My Crazy Girl

My Crazy Girl
Princess


__ADS_3

Oh kasihku..


Kau membuat cinta


Jatuh dari mata dan turun ke hati


Tawamu buat aku tersenyum lagi


Oh kasihku..


kau membuat dunia


Indah dijalani.


Kuyakini hati kau paling berarti


                      ☁☁☁


Bulan demi bulan telah berlalu..


Namun,Ifa belum bisa meluluhkan hati Rozy.Hari ini Ifa memasuki kelas dengan langkah gontai dan tak bersemangat.


Ifa lalu duduk di kursi dan meletakkan tasnya di atas meja lalu tidur di atasnya.


Semalam Ifa tidak bisa tidur karena alasan PR-nya belum selesai.Ditambah lagi pesannya yang tak kunjung dibalas oleh Rozy.


Ifa juga hampir putus asa untuk mendapatkan hati pria tersebut karena sikapnya hari demi hari bertambah dingin.


Namun,pertahanan Ifa tidak selemah itu.Dia harus kuat menghadapi cobaan tersebut.


Baru saja Ifa memejamkan matanya untuk tidur,suara gaduh seketika memenuhi kelasnya.


Karena tak tahan lagi,Ifa membuka matanya dan melihat semua temannya sedang bersorak gembira sambil memegang kertas.


"Fa..lusa kita kemping...yuhuu.." Teriak Putri sambil memeluk Ifa.


Ifa bingung dengan semua temannya.Memang apa yang asik dari kemping??hanya membuat tubuh pegal dan kelelahan.


"Nih..surat izin untuk kemping,jangan lupa kasih tau bokap nyokap lo." Ucap Rara menyerahkan sebuah kertas kepadanya Ifa.


Ifa lalu melipat dan memasukkannya ke dalam tas.Masa bodo dengan kemping tersebut.Yang jelas hari ini Ifa sangat mengantuk!


Mungkin ada untungnya juga bagi Ifa,karena kemping semua kelas tidak belajar hari ini karena para guru sedang rapat untuk mempersiapkan kemping tersebut.


Ya...Ifa bisa tidur nyenyak hari ini.


Namun,ada banyak halangan yang membuat Ifa tidak bisa tidur.Apalagi suara bisik-bisik tetangga yang menganggu pendengarannya.


"Oh ya..gue dengar cewek kelas 10 itu dekat dengan Rozy,bahkan gue dengar tadi mereka berduaan loh di kantin." Ucap salah satu teman Ifa yang duduk di sampingnya.


"Kalau nggak salah namanya Nabila ya."


Sumpah!kuping Ifa terasa panas mendengarnya.Gadis itu lagi!Kenapa gadis itu selalu membuat Ifa naik darah.


Rasa kantuk yang dilanda Ifa seketika sirna karena pembicaraan kedua teman kelasnya itu.


"Fa lo kenapa?" Tanya Dhea heran melihat raut wajah Ifa saat ini.


"Mau ke kantin."


"Tapi fa..."


Belum sempat Dhea melanjutkan ucapannya.Ifa sudah pergi melesat jauh ke kantin.


Ifa melangkahkan kaki dengan cepat menuju kantin.Dan benar..Dia melihat Rozy dengan Nabila di sana.


"Serasi ya Rozy dengan Nabila,daripada sama cewek genit itu." Ucap salah satu siswi yang kebetulan melewatinya.


Ifa tau bahwa siswi itu menyindirnya.Namun,dia berusaha untuk sabar.


Jangan sampai kejadian beberapa hari yang lalu terulang lagi.


Namun,hati Ifa tidak bisa diajak kompromi.Hatinya sungguh sakit melihat Rozy dan Nabila saat ini.


Ifa lalu memilih duduk di bangku paling pojok.Agar dia bisa memantau Rozy dari sana.Dan Rozy tidak akan bisa melihatnya.


"Lo udah ngerti kan?" Tanya Rozy.


"Udah kak,makasih ya kak udah ngajarin Nabila." Ucap Nabila tak lupa dengan senyumannya.


Setelah selesai belajar,Nabila lalu beranjak dari kantin.Namun,saat akan pergi,seseorang tak sengaja menabrak bahu Nabila,sehingga dia kehilangan keseimbangan.


Untung Rozy menahan tubuhnya agar tidak jatuh.Mereka berpandangan cukup lama.


"Cieeee......" Sorak seluruh siswa di kantin.


Rozy ataupun Nabila seketika tersentak.Rozy lalu menjauhkan dirinya dari Nabila.Dia tidak mau gosip yang aneh menyebar luas.


"Maaf kak." Ucap Nabila merasa tidak enak kepada Rozy.


"Santai aja,bukan salah lo..lain kali hati-hati."


Nabila lalu tersenyum dan mengangguk.Setelah itu dia pergi dari kantin tersebut.


Sedangkan Rozy masih terdiam.Bukan..dia bukan terdiam karena Nabila.Tapi,dia tidak sengaja melihat seorang gadis berlari dari kantin tersebut.


Walaupun dia tidak melihat jelas wajah gadis tersebut.Dia yakin bahwa gadis itu adalah Ifa.


                    ☁☁☁


Ifa menumpahkan tangisannya di taman belakang sekolah.Biar saja orang berpikiran bahwa dia sudah tak waras.Tapi saat ini Ifa benar benar sakit hati.


"Ifa.."


Tangisan Ifa langsung terhenti.Ifa lalu menoleh ke sumber suara.


"Lo ngapain nangis di sini?" Tanya Taufan kaget melihat mata Ifa yang merah dan bengkak.


"Taufan..hiks....Hati Ifa sakit banget.."


Ifa lalu memeluk Taufan.Dia butuh pelukan saat ini.Dia menumpahkan kesedihannya di pelukan tersebut.


Taufan tak tau harus bereaksi seperti apa.Perlahan dia membalas pelukan gadis tersebut.Mungkin dengan ini Ifa lebih tenang.


Setelah tangisan Ifa reda,Taufan lalu melepaskan pelukan tersebut.


"Ceritain ke gue,siapa yang bikin lo mewek kek gini?"


"Rozy.." Bisik Ifa pelan.


Taufan seketika tersentak mendengar nama tersebut.Jadi,dugaannya semalam benar,kalau sebenernya Rozy dan Ifa itu ada hubungan.Tapi kenapa?kenapa Rozy tidak memberitahunya?


"Ifa suka sama Rozy,makanya Ifa pindah ke sini,makanya Ifa sekarang nangis." Jelas Ifa.

__ADS_1


Taufan tidak tau harus bereaksi seperti apa setelah mendengar pengakuan dari gadis tersebut.


Tetapi,dari pengakuan Ifa barusan,Taufan dapat mengambil kesimpulan bahwa Ifa selama ini mengejar Rozy yang sama sekali tidak menaruh perasaan apapun padanya.


"Jangan nangis lagi,oke?"


Ifa lalu menganggukkan kepala sambil tersenyum walaupun senyum palsu.


Jujur Taufan sangat sakit melihat Ifa menangis seperti itu karena sahabatnya.Namun,Taufan tidak bisa menyalahkan Rozy karena dia belum tau masalah apa yang sedang menimpa mereka berdua.


"Fa. ."


Ifa lalu memandang Taufan,dia menemukan dua mata tersebut memandangnya dengan hangat.


"Jangan sedih lagi..gue ada untuk lo." Ucap Taufan tulus.


"Sebagai sahabat lo."


Ifa lalu tersenyum tulus untuk Taufan.Pada awalnya Taufan memang menyebalkan,tapi sekarang Taufan berubah menjadi pria yang hangat dan penuh pengertian.


"Sekarang jangan sedih lagi." Ucap Taufan menghapus bekas air mata di pipi Ifa.


"Ifa janji nggak bakal sedih lagi."


Taufan lalu mengacak rambut Ifa.Hal tersebut membuat Ifa kesal karena rambutnya jadi berantakan.


"Lo beruntung zy." Batin Taufan


                      ☁☁☁


Rozy tidak bisa konsentrasi untuk mengerjakan soal fisika di hadapannya.Pikirannya terus dpenuhi oleh gadis bernama Ifa tersebut.


Pikirannya semakin kacau mengingat kejadian yang dilihatnya barusan.Dia melihat gadis itu sedang berpelukan dengan sahabatnya sendiri.


Usai kejadian di kantin tadi,Rozy menyusul seseorang yang diduganya adalah Ifa.Ternyata dugaan Rozy benar.Dia melihat gadis itu berlari ke taman belakang sekolah.


Dan di sanalah Rozy melihat pemandangan yang membuat hatinya sedikit tidak tenang.


"Arrgghht...gue kenapa sih?"


Rozy mencoba melupakan kejadian barusan,dan berusaha untuk konsentrasi.


"Rozy ganteng punyanya Ifa."


Suara sapaan tersebut membuat Rozy langsung tersentak kaget.Gadis itu lagi..


Tapi tunggu,bukannya gadis itu sedang bersedih karena dirinya.Tapi kenapa sekarang dia seperti biasanya?


Sungguh gadis ular aneh berkepala tujuh yang mempunyai sifat labil.


"Ngapain lo ke sini?pergi sana huss.." Usir Rozy.


"Ifa nggak akan pergi,Ifa mau nemenin calon imam Ifa ngerjain soal." Ucap Ifa sambil duduk di samping Rozy.


"Astagfirullah ya allah,setan apa yang ada di samping gue!" Ucap Rozy memijat pelipisnya.


"Hmm..Rozy Ifa mau nanya."


"Lo nggak boleh bertanya apa pun."


"Pokoknya harus boleh!"


"Innalilahi wainnailaihi rajiun."


"Otak si Kevin." Jawab Rozy asal.


"Ifa serius Rozy."


"Gue juga serius!!"


"Oke..kita kembali ke topik pertama,Rozy kok bisa ganteng?"


"Hah??????"


"Rozy tuli ya?"


"Nggak!" Tanya Rozy berusaha bersabar.


"Terus kenapa nggak dengar pertanyaan Ifa tadi?"


Rozy menjambak rambutnya frustasi.Baginya menghadapi si medusa ini lebih sulit dibandingkan berhadapan dengan soal fisika.


"Fa..dengerin kata-kata gue baik baik."


"Oke Ifa dengerin."


"Pertama...gue nggak suka sama lo."


"Kedua..gue nggak akan suka sama lo."


"Ketiga...berhenti ganggu hidup gue!"


Ifa terdiam sejenak.Namun,dia sudah kebal mendengar penolakan dari mulut Rozy.


"Sekarang Rozy dengerin Ifa."


"Pertama..Ifa suka sama Rozy."


"Kedua..Ifa sayang sama Rozy."


"Ketiga..Ifa nggak peduli dengan perkataan Rozy,dan Ifa akan pastiin Rozy akan jadi pacar Ifa."


Sekarang giliran Rozy yang terdiam.Dia lalu menghentakkan kakinya menuju pintu kelas.


Sekarang dia butuh banyak oksigen untuk bernafas.Terlalu banyak orang gila di sekitarnya.Semoga Rozy selalu diberikan ketabahan.


Demi otak Kevin yang tak pernah waras ingin rasanya Rozy menghilang dari dunia ini.


"Rozy...nanti anterin Ifa pulang!"


                      ☁☁☁


Sesuai dengan permintaan Ifa.Rozy kali ini harus mengantar Ifa pulang.


Kesempatan ini tidak disia-siakan Ifa.Dia terlebih dahulu mengajak Rozy ke mall untuk membeli beberapa novel di gramedia.


"Rozy nggak keberatan kan kalau kita ke mall dulu?"


"Keberatanlah." Jujur Rozy.


"Ih...Rozy kok gitu??" Kesal Ifa.


Kapan sih pria di sampingnya itu bisa bersikap lebih lembut?

__ADS_1


Ifa lalu menyetel lagu di mobil Rozy dengan volume lumayan tinggi.


Dia lalu goyang-goyang tidak jelas di dalam mobil tersebut.


Hal tersebut membuat Rozy semakin frustasi.Spesies macam apa yang berada di sampingnya ini.


Rozy lalu mematikan musik tersebut.Namun,Ifa kembali menyalakannya.


"I NEED YOU BABY."


"Lo diam atau gue turunin di sini." Ancam Rozy.


Akhirnya Ifa mengalah.Daripada Rozy benar benar menurunkannya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit.Mereka akhirnya sampai.


Ifa dan Rozy lalu melangkah menuju Mall.


Ifa lalu memandang tangannya.


"Rozy.."


"Apa?"


"Tangan Ifa lama lama gatal nih." Ucap Ifa berharap Rozy peka.


"Nanti gue beliin salaf supaya tangan lo nggak gatal lagi."


"Ihhh.....Rozy nggak peka!!"


Rozy hanya diam.Dia terus melangkah tanpa memperdulikan rengekan Ifa.Biarkan saja gadis itu bertingkah sesukanya.


"Rozy...tau nggak?"


"Nggak!"


Ifa lalu memajukan bibirnya beberapa senti mendengar jawaban super dingin dari Rozy.


"Truk aja gandengan,masa kita kalah sama truk.." Lanjut Ifa.


"Ya udah,gandengan aja sana sama truk."


"Rozy!!!!!!!" Teriak Ifa kesal karena ketidakpekaan Rozy yang sangat keterlaluan.


Ifa berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya membuat semua orang menatap aneh kepadanya.


Sedangkan Rozy tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan gadis itu sama sekali tidak peduli.


"Rozy....!!!" Teriak Ifa lalu berlari ke sebuah toko boneka.


"Woii katanya mau beli novel."


"Beliin Ifa boneka doraemon itu!" Rengek Ifa sambil menunjuk boneka doraemon yang terpajang.


"Gue bukan pacar lo!"


"Tapi Rozy calon pacar Ifa."


"Lo mau gue tinggal?"


Ifa lalu mengerucutkan bibirnya kesal.Pria tersebut selain tidak punya hati juga tidak romantis.


Ifa lalu memandang boneka berwarna biru tersebut.


"Emon,maaf ya,kamu harus tidur di sini dulu."


"Tapi emon doain aja supaya Rozy jadi pacar Ifa,jadi emon bisa tidur di kamar Ifa nantinya."


"Bye emon."


Ifa lalu menyusul Rozy yang memandang Ifa dengan aneh.


Dia curiga apa Ifa ini benar manusia atau makhluk lain yang sedang menjelma.


Mereka lalu kembali melanjutkan perjalanan ke gramedia.


Setelah sampai di gramedia,Ifa lalu mulai mencari novel yang diinginkannya.


Sedangkan Rozy hanya melihat-lihat tumpukan buku yang berjejer di rak gramedia tersebut.


Rozy lalu melirik jam tangannya,sudah setengah jam mereka berada di gramedia.Namun,gadis itu belum menemukan satu pun novel.


Rozy hanya menghela nafas berusaha untuk sabar.


"Lepasin!!"


Mendengar suara tersebut sontak membuat Rozy kaget.Dia berlari menuju arah sumber suara.


"Lepasin gue!"


"Gue nggak akan lepasin lo lagi!"


"Lepasin sakit Rafly!!" Bentak Ifa berusaha melepaskan cengkraman pria di hadapannya ini.


"Nggak akan!!Ikut gue." Rafly lalu menarik paksa tangan Ifa.Hal itu seketika membuat kegaduhan.


"Lepasin dia!!"


Rafly dan Ifa menoleh ke arah sumber suara.Ifa lalu tersenyum ke arah Rozy.


"Siapa lo?" Tanya Rafly angkuh.


Cengkraman tangan tersebut semakin mengendor.Hal tersebut merupakan kesempatan bagi Ifa untuk melarikan diri.


Ifa lalu berlari dan bersembunyi di balik punggung Rozy.


"Oh...dia pacar baru lo?" Tanya Rafly dengan tatapan sulit untuk diartikan.


"Oke..kali ini gue akan lepasin lo,tapi lain kali,gue pastiin lo nggak akan kabur lagi dari gue."


Rafly lalu pergi meninggalkan tempat tersebut dengan tawa sinisnya.


Sedangkan Ifa terdiam.Kenapa dia harus bertemu dengan pria itu lagi.


Rozy lalu menggenggam tangan Ifa.Sontak hal tersebut membuat detak jantung Ifa menjadi kencang.


"Ikut gue yuk."


Ifa lalu mengangguk dan mengikuti kemana pria tersebut akan mengajaknya.


Ifa juga bingung atas sikap Rozy.Kadang dingin kadang lembut dan penuh perhatian.Dasar manusia labil!


Dan hal itulah yang membuat Ifa semakin mencintai pria tersebut.

__ADS_1


"Jangan sedih lagi princess."


__ADS_2