
Sejak pergi dari ruang musik tadi,tak ada hentinya Ifa tersenyum.Apalagi membayangkan Rozy yang sedang bernyanyi tadi.
So cool!
Melihat teman sebangkunya yang bertingkah aneh,Dhea seketika bergidik ngeri sekaligus bingung.
Teman sebangkunya ini tiada hentinya tersenyum semenjak masuk kelas tadi.
"Dhea lo kenapa?" Tanya Rara sembari menyandang tas ranselnya
"Itu si Ifa kenapa lagi sih?" Tanya Dhea.
Rara lalu menatap gadis yang sedang tersenyum tidak jelas tersebut.
"Mungkin dia sudah baikan dengan Rozy."
Dhea lalu berpikir sejenak.Mungkin apa yang dikatakan Rara ada benarnya.
Hanya Bang ozylah yang mampu membuat Ifa menjadi orang gila.
"Hai....nona Rara." Teriak Andra dari balik pintu.
"Ngapain lo ke sini?" Tanya Rara dengan nada ketus.
"Nona...aku bawakan engkau setangkai mawar merah..terimalah.." Ucap Andra menyodorkan setangkai mawar merah.
Rara lalu memandang bunga tersebut.Dia lalu menghela nafas.
Cowok ini sudah sering kali ditolak tapi tidak pernah menyerah.
"Gue nggak tertarik." Rara lalu berjalan melewati Andra yang menatap bunga mawar tersebut.
"Sabar ya Andra.." Ucap Dhea lalu pergi menyusul Rara.
Andra lalu mengangguk.Hari ini dia juga ditolak oleh Rara,sang pujaan hati.
"Untuk kesekian kalinya daku ditolak oleh pujaan hati." Ucap Andra dramatis.
Andra hendak meninggalkan kelas tersebut.Namun,dia tak sengaja melihat Ifa tengah duduk sambil tersenyum.
Sejak kapan gadis itu di sana?sambil senyum tidak jelas lagi?apa itu cewek kesurupan?
Andra lalu menghampiri gadis tersebut.
"Lo ngapain masih di sini?pakai acara senyam-senyum lagi." Tanya Andra.
Ifa lalu tersentak dari lamunannya.
"Ih Andra ngagetin tau nggak!"
"Lo nya sih pake acara ngelamun segala."
"Ifa itu lagi nunggu Rozy."
Andra hampir tersedak mendengar jawaban gadis yang sedang duduk tersebut.
Rozy??
Ada apa di antara mereka berdua?
"Ifa.."
Andra dan Ifa sama-sama menoleh ke arah sumber suara.
Senyum Ifa tambah merekah melihat pria yang sangat dicintainya itu.
Rozy lalu menghampiri Ifa dan Andra yang sedang menatapnya.
Rozy lalu menatap setangkai bunga yang sedang berada di tangan Andra.
"Lo ditolak?" Tanya Rozy to the poin.
"Nusuk amat sih pertanyaan lo." Kesal Andra.
"Andra ditolak?sama Rara???" Tanya Ifa histeris.
Andra lalu mengusap dadanya berusaha sabar.
Ternyata gadis ini tidak tau apa yang sedang terjadi tadi,karena pikirannya hanya dipenuhi oleh ROZY!
"Kita berangkat sekarang." Ajak Rozy kepada Ifa.
Ifa lalu mengangguk,lalu menyandang tas ranselnya.
"Eh lo berdua mau kemana nih?" Tanya Andra curiga dengan dua makhluk di hadapannya ini.
Rozy lalu menarik tangan Ifa tanpa mempedulikan pertanyaaan Andra barusan.
"Andra Ifa duluan ya sama Rozy,Ifa doain semoga Andra berhasil diterima oleh Rara."
"Makasih ibu peri..." Ucap Andra kembali semangat.
Setelah 5 menit berjalan,mereka pun sampai di parkiran.
Rozy lalu menyodorkan helm pada Ifa.
"Rozy..."
"Hmm.."
"Pakein dong."
"Lo bukan anak kecil lagi fa,pake sendiri."
Ifa lalu menghentakkan kakinya.
Kapankah Rozy ini bisa romantis...sedikit aja...
Ifa lalu memakai helm tersebut dengan tidak ikhlas.
Setelah Rozy menyalakan mesin motornya,Ifa lalu naik ke atas motor tersebut.Setelah itu,Rozy melajukan motornya.
"Rozy..."
"Mending lo diam,gue lagi fokus nyetir.."
Tu kan!dasar nggak ada manis-manisnya!
Ifa lalu memalingkan wajahnya.Mendadak dia menjadi kesal kepada pria itu.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit,mereka pun akhirnya sampai di Mall.
Setelah memarkirkan motor Rozy,mereka lalu masuk ke dalam Mall.
Ifa lalu memandang tangannya.
"Rozy...tangan Ifa gatel lagi nih."
"Salaf yang waktu itu udah habis?"
Ifa rasanya ingin mati rasa sekarang!
Pria ini sungguh tidak peka kepadanya.Padahal dia sudah memberikan kode yang sangat jelas!
"Ih...Maksud Ifa itu...Ifa pengen digandeng Rozy..." Geram Ifa.
"Gue nggak mau."
Ifa lalu menghentakkan kakinya dengan sengaja.
Pria ini selalu saja membuatnya jengkel.
Rozy tidak mempedulikan gadis yang sedang kesal tersebut.Dia tetap menatap lurus ke depan mendahului gadis itu.
"Untung sayang.." Gumam Ifa.
Mereka lalu melangkah menuju bioskop karena film tersebut akan segera dimulai 15 menit lagi.
Mereka lalu memilih duduk di kursi nomor 2 paling atas.
Tempat yang strategis untuk menonton.
"Oh iya...Rozy kita nonton film apa ya?" Tanya Ifa saat lampu-lampu di studio mulai dimatikan.
Rozy lalu menatap heran gadis di sampingnya itu.
Ini apa otaknya sedang eror?Kenapa dia masih bertanya?Apa gadis itu tidak tau tiket yang diberikan Rozy kepadanya?
Astagfirullah!
"Lo nggak lihat judul tiket yang gue berikan?"
"Nggak...bagi Ifa sih asal nonton dengan Rozy iya-iya aja."
Rozy lalu menghela nafas.
"Lihat aja nanti."
Rozy lalu fokus menatap layar di depannya.
"Iya."
Ifa lalu ikut menatap layar di depannya itu.
Film pun di mulai...
"Astagfirullah...film horor...!"
☁☁☁
Putri berjalan menuju kelas dengan langkah tergesa-gesa.
Pasti ketiga temannya sudah pergi pulang meninggalkannya.
Hari ini dia ada ulangan susulan karena beberapa hari yang lalu dia tidak ikut karena sakit.
Setelah sampai di kelas dia hanya menemukan tasnya.
Dugaannya ternyata benar...
Putri lalu menyandang tasnya dan segera pergi dari kelas.
Ketika hendak meninggalkan kelas,dia melihat Taufan.
__ADS_1
"Kenapa Taufan belum pulang?"
Putri lalu menghampiri Taufan yang sedang bernyanyi dengan gitarnya.
"Ku hanya bisa berharap.."
"Kau bahagia di sana.."
"Dengan dia pilihanmu..walau dia sahabatku.."
"Biar aku yang pergi.."
"Biar aku yang tersakiti.."
"Biar aku yang berhenti..berhenti mengharapkanmu.."
Putri melihat bahwa Taufan bernyanyi dari hatinya.Seketika Putri ikut sedih mendengar nyanyiannya.
"Oh tuhan kuatkan aku..menerima semua ini."
"Jika dia memang untukku..ku harap kembalikan dia padaku.."
Taufan lalu menatap langit biru di atas sana.
"Gue sayang sama lo Ifa..."
Deg!
Apa?Ifa?
Putri sungguh kaget mendengar perkataan Taufan barusan.
Jadi lagu itu tertuju untuk Ifa?
Jadi selama ini Taufan menyukai Ifa?
Sang ketua OSIS?
Menyukai gadis gila itu?
Semua siswi di SMA ini bersusah payah untuk bisa mendapatkan hati Taufan.
Dan Ifa dengan mudah bisa mendapatkan hati pria itu.
Putri lalu menghampiri Taufan.
Tersadar akan kehadiran Putri,sontak membuat Taufan tersentak kaget.
Putri lalu duduk di samping Taufan.
"Jadi selama ini lo suka sama Ifa?"
"Lo kok bisa tau?" Tanya Taufan kaget.
"Gue dengar kata-kata lo barusan."
Taufan lalu mengangguk.
"Gue bukan suka lagi tapi sayang put."
Mendengar perkataan Taufan,entah kenapa Putri merasa bersalah.
Sahabatnya ini hanya dibutakan oleh cintanya pada Rozy.Dia tidak pernah melihat ada orang yang tulus mencintainya.
"Maafin sahabat gue ya.."
Tiba-tiba Taufan memeluk Putri.Hal tersebut membuat jantung Putri berdetak tidak normal.
"Maafin gue,tapi biarkan gue peluk elo untuk beberapa saat."
Putri lalu mengangguk.
Dia sangat tau bagaimana perasaan Taufan sekarang.
Setelah merasa tenang,Taufan lalu melepas pelukannya.
"Lo cinta banget ya sama Ifa?" Tanya Putri.
"Banget put." Jawab Taufan.
"Aneh sih..banyak cewek yang ngejar lo tapi lo nggak pernah ngerespon mereka.."
"Dan..sahabat gue yang super gila itu bisa bikin lo jatuh cinta.."
"Lo suka Ifa dari mananya sih?" Ucap Putri sambil membayangkan tingkah gadis yang bernama Ifa itu.
Taufan lalu tertawa sambil memandang langit yang sedang cerah.
Putri lalu menatap heran Taufan,mengapa laki-laki itu malah tertawa?
"Pertanyaan gue salah ya?" Tanya Putri.
Taufan lalu menggelengkan kepalanya.
"Nggak Put.."
"Terus kenapa lo tertawa?"
"Lucu aja."
Apa yang lucu?
"Fan...lo yang sabar aja ya,gue yakin suatu saat nanti lo akan dapetin yang lebih baik dari Ifa." Ucap Putri memberi semangat pada Taufan.
"Makasih Putri." Ucap Taufan sambil tersenyum.
Melihat senyuman Taufan,tiba-tiba jantung Putri berdetak kencang.
Apa barusan yang terjadi padanya?
"Mau gue antar nggak?"
Jantung Putri berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
Oh tuhan....
Apa yang sedang terjadi???
"Nggak usah fan..gue..anu...gue bisa sendiri kok naik angkot."
Taufan lalu melirik jam tangannya.
"Ini udah jam 3 put,angkot nggak bakal lewat lagi,gue antar ya?"
Putri lalu menganggukkan kepala.
Taufan lalu mengajak Putri ke parkiran untuk mengambil mobil Taufan.
"Aduh jantung gue kenapa sih?" Batin Putri
☁☁☁
Ifa keluar dari bioskop dengan wajah sedikit pucat serta kaki yang gemetar.
"Lo nggak apa-apa?" Tanya Rozy
"Its okey Rozy."
"Bibir lo pucat loh."
Ifa lalu mengambil ponselnya dan mengecek wajahnya.
Ternyata benar,bibirnya terlihat pucat.
Bagaimana tidak pucat?
Film yang baru saja dia tonton adalah film horor dan dia sangat takut dengan yang namanya hantu!
Mungkin nanti malam,dia akan tidur dengan Nisa.Dia tidak akan sanggup tidur sendirian.
Tiba-tiba nanti malam,di bawah kolong tempat tidur ada hantu!
Atau di di dalam lemari...
Membayangkan saja membuat Ifa ingin pingsan.
"Mending kita duduk dulu."
Ifa lalu mengangguk.Mereka lalu duduk di dekat bioskop tersebut agar Ifa menjadi tenang.
"Maafin gue."
"Bukan salah Rozy kok,Ifa nya hanya **** nggak cek tiketnya dulu."
"Gue benar-benar nggak tau lo takut banget film horor."
"Nggak apa-apa kok Rozy,lagian yang penting bagi Ifa adalah nonton bareng Rozy." Ucap Ifa tersenyum bahagia.
Setelah beberapa menit,Ifa sudah tenang.
Rozy lalu merasa lega.Tidak mungkinkan?dia membopong orang hanya karena ketakutan menonton film horor..
Mereka lalu beranjak menuruni lift menuju parkiran.
Krrrukkkk
Ifa mengumpati perutnya tersebut.Pasti Rozy mendengarnya barusan!
Sumpah Ifa sangat malu!
"Lo lapar?"
Ifa lalu menganggukkan kepalanya.
"Kita makan dulu sebelum pulang."
Rozy lalu mengajak Ifa untuk pergi makan ke kafe yang tak jauh dari Mall tersebut.
"Kita duduk di sana." Ucap Rozy sambil menunjuk tempat yang masih kosong.
Ifa dan Rozy lalu melangkah menuju tempat kosong tersebut.
"Lo mau pesan apa?" Tanya Rozy sambil melihat-lihat menu.
__ADS_1
"Ifa pesan spaghetti aja Rozy.."
"Oke tunggu sebentar."
Rozy lalu bangkit untuk memesan makanan.
Selang beberapa menit,Rozy kembali ke tempat duduknya bersama Ifa untuk memesan makanan.
Rozy menatap Ifa yang sedang memegang perutnya.Sepertinya gadis itu sangat kelaparan.
"Lo lapar banget ya?"
"Enggak kok Rozy."
"Terus lo ngapain sampai pegang perut kek gitu?"
"Ifa itu cuma ngecek apa perut Ifa itu buncit atau tidak,kalau iya Ifa akan rajin berolahraga supaya tubuh Ifa ini seksi jadinya Rozy nggak kecantol sama cewek lain."
Rozy hanya bisa melongo mendengar ucapan gadis itu.
Ya allah..apa sebenarnya isi otak gadis itu??
15 menit pun berlalu...
Makanan yang dipesan pun datang.
Dengan cepat,Ifa menyambar makanan tersebut.Dia kelihatan seperti orang yang tidak makan selama seminggu.
Melihat Ifa yang makan dengan lahap tersebut,terlintas ide jahil di dalam pikiran Rozy.
Dia lalu mengeluarkan ponselnya,dan..
Cekrek
Rozy lalu tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya melihat ekspresi konyol gadis gila tersebut.
Melihat Rozy yang tertawa sampai sebegitunya membuat Ifa penasaran.
"Rozy ngapain?"
"Lo liat deh.." Ucap Rozy sambil memperlihatkan foto itu pada Ifa.
Mata Ifa melotot melihat foto di depannya itu.Apakah itu dia?
Oh my god.....Ekspresi macam apa itu???
Ifa dengan segera merebut ponsel tersebut dari tangan Rozy.
Namun,Rozy dengan sigap menghindari ponselnya dari Ifa.
"Rozy..hapus nggak!"
"Ngapain di hapus?"
"Jelek Ifanya Rozy!!!"
Ifa berusaha merebut ponsel itu dari tangan Rozy.
Bagaimana pun caranya foto aib itu harus terhapus dari tangan pria itu!!!
"Bisa tanggap nggak?" Ejek Rozy.
Ifa bertambah kesal dengan ejekan pria tersebut.Memang dia akui,tubuh dia itu jauh lebih pendek dari pria itu.
Saat merebut ponsel tersebut,tak sengaja kaki Ifa tersandung meja dan dia pun jatuh.
Dengan segera,Rozy menahan tubuh gadis itu.Akibatnya sekarang jarak mereka sangat dekat dan hanya berjarak beberapa senti saja.Rozy lalu menatap mata hitam milik Ifa begitu pun sebaliknya.
Ifa bisa dengan jelas melihat wajah Rozy.Oh tuhan....sangat tampan luar biasa!
"Aduh....jantung Ifa kok cepat gini detaknya." Batin Ifa.
Mata Rozy beralih menatap bibir tipis milik gadis itu.Rozy lalu mencoba lebih mendekatkan wajahnya kepada Ifa.
Menyadari hal tersebut,Ifa langsung mendorong tubuh Rozy menjauh darinya.
Bisa-bisa dia akan pingsan di tempat nanti!
Sadar akan perbuatannya barusan.Rozy langsung mengutuk dirinya sendiri!
"Astagfirullah....maafkan hamba ya allah!!"
"Rozy maafin Ifa,tadi itu Ifa nggak sengaja."
Rozy lalu menganggukkan kepalanya.
"Oh iya tadi itu Rozy mau cium Ifa ya?" Tanya Ifa polos.
"Nggak...ngapain juga gue cium lo tanpa izin." Ucap Rozy mendadak salting.
"Kalau Ifa mengizinkan?"
"Gue tetap nggak mau..lo bukan muhrim gue." Jelas Rozy dengan wajah memerah.
"Kalau muhrim Rozy mau tu?"
Rozy lalu menarik pipi gadis itu.Hingga membuat Ifa kesal.
"Tapi kalau Rozy mau cium Ifa berarti Rozy nyuri first kiss Ifa dong,itu artinya Rozy harus nikah....."
Rozy langsung membekap mulut gadis itu.Jangan sampai pengunjung kafe di sini tau apa yang dikatakan gadis itu.
Jika sampai terdengar,semua orang pasti mengira yang tidak-tidak pada mereka,dan menyuruh mereka untuk menikah.
Nauzubillah!
"Rozy ngelamunin apa?"
"Gue lagi mikir kapan gue akan bebas dari wanita gila dan aneh kayak lo."
"Ifa nggak gila kok,Ifa ini masih waras..Ifa juga nggak aneh..Ifa ini masih normal." Jelas Ifa.
Rozy kehabisan kata-kata melawan gadis super gila ini.
Mereka lalu melanjutkan acara makan yang sempat tertunda.
"Oh iya...Ifa juga harus berlatih untuk memanggil Rozy dengan sebutan mas Rozy.." Ucap Ifa sambil tersenyum.
Rozy langsung tersedak mendengar ucapan Ifa barusan.Dia lalu meneguk segelas air yang berada di dekatnya.
"Atau..bang Rozy...aha....suamiku aja."
"Lo bisa berhenti berkhayal sesuatu yang tidak mungkin?"
"Tidak mungkin?Ifa pastikan itu menjadi mungkin...oke suamiku..eh calon."
Rozy hanya bisa menghela nafas pasrah.Mungkin tuhan telah menakdirkan dia untuk bertemu cewek gila dan aneh seperti Ariska Ifa Nurlia.
☁☁☁
Setelah mengantar si medusa itu pulang,Rozy langsung tancap gas menuju rumahnya.
Setelah meletakkan motornya di garasi,Rozy langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Rozy lalu mengetuk pintu dan mengucap salam.Namun,tidak ada seorang pun yang menjawab salamnya.
Sepertinya mama dan papanya sedang berada di luar,Aletta mungkin berada di kamarnya.
Rozy lalu memilih pergi ke kamarnya.Saat akan membuka pintu kamarnya tiba-tiba ponselnya bergetar.
Rozy lalu memeriksa ponsel tersebut.
Ifaarks_
Rozy kasih lope dong foto Ifa😊
Setelah mendapat DM dari Ifa,Rozy lalu memeriksa profil instagram gadis itu.
Ifaarks_
568 suka
Ifaarsk_malam💜
"Cantik..." Ucap Rozy spontan.
"Astagfirullah...sadar woi.."
Rozy lalu menatap heran 568 suka yang tertulis di bawah foto gadis itu.Baru 5 menit yang lalu,tapi sudah sebanyak itu?
Rozy tiba-tiba teringat kejadian di kafe tadi sore.Entah bisikan dari mana,dia tertarik ingin aah....Rozy menjadi merinding membayangkannya kembali.
"Aah...masa bodo ah."
Rozy lalu memejamkan matanya berharap dia akan bermimpi indah malam ini.
"Malam medusa."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1