
Play the music 🎧
Just one smile is alluring-yang yang
☁☁☁
Putri menghela nafas berat sambil menjambak rambutnya frustasi.Dia lalu mengambil bantal yang berada di ujung kasur dan melemparnya dengan keras kepada gadis gila yang sejak 15 menit yang lalu guling-guling tidak jelas sambil teriak tidak jelas.
"SAKIT PUTRI!" Teriak Ifa sambil memegang kepalanya yang terkena lemparan mematikan dari Putri.
"Lo ngapain sih bocah?ini udah jam 11 malam kampreet!!!"
Ifa lalu tersenyum hingga membuat bulu kuduk Putri merinding melihatnya.
Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan sahabat anehnya itu?
"Kalian ngapain sih heboh dari tadi?gue lagi nonton drakor jadi terganggu nih." Omel Rara yang berada di karpet.
"Noh....lo lihat aja makhluk ajaib si Ifa tu,dari tadi guling-guling nggak jelas banget,pengen gue banting tu anak." Kesal Putri.
Ifa lalu mengerucutkan bibirnya kesal karena perkataan Putri.
"Emang lo nggak ada kerjaan lain apa fa?" Tanya Dhea ikut kesal melihat tingkah Ifa.
Ifa lalu kembali tersenyum sambil memainkan jari jemarinya.
"Sebenarnya...anu...tadi itu...Rozy.."
"Rozy kenapa?" Gemas Rara.
"Rozy curi first kiss Ifa." Jelas Ifa pelan sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah merah.
"APA???" histeris mereka bertiga.
"Ah..candaan lo kelewatan banget sih fa..." Ucap Rara tidak percaya.
"Astaghfirullah Ifa...lo boleh suka sama Rozy,lo boleh cinta sama Rozy,tapi jangan bikin lo berkhayal terlalu tinggi gini!!!" Geram Putri.
"Lagian nih ya,mana mau si Rozy nyium gadis gila seperti lo,yang ada nanti dia malah kejang-kejang." Jelas Dhea.
Ifa lalu menatap kesal ketiga sahabatnya itu.
Apanya yang mengkhayal??kejadian itu benar-benar terjadi!
"Sumpah...Ifa nggak bohong kok!!!" Ucap Ifa mengangkat dua jarinya.
Krik...krik...krik...
Suasana seketika menjadi hening.Baik,Ifa ataupun ketiga sahabatnya itu tidak ada lagi yang berbicara.
Hanya terdengar suara jangkrik pada malam hari.
Ifa lalu menundukkan kepalanya,merasa kecewa dengan ketiga sahabatnya itu.
"Ifa nggak bohong kok.." Ucap Ifa sendu.
Sontak ketiga sahabatnya itu kembali berteriak.Tapi,secepat mungkin mereka menutup mulut masing-masing karena takutnya nanti banyak orang yang bangun karena teriakan mereka.
"Lo serius?ya allah...itu anak sumpah diam-diam menghanyutkan..." Ucap Rara gemas.
"Gue rasanya jantungan dengernya." Ucap Dhea sambil mengipas dirinya dengan tangan kanannya.
Ifa lalu tersenyum sambil kembali membayangkan kejadian di biang lala tadi.
Ifa pun ikut kaget atas apa yang dilakukan Rozy padanya.
Sangat di luar dugaan!
Seorang pria dingin seperti Rozy mencuri first kissnya!
"Jadi karena itu elo dari tadi guling-guling nggak jelas?" Tanya Putri menghela nafasnya berusaha sabar menghadapi gadis aneh dan gila itu.
Ifa lalu mengangguk.
"Aaaa.....lo beruntung banget sih,gue juga pengen!!" Ucap Rara sambil memukul guling di hadapannya.
"Cieee lo pengen juga ya dicuri first kissnya oleh Andra..ciee..." Goda Dhea.
"Eh kambing afrika,enak aja lo ngomong gitu ya...emang elo yang pengen dicuri first kissnya oleh Kevin." Ucap Rara tidak terima.
"Eh sapi india...gue potong juga lama-kelamaan mulut dower lo itu!!"
"Apaan sih lo kambing Afrika!"
"Kalo misalnya elo sama Andra jadian,lo harus cium pantat gue!!"
Rara lalu bergidik ngeri mendengar ancaman dari Dhea.Ogah banget dia nyium pantat berkarat milik Dhea itu!
"Siapa juga yang mau nyium pantat tepos lo itu!"
Dhea lalu melirik tajam Rara.Walaupun pantatnya itu tepos,tapi ini adalah pantat terseksi di dunia!
"Gue hajar juga lo ya dada rata!"
Dhea lalu melempar Rara dengan guling dengan cukup keras.Karena tak terima,Rara pun melempar Dhea dengan guling di pangkuan Putri dan melemparnya dengan keras.
Ya....begitulah kalau cewek berantem!
Putri lalu memijat kepalanya yang terasa pusing.Tadi Ifa,sekarang mereka berdua.
Astaghfirullah!
"Fa...lo jangan kek mereka ya." Peringat Putri.
"Siap kapten!"
Putri lalu mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.
"Fa mending lo baca ******* deh,gue jamin banyak deh cerita seru di dalamnya."
Ifa lalu menatap ponsel yang sedang dimainkan oleh Putri.
"Beneran?"
"Iya fa...banyak cerita romantis deh di sini,tapi ada juga cerita dewasa gitu deh..jadi lo harus bijak milih ceritanya."
"Dewasa apa maksudnya Putri?"
Putri lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Tidak mungkin juga dia menjelaskan cerita yang berbau dewasa itu kepada anak polos seperti Ifa.
"Ya..pokoknya elo nggak boleh baca seperti ituan,nanti lo bisa dewasa sebelum waktunya."
Ifa lalu menganggukkan kepalanya.Lagian,dia juga tidak tertarik membaca cerita dewasa tersebut.
Dia lebih suka membaca cerita teenfiction.
"Terus cariin Ifa cerita yang menarik,nanti Ifa download *******."
Putri lalu mencarikan Ifa cerita yang menarik di aplikasi berwarna orange tersebut.
"My crazy girl..."
"Ifa akan baca cerita itu.."
Ifa lalu beralih kepada ponselnya untuk mendownload aplikasi tersebut.
"Oh ya Putri,apa Putri sudah membaca cerita dewasa itu?"
Ingin rasanya Putri membanting gadis itu dan melemparnya keluar jendela saat ini!
Apa-apaan pertanyaannya barusan,bikin darah Putri seketika mendidih.
"Ya nggak lah bocah!!" Kesal Putri.
Ifa lalu membalasnya dengan tersenyum.Dia lalu teringat bahwa besok dia tidak akan bertemu ketiga sahabatnya itu.
"Guys...Ifa satu minggu ke depan bakal nggak ketemu kalian." Ucap Ifa dengan tatapan sendu.
"ALHAMDULILLAH.." Ucap mereka bertiga serempak.
Ifa lalu melempar bantal di pangkuannya ke arah ketiga sahabatnya.
Sungguh sahabat yang terlalu!
"Ya...kita doain semoga lo selamat sampai tujuan terus semangat juga untuk belajarnya." Ucap Rara memberi semangat.
Ifa lalu beranjak memeluk ketiga sahabatnya.Dia pasti akan rindu dengan ketiga sahabatnya.
Karena selama seminggu ke depannya,dia tidak akan bertemu,mengobrol,bercanda,serta ngerumpi dengan ketiga orang tersebut.
"Oke Ifa akan semangat.."
☁☁☁
Keesokan paginya...
Sesuai dengan perkataan bu Tuti beberapa minggu yang lalu,hari ini Ifa dan Rozy akan mengadakan pelatihan olimpiade di kota Bandung.
Pelatihan tersebut bertujuan agar calon peserta olimpiade dapat mempersiapkan diri mereka dengan lebih matang.
Pelatihan tersebut bukan hanya untuk SMA Garuda Bangsa.Namun juga untuk beberapa SMA setempat.
Sekolah menengah yang diundang untuk pelatihan tersebut terdiri atas 4 SMA.Termasuk SMA Cahaya Bangsa,sekolah Ifa terdahulu.
Di depan gerbang SMA Garuda Bangsa,nampak seorang gadis dengan sweeter birunya membawa sebuah koper dengan sedikit kesusahan.
"Ya allah...ya rabbi ini koper apa batu sih." Kesal Ifa sambil menarik kopernya tersebut.
Ifa lalu menatap bus yang tak jauh dari hadapannya dengan tidak semangat.
"Ifa kira akan pelatihan cuma dengan Rozy,ternyata...."
Ifa lalu menghentakkan kakinya kesal.Dia kira bisa berduaan dengan Rozy,ternyata tidak.
"Ifa!!!"
Ifa lalu membelalakkan matanya mendengar suara yang barusan yang memanggil namanya.Suara tersebut terdengar sangat familiar.
Ifa lalu berbalik ke belakang untuk mengetahui siapa yang memanggilnya barusan.
"Rafly!!!!" Heboh Ifa.
Ifa baru ingat kalau Rafly merupakan salah satu siswa yang pandai di bidang fisika di sekolahnya dulu.Jadi,tidak heran jika sekarang dia ikut pelatihan mewakili SMA nya dahulu.
Rafly lalu melambaikan tangannya pada Ifa sambil tersenyum.Dia lalu melangkah menghampiri gadis yang sedang mematung tersebut.
"Kaget ya?"
"Sedikit.."
Rafly lalu mengacak rambut Ifa gemas melihat reaksi gadis itu.
"Rafly...nanti rambut Ifa berantakan!" Ifa lalu merapikan rambutnya.
"Mau gimanapun rambut lo,tapi lo tetap cantik kok."
Ifa lalu memalingkan wajahnya antara malu dan salah tingkah mendengar ucapan Rafly barusan.
Rafly lalu mengajak Ifa untuk masuk ke dalam bus tersebut karena menurut jadwal,5 menit lagi bus tersebut akan mengantar mereka menuju kota Bandung.
Setelah masuk ke dalam bus,Ifa lalu mencari dimana ke beradaan Rozy.Namun,pria tersebut tidak ada di dalam bus tersebut.
"Rozy kemana?"
Rafly lalu menarik tangan Ifa menuju 2 bangku yang kosong di urutan nomor 3 dari depan.
Setelah duduk di bangku tersebut,Ifa lalu berdiri dan memeriksa seisi bus sekali lagi.
Namun,Rozy tetap tidak kelihatan.
Kemana pria itu?5 menit lagi bus akan jalan.
Dengan gelisah,Ifa mengambil ponselnya dan menelfon pria bernama Rozy tersebut.
"Maaf pulsa anda..."
Ifa lalu menghela nafas gusar.Bisa-bisanya pulsanya habis di saat genting seperti ini.
Tak hilang akal,Ifa lalu membuka aplikasi WhatsApp dan mengirim pesan kepada pria itu.
Namun,hanya centang satu yang terlihat pada pesan itu.
"Last seen 9 jam yang lalu..."
Ifa lalu menganggaruk kepalanya gelisah dan cemas kepada Rozy.
Rafly yang melihat tingkah aneh Ifa menjadi heran.Apa yang sebenarnya dipikirkan mantan kekasihnya itu?
"Rafly Ifa keluar sebentar ya."
"Tapi fa sebentar lagi bus akan jalan.."
Tanpa mempedulikan perkataan Rafly,Ifa segera berlari keluar dari bus tersebut.
Masa bodo apa bus itu akan segera berangkat atau mau terbang atau apa.Yang jelas Ifa harus mencari dimana Rozy.
Setelah keluar dari bus,Ifa lalu berlari menuju gerbang sekolahnya.Namun,dia tidak mendapati kehadiran Rozy di sana.
"Rozy...dimana??"
Ifa lalu menggigit kukunya.Dia semakin gelisah karena 2 menit lagi bus akan berangkat.
Waktu terus berjalan...
Namun,Rozy belum menampakkan batang hidungnya.
"Nak..."
Ifa lalu menoleh ke belakang dan mendapati seorang guru pendamping pelatihan tersebut.
"Eh pak..."
"Mending kamu masuk ke dalam bus sekarang karena kita akan segera berangkat." Jelas pak Ramlan,guru pendamping tersebut.
"Tapi pak teman saya...."
"Maaf pak saya terlambat."
Ifa lalu menoleh ke belakang.Dia lalu tersenyum merekah melihat orang yang sedang dinantinya itu sekarang berada di hadapannya.
"Tidak masalah,baiklah silakan kalian masuk ke dalam bus."
Ifa dan Rozy lalu mengangguk dan segera berlari masuk ke dalam bus.
"Rozy kemana sih lama amat datangnya?"
Rozy tidak menjawab pertanyaan dari Ifa,dia terus berlari tanpa menghiraukan gadis di belakangnya itu.
Melihat Rozy yang mengacuhkannya,membuat Ifa berhenti berlari.
Ada apa lagi dengan pria itu?
Ifa lalu melanjutkan langkahnya dengan tidak semangat.
Saat masuk ke dalam bus,Ifa lalu mencari dimana keberadaan Rozy.Dia lalu menemukan pria itu duduk tepat di bangku sebelahnya.
__ADS_1
Ifa lalu mengukir senyuman.
"Lo kenapa keluar?" Tanya Rafly saat Ifa duduk di bangkunya.
"Ifa tadi nungguin teman Ifa." Jawab Ifa sambil melirik Rozy.
Rafly lalu ber oh iya sambil menatap pria yang tengah duduk di bangku di sebelah Ifa.
Rafly lalu mengingat kembali wajah pria itu.Ya....sekarang Rafly ingat.Pria itu adalah orang yang membela Ifa saat dia menarik tangan Ifa dengan paksa saat di gramedia waktu itu.
"Teman lo yang itu." Ucap Rafly sambil menunjuk dengan dagu.
"Iya...." Jawab Ifa dengan senyuman.
Rafly lalu merasa aneh dengan senyuman Ifa barusan.Mendadak hatinya terasa sakit.
Rafly sangat tau arti senyuman Ifa barusan.Senyuman itu sudah sangat lama tidak pernah dilihatnya.Senyuman hangat gadis itu.
Rafly sekarang menjadi tau bahwa Ifa mencintai pria itu.Hanya dengan melihat senyuman gadis itu.
"Oh..."
Ifa lalu memukul bahu Rafly karena cuma mengatakan oh.
"Iih....kok oh aja,bilang kek ganteng ya teman Ifa."
"Lo suka sama dia?" Tanya Rafly to the poin.
Ifa lalu mengangguk sambil tersenyum malu.
Rafly lalu mengelus rambut hitam Ifa seraya ikut tersenyum.
"Gue nggak terima." Batin Rafly.
☁☁☁
Rozy memandang pemandangan di luar jendela sambil mendengarkan musik dari earphonenya.
Rozy menghela nafas gusar.Gara-gara motornya yang mogok tadi,dia harus berlari sampai ke sekolah sambil membawa kopernya yang berat.
Rozy tiba-tiba teringat akan gadis gila yang tadi menunggunya di gerbang sekolah.
Mendadak wajah Rozy menjadi panas ketika mengingat gadis itu.Dia menjadi ingat kejadian memalukan yang dia lakukan saat di biang lala.
"Astaghfirullah.....tobat Rozy.."
Rozy lalu melirik Ifa yang berada di sampingnya.Terlihat bahwa gadis itu sedang tertidur dengan pulasnya.
Namun,bukannya ilfil,Rozy semakin gemas melihat wajah polos gadis itu.
Walaupun sedang tidur,dia tetaplah cantik.
"Jantung gue kenapa si.." Batin Rozy.
Rozy lalu beralih pada ponselnya yang tidak pernah dia buka semenjak mengantar gadis itu pulang.
Rozy tidak berani untuk bertatap muka ataupun berbicara pada gadis itu.Hal itu akan mengingatkannya pada kejadian malam itu.
Terdapat banyak sekali notifikasi dari Ifa.Seketika Rozy mengulas senyuman.
Rozy lalu merasakan seseorang tengah duduk di kursi sampingnya yang semenjak tadi kosong.
"Gue boleh duduk di sini?"
Rozy lalu menatap orang tersebut.Saat mengetahui siapa yang duduk,emosi Rozy seketika naik.
"Terserah lo."
Rozy berusaha mengabaikan orang di sampingnya itu.Dia hanya fokus memainkan ponselnya.
"Lo orang yang disukai Ifa ya"
Rozy seketika tersentak kaget mendengar pertanyaan orang itu.
"Ya..gue nggak tau kenapa sahabat gue itu suka banget sama lo."
"Dari tadi,dia hanya ngomongin lo."
Rozy ingin rasanya tersenyum saat ini mendengar penjelasan orang tersebut.Namun,dia harus tetap cool.
"Nggak ada urusannya sama gue." Jawab Rozy dengan nada dingin.
"Dan itu ada urusannya dengan gue!" Ucap orang itu sedikit membentak.
Rozy lalu menolehkan kepalanya menatap pria yang wajahnya sudah memerah menahan emosinya.
"Gue nggak peduli." Ucap Rozy dengan wajah datar.
Rafly ingin rasanya menghajar pria sok cool di sampingnya itu.
Entah kenapa,Ifa bisa cinta mati pada pria dingin dan aneh seperti Rozy itu.
"Gue nggak terima,Ifa suka sama lo."
Rozy kembali menoleh ke arah Rafly dengan wajah datar.
"Dan gue nggak terima jika lo suka juga sama Ifa."
Rafly lalu bangkit dan pergi meninggalkan Rozy.
Rozy seketika terdiam atas ucapan Rafly barusan.Apa itu artinya dia akan punya saingan?
Oh...sebenarnya Rozy sudah tau kalau pria itu masih mencintai Ifa.Buktinya pesan yang dikirim kemarin malam.
Rozy lalu menatap Ifa yang sedang tertidur pulas tersebut.Rozy lalu mengulas senyum.
Emosinya seketika reda saat melihat wajah polos gadis gila yang sering mengganggu hidupnya itu.
Rozy lalu mencoba memejamkan matanya.Mungkin dengan tidur,hatinya menjadi sedikit tenang.
"Kita lihat aja nanti."
☁☁☁
Setelah menempuh dua jam perjalanan,akhirnya mereka sampai di salah satu hotel di kota Bandung.
Semua siswa yang berada di bus,lalu mengemas barang bawaan mereka dan turun dari bus.
Rafly lalu geleng-geleng kepala menatap gadis yang masih saja tertidur pulas.
Rafly lalu menarik pipi gadis tersebut,hingga membuat Ifa meringis kesakitan.
"Ih siapa sih!!Ifa banting baru tau." Kesal Ifa perlahan-lahan membuka matanya.
Rafly lalu tertawa melihat ekspresi lucu Ifa.
Ifa lalu memukul Rafly dengan botol minuman miliknya.Sungguh kejam pria itu!
"Ampun!" Ucap Rafly disertai tawaan.
Ifa lalu mengerucutkan bibirnya kesal.Padahal dia habis mimpi bermain di pantai bersama Manu Rios!
Ifa lalu mengambil kopernya dan menariknya keluar bersama Rafly.
Ifa lalu teringat Rozy,dia lalu menatap bangku di sebelahnya.
Tidak ada orang!
Berarti pria itu telah pergi duluan darinya.
"Iih....dasar."
"Lo kenapa?" Tanya Rafly .
Ifa lalu menggelengkan kepalanya.
Pak Ramlan lalu menjelaskan kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan 1 minggu ke depannya.
Setelah menjelaskan jadwal pelatihan dan peraturan di sana,Pak Ramlan lalu menyuruh semua siswa tersebut untuk masuk ke dalam kamar yang telah di tentukan.
Untuk hari ini,semua siswa boleh pergi ke luar untuk jalan-jalan karena mulai besok jadwal mereka akan dipenuhi oleh latihan soal.
Ifa lalu menghela nafas,sedari tadi dia belum menemukan seorang teman cewek.
"Fa..gue duluan ya,nanti hubungi gue kalau lo udah nyampe kamar." Ucap Rafly.
Ifa lalu menganggukkan kepalanya.Dia lalu menatap sepatu birunya yang baru saja dibelikan mamanya 3 hari yang lalu.
"Woii..."
Ifa hampir jantungan.Siapa yang berani mengagetkannya seperti ini!
"Siapa sih???kalau Ifa jantungan emang mau tanggung jawab????"
"Elah lo lagi PMS?"
Ifa lalu menoleh ke belakang dan mendapati orang yang sangat familiar.
"Ima!"
Ifa lalu memeluk erat teman lama di sekolahnya dulu.Semenjak pindah ke SMA baru,dia dan Ima jarang berkomunikasi.
"Kangen banget lo sama gue."
Ifa lalu memukul Ima.
"Jadi Ima dan Rafly ikut pelatihan juga?"
Ima lalu mengangguk.
"Ciee yang ketemu mantan."
Ifa sekali lagi memukul Ifa,kali ini lebih keras dari sebelumnya.
"Kok Ifa nggak lihat Ima ya?"
"Makanya lo jangan fokus sama mantan doang."
Ifa lalu mencubit lengan Ima dengan cukup keras.
Setelah cukup lama bercengkrama,mereka lalu masuk ke dalam hotel.
Mereka lalu pergi ke meja Resepsionis.
"Maaf mbak,apa ada kamar yang kosong untuk anak pelatihan olimpiade?" Tanya Ima.
"Sebentar ya." Ucap Resepsionis itu sambil tersenyum.Dia lalu memeriksa apakah masih ada kamar yang kosong.
"Wah..kayaknya udah diisi semua."
Ifa dan Ima lalu membelalakkan mata.Mana mungkin ada kamar yang penuh?Pasti ketua pelaksana kegiatan ini sudah memesan kamar dengan pas.
"Mbak coba cek sekali lagi."
Resepsionis itu kembali mengecek.
"Oh...ada satu kamar yang hanya dihuni satu orang,jadi kalian bisa ke kamar 303."
Setelah mendapat informasi dari Resepsionis itu,mereka lalu segera bergegas ke kamar 303.
"Dasar...kita kira nggak bakal dapat kamar." Umpat Ima.
Ifa lalu membalasnya dengan tersenyum.
Setelah sampai di depan pintu kamar nomor 303,mereka lalu mengetuk pintu kamar tersebut.
Namun,tidak ada jawaban dari dalam sana.
"Kita masuk aja deh Ima."
"***** banget sih lo,pasti kamar ini dikunci."
"Coba aja dulu."
Mereka lalu membuka pintu kamar itu,ternyata tidak dikunci.
"Ceroboh banget sih,nanti kalau ada om-om genit yang masuk gimana." Ucap Ima membuat Ifa tertawa.
Mereka berdua lalu melihat seorang gadis sedang mengeluarkan pakaian dari koper miliknya.
Mereka berdua lalu berjalan mendekati gadis itu.
"Woi lo ceroboh amat sih,pintu kagak dikunci." Omel Ima.
Gadis itu mengangkat kepalanya menatap Ima.
"Suka-suka gue dong."
Ima ingin rasanya menjambak rambut gadis jutek seperti itu.Namun dia urungkan,sebab nanti rambutnya bisa copot oleh tangan ajaib Ima.
"Oh ya kalian siapa?"
"Kita ini siswa yang ikut pelatihan seperti lo juga." Jelas Ifa.
Gadis itu lalu mengangguk dan kemudian tersenyum.
Dia lalu mengulurkan tangan.
"Kenalin gue Tasya."
Ifa lalu membalas uluran tangan tersebut.
"Gue Ifa."
Tasya lalu menatap Ima yang kelihatannya masih kesal atas perkataannya barusan.
"Ini jin jenis apa?"
Ima lalu membelalakkan matanya mendengar perkataan Tasya barusan.
"Mulut lo itu tolong disaring atau nggak nanti gue yang akan saring." Kesal Ima.
Ifa dan Tasya lalu tertawa melihat tingkah Ima barusan.
"Namanya Ima." Ucap Ifa.
"Nggak usah lo kasih tau oon!" Geram Ima.
"Oh..nama adek Ima ya..." Ucap Tasya sambil menahan tawa.
"Au ah.."
Tawa Ifa dan Tasya semakin pecah melihat Ima yang sedang ngambek tersebut.
Drrrttt...
Ifa lalu merogoh ponselnya dalam saku karena bergetar.
From:+6823*******
Cepat keluar dari hotel.
☁☁☁
Tasya meminum satu gelas air hingga habis.Mulutnya seperti terbakar hebat.
__ADS_1
"Eh neng,kalau nggak sanggup pedas,jangan pesan makanan yang pedas dong!" Omel Ima.
"Nanti Tasya sakit perut loh..." Peringat Ifa.
Tasya lalu menatap Ima dan Ifa bergantian.
"Gue suka makanan pedas,jadi gue nggak akan sakit perut." Jelas Tasya.
"Ekspresi lo nggak memungkinkan." Ucap Ima memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya.
"Lagian nih ya..aduh pedas banget,gue ini ahli makanan pedas."
"Ifa nggak percaya."
Tasya lalu berkacak pinggang.Ucapan kedua teman sekamarnya ini lama-kelamaan membuatnya kesal.
"Ima ambilin gue minuman dingin dong cepetan!!" Teriak Tasya kepedasan.
"Apa gue bilang fa." Ucap Ima geleng-geleng kepala.
"Iya Ima,Ifa juga nggak yakin awalnya." Bisik Ifa.
Ima dan Ifa lalu bertos.Tasya langsung memberikan lirikan tajam kepada mereka berdua.
"Oh ya ngomong-ngomong kalian udah pada punya pacar?" Tanya Tasya sambil memakan lobster miliknya.
"Gue sih nggak,mungkin kalau Ifa iya." Ucap Ima sembari memberikan minuman dingin pada Tasya.
"Iih...Ifa juga nggak punya pacar,tapi.."
"Tapi apa?" Tanya Tasya penasaran.
"Nggak jadi deh.."
"Ya elah...padahal gue kepo banget." Ucap Tasya kecewa.
Ifa lalu tersenyum.Dia tidak mungkin menceritakan tentang Rozy kepada Ima ataupun Tasya.
Tuuuuttt
"Bunyi apaan tuh?" Tanya Ima.
Ifa lalu menutup hidungnya.
"Iih....Tasya kentut ya???bau banget.." Ucap Ifa.
Tanpa mempedulikan ocehan mereka berdua.Tasya langsung berlari menuju toilet.
"Jorok amat sih." Ucap Ima ikut menutup hidungnya.
Drrtttt...
Ima lalu melirik ke arah ponsel yang bergetar tersebut.
"Fa ponsel lo bergetar tuh." Ucap Ima.
Ifa segera meraih ponsel tersebut.Terdapat banyak notifikasi dari nomor yang tadi sempat mengirim pesan aneh kepadanya.
+6823*******
Cepat keluar dari hotel
Lama amat si
Cepat keluar sekarang
"Siapa sih ini..." Kesal Ifa.
Ima lalu menatap ponsel Ifa.
"Ada apaan si?"
Ifa lalu menyerahkan ponselnya pada Ima dan menyuruhnya untuk membaca pesan aneh tersebut.
"Coba aja lo keluar bentar deh fa,mungkin aja itu si Rafly yang isengin lo." Jelas Ima.
Ifa tampak mempertimbangkan perkataan Ima.Untung itu Rafly,jika penculik gimana?
"Kalau misalnya terjadi apa-apa,lo teriak sekencang mungkin atau telpon gue."
Ifa lalu mengangguk.
Ifa lalu keluar dari kamar hotel untuk menemui pelaku yang mengirim pesan aneh tersebut kepadanya.
Saat sampai di depan hotel,Ifa tidak menemukan siapa pun di sana.
To +6823*******
Ifa udah di depan,dimana si?
Ifa lalu menepuk jidatnya.Kenapa juga dia harus memberitahu orang itu kalau dia sudah berada di depan hotel.
Sungguh bodoh!
Ifa lalu menatap jam tangannya.
Sudah 10 menit berlalu,namun orang misterius itu belum juga muncul.
"Ifa balik aja deh."
Ifa lalu berbalik ke belakang hendak masuk ke dalam hotel.Dia mengutuk orang misterius yang telah mengerjainya itu.
Tin tin...
Ifa menoleh ke belakang.Dia lalu membelalakkan mata serta tubuhnya seketika kaku.
"Rozy..."
Rozy mengayuh sepeda sambil tersenyum kepada Ifa.
Hal tersebut membuat jantung Ifa copot dari tempatnya.
Rozy kelihatan sangat keren saat mengayuh sepeda tersebut.
"Cool banget.." Batin Ifa.
Rozy lalu berhenti mengayuh sepedanya tepat di depan gadis yang sedang menegang tersebut.
"Hoi.."
Ifa lalu tersentak dari lamunannya.
"Rozy keren banget.." Puji Ifa.
Rozy hanya tersenyum tipis.
"Naik..."
"Hah?"
"Naik Ifa..."
Ifa lalu tersenyum lebar hingga menampakkan deretan giginya.Ini benaran Rozy?
Kapan Rozy romantis seperti ini?
Dengan semangat serta hati yang berbunga-bunga Ifa segera naik.
Rozy mulai mengayuh sepeda tersebut.
Di sepanjang perjalanan,tak hentinya Ifa tersenyum.Ingin rasanya dia berteriak saat ini untuk mengungkapkan kebahagiaannya.
Ifa lalu menyandarkan kepalanya pada punggung Rozy.
Hatinya seketika berdebar tidak karuan.
Dan anehnya lagi Rozy sama sekali tidak marah.Melainkan Rozy ikut tersenyum.
"Rozy mau bawa Ifa kemana?"
Rozy lalu menoleh sebentar ke belakang.
"Terserah kamu."
Ifa lalu tersentak kaget.Dia hampir tersedak oleh salivanya akibat perkataan Rozy barusan.
Kamu?
"Kita ke taman aja,yang dekat dari sini." Ucap Ifa sedikit salting.
Rozy lalu tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Kemana pun asal kamu bahagia."
☁☁☁
Rozy menyerahkan beberapa lembar uang kepada penjual es krim.
"Makasih pak."
"Sama-sama nak."
Rozy lalu menatap Ifa yang sedang menikmati es krim green tea-nya.
Gadis ini jika sudah melihat es krim tidak bisa menahan dirinya dan akan merengek meminta di belikan es krim seperti anak kecil.
"Rozy mau?" Tawar Ifa.
Rozy lalu menggelengkan kepalanya.Dia lalu mengenggam tangan gadis itu.
"Rozy...jangan bikin Ifa deg-degan." Omel Ifa sambil mengatur nafasnya.
Rozy lalu mengajak Ifa untuk mencari tempat duduk yang kosong di taman tersebut.
Setelah mendapat tempat untuk duduk,Rozy lalu mempersilakan Ifa untuk duduk duluan.
"Cepat banget habis es krimnya."
"Habisnya enak."
Rozy lalu mengeluarkan tisu dari saku celananya.
Dengan penuh perhatian,Rozy membersihkan es krim yang menempel pada wajah gadis itu.
"Makan es krimnya juga jangan sampai belepotan gini."
Ifa seketika mematung atas perlakuan Rozy barusan.
Ada apa dengan pria itu?
Kenapa sikapnya yang semula dingin berubah menjadi hangat dan romantis begini?
"Ma..makasih.." Ucap Ifa kikuk.
Rozy lalu tersenyum.
Entah sudah beberapa kali Rozy tersenyum.
Rozy lalu menatap Ifa.
"Soal tadi pagi gue minta maaf."
Ifa lalu menatap bola mata Rozy.
"Nggak masalah kok Rozy." Jawab Ifa ikut tersenyum.
Rozy lalu mengambil tangan Ifa dan menggenggamnya dengan erat.
"Gue juga minta maaf soal kejadian di biang lala kemarin."
Ifa lalu menganggukkan kepalanya.Dia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.Karena orang yang telah mencuri first kissnya Rozy!Jadi dia tidak begitu marah.
Tapi jika orang lain yang mencurinya,Ifa berjanji akan mencincang tubuh orang tersebut.
"Pemandangannya indah ya Rozy."
Rozy lalu menatap gadis tersebut.
Angin sore menerpa wajah gadis itu sehingga membuat rambutnya sedikit berantakan.Namun,masih terlihat cantik.
"Seperti orang di samping gue."
Ifa lalu menatap tidak percaya pada Rozy.
"Rozy bilang apa?"
Rozy hanya tersenyum.
Rozy lalu menyematkannya beberapa helai rambut Ifa ke belakang telinga Ifa.
Rozy lalu membawa Ifa ke dalam pelukannya.
"Gue sekarang percaya."
"Kamu adalah sang penakluk gunung es di Antartika."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.