My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 5


__ADS_3

seketika Ryoma dan Louis ternganga tidak percaya mendengarnya. dalam pikiran mereka sosok Nathalia Yuu sekaligus nona tercinta mereka memenuhi otaknya saat ini.


Ryoma dan Louis saling tatap dan bertanya melalui tatapan mata, seakan batin mereka telah menyatu dan saling memahami.


" so, Eva. apa maksudmu dengan itu adalah Nana?" tanya Louis yang membuat Evangelin a.k.a Lia sedikit mengukir senyum diwajahnya.


" baiklah aku akan menjelaskannya!"


" jadi, sekarang Lia memiliki 3 sosok. yang pertama adalah sosoknya itu sendiri, yang kedua adalah sosokku Evangelin, dan yang ketiga adalah sosok Nana atau Nathalia Yuuki!"


seketika mata Ryoma dan Louis membola sempurna. mereka tidak habis pikir tuhan akan mempermainkan mereka, pertama tuhan mengambil Nana dari mereka, yang kedua tuhan mengambil Kuro dari mereka dan kini? kini tuhan mengembalikan Nana sebagai salah satu kepribadian dari Lia? sungguh tidak bisa dipercaya.


" ok, sudah jangan melamun. aku akan melanjutkan ceritaku!" Evanggelin a.k.a Lia memotong lamunan Kedua laki-laki itu dan membuat mereka mengembalikan fokus mereka.


" sekarang aku akan menceritakan mengenai diriku yang tercipta dari amarah dan kesedihan Lia!"


" namaku adalah Evanggelin Felix. aku adalah putri dari seorang raja mafia di italia, Robert Felix pemimpin dari the F. aku tewas karena membalaskan dendam orang tuaku, aku terbunuh dengan cara yang tidak terhormat sebagai seorang mafia. dan itu terjadi karena tindakanku yang ceroboh dan terburu-buru dan aku sudah bersumpah jika aku terlahir kembali maka aku akan menjadi sosok yang tenang dan berbahaya."


" hm, lalu kenapa kamu ...uhm...tewas?" tanya Louis agak ragu dan takut jika menyinggung perasaan sosok kesedihan dari Lia.


" aku tewas karena bom yang aku pasang, aku harus tewas disana ketika aku berusaha keluar namun seseorang menghadangku dan membuatku terbunuh disana!" jawab Evaggelin dengan tenang, sedangkan Ryoma dan Louis hanya bisa terdiam dan membisu.


" ah, Lia ingin bicara!"


seketika Ryoma dan Louis langsung menoleh dan mengembalikan fokusnya begitu mendengar Lia ingin bicara dengan mereka. Evaggelin a.k.a Lia memejamkan matanya dan seketika mata berwarna abu-abu itu berubah menjadi bola kristal berwarna biru shapire yang sangat indah.


" paman!" suara kecil nan lembut membuat Ryoma dan Louis langsung memeluk gadis manis itu, sebuah senyum kecil terukir diwajahnya.

__ADS_1


" Lia, are you okay?" tanya Louis sembari menciumi wajah gadis manis itu. Lia hanya terkekeh geli karena Louis mencium wajahnya dengan manja.


" i am ok, tapi Lia ingin tahu kenapa Bibi meninggal!" seketika Ryoma dan Alan terpatung, Lia mencoba menyadarkan kedua pamannya dari lamunannya itu.


" Lia ...kami..."


" Aku sudah bertemu dengan bibi, tapi dia tidak mau mengatakan apapun!" potong Lia seketika, Louis langsung terdiam begitu Lia memotong kata-katanya.


Louis dan Ryoma saling menatap dan memberi kode, akhirnya setelah beberapa lama Ryoma dan Louis sepakat untuk mengatakannya.


" baiklah karena kamu ingin tahu, maka paman akan memberitahu. walau begitu jangan pernah membenci bibimu karena kami sudah bersumpah untuk menjagamu!" kata Louis sembari menangkup wajah mungil gadis itu, ditatapnya lekat-lekat iris biru yang begitu indah dan sangat teguh.


Louis yang melihat manik indah itu kini sesaat merasa Nana ada disana, pandangan yang begitu kuat dan kokoh. seakan Lia yang manja dan rapuh menghilang begitu saja dan digantikan dengan sosok Lia yang baru.


" silahkan cek di My Cute Boyfried"


Ryoma langsung memeluk Lia dan membiarkannya terisak dalam pelukannya, Lia melepas pelukan Ryoma dan menggeleng pelan tanda dia tidak apa-apa.


" bibi adalah orang yang sangat hebat!" seru Lia dengan sebuah senyum lebar yang menghiasi wajahnya.


Ryoma menunjuk ke sebuah arah dan Louis mengangkat Lia dan membawanya menuju ke arah yang ditunjuk oleh Ryoma. Louis membawa Lia menuju ke sebuah dinding dengan sebuah foto besar tergantung disana.


sebuah foto yang menunjukkan seorang gadis cantik dengan rambut perak dan ujung rambut berwarna merah yang menghiasi kepalanya, matanya berwarna merah darah yang begitu menyala, kulitnya sangat putih, seputih susu, dan bibirnya sangat indah, warnanya semerah cherry, dan tatapannya setajam elang. menampilkan kharisma seorang wanita yang kuat dan hebat.


" ini..bibi?" tanya Lia yang mendapat sebuah anggukan dari Louis. Louis memandang bangga dan sedikit sedih, mungkin rindu pada Nana.


" paman, ajarkan aku beladiri! aku harus menjadi kuat!"

__ADS_1


seketika Louis membulatkan matanya, dia mencoba meneguk saliva yang ada ditenggorokannya dan menatap Lia dalam-dalam. dicarinya sebuah keraguan dan rasa takut, namun tidak ditemukan.


setelah dirasa Lia sangat yakin, maka Louis mengukir sebuah senyuman pada wajahnya. Akhirnya keinginan Kuro dan Nana bisa diwujudkan.


" baiklah, dalam 2 tahun ini kami akan mengajarkan semua yang kami miliki! Paman akan mengambil alih perusahaan untuk sementara dan untuk sementara dalam 1 tahun ini Ryoma akan mengajarimu beladiri!" seru Louis. seketika mata Lia membola karena senang, dia mengeratkan pelukannya dan memeluk Louis dengan sangat erat.


Louis membalas pelukan dari Lia dan mencium pucuk kepala Lia dengan lembut, Ryoma berjalan mendekati keduanya dan mengusap lembut surai perak milik Lia.


" hm, sekarang Lia mandi kemudian kita pulang! paman sudah menemukan mayat Kuro dan yang lainnya, kita adakan pemakaman untuk mereka!" seru Ryoma, Lia mengangguk dan mengukir sebuah senyum pasi diwajahnya.


setelah mandi Lia digendong oleh Louis dan dibawanya menuju ke salah satu helikopter yang sudah menunggu mereka disalah satu hanggar.


mereka memasuki helikopter yang akan membawa mereka menuju ke negara X.


butuh waktu cukup lama untuk tiba dinegara X, setibanya di Negara X. Ryoma dan Louis langsung membawa Lia dan melakukan upacara pemakaman untuk seluruh keluarga Yuuki, mereka dimakamkan dipemakaman keluarga sedangkan Kuro dimakamkan dibukit bersama dengan Nana.


Lia mengikuti setiap upacara dengan khidmat, walau dia tidak bisa muncul dipublik dan hanya bisa mendoakan dari jauh tetapi hal itu tidak bisa membuatnya hancur.


Ryoma dan Louis yang mengurus semuanya, bahkan ketika para wartawan bertanya tentang siapa yang akan mewarisi kekayaan Kuro mereka tidak menyebutkan keberadaan dari Lia.


Lia kini tengah duduk didepan makam sang ibu, dia menatap nisan yang ada didepannya dengan tatapan sendu. terlihat jelas dia begitu sedih dengan meninggalnya semua keluarga dan kedua orang tuanya. Louis mencoba berjalan mendekati Lia yang kini terlihat begitu rapuh, dibawanya tubuh kecil itu kedalam pelukannya dan dipeluk dengan erat.


" tak apa, ini bukan akhir dari dunia! kamu sudah berjanji untuk bangkit karenanya kamu tidak boleh menyerah disini!"


Lia mengangguk dan memeluk tubuh Louis dengan sangat erat, Lia mencoba menghilangkan semua kesedihannya dan menenangkan dirinya.


andai saja Kuro atau Yora masih hidup semua ini tidak akan terjadi, akan tetapi takdir telah mempermainkan dirinya. entah kenapa rasanya ingin sekali Lia mengulang waktu, dan melarang kedua orang tuanya untuk menghadiri pesta itu. ingin sekali Lia menghentikan waktu dan membuat takdir yang lebih indah untukknya.

__ADS_1


__ADS_2