat kedua orang tersebut bahagia,walaupun hatinya menjadi korban.
Flashback off.
"Aku ga perlu lagi ngumpulin bukti,karena mereka sekarang udah bersama."
Nabila lalu membereskan buku-bukunya dan mengembalikannya ke rak-rak buku perpustakaan.
Drrttt
Ponsel Nabila kembali bergetar.
Dia lalu melihat notifikasi DM dari Rozy.
Nabila kemudian membukanya.
Rozyyd_
Maaf Nabila,tadi itu Ifa...
Nabila lalu mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam saku.
"Aku bahagia lihat mereka berdua akhirnya bersatu,walaupun hati aku sakit." Batin Nabila.
Jujur...saat ini Nabila ingin menangis.
Tapi dia harus kuat,dia tidak boleh menangis hanya karena cowok.
Tes!
Setetes cairan berwarna merah tiba-tiba saja jatuh dan mengotori seragamnya.
Detak jantung Nabila seketika berdetak kencang.
Dengan secepat mungkin,Nabila segera lari dari perpustakaan.
Bruaaaakkkk...
"Awww...siapa sih kalau jalan itu pakai mata dong!!!" Omel Rara karena Nabila tak sengaja menabrak pundak Rara.
"Itu kan si Nabila,saingan si Ifa itu...ngapain dia kayak orang ketakutan gitu."
"Mungkin dia habis liat hantu." Ucap Rara asal.
Dhea lalu berdiri di belakang Rara sambil berteriak tidak jelas.
"OH MY GOD....Rara serius di sini ada hantunya."
Rara menghela nafasnya lalu mendorong Dhea menjauhi dirinya.
"Serah deh..."
"Tapi Rara tadi gue lihat hidungnya Nabila berdarah..."
☁☁☁
Ifa mengerjakan beberapa soal fisika di hadapannya sambil sesekali melirik ke arah Rozy.
Sedangkan Rozy terlihat sangat fokus dengan buku di hadapannya.
Cih...dasar pria antartika!
Bisa-bisanya tuh orang melupakan masalah mereka beberapa waktu yang lalu!
Demi apa pun itu!!! Ifa sungguh sangat kesal pakai Binggo!
"Iiiih....Rozy...Ifa itu lagi ngambek lagi kesal,lagi sedih...kok malah dicuekin???????" Teriak Ifa tidak tahan lagi dengan Rozy.
"Kenapa lo kasar gitu sama Nabila?"
Mata Ifa langsung terbelalak mendengar nama Nabila!
Oh My God.... Astaghfirullah....ya allah....kenapa Rozy bisa sekejam itu pada Ifa?
"Apa??Jadi Rozy lebih membela cewek itu????ini bencana yang sungguh mencengangkan.."
"Fa...lo seharusnya ga boleh gitu sama Nabila."
"Belain aja terus.....Sebenarnya Rozy itu sayang ga sih sama Ifa???Atau sebenarnya Rozy cuma mainin Ifa doang??Rozy kejam...."
Ifa lalu bangkit membereskan bukunya dan segera pergi dari toko pizza tersebut.
"Fa lo mau kemana?kita belum selesai soal Nabila.."
Tuh kan!!
Nabila lagi..Nabila lagi...
Ingin rasanya Ifa menghapus nama Nabila dari permukaan bumi ini.
Rozy lalu segera membereskan buku-bukunya dan pergi dari toko tersebut menyusul Ifa.
"IFA MAU BUNUH DIRI AJA...ROZY GA SAYANG SAMA IFA..." Teriak Ifa berlari menuju ke jalan raya.
"Ifa!!!Dengerin gue ngomong dulu.."
Ifa tidak mempedulikan teriakan Rozy,dia sekarang sudah berada di tepi jalan raya.
"Hiks....Maafin Ifa...Mama...Papa...Kak Arya...Nisa...bye bye..."
Ifa lalu menutup matanya dan bersiap melintas di jalan raya.
Rozy dengan cepat menarik tangan Ifa agar gadis itu tidak nekat untuk bunuh diri.
"Lo gila ya??hanya karena gue belain Nabila lo jadi kekanakan seperti ini!!" Bentak Rozy.
Ifa lalu memukul dada bidang Rozy sambil menangis sejadi-jadinya.
"Rozy...hiks...jahat...biarin Ifa mati...hiks jadinya...hiks..Rozy bisa bersama Nabila..."
"Ifa...lo jangan nangis di sini...malu diliatin.."
"Biarin aja...hiks....Ifa ga peduli...Rozy itu jahat banget....banget....hiks...."
Rozy lalu mengajak Ifa ke salah satu taman yang cukup sepi pada saat itu agar gadis itu sepuasnya menangis tanpa membuat dirinya malu.
"Rozy....jangan ngomong lagi sama Ifa...ngomong aja sama si Nabila....kalau perlu pacari dia..."
"Rozy itu sayangkan sama Nabila?Rozy itu cinta kan sama Nabila?ya udah pergi sana....Ifa ikhlas kok...Ifa rela....Ifa nyerah..hiks...."
"Kenapa sih Ifa bisa sampai segininya sama Rozy?kenapa Ifa bisa sesayang ini sama Rozy????hiks ..hiks..."
Rozy langsung memeluk Ifa.
Jujur...Rozy tidak suka melihat Ifa menangis seperti ini hanya karena dirinya.
"Lo boleh mukul gue sepuas lo...lo juga boleh maki gue sepuas lo fa."
"Tapi jangan ngomong kayak gitu lagi...gue itu cuma sayang sama lo Ifa."
Mendengar ucapan Rozy barusan membuat tangisan Ifa semakin menjadi-jadi.
"Udah...lo jangan nangis lagi...ya?"
Rozy lalu mengelus punggung gadis itu agar dia menjadi tenang.
Setelah merasa tenang,Rozy lalu melepas pelukannya.
Rozy kemudian menggenggam tangan Ifa sambil menatap dalam bola mata milik gadis tersebut.
"Gue sayang sama lo.."
"Hanya lo Ifa..."
"Hanya lo seorang..."
ASTAGHFIRULLAH....YA ALLAH
Jantung Ifa rasanya mau lompat saat Rozy menatap dirinya seperti itu.
Dag dig dug jantung Ifa gess...
Rozy lalu mencium tangan Ifa hingga sukses membuat Ifa melongo sempurna tidak percaya.
"Kamu mau jadi pacar aku?"
"Ariska Ifa Nurlia..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1