
Tetaplah engkau di sini
Jangan datang lalu kau pergi🎵
-----------------------O0O----------------------
Rara hanya menatap nanar gadis di hadapannya ini.Sedari tadi gadis ini joget-joget tidak jelas.Ya tuhan,ada apa dengan gadis itu??
"Ayukk ra,kita goyang bang jali sama-sama!"
Rara langsung menggelengkan kepalanya.Dia tidak mau ikutan gila seperti Ifa.
Rara sungguh mengutuk Putri dan Dhea.Kenapa mereka meninggalkan Rara dengan gadis hiperaktif ini bersamanya.Lihatlah sekarang! Hanya tuhan yang tau!
Ifa lalu menarik lengan Rara,gadis itu sepertinya ingin mengajak Rara pergi ke suatu tempat.Oh no! Jangan bilang kalau gadis itu ingin mengajak Rara ke..
"Ra,ikut Ifa yuk ke kelas Rozy!!Mumpung free class."
Ya hari ini memang semua kelas kosong,karena semua guru sedang rapat bersama kepala sekolah.
"Malas ah fa,biasanya kan lo pergi sendiri..sekarang kenapa ajak gue?"
"Ikut aja napa sih!"
Ifa dengan sekuat tenaga menarik tangan Rara.Rara hanya bisa pasrah menuruti kehendak Ifa.Jika telah bersemangat seperti itu,Rara tidak bisa melawannya lagi.
Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Ifa tersenyum.Rara lalu bergidik ngeri melihat sahabatnya itu.Apakah selama ini Ifa seperti itu jika ke kelas Rozy??oh...ya tuhan penyakit macam apa yang sedang diderita sahabatnya itu?apakah ada penawarnya?ah iya...tentu saja ada.Yaitu Rozy!
Ifa lalu mendadak berhenti.Rara pun ikut berhenti.
"Rara tunggu di sini aja ya." Ucap Ifa.
"Apa?tau gitu gue nggak usah ikut lo!" Ucap Rara memutar bola matanya.
"Jangan ngambek gitu dong!Kalau Rara ingin masuk juga nggak apa-apa."
"Enggak,gue tunggu di sini aja."
Emang Rara sangat malas masuk ke kelasnya Rozy.Apalagi di kelas tersebut ada dua pria genit yang selalu menggodanya.
Ifa lalu masuk ke dalam kelas Rozy.Dan alangkah terkejutnya Ifa melihat Rozy yang sedang tersenyum ke arah seorang gadis yang dia yakini adalah kelas 10.
Hati Ifa rasanya panas.Dia sangat cemburu,sangat!senyuman Rozy hanya boleh untuknya..
Ifa lalu melangkahkan kaki menuju ke tempat dua orang tersebut.
"Rozy.." Ucap Ifa berusaha terlihat biasa.
Kedua orang tersebut lalu menoleh ke arah Ifa.Begitu pun,Andra dan Kevin yang sedang bermain game.
"Eh ada ibu peri.." Sapa Kevin
Ifa hanya tersenyum ke arah Kevin.Melihat raut wajah Ifa sekarang Andra dan Kevin tau gadis itu sedang menahan api cemburu.
"Eh kamu..jangan terlalu dekat dong sama Rozy!" Ucap Ifa sedikit membentak.
Hal tersebut membuat nyali gadis tak bersalah tersebut menciut.
"M..maaf kak,a..aku hanya m..meminjam buku..ka...kak Rozy." Jelas gadis yang bernama Nabila tersebut dengan terbata-bata.
"Tapi jangan genit-genit ya,soalnya Rozy itu hanya milik Ifa."
Brruaaak.
Rozy menggebrak meja hingga semua buku terjatuh.Hal itu membuat suasana di kelas tersebut hening.
"MAKSUD LO APA??" Bentak Rozy dengan tangan terkepal menahan amarah.
"Ifa hanya mengingatkan gadis itu agar nggak genit sama Rozy." Ucap Ifa berusaha terlihat tenang walaupun dia sedikit takut dengan Rozy sekarang.
"genit?hahha.." Tawa Rozy sinis.
"Seharusnya yang genit itu bukan dia tapi LO!" Ucap Rozy menekankan kata lo pada Ifa.
Mata Ifa terasa memanas.Tapi dia harus menahan itu semua.Dia tidak mau Rozy melihatnya menangis lagi.Jangan sampai..
"LO ITU PEREMPUAN TAK TAU DIRI FA!" teriak Rozy tepat di depan wajah Ifa.
"Maksud Rozy apa ya?" Tanya Ifa dengan suara serak.
"Lo udah tau kalau gue nggak suka sama lo,dan lo masih ngejar gue,ngemis cinta ke gue,lo PEREMPUAN MURAHAN!"
Sumpah!pertahanan Ifa langsung runtuh.Cairan bening mengalir begitu saja dari mata Ifa.
Ifa lalu melangkah mendekati Rozy masih dengan air mata yang mengalir.
"Rozy tau kenapa Ifa masih ngejar Rozy?"
"Karena Ifa suka sama Rozy,sejak awal pertemuan kita."
"Karena sejak pertemuan itu,Ifa bertekat ingin miliki hati Rozy."
"Rozy boleh ngatain Ifa perempuan murahan."
"Rozy boleh ngatain Ifa perempuan tak tau diri."
"Tapi satu hal yang Rozy harus tau..Ifa sayang sama Rozy sampai kapan pun."
Rozy seketika mematung.Dia dengar dengan jelas setiap kalimat yang dilontarkan gadis ini kepadanya.
Mulutnya seketika terkunci.Dia tak mampu bersuara lagi.Gadis ini mampu membuatnya mati kutu saat ini.
Dengan air mata yang masih mengalir.Ifa lalu beranjak meninggalkan kelas tersebut.Jujur dia juga sangat malu saat ini.
Rozy lalu terduduk di kursinya.Perasaan bersalah menyelimuti dirinya.Apakah barusan dia sangat keterlaluan kepada Ifa?
Plaaak.
Rozy merasakan pipinya memanas.Siapa barusan yang menamparnya?
"Keterlaluan banget sih lo!" Teriak pelaku tersebut dengan wajah memerah.
Rozy hanya diam.Memang dia sangat keterlaluan.Bahkan tamparan tadi,tidak bisa menebus kesalahannya.
"Apa sih salah Ifa sama lo??"
"Pernah nggak sih sahabat gue ngasih beban sama lo?pernah nggak sih sahabat gue manfaatin lo?"
"Sahabat gue tulus menyayanginya lo!dan lo! Nyebut dia murahan???"
"Dasar sampah!"
Setelah puas melampiaskan kekesalannya kepada pria tersebut.Rara lalu beranjak menyusul Ifa yang sudah pergi menjauh.
Nabila yang merasa suasana semakin kacau pun ikut beranjak dari kelas tersebut.Dia sangat kasihan dengan kakak kelasnya itu.
Andra dan Kevin menatap Rozy yang terlihat frustasi.Mereka tau,Rozy tak berniat melontarkan kata-kata tersebut kepada Ifa.Dia hanya terbawa emosi.
"Zy.." Ucap Andra memegang bahu Rozy.
"Gue cabut dulu."
Rozy lalu bangkit meninggakan kelas tersebut yang terlihat heboh dengan kejadian barusan.
Andra dan Kevin lalu saling berpandangan satu sama lain.
"Ngapain lo mandang gue?naksir ya?"
Andra langsung menjitak kepala Kevin.Pria tersebut selain kurang waras juga tak mengerti suasana.
"Ampun..jangan pukul saya mas,saya masih punya anak 2 di rumah." Ucap Kevin sembari meniru gaya banci.
"Lain kali gue ajak lo ke tukang cuci motor!supaya otak lo itu di cuci!!"
☁☁☁
__ADS_1
Rozy berjalan dengan langkah tergesa-gesa.Jangan sampai gadis gila itu melakukan hal yang nekat.
Setelah bertanya kepada beberapa murid,akhirnya Rozy tau dimana keberadaan Ifa.Ya gadis itu sedang berada di atas gedung sekolah.
Rozy semakin mempercepat langkah menaiki tangga,jangan sampai apa yang dipikirkan Rozy benar-benar terjadi.
Saat tiba di atas,Rozy melihat seorang gadis sedang merentangkan kedua tangannya dan berdiri di ujung gedung.
Rozy seketika mematung,apakah gadis tersebut akan bunuh diri.Rozy langsung menghampiri gadis tersebut.
Rozy menarik tangan gadis itu.
"Lo gila ha??Jangan karena perkataan gue tadi lo mau akhiri hidup lo!!!"
Ifa seketika mematung sekaligus kaget.Darimana Rozy tau dia sedang berada di atas gedung.
"Rozy,Ifa.."
Tiba-tiba Rozy memeluk Ifa.Ya tuhan..jantung Ifa bekerja tak karuan.Tubuhnya seperti kesentrum aliran listrik.
Ifa lalu membalas pelukan Rozy.Dia merasakan kehangatan dari pria tersebut.Tunggu dulu,apa barusan pria itu mencemaskannya?
"Maafin gue." Ucap Rozy mempererat pelukannya.
Setelah berpelukan beberapa lama,Rozy lalu melepaskannya.
"Nih.." Ucap Rozy menyodorkan sebuah es krim pada Ifa.
Ifa hanya menatap es krim tersebut dengan perasaan campur aduk.Aa..Rozynya sangat romantis.
"Makasih Rozy." Ucap Ifa sambil berusaha menyembunyikan merona di pipinya.
Rozy lalu tersenyum tipis.
"Tadi Rozy khawatir ya sama Ifa?" Goda Ifa sambil menikmati es krim tersebut.
"Nggak,gue hanya merasa bersalah karena udah kelewatan sama lo."
Ifa ingin rasanya melempar pria dengan tingkat kegengsian luar biasa itu.Kenapa sih pria itu tidak mau jujur!Bahkan tanpa diucapkan,Ifa tau sebenarnya Rozy cemas terhadapnya.
"Tapi..kenapa Rozy peluk Ifa tadi?"
"Ya...karena gue mau nenangin lo supaya nggak jadi bunuh diri." Ucap Rozy menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Tapi Ifa tadi nggak mau bunuh diri,Ifa cuma menikmati udara segar dari alam."
Sekarang Rozy hanya bisa diam.Dia menyesali perbuatannya yang entahlah.Karena sudah malu,Rozy lalu meninggalkan Ifa begitu saja.
"Oke Rozy,lain kali lo harus banyak berpikir." Ucap Rozy pada dirinya sendiri.
"Aduuh!! Kebiasaan deh Rozy!"
Ifa lalu menyusul Rozy yang telah menjauh darinya.
☁☁☁
Setelah bel berbunyi,Rozy langsung membereskan semua peralatan sekolahnya dan memasukkannya ke dalam tas.Sedangkan kedua sahabatnya itu sedang melakukan aksi kejinya.
"Vin,lo udah tempelin permen karet ke bangku si Ipeh?"
"Udah ndra,lo udah tumpahin minyak bekas gorengan ke mejanya si Siti?"
Ya tuhan!!Sungguh manusia yang tidak berguna!
Rozy lalu pergi meninggalkan kelas tersebut,daripada dia disuruh Andra dan Kevin untuk membantunya.Rozy tidak akan mau tangan sucinya dinodai dengan melakukan perbuatan semacam itu.
Rozy berjalan menuju parkiran.Dia lalu menyalakan mesin motornya.Namun,Rozy merasakan beban di belakangnya.
"Rozy.."
Rozy hanya menghela nafas.Gadis itu..kapankah tidak menganggu hidup Rozy??
"Rozy..anterin Ifa pulang,lihat deh bentar lagi hujan."
Rozy lalu menatap langit.
"Ifa nggak mau..anterin Ifa pulang Rozy!!" Rengek Ifa.
"Lo kan bisa naik angkot fa!" Ucap Rozy berusaha bersabar.
"POKOKNYA ROZY HARUS ANTERIN IFA PULANG!!!"
Rozy hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpanya sekarang.Dia lalu menyalakan kembali mesin motornya dan melesat pergi dari sekolah.
Saat dalam perjalanan,gadis tersebut tak berhenti mengoceh.Namun,hal itu sudah biasa bagi Rozy,toh dia akhir-akhir ini sering mengantar gadis itu pulang karena paksaan,garis bawahi KARENA PAKSAAN.
"Rozy..Ifa takut jatuh deh."
"Makanya duduk baik-baik."
"Iiiih...nggak peka!" Ucap Ifa memalingkan wajahnya.
Rozy yang melihat wajah kesal Ifa seketika tersenyum,walaupun sangat tipis.Akhir-akhir ini dia sering tersenyum karena gadis tersebut.Astagfirullah...sadar Rozy.
"Rozy...Ifa pengen kayak si Diyah."
"Dia sering dapat bunga dari pacarnya."
"Ifa juga pengen kayak Aken,pacarnya juga sering ngajak dinner."
"Ifa juga pengen kayak Mita yang dikasih suprise terus sama pacarnya."
"Ifa juga pengen kayak Dhilla,pacar..."
"Ya pacaran aja sama pacarnya si Diyah,Mita,Dhilla atau si Aken itu."
"Iih..tuh kan...dasar cowok nggak peka."
Rozy heran dengan Ifa,toh apa yang salah dengan jawabannya.Dan yang paling terpenting dia tidak kenal siapa itu Mita,Aken,Dhilla atau si Diyah.
Saat di tengah perjalanan,tetes demi tetes hujan turun.Rozy lalu menepikan motornya di sebuah halte dan mengajak Ifa untuk berteduh.
Hujan pun turun dengan lebatnya.Hawa dingin seketika menyelimuti dua orang yang sedang berteduh di sebuah halte.
Ifa lalu mengulurkan tangannya menyentuh air hujan yang turun ke bumi.
"Rozy tau nggak.." Tanya Ifa memandang air hujan yang ditampungnya.
Rozy lalu menatap Ifa sekilas.
"Apa?"
"Ifa pengen kayak hujan."
Rozy hanya diam menunggu gadis tersebut melanjutkan perkataannya.
"Hujan,dia rela ngorbanin dirinya demi membuat orang bahagia.Walaupun dia harus jatuh berkali kali."
"Walaupun dia jatuh berkali kali,dia tetap mau bangkit dan membentuk awan yang indah."
"Ifa pun ingin membuat orang yang Ifa sayang bahagia walaupun Ifa harus banyak berkorban.Ifa pengen hasil perjuangan Ifa membuahkan hasil."
Rozy mematung mendengar perkataan gadis ular bin beo itu.Apakah sisi lain dari Ifa adalah seorang gadis bijak di sampingnya itu?tapi tunggu..berjuang?hasil?apa maksudnya itu..Rozy?aah..Rozy terlalu kepedean.
Ifa lalu berlari sembari bermain hujan,dia menikmati tetes-tetes hujan yang membasahi wajahnya.
"Yukk Rozy main hujan,terkadang main hujan membantu kita menghilangkan stres." Ucap Ifa mencimpratkan air hujan ke arah Rozy.
Karena tak terima,Rozy pun ikut berlari.Rozy lalu menampung air dan membalas perlakuan Ifa tadi kepadanya.
Mereka saling mengejar satu sama lain di tengah rintikan air hujan.Tawa pun pecah di antara mereka berdua.
Namun..tiba-tiba Ifa merasakan sakit di perutnya.Dia lalu memegang perutnya yang semakin sakit.
Rozy yang merasakan sesuatu yang aneh pada Ifa lalu menatap Ifa.Rozy kaget karena bibir Ifa berubah menjadi pucat.
__ADS_1
"Fa..lo nggak apa-apa?" Tanya Rozy dengan nada cemas.
Ifa hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi bibir lo pucat fa."
Ifa tiba-tiba ambruk.Untung Rozy siap siaga untuk menahan tubuh Ifa.
"Ifa!!"
Rozy kaget dan perasaannya berubah menjadi gelisah.
"Taufan.."
☁☁☁
Setelah semua urusan selesai,Taufan segera menuju parkiran.Dia mempercepat langkahnya karena hujan semakin deras.
Setelah masuk mobil,Taufan lalu menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan sekolah.
Saat di tengah perjalanan Taufan melihat dua orang yang sangat familiar.Taufan lalu memicingkan matanya berusaha mengenali wajah mereka.
"Ifa..Rozy.."
"Ngapain mereka main hujan begitu?dan mereka kelihatan akrab."
"Rozy bilang dia tidak kenal dengan Ifa."
Karena dilanda banyak pertanyaan.Taufan pun keluar dari mobilnya membiarkan hujan mengguyur dirinya.Saat Taufan hampir sampai ke tempat Ifa dan Rozy,Ifa tiba-tiba ambruk.Hal itu membuat Taufan kaget sekaligus panik.
"Ifa!!"
Rozy lalu menoleh ke arah sumber suara.
"Zy..cepat kita antar Ifa ke rumah sakit." Ucap Taufan panik.
Rozy lalu menggendong tubuh mungil itu masuk ke dalam mobil.Masa bodoh dengan motornya.Dia bisa minta bantuan Andra atau Kevin dengan imbalan ayam goreng.
Rozy lalu meletakkan kepala Ifa di atas pangkuannya.Bibir mungil Ifa masih pucat dan tubuhnya sangat dingin karena basah.
"Lo apaan sih zy?lo ajak Ifa main hujan?dan sekarang..lo liat akibatnya."
"Apa?kok gue?dia sendiri yang minta main hujan,kok lo nyalahin gue." Ucap Rozy tak mau disalahkan.
"Ngapain lo biarin dia?kenapa nggak lo cegah?"
"Ya...gue salah!!puas lo!!"
Seketika terjadi keheningan di antara dua orang tersebut.Taufan merasa bersalah kepada Rozy karena seharusnya dia tidak menyalahkan Rozy seperti itu.
"Maaf zy..gue nyalahin lo kayak gini,tapi gue hanya khawatir aja kepada Ifa."
Deg
Khawatir?apa Taufan suka kepada Ifa?kenapa hati Rozy sakit ya mendengarnya.
"Its okey."
Taufan hanya tersenyum.Jujur dia sangat khawatir kepada Ifa.Pikirannya dipenuhi oleh kondisi gadis tersebut.
☁☁☁
Sejak Ifa diperiksa oleh dokter.Taufan semakin gelisah.Semoga kondisi Ifa baik-baik saja semoga.Sedangkan Rozy hanya tenang seperti tidak terjadi suatu masalah.
"Rozy!!" Suara melengking itu membuat Rozy segera menutup kupingnya.Dia tau setelah ini pasti dia akan dimarahi habis-habisan.
"Lo apain lagi sahabat gue?ha?nggak puas lo nyakitin sahabat gue?" Ucap Putri mengontrol emosinya.
Taufan yang mendengar perkataan Putri semakin bingung.Menyakiti?apa maksudnya?
"Dimana Ifa sekarang?" Tanya Rara.
"Ifa lagi diperiksa dokter." Ucap Rozy santai.
Hal tersebut membuat Putri dan Rara semakin geram kepada pria tersebut.Sedangkan Dhea sedari tadi menatap sinis Rozy.
Taufan lalu menghampiri keempat orang yang sedang berdebat tentang sesuatu hal yang tidak dia ketahui.
Menyadari Taufan yang menghampiri mereka,ketiga sahabat Ifa itu pun menjauh dan memilih duduk menunggu informasi dari dokter.
"Zy.." Ucap Taufan
"Apa?"
"Tolong lo jelasin ke gue sebenarnya apa yang terjadi antara lo dengan Ifa?" Tanya Taufan dengan hati-hati.
"Gue akan jelasin ke lo nanti,sekarang lebih baik lo tunggu Ifa sadar,gue mau pulang dulu."
Belum selesai Taufan melanjutkan perkataannya,Rozy telah pergi meninggalkannya.Ya begitulah Rozy.Taufan bisa maklumi.
Dokter yang memeriksa Ifa tadi,keluar dari ruang IGD.Taufan,Putri,Rara,dan Dhea lalu menghampiri dokter tersebut.
"Gimana teman saya dok?" Tanya Putri semakin khawatir.
"Asam lambung teman kalian tersebut naik,hal itu yang menyebabkan dia pingsan.Salah satu penyebabnya karena sering telat makan
"
Rara,Putri,dan Dhea saling berpandangan.Mereka tau Ifa akhir-akhir ini telat makan karena menunggu balasan pesan dari Rozy.Putri akan menonjok temannya itu jika dia mengulangi perbuatannya itu kembali.
"Terus gimana keadaannya dok?" Tanya Taufan.
"Sekarang dia sudah cukup baik,oh ya..ini obat yang harus ditebus." Ucap dokter memberikan resep obat tersebut kepada Taufan dan pergi menuju ruang kerjanya.
"Gue tebus ini dulu ya."
"Eeh..nggak apa-apa nih fan." Ucap Dhea sedikit tak enak.
"Ya..nggak,Ifa kan teman gue juga." Ucap Taufan sambil tersenyum dan senyumannya itu mampu membuat para gadis meleleh begitupun ketiga gadis tersebut.
☁☁☁
Perasaan Rozy menjadi sedikit lega,setelah Taufan mengirim pesan kepadanya bahwa kondisi Ifa baik-baik saja.Dia lalu mendudukkan dirinya di sofa yang terdapat di balkon.
Dia menatap langit yang indah setelah hujan berhenti.Dia tiba-tiba teringat akan perkataan Ifa.Dia lalu meraih ponselnya dan membuka ruang chat nya dengan Ifa.
Rozy melihat banyak pesan yang dikirim gadis itu kepadanya.Namun,dia hanya membalasnya satu kali dari banyak pesan itu.
Ifa:Rozy..
Ifa:Rozy Ifa kangen :(
Ifa:Rozy kapan sukanya sama Ifa?
Ifa:Rozy jangan marah sekarang Ifa diam.
Rozy:gue nggak marah sama lo
Ifa:❤❤❤❤❤
Deg
Hati Rozy mendadak menjadi aneh.Ada perasaan senang yang menyelimuti dirinya saat menbaca pesan tersebut.
"Apa gue suka sama tu cewek?"
Aaah..Rozy benar benar tak paham dengan masalah percintaan.
Dia tiba-tiba ingat perkataan Andra.Jika kita menutup mata dan yang terbayang adalah seseorang khususnya cewek,berarti kita menyukainya.
Rozy lalu menutup matanya.
Satu..dua..tiga..
"Kok wajah si Ipeh ya yang kebayang."
__ADS_1
Rozy tak mau ambil pusing,dia lalu bangkit menuju tempat tidurnya yang empuk dan mulai menutup mata menuju alam mimpinya.