My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 25


__ADS_3

" hahh...." LIa menghela nafas panjang.


kini Lia tengah terbaring lelah dibawah sebuah pohon rindang yang ada dilapangan sekolahnya, ini jam olahraga dan Lia baru saja berlari sebanyak 2 kali mengelilingi lapangan. seharusnya Lia kuat dengan hal seperti ini, akan tetapi karena dia harus berakting menjadi gadis lemah jadi apa dayanya?


walau awalnya dia sempat mengacaukan dramanya, akan tetapi Lia berhasil mengendalikan keadaan dan mengikuti alurnya. dia mengubah perannya menjadi gadis manis yang lembut dan lemah. dihari pertamanya masuk ke sekolah, dia bilang kalau tubuhnya lemah jadi butuh waktu agak lama agar dia bisa tiba dikelas dan dia juga mengatakan kalau dia sedikit tersesat karena gedung ini sangat luas.


dan bodohnya semua orang percaya dengan hal itu? kalau itu aku pasti BK sudah datang dan menyeretku ke lapangan T~T, kini Lia tengah duduk sembari memandang ke salah satu jendela kaca yang ada digedung itu. tempat dimana Rayn berada, kelas X-3. Lia bisa melihat Rayn dengan jelas dari sana, ya kalau bukan karena dia sudah terlatih melihat dari jarak jauh jadi, dia bisa melihat Rayn yang sedang terlelap dari jendela luar.


sesekali Lia terkekeh melihat Rayn yang dimarahi oleh guru, dan itu terus berulang karena Rayn juga kembali tidur setelah guru yang memarahinya pergi. tanpa dia sadari seorang laki-laki datang mendekat ke arahnya. Lia yang sejak tadi sibuk memandangi Rayn tersentak saat ada orang yang menepuk bahunya.


" KYAA!!!" teriak Lia yang terkejut.


" haha, apa sih yang lu lakuin?" tanya orang yang tadi menepuk bahu Lia.

__ADS_1


" Theo? apa yang? lu udah selesai?" tanya Lia langsung dalam sekali tarikan nafas yang membuat Theo terkejut karenanya.


" hei-hei, satu-satu dong!!"


" jangan langsung sekali nafas_-"


" iya-iya gue jawab!" sahut Theo ketika mendapati Lia yang menatapnya dengan tajam.


" pertama ini gue, Theo! kedua gue cuma mau ngagetin lu aja, dan yang ketiga gue udah selesai lari" jawab Theo dengan wajah yang dihiasi senyum tanpa dosa.


" emang siapa sih yang lagi lu liatin sampe segitunya?" tanya Theo yang membuat jiwa Lia tersentak kaget akan tetapi karena Lia masih bisa mempertahankan poker facenya jadi dia nampak biasa saja.


" bukan urusan lu!" jawab Lia sembari bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Theo yang melihat hal itu malah menarik lengan Lia sehingga Lia kembali ke duduknya.


" argh.." ringisnya pelan sedangkan Theo malah memasang cengirannya.


" apa-apaan sih?" tanya Lia dengan kesal sembari menahan amarah. aku yakin itu pasti sakit, dan Theo juga menarik Lia cukup keras jadi itu pasti sakit.


" hehe, sorry😁" ucap Theo dengan cengirannya yang khas.


" lagian lu juga sih, gue kan baru duduk eh lu malah pergi!" ucap Theo merajuk, membuat Lia geli karenanya.


" argh lepasin ngak?" ancam Lia dengan sorot mata yang tajam bak tatapan elang yang menemukan mangsanya.


Theo yang melihat itu malah memasang smirknya, Theo mulai mendekat dan menahan tubuh Lia diantara dirinya dan pohon yang ada dibelakangnya, walau begitu Lia masih nampak tenang dan tidak merasa tergangggu. padahal ini adalah posisi yang sangat tidak nyaman bagi siapapun, disudutkan!

__ADS_1


" apaan?" tanya Lia dingin.


" jangan gitu dong sweetheart!"


__ADS_2