
" heh, sepertinya kamu sangat suka melamun ya?"
Lia menatapnya dalam setelahnya dia mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sesaat, Lia menggelengkan kepalanya setelahnya medorong jauh tubuh laki-laki itu dari dirinya. Lia menghela nafas panjang setelahnya mengembalikan poker face-nya yang tadi sempat menghilang sejenak.
" apa yang sebenarnya kamu pikirkan kucing kecil?" tanya laki-laki itu sembari memijat pangkal hidungnya. Lia terperanjat kaget mendengar dirinya disebut sebagai kucing kecil.
" maaf? tapi dimana sopan santunmu?" tanya Lia dengan nada rendah yang teramat dalam, aura dingin mulai menyebar disekitarnya akan tetapi Lia mencoba menahan amarahnya dan mencoba menghilangkan aura dingin yang dia pancarkan.
" ah, maafkan jika aku membuatmu tersingung? biar aku memperkenalkan diriku. Theodhore Howard, senang bertemu denganmu!" ucapnya sembari memperkenalkan dirinya, Lia menghela nafas pelan setelahnya menatapnya malas.
__ADS_1
" Nathalia!" ucap Lia dengan dingin dan membuat Theodhore tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
" apa kamu serius? HAHAHA!!! itu..sunguh..HAHA... tidak lucu!!" ucapnya sembari menghapus air mata yang ada disudut matanya, salah satu tangannya masih setia memegang perutnya yang masih sakit karena tertawa dengan keras.
" ....." lia hanya diam dan menaikkan salah satu alisnya, dia tidak percaya dari sekian juta manusia yang ada di asrama ini, kenapa tuhan membiarkan dia bertemu dengan serigala berbulu ayam ini? kenapa begitu? karena Theo nampak dingin diluar dan sangat receh jika mengenalnya_-
" apa kamu sudah selesai? kalau belum aku permisi, aku harus membereskan barang-barangku!" Lia melangkahkan kakinya pergi setelahnya mengunci pintu dan menutup kordennya, dari sana dia masih bisa melihat bayangan Theo yang masih berdiri disana dengan kedua tangan yang berada dipingangnya, Lia tidak memperdulikanya dan malah membuka pintu kamarnya yang sedari tadi berbunyi.
Lia mendapati pelayannya yang tadi ia temui, Lia mengukir senyumnya lega setelahnya mengambil semua kardus berisi pakaian itu dan membereskannya dengan segera. setelah menyelesaikan semua acara beres-beresnya, Lia merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah kemudian dengan perlahan ia memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpi.
__ADS_1
keesokan paginya Lia terbangun karena mendengar gedoran yang sangat kerasa dari pintunya. Lia bangun dengan malas dan dalam penampilan yang masih acak-acakan, dia melihat jam yang ada dinakas kemudian menghela nafas ketika mendapati ini sudah pukul 8 pagi.
di Amerika jam 8 pagi itu masih cukup pagi dan tidak pantas dibilang siang, jadi Lia kembali merebahkan tubuhnya setelah melempar jam yang ada di nakas ke pintu dan membuat pelaku penggedoran pintu terperanjat kaget mendengar dentuman keras dari dalam kamar.
Lia kembali memejamkan matanya sedangkan pintunya malah diketuk semakin keras, bahkan Pintu balkonnya juga diketuk oleh Theo. LIa yang sudah sangat kesal mengambil sebuah baju hangat yang ada dilemarinya setelahnya keluar dan membuka gorden kamarnya lebih dulu setelahnya membuka pintu kamarnya.
" ada masalah apa?" tanya Lia yang masih mengantuk pada seorang wanita peruh baya yang ada didepannya. wanita itu memiliki rambut pirang dan mata biru, wajahnya dipenuhi dengan kerutan dan kulitnya nampak kusut. wanita itu mengenakan sebuah mantel berwarna hitam dan sebuah penggaris ditangan kanannya. dari penampilannya Lia menduga kalau wanita itu adalah pengawas asrama.
" nona Yuu, kenapa kamu masih belum bangun?" tanya wanita itu, sedangkan Lia malah menghela nafas panjang.
__ADS_1
" sorry madam, akan tetapi ini baru jam 8 pagi dan seharusnya ini masih belum waktu bagi saya untuk bangun" ucap Lia dengan santainya dan membuat wanita itu menahan amarahnya, nampak urat nadinya sudah tegang dan matanya yang sudah memerah dan menatapnya tajam.
" nona Yuu!!"