
" haha, ekspresi kakak-kakak sangat menggelikan!!" ucap Arthur tanpa sadar, dia tidak bisa menahan tawanya ketika para kakaknya menatap Kuro dengan tidak percaya.
Arthur hanya bisa tertawa sembari memegang perutnya yang sakit karena tertawa terbahak-bahak. Kuro yang melihat adik tersayangnya tertawa dengan lepas membuatnya mendaratkan sebuah jitakan yang cukup keras di kepala Arthur.
" ouch, sakit!!!" keluh Arthur. Kuro menatap dingin pada sang adik, sedangkan Arthur hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa miliknya.
" oh ya kek, Nana meninggalkan sesuatu untukmu!"
Kuro mencari sesuatu dijaket miliknya kemudian memberikannya pada Harry. Harry bingung mendapati sebuah mikrocip yang diberikan oleh Kuro.
" aku tidak tahu apa itu, hanya saja dia meninggalkan itu di meja kantor miliknya!"
Harry langsung memberi kode dan meminta pelayannya mengambil laptop kemudian membuka mikrocip yang diberikan oleh Kuro.
harry dan semua orang terkejut mendapati pesan suara yang tersimpan di mikrocip tersebut.
**
" untuk kakek yang paling aku sayangi, aku sengaja meninggalkan pesan ini karena aku sangat malas bertemu dengan anggota keluarga Yuuki. terutama dengan keluarga kecilku, akan tetapi aku melakukan ini karena aku sangat menyayangi kakek. "
" jadi, aku meninggalkan pesan ini karena aku menolak untuk menjadi pewaris dari kelauarga Yuuki. aku juga tidak terima kalau kakek memaksa Kuro untuk memimpin keluarga Yuuki. karena itu aku ingin kakek memilih kakak-kakakku yang lain dan membiarkan mereka menjadi pewaris keluarga ini. "
" jujur, aku sangat berharap kalau kak Zack yang memimpin keluarga ini. tapi, ini hanya pendapatku aku harap kakek bisa memikirkan hal ini baik-baik. jikalau kakek tidak bisa mengatasi hal ini kakek bisa menemui Nathalia. Nathalia akan selalu ada dihati kakek!!"
**
" ah?"
__ADS_1
sebuah air mata mengalir diwajah Harry. Kuro, Ryoma, Alan, dan Louis hanya menunduk. mereka sudah berjanji kalau mereka tidak akan menangis didepan orang-orang. walau begitu suara indah yang sudah sangat lama tidak mereka dengar kini menyapu gendang telinga mereka, alunan suara yang lembut nan merdu sehingga menyebabkan hati mereka bergetar dan mata mereka memanas. Kuro dan yang lainnnya hanya bisa menahan bendugan yang sudah lama mereka bangun agar tidak roboh hanya karena sebuah kerikil kecil yang lepas.
" hm, karenanya aku dan keluargaku tidak akan ikut campur dalam pengalihan kekuasaan ini!!"
Kuro menunjukkan smirknya. Harry hanya tersenyum kecut melihat tingkah sang cucu tersayangnya.
" hahh, jadi kakek akan memilih siapa?" tanya para calon penerus keluarga Yuuki.
Harry melangkahkan kakinya menjauh dari para cucunya, dia mendapati sosok Lia yang tengah asik beramain dengan para wanita dirumah itu. Harry mendekati sosok Lia yang asik bermain dengan sang istri, putri, dan cucunya.
" KAKEK BUYUT!!!" teriak Lia membuat Harry langsung merentangkan lengannya dan menangkap tubuh cicit manis itu. Harry membiarkan sang cicit bergelayutan dilengannya.
" sayang apa kamu mau makanan manis?" tanya harry sambil mengecup wajah sang cicit. rasanya seperti deja vu dia mengingat sosok sang cucu tercinta dibalik sosok manis ini.
" tidak, tapi aku ingin melihat kembang api!!" serunya sembari menatap mata sang kakek dengan pandangan penuh harap. Harry hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan sang cicit, dia segera menaikkan sang cicit ke pundaknya.
Harry membawa sang gadis kecil kemudian melangkahkan kakinya menuju ke taman. Lia hanya mematuhi kemanapun sang kakek buyut membawanya, dia terlalu senang sekarang.
saat ini Kuro sedang melangkahkan kakinya menuju ke luar diikuti dengan Ryoma dan yang lainnya.
ya kini Kuro tengah berada diruang belajar bersama dengan Louis, Alan dan Ryoma. bukan karena mereka harus membicarakan mengenai strategi dalam dunia mafia ataupun karena mereka harus memenangkan suatu proyek besar, akan tetapi mereka tengah membicarakan mengenai acara malam tahun baru hari ini.
" jadi bagaimana persiapan malam ini?" tanya Kuro pada Ryoma dan Alan yang telah diminta untuk mengawasi musuh-musuhnya selama beberapa hari terakhir. Kuro menduga akan ada penyerangan saat pesta penyambutan tahun baru dan firasatnya tidak akan salah.
" bukan masalah, aku sudah mendapat semua informasinya dan selain itu aku sudah menyeludupkan beberapa anak buah Queen!" jawab Alan sembari mendudukkan tubuhnya ke meja yang ada, kemudian memainkan pena dan memutar-mutar pena itu ditangannya. Ryoma hanya mengangguk dan menatap sinis pada Alan.
" hm, untuk kalian berdua. Louis dan Ryoma aku ingin kalian berdua selalu bersama dengan Princess!"
__ADS_1
Louis dan Ryoma hanya mengangguk. Alan menatap tajam pada Ryoma yang menunjukkan smirknya, Alan kesal dengan Ryoma yang mengejeknya.
" kami tahu apa yang harus kami lakukan!" jawab Louis sembari menorehkan smirknya. dia teringat dengan misi terkahirnya dengan Nana, disaat ketegangan terjadi dan Nana malah bersenda gurau dengan dirinya.
" oh ya, kalian berdua tidak boleh meninggalkan princess apapun yang terjadi!" Kuro menatap tajam ketiganya sedangkan mereka bertiga malah saling menatap. Alan, Ryoma, dan Louis saling tatap memberi kode.
" hm,kami tahu apa yang kami lakukan! selain itu kami hanya menerima perintah dari nona Nana dan bukan dirimu!" ketus Alan.
" ya, kami memang berjanji pada Nona kalau kami akan menjaga dan mendukungmu, akan tetapi kami tidak pernah berjanji kalau kami akan mematuhi segala perintahmu!" sambung Louis yang membuat Kuro ternganga mendengarnya, padahal Kuro pikir Louis adalah orang yang akan selalu ada dipihaknya.
" hm, dan kami sudah bersumpah akan melayani satu tuan!"
Ryoma menunjukkan sebuah senyum lembut yang membuat Kuro semakin tidak percaya dengan apa yang dia lihat. rasanya bagai mimpi melihat sosok Ryoma tersenyum.
" hah, kalian ini benar-benar!"
Kuro memijat pangkal hidungnya sembari menenangan pikirannya. dia tidak habis pikir kalau ketiga orang yang sudah menemaninya akan melawannya.
" hm, akan tetapi kami bersumpah akan melindungi Lia dengan nyawa kami!"
seru ketiganya secara bersamaan dan membuat Kuro mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah ketiganya dengan pandangan tidak percaya. seakan tersambar petir disiang hari, itu yang kini Kuro rasakan.
" ya, kami sudah menganggap Lia sebagai putri kami sendiri. selain itu ini adalah waktu bagi kami untuk membuka lembaran baru dan melayani tuan yang baru!" seru Ryoma yang membuat Kuro mengukir sebuah senyum diwajahnya.
ya walau Kuro tidak percaya kalau mereka bertiga selalu mengambil adik tercintanya dan kini mereka ingin mengambil putrinya. ya, Kuro memang kesal akan tetapi lebih baik kalau mereka bertiga mengambil adik dan putrinya, setidaknya ketiganya bisa melindungi dan menjaganya.
Kuro masih menyimpan trauma karena dirinya yang mengambil Nana dengan paksa dari ketiga penjaganya, Nana harus mengalami kecelakaan yang membuatnya merenggang nyawa. kali ini Kuro ingin mempercayakan putrinya dan membiarkan ketiga malaikat penjaga sang adik untuk menjaga putrinya.
__ADS_1
" baiklah kalau itu mau kalian, kalian bisa bersumpah dan mengabdi pada sosoknya yang merupakan cerminan dari adikku!" jawab Kuro sembari melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Ryoma, Alan dan Louis hanya bisa bersorak riang mendengar jawaban dari Kuro.