
Ray's Cafe.
Tempat favorit Ifa saat masih SMP di sana.Biasanya jika lagi sedih,galau,atau bahagia pun,Ifa pasti ke sana.
Ifa ke sana pasti selalu dengan Ikbal dan Rafly.Ya...mereka bertiga pasti akan ke sana hampir setiap hari hanya sekedar ngobrol dan bercanda seperti biasanya.
Persahabatan yang hangat!
Namun,persahabatan itu sedikit merenggang saat Rafly dan Ifa resmi berpacaran.
Semenjak saat itu,hanya Ifa dan Rafly yang sering mengunjungi kafe tersebut.Ya...terkadang ada Ikbal juga.
Tapi tidak mungkinkan Ikbal terus menerus menjadi nyamuk di antara mereka.
Dan perlu diketahui...Ifa sangat menyesal karena mengubah persahabatan itu menjadi cinta.
1 tahun setelah dia resmi pacaran dengan Rafly,sebuah masalah besar pun muncul.
Rafly dengan teganya menuduh Ifa berselingkuh dengan Ikbal yang jelas-jelas adalah sahabatnya juga.
Dan hal tersebut memicu pertengkaran hebat antara Ifa dan Rafly.
Dan saat ini,Ifa mengajak Ikbal ke Ray's cafe agar hatinya sedikit terobati.
"Lo kenapa nggak ajak Rafly?" Tanya Ikbal sambil menyeruput capuccino miliknya.
"Rafly masih marah deh Ikbal..." Ucap Ifa dengan tatapan menyedihkan.
Ikbal mengelus pipi Ifa sambil tersenyum dan senyuman itu mampu meluluhkan kaum hawa seketika.
"Gue akan jelasin ke Rafly.." Ucap Ikbal berusaha menenangkan Ifa.
"Tapi nanti Rafly marah sama Ikbal."
Ikbal lalu menggelengkan kepalanya.
"Mana mungkin si semut afrika itu bakal marah sama gue,dia kan takut sama gue,gue tonjok aja..dia udah nangis."
Ifa lalu memukul tangan Ikbal.
"Dasar Ikbal...masih aja bercanda."
Mereka berdua lalu tertawa bersama.
Seketika Ifa melupakan masalahnya dengan Rafly karena ada Ikbal yang selalu menghiburnya.
"Lo manis kalau ketawa."
Pipi Ifa seketika memanas mendengar godaan dari Ikbal.Pria itu kadang membuat Ifa menjadi kesal karena sering menggodanya dan membuatnya blushing.
"Lo suka blushing ya,periksa tu ke dokter pipi lo mana tau ada sesuatu gitu."
"Ikbal!!!"
Ifa mencubit lengan Ikbal cukup keras sehingga membuat Ikbal kesakitan.
Okey...salah siapa yang membuat Ifa kesal.
Tapi,walaupun menyebalkan,Ikbal adalah sahabat terbaiknya.Ifa sangat mencintai Ikbal.Ikbal sudah dia anggap sebagai abangnya sendiri.
"Gue ada hadiah buat lo."
Mendengar kata hadiah,mata Ifa langsung berbinar.
"Apa??"
"Tadaaa...."
Ikbal mengeluarkan sebuah gelang dengan ukiran doraemon,salah satu anime jepang yang sangat disukai Ifa.
"Waaah...cantik banget..."
"Sini gue pasangin."
Ikbal lalu memasangkan gelang tersebut pada pergelangan tangan Ifa.
"Ikbal...makasih,Ifa sayang Ikbal."
Ifa lalu mengecup pipi Ikbal sekilas sehingga membuat Ikbal kaget.
"Lo kalau mau cium pipi gue minta izin dulu..."
"Maaf Ikbal." Ucap Ifa merasa bersalah
Ikbal lalu menarik pipi gadis itu gemas.
"Lo itu polos amat sih,gue cuma bercanda kali,mau lo cium pipi,kening bahkan bibir gue sekalipun gue terima dengan ikhlas."
Ifa langsung memukul mulut Ikbal kesal atas perkataannya barusan.
"Ih nggak sampai ke bibir pula...itu cuma untuk suami Ifa." Ucap Ifa polos.
Ikbal lalu mengelus puncak kepala Ifa dengan lembut.
"Ya...semoga saja gue bisa bertemu suami lo."
"Emang Ikbal bakal kemana?kok pakai semoga segala."
"Umur mana ada yang tau fa."
"Ikbal jangan ngomong kek gitu." Ucap Ifa dengan suara parau.
Jika telah menyangkut hidup dan mati,Ifa tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis.
"E lah...lo baper amat sih."
"Salah Ikbal ngomong kek gitu."
Ikbal lalu menghapus air mata Ifa.
"Gue nggak akan kemana-mana,gue ada..di hati lo.."
Ifa lalu tersenyum.
Dia sangat beruntung dipertemukan oleh Ikbal yang begitu menyayanginya.
"Ifa...Ikbal..."
Ifa ataupun Ikbal sama-sama menoleh ke arah sumber suara.
"Rafly..."
Rafly dengan cepat berlari meninggalkan kafe.Kenyataan pahit apa yang harus dia lihat hari ini?
Apa benar selama ini Ifa benar-benar menduakannya dengan Ikbal?
Dengan segera,Ifa menyusul Rafly yang semakin menjauh dari kafe.Dia takut jika Rafly akan marah besar kepadanya.
Ikbal pun ikut menyusul Rafly dan Ifa.
"Rafly tunggu......" Pekik Ifa.
Tanpa Ifa sadari,sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju kencang ke arahnya.
"IFA AWAS!!!!!"
Ifa lalu menutup matanya dan mempasrahkan dirinya pada tuhan,karena sebentar lagi dia akan mati.
Bruuaaaakkkkkkkkk...
Ifa merasakan pergelangan kakinya terkilir akibat seseorang mendorongnya dengan begitu keras.
Dia lalu melihat Ikbal sudah terpental cukup jauh dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
"Ikbal...."
Dengan segera Ifa berlari menghampiri Ikbal.
"Ikbal bangun...."
"Fa..."
"Ikbal....hiks...maafin Ifa..."
"Waktu...gu..gue..nggak ba..nyak..fa."
Tangisan Ifa langsung pecah mendengar ucapan Ikbal barusan.
"Ikbal jangan ngomong kayak gitu..."
"Gu....gue...mencintai lo...Ifa.."
"Le...bih...dari sa...ha..bat."
Ikbal lalu menatap Ifa yang semakin terpukul.Air matanya terus membanjiri wajah polosnya itu.
Dan Ikbal akan merindukan wajah polos itu,wajah dari gadis cantik yang sifatnya seperti anak TK.
"Gu...gue harap...lo...bahagia selalu."
"Ifa sayang Ikbal...."
Ikbal lalu tersenyum dan mungkin itu adalah senyumannya untuk terakhir kali.
Ifa lalu merasakan bahwa Ikbal sudah tidak ada pergerakan.
"Ikbal...ikbal bangun!!!!!"
"Ikbal!!!!!!!"
"IKBAL JANGAN TINGGALIN IFA!!!!!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ikbal!!!"
Ima dan Tasya langsung terbangun akibat pekikan dari Ifa.
"Fa lo mimpi buruk?" Tanya Ima khawatir.
Ifa langsung memeluk Ima.Dia lalu menangis.
"Fa...hey...are you okey?" Ima lalu mengelus punggung Ifa agar gadis itu tenang.
Tasya lalu menyentuh jidat Ifa dengan punggung tangannya.Gadis tomboy itu sedikit meringis saat punggung tangannya menempel di jidat Ifa yang panas.
"Lo demam fa.."
Tasya dengan segera mengambil air dan handuk kecil lalu menempelkannya pada jidat Ifa.
"Lo minum obat ya?gue ada bawa obat tuh." Ucap Ima.
Ifa lalu mengangguk.
Apa karena mimpi buruk itu,Ifa menjadi demam?
Ima lalu memberikan obat kepada Ifa agar tubuh gadis itu membaik.
"Gue akan izinin lo ke pak Joko,jadi lo besok istirahat,jangan kemana-mana." Peringat Ima.
"Iya bawel..."
Ifa lalu beralih mengambil ponselnya.
"Lo lagi sakit anjay,jangan sentuh hp dulu." Geram Tasya.
"Ifa mau ngasih kabar Rozy..."
Tasya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Ifa.
Di saat demam seperti ini,masih saja memikirkan Rozy.
To:Beruang kutub😍
Rozy...Ifa sakit jadi besok nggak bisa pelatihan :')
Ifa sedikit tertawa melihat nama Rozy yang telah digantinya menjadi beruang kutub.
Ifa kembali memejamkan matanya berharap dia akan memimpikan Rozy bukan kenangan pahit yang begitu menyakitkan itu.
Tapi di sisi lain,dia sangat merindukan sesosok sahabatnya yang telah pergi.
__ADS_1
Pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya yang memerah akibat demam.
Ifa lalu memeluk sebuah foto,foto yang menampilkan wajah seseorang yang sangat ia rindukan.
"I miss you Ikbal..." Gumam Ifa.
☁☁☁
"Kita berdua pergi dulu ya,lo jaga diri lo baik-baik." Ucap Ima.
"Iya hati-hati di jalan."
Ima dan Tasya lalu menghilang dari balik pintu meninggalkan Ifa sendirian.
Panasnya memang sudah turun,tapi Ifa masih terlalu lemah untuk ikut pelatihan.
Jadi,dia akan stay di kamarnya sambil membayangkan wajah Rozy.
"Rozy pasti lagi sarapan." Ucap Ifa menerka-nerka.
"Kok perut Ifa mendadak sakit ya?" Tanya Ifa sambil memegang perutnya yang terasa sakit.
Tok tok tok...
Ifa terpelonjat kaget mendengar ada suara ketukan pintu.Dia lalu melirik ke arah pintu kamar hotel tersebut.
"Pasti Ima atau Tasya ketinggalan sesuatu."
Ifa lalu bangkit dari atas ranjangnya dan segera menuju pintu.
"Kalian kena...."
Ifa hampir terkena serangan jantung mengetahui siapa yang barusan mengetuk pintu kamarnya.
"Ro...Rozy..." Sapa Ifa kikuk.
Rozy lalu menatap Ifa datar tanpa senyum sendikit pun dan itu membuat Ifa ingin melemparnya saat ini.
Tanpa meminta izin sang pemilik kamar,pria dingin itu langsung menyelonong masuk ke dalam kamar Ifa begitu saja.
Rasanya Ifa pengen memukul pria itu detik ini juga!
"Rozy...minta izin dulu kek kalau mau masuk!!" Kesal Ifa sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Suka-suka gue." Jawab Rozy dengan nada yang menyebalkan.
Ifa lalu menutup pintu kamar tersebut dengan cukup keras.Ya...untungnya nggak sampai rusak itu pintu.
Ifa lalu mendekati Rozy yang seenak jidatnya duduk di atas kursi tanpa menatap Ifa.
"Rozy...nggak pelatihan?" Tanya Ifa.
"Gue mau rawat lo."
Deg!
Ifa segera menutup wajahnya saat Rozy mengatakan bahwa dia ingin merawat dirinya.
Ternyata si beruang kutub ini ada manisnya juga ya!
Rozy lalu tersenyum.Wajahnya yang datar kek tembok tadi sekarang sudah berubah menjadi hangat seperti senyuman bayi matahari di film teletubbies.
Rozy lalu mendekati Ifa yang masih berdiri mengontrol detak jantungnya.
Rozy lalu menyentuh jidat Ifa dengan telapak tangannya.
"Lo sedikit panas."
"Ya...Ifa cuma.."
Tanpa aba-aba sedikit pun,Rozy langsung menggendong Ifa dan membaringkannya di atas ranjang.
Upp....kalian jangan berpikiran macam-macam ya guys!!
"Lo harus istirahat,jangan berdiri terlalu lama..nggak baik untuk kesehatan lo."
"Ya tapi Rozy jangan gendong Ifa mendadak juga dong,nggak baik untuk kesehatan jantung Ifa!!"
Rozy menarik pipi gadis itu sehingga membuat Ifa meringis menyentuh pipi malangnya itu.
Kenapa sih banyak orang yang suka menarik pipinya sembarangan?
Apa salah pipinya Ifa tuhan?
"Lo mau sarapan apa?" Tanya Rozy.
"Hehe...ambilin aja bubur ayam di sana Rozy,tadi udah dibeliin Tasya." Ucap Ifa sambil menunjuk bubur ayam yang terletak di atas meja.
Rozy lalu mengambil kantong plastik yang berisikan bubur ayam tersebut lalu memberikannya kepada Ifa.
"Makan..."
Ifa lalu memanyunkan bibirnya.
"Katanya mau rawat Ifa....ya suapin lah!!" Rengek Ifa
"Lo kan punya tangan,ngapain gue suapin lo?"
"Ya pokoknya Rozy harus suapin Ifa!!kalau nggak???Ifa nggak mau makan..titik!!!" Ancam Ifa.
"Iya...tuan putri..."
Rozy lalu membuka bungkusan tersebut lalu mulai menyuapi Ifa dengan penuh kasih sayang.
Dengan penuh kasih sayang?mungkin setelah ini Rozy akan kejang-kejang mungkin.
"Rozy romantis banget ya...jadi sayang terus deh sama Rozy.."
"Hmmm..."
"Kok cuma hmmm???"
"Terus gue harus jawab apa?"
Ya allah ya rabbi....Ifa kira si beruang kutub itu sudah berubah menjadi pria manis ternyata masih sama saja.
Setelah beberapa menit,Ifa akhirnya melahap habis bubur ayam yang dibelikan Tasya.
"Ifa pengen buah deh."
"Lo sebenarnya sakit atau lagi ngidam?"
"Ya sakitlah....Rozy kan udah cek suhu tubuh Ifa tadi."
Oh iya...Rozy lupa,tadi kan dia sudah mengecek suhu tubuh gadis itu.
Yaa...maafin babang Ozy yang khilaf ini!
"Nih...gue ada coklat buat lo."
Mata Ifa langsung berbinar melihat coklat yang berada di tangan Rozy sekarang.
Dengan secepat kilat,Ifa menyambar coklat tersebut.
"Rozy so sweet banget,pakai beliin Ifa coklat lagi."
"Heheh.." Rozy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Flashback on
Setelah selesai membersihkan dirinya,Rozy segera meraih ponselnya.
Semalam,dia tidak bisa chat dengan Ifa karena baterai ponselnya yang tidak mendukung.
Btw tentang Ifa,Rozy menjadi rindu senyuman gadis itu.
Ya...anggap saja Rozy sudah gila saat ini.
Saat menyalakan ponselnya langsung masuk banyak notifikasi dari aplikasi WhatsApp miliknya.
Apalagi notifikasi yang begitu banyak berasal dari grub alay yang dibuat oleh ketiga teman kampretnya itu.
GRUB ANTI GALAU😎
Kevin : Morning kiss baby💋
Andra : Lo bikin jijik aja pagi-pagi.
Kevin : Suka-suka gue dong *****!
Andra : Lo ngajak ribut pagi-pagi ya *******!!
Taufan : Lo berdua bisa diam kagak?
Kevin : Maaf,dedek ga bisa diam karena terus memikirkan babang Ozy.
Rozy : najis
Rozy menatap malas grub yang berisikan orang-orang kurang belaian tersebut.
Mata Rozy langsung berbinar saat melihat notifikasi dari Ifa.
Cewek gila
Rozy...Ifa sakit jadi besok nggak bisa pelatihan :')
"Sakit?"
Rozy mengangkat alisnya saat membaca pesan dari Ifa.
"Hebat juga si cewek gila ini,bisa sakit juga."
Rozy dengan segera mengambil tasnya dan pergi dari kamar.
Saat hendak pergi,Rozy melihat ada sebuah coklat tergeletak di atas meja.
Dengan cepat,Rozy menyambar coklat tersebut dan menggantinya dengan uang 20 ribu.
Ya anggap saja itu barter!
"Eh lo mau kemana?sarapan kok nggak ngajak?mentang udah punya." Sindir Defri.
Rozy hampir jantungan gara-gara Defri.Apakah barusan Defri melihat aksi kejamnya?
Tanpa menghiraukan Defri,Rozy secepatnya meninggalkan kamar tersebut.
Pikirannya hanya satu apa Ifa baik-baik saja?
Apa sakitnya parah?
Semoga gadis kecilnya itu baik-baik saja.
Dan di sisi lain...
"Mana coklat buat si Tasya Def?lo lihat nggak?" Tanya Guntur keheranan karena coklatnya untuk Tasya hilang dan berganti menjadi uang 20 ribu.
Flashback off
"Rozy ada apa?" Tanya Ifa yang sedang asyik menikmati coklat pemberian Rozy.
"Kepo."
Ifa lalu melempar bantal cukup keras pada Rozy.
Pria itu di lain sisi sering membuatnya salah tingkah dan di sisi lain sering membuat Ifa kesal karena tingkahnya yang menyebalkan.
Drrrrttt
Ponsel Ifa berdering dan menampilkan sebuah pesan dari Rafly.
Bukan hanya Ifa,Rozy pun dapat melihat isi pesan yang dikirim Rafly barusan.
Rafly🙉
Cepat sembuh baby❤
"Sok-sok pakai emoticon love,jijik gue." Ucap Rozy tiba-tiba.
Ifa lalu memicingkan matanya melihat ekspresi Rozy sekarang.
"Rozy cemburu ya???" Goda Ifa.
Rozy lalu menatap Ifa yang sedang berusaha menggodanya itu.
"Kalau iya lo mau apa?" Ucap Rozy menggoda Ifa balik.
Ifa lalu memalingkan wajahnya dari Rozy.
Sudah dipastikan kalau Ifa blushing saat ini.
"Udah...lo istirahat aja sekarang,supaya cepat sembuh agar si monyet lo itu nggak khawatir."
"Siapa?"
"Iya...si Rafly itu."
Ifa lalu tertawa mendengar ucapan Rozy barusan.
Ifa tiba-tiba teringat sesuatu.
Dengan cepat dia mengecek tanggal di ponsel miliknya.
Oh shit!
Hari ini adalah jadwalnya dia kedatangan tamu.
Bagaimana ini???
Persediaan untuk tamu bulanannya tidak dia bawa.
Pantas saja tadi perut Ifa mendadak sakit.
Ifa lalu melirik Rozy yang sedang memainkan ponselnya.
"Rozy..."
"Hmmm.."
Ifa sedikit ragu untuk meminta ini pada Rozy,tapi dia juga sudah janji pada teman-temannya untuk tidak keluar.
"Rozy bisa beliin Ifa roti tawar nggak?" Pinta Ifa ragu-ragu.
"Lo masih lapar?"
__ADS_1
Ifa langsung menggelengkan kepalanya.
"Bukan makanan Rozy,itu....pembalut maksudnya." Jelas Ifa dengan suara pelan.
"Hah?" Ucap Rozy kaget.
Ya baru kali ini,Ifa melihat reaksi sekaget itu dari Rozy.
Apa permintaan Ifa barusan terlalu berlebihan?
"Ifa lupa bawanya Rozy..."
Rozy lalu menghela nafasnya.
Apa iya dia yang akan membelikan barang itu??
"Nggak..." Tolak Rozy.
"Rozy...Ifa mohon..." Pinta Ifa mengeluarkan jurus puppy eyes nya.
"Nggak Ifa,ya kali gue beli barang privasi cewek." Jelas Rozy.
"Rozy....Ifa mohon!!!!" Rengek Ifa.
Rozy lalu menghela nafas berat.
"Lo tunggu di sini."
Ifa lalu tersenyum.
"Cepat kembali ya....."
Rozy hanya mengangguk.Dengan segera dia pergi membelikan pembalut untuk gadis gilanya itu.
Mungkin setelah ini harga dirinya sebagai seorang lelaki akan runtuh seketika.
Rozy lalu pergi ke sebuah minimarket di depan hotel tempat dimana Ifa dan mantannya itu bermesraan.
Ya...Rozy sangat ingat betul kejadian itu.
Dia lalu masuk ke dalam minimarket itu dan langsung mencari dimana letak barang tersebut.
Setelah beberapa menit berkeliling,akhirnya Rozy menemukan barang tersebut.
Rozy lalu mengecek sekitarnya.
Bagus!tidak ada orang.
"Mereknya apa?"
Dengan penuh keraguan,Rozy mengambil salah satu pembalut dari sekian banyaknya terletak di rak minimarket tersebut.
"Untuk pacar ya mas?"
Rozy langsung meletakkan pembalut itu kembali ke tempatnya.
Jujur,dia sangat malu saat ini!
Apalagi dia terciduk oleh karyawan perempuan.
"Mas sayang banget ya sama pacarnya sampai rela beliin itu untuk pacarnya."
Rozy lalu menyentuh tengkuknya sambil tersenyum tipis.
"Anu mbak,saya beli yang ini..mbak aja yang bungkusin,tolong ya." Ucap Rozy kikuk.
Karyawan itu langsung tertawa melihat Rozy saat ini.
"Aduh....mas ganteng ini lucu ya,beruntung pacarnya milikin mas."
Karyawan itu lalu mengambil pembalut yang ditunjuk Rozy.
Setelah itu Rozy langsung membayarnya.
"Kembaliannya ambil saja mbak."
"Jangan lupa datang lagi ya mas..."
Dengan secepat kilat,Rozy pergi dari minimarket itu.
Dan Rozy tidak akan pernah datang ke sana lagi!
☁☁☁
Rozy mengerunyutkan dahinya melihat sebuah foto yang terletak di atas meja.
Foto tersebut menampilkan Ifa dan seorang pria yang tidak dikenal Rozy.Dan Rozy yakin,foto ini diambil saat Ifa duduk di bangku SMP.
Satu pertanyaan yang terlintas di otak Rozy.
Siapa pria itu?
"Rozy...makasih ya udah beliin roti tawar." Ucap Ifa barusan keluar dari toilet.
Rozy hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Rozy liatin apaan sih?"
Ifa lalu berjalan mendekati Rozy yang hanya diam sambil menatap sebuah benda di tangannya.
Mata Ifa langsung terbelalak melihat Rozy yang sedang memegang sebuah foto masa lalu Ifa.
Oh shit!
Ifa lupa menyimpannya.
Dengan segera,Ifa merebut foto tersebut dari Rozy.
Bukan maksud Ifa menyembunyikan sesuatu dari Rozy,tapi dia belum siap untuk menceritakannya pada siapa pun.
"Siapa dia?" Tanya Rozy dingin.
"Bukan siapa-siapa kok Rozy..." Alibi Ifa.
Rozy menghela nafas berat.
"Pacar lo?"
Ifa langsung menggeleng.
"Sahabat Ifa."
Ifa lalu duduk di pinggir ranjang sambil mengamati foto lama tersebut.Tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa diminta.
Rozy ikut duduk di samping Ifa.
Melihat gadis gilanya itu menangis,hatinya terasa sesak.
"Ifa boleh nggak peluk Rozy?" Tanya Ifa dengan suara parau.
"Hmmm..."
Ifa dengan segera memeluk pria tersebut.Tangisannya langsung pecah.
Kejadian satu tahun yang lalu..
Kecelakaan itu...kecelakaan yang telah mengambil nyawa orang yang sangat berharga di kehidupan Ifa.
Kejadian itu seolah tergambar jelas di pikiran Ifa.
Rozy membalas pelukan Ifa dan mengusap rambut hitam milik gadisnya itu.
"Hiks...Rozy....dia pergi....tinggalin...hiks Ifa..."
"Fa...lo harus kuat..."
Ifa lalu melepaskan pelukannya pada Rozy.Dia kemudian menceritakan semua yang terjadi di masa lalu,antara dia dan Rafly ataupun Ikbal.
Dan hari itu...hari dimana tuhan mengambil satu nyawa dari orang yang dicintai Ifa.
"Semua itu salah Ifa Rozy...andai Ifa nggak ngejar Rafly." Ucap Ifa merasa sangat bersalah.
Rozy lalu mengusap air mata Ifa.
"Itu semua takdir Ifa."
"Kenapa takdir begitu kejam Rozy???"
Rozy lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak...lo jangan salahin takdir yang diberikan tuhan pada lo,salahin diri lo yang nggak pernah bersyukur."
Ifa lalu memukul Rozy cukup keras.
"Jadi,Ifa nggak bersyukur gitu???"
"Ya mungkin."
Ifa lalu memalingkan wajahnya dari Rozy.Dia berharap bebannya sedikit berkurang karena bercerita pada Rozy,ini malah semakin menambah beban saja.
"Intinya,lo jangan selalu nyalahin takdir,mungkin tuhan itu sayang sama sahabat lo karena tuhan nggak mau sahabat lo itu ngerasain pahitnya dunia."
Ifa lalu mengangguk.Dia kembali memeluk Rozy.Dan Rozy kembali membalas pelukannya.
Di sisi lain,Ifa juga kaget.
Baru sekali ini si beruang kutub itu berbicara panjang kali lebar kepadanya.
"Rozy...Ifa jahat ya sama Ikbal?"
Rozy melepas pelukannya dan beralih menatap mata Ifa yang memerah karena menangis.
"Ifa...hiks...ja..hat.."
Rozy menghapus air mata Ifa yang mengalir membasahi pipinya.Jujur,Rozy tidak bisa melihat Ifa menangis seperti itu.
Hatinya ikut sakit saat melihat gadis yang sekarang mengisi hatinya menangis seperti ini,apalagi menyalahkan dirinya sendiri karena kematian sahabatnya.
"Fa...dengerin gue."
Ifa lalu menatap Rozy sambil sesekali segukan.
"Gue ada untuk lo...lo jangan pernah takut sendiri...gue akan selalu ada untuk lo,kalau lo ada masalah gue akan siap bantu lo..ya?"
Ifa lalu mengangguk.
"Apa pun yang menimpa sahabat lo,itu semua adalah takdir tuhan...jadi lo jangan nyalahin diri lo.."
Rozy lalu menarik Ifa ke dalam pelukannya.Berusaha menenangkan hati gadisnya.
Gadis yang dicintainya,gadis gila yang telah mengubah dirinya.
Ya...Rozy merasakan perbedaan pada dirinya saat bertemu dengan Ifa.
Dia sekarang lebih sering tersenyum karena gadis gila itu.
Oleh karena itu,Rozy tidak mau melihat gadis gilanya itu menangis.Tidak...Rozy tidak mau.
"Rozy...."
"Hmmm.."
"Rozy kapan nembak Ifa?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1