My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 16


__ADS_3

Author POV


kini sudah hampir 2 minggu Lia berpacaran dengan Rayn, dan ini sudah hampir 2 minggu Theo mulai menjauhi Lia. Lia sebenarnya tidak terlalu peduli dia tahu ini salahnya, dan dia sudah menghancurkan hati Theo. terkadang Lia ingin meminta maaf pada Theo tapi gengsi membuatnya berhenti dan tidak melakukan hal itu.


ini juga sudah hampir 2 minggu Lia tidak berkomunikasi dengan Nana, entah kenapa tapi Lia malah tidak suka dengan situasi itu. padahal sejak dulu Lia ingin sekali lepas dari cengkraman Nana, karena Nana adalah wanita gila dimata Lia.


sosok bibi yang dulu dia lihat berubah menjadi sosok pelindung paling brutal setelah menjalani kehidupan selama 16 tahun bersamanya. setelah menyadari kebrutalan Nana, Lia ingin lepas dari sosoknya. kenapa? karena dia takut, dia merasa tindakan Nana yang terlalu protektif padanya hingga membuat dirinya menjadi sosok monster yang mengerikan.


tapi, semenjak 2 minggu tidak bicara dan semenjak pernyataan cinta Rayn padanya Nana tidak pernah muncul kembali ke permukaan. bahkan Lia tidak bisa berkomunikasi lewat batin dengan sosoknya. Lia merasa amat kehilangan dan kesepian, sosok Eva yang biasanya sering mengambil alih tubuhnya untuk sekedar memandangi Theo kini juga sudah jarang keluar.


Lia merasa amat kesepian, sosok gaib yang selalu melindunginya kini menghilang. sosok yang selalu menjadi pendamping dan penunjuk arahnya lenyap secara tiba-tiba. Lia tidak suka itu, selain itu satu-satunya keluarganya yang masih bisa berhubungan dengannya kini juga menghilang.


" li.."


" Lia..."


" LIA!!!"


sebuah suara membuat Lia tersadar dari lamunannya. Lia segera menoleh ke sumber suara itu dan mendapati sosok pemuda yang kini sudah resmi menjadi pacarnya tengah menatapnya dengan kesal. mungkin Rayn kesal karena Lia melamun sedari tadi.


" maaf ya, Rayn" ucap Lia lembut sembari mengukir senyumnya, tanpa sadar Rayn tersipu melihat senyum itu.


ya, sebuah senyum yang ingin selalu dipandang oleh semua laki-laki didunia kini ada didepannya. bagaimana bisa dia tidak terkesima dengan senyum itu. Rayn merasa beryukur karena dia bisa mendapat sosok yang selalu ingin dimiliki oleh dunia, rasanya Rayn ingin menyembunyikan sosok itu dan membuatnya tetap berada disisinya.


" apa yang sebenarnya kamu lamunkan?" tanya Rayn sembari mencubit hidung mancung Lia dengan lembut.

__ADS_1


" ouch Rayn......"


" dasar kejam!!" maki Lia yang membuat Rayn terkekeh gemas. bagaimana bisa dia memiliki pacar yang begitu menggemaskan seperti Lia.


" hm, memangnya apa yang kamu lamunkan?" tanya Rayn lagi, Lia memandang Rayn dengan dalam. dia menatap manik cokelat yang ada didepannya dengan dalam, iris biru itu rasanya tersihir dengan sesuatu yang membuatnya tidak bisa berhenti menatapnya, hingga tangan besar dan hangat milik Rayn membelai pipinya dengan lembut.


" ada apa?" tanya Rayn lagi yang dijawab dengan sebuah gelengan dari Lia.


" aku hanya rindu dengan keluargaku" ucap Lia lesu yang membuat Rayn mengukir senyumnya lembut, dia pikir kenapa sang kekasih terlihat murung.


" lalu kenapa kamu tidak menghubungi mereka?" tanya Rayn lagi yang membuat Lia mengukir senyum kecut diwajahnya.


Lia mendongakkan kepalanya, dipandangnya langit senja yang memancarkan sinar jingga kemerahan dari balik awan yang dilukis oleh tuhan dengan indahnya. hm, langit senja yang tengah bersinar dengan semburat merah keemasan dari pantulan sinar mentari yang berasal dari balik awan bisa dia lihat dengan mudahnya dari rooftop sekolah.


" bukankah aku sudah bilang kalau orang tuaku sudah meninggal!" ucap Lia agak kesal karena Rayn membuatnya mengingat hal yang tidak ia suka. baginya memori terburuk dalam hidup adalah ketika melihat kedua orang tuanya berpelukan diatas kapal yang terbakar.


dia bahkan masih mengingat siluet hitam dibalik tirai merah yang membara, bau asin dari air laut yang menopang tubuhnya. bau mesiu yang bertebaran diudara, dan senyum lembut dari kedua orang tuanya sebelum mereka benar-benar menghilang dari pandangannya.


" ah, ma..maaf!"


" aku tidak bermaksud begitu" ucap Rayn menyesal, Lia menggeleng pelan kemudian mengukir senyumnya.


" tak apa, masa lalu tidak akan bisa ku ubah! jadi, biar ku ciptakan masa depan yang lebih indah!" ucap Lia dengan senyum sejuta watt yang dia buat diwajahnya.


" kalau begitu sekarang jangan bersedih lagi ya!"ucap Rayn menenangkan sosok Lia yang sedari tadi bersedih hati.

__ADS_1


Lia mengukirs enyumnya, sekarang Rayn mengajak Lia turun dan menganatrnya kembali menuju ke asramanya. sedangkand irinya juga kembali melakukan aktivitasnya, Lia kini sudah berada dikamarnya.


ssepi dan hening, hanya itu saja. biasanya kamarnya ramai dengan gelak tawa Theo, tapi sekarang tidak. Theo yang biasanya menyusup ke kamarnya dan menggacak-acak kamar Lia, kini tidak pernah muncul lagi. bahkan kalau Lia pergi ke luar biasanya dia mendapati Theo yang tengah menyesap kopi sembari menonton fim atau mengerjakan tugas.


tapi, kini sudah berebda. jika dia keluar dari kamar menuju ke balkon, yang akan dia dapati hanya kursi dan meja yang kosong disebelah balkonnya, pintu kaca yang ditutup dengan korden ebrwarna gelap dan aroma kopi yang masih bisa ia nikmati dari balkonnya. tidak ada Theo disana, hanya ada kesendirian dan aroma kopi yang membawa kenangan baginya.


" sekarang semua sudah ebrubah!" gumam Lia sembari menatap nanar ke arah kamar Theo.


" the!!"


" theo!!"


" keluarlah, aku tau kamu disana!!"


panggil Lia dari balkonnya, kini Lia tengah menyandarkan tubuhnya ke pagar besi. matanya masih menatap pintu kaca yang tertutup oleh korden hitam, raut wajahnya sendu. ia kehilangan teman pertamanya, dia tidak tau mengapa tapi kehilangan Theo rasanya jauh lebih sakit bahkan sosok Rayn tidak bisa membuatnya melupakan Theo yang selalu ada bersamanya.


" tak bisakan kita kembali seperti dulu lagi?" tanya Lia sendu.


sedangkan itu disisi lain, Theo yang bisa mendengar itu tertawa. dia tertawa miris, mengasihani dirinya sendiri. Theo yang sedari tadi sore hanya menghabiskan harinya untuk duduk bersandar dipintu kaca, sembari menyesap kopi dan menonton film action kesukaannya, kini tertawa miris.


sungguh menyedihkan hidpnya, cinta yang selama ini ia cari malah diambil oleh orang lain. dan orang itu adalah orang yang sudah menghancurkan kepercayaannya akan cinta. ya, Rayn yang membuatnya tidak percaya dengan cinta dan menjadi gunung es yang dingin dan tak bisa disentuh.


tapi sosoknya yang dingin itu berubah, karena gadis dingin yang acuh membuatnya tidak bisa mendekati sosok itu. Theo tertarik, dia penasaran. rasa ingin tau membuatnya keluar dari gunung yang dingin dan sepi, dia ingin melihat apa yang mmebuat gadis itu menjadi sangat dingin dan kejam.


Theo yang ingin tahu kenapa lia begitu dingin mengambil langkah untuk keluar dari masa lalunya, dia ingin melihat gunung es yang ada didepannya. dan dia mendapati sebuah benteng yang kokoh dan besar didalam gunung es yang tersembunyi, dia tahu untuk mendapatkan hati lia tidak mudah, tapi yang tidak ia percaya adalah kenapa Rayn bisa mendapatkan kunci untuk masuk ke benteng itu.

__ADS_1


__ADS_2