My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 27


__ADS_3

" mimpi gue bukan hal yang besar, gue sama seperti rumput ini! rumput yang bisa di injak oleh siapapun, rumput yang harus menerima keringnya tanah tanpa air saat kemarau, rumput yang harus rela tenggelam oleh air saat hujan, rumput yang harus bertahan dibawah pohon rindang!"


Theo PoV


aku memandang sosok cantik itu, gadis manis yang sejak tadi berada disampingku dan bergumam tidak jelas. aku tidak mengerti, sebenarnya mimpi apa yang dia miliki hingga ia mengatakan kalau mimpinya tidak akan bisa dicapai. dia mengangkat tubuhnya kemudian mengulurkan tangannya kembali ke udara.


" mimpiku adalah agar aku bisa bertemu dengan kedua orang tuaku dan membalas semua orang yang membuatku menderita" ucapnya dengan sendu, aku tidak salah dengar? seorang Lia bisa menjadi sendu dan sedih? aku memutuskan untuk menoleh ke arahnya dan medapati sosoknya yang kini nampak sendu.


sorot matanya sayu dan senyum yang diukirnya begitu sendu, ini pertama kalinya aku melihat seorang gadis yang berusaha sekuat ini untuk terlihat kuat. hatiku terenyuh sakit, rasanya ingin aku mendekapnya dan memeluknya. ingin sekali melindunginya dan membawanya pergi jauh dari segala macam bahaya dan kesedihan yang dimilikinya.


tanpa sadar aku bangkit dari dudukku dan mengulurkan tanganku padanya. dia nampak bingung dengan apa yang aku lakukan, bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang tengah aku lakukan sekarang. aku mengukir senyumku lembut kemudian mengambil aba-aba untuk bicara.

__ADS_1


" kalau begitu aku akan membantumu untuk mewujudkannya!" ucapku dengan ringan, sedangkan Lia nampak terkekeh sejenak mendengar ucapanku.


" kalau gitu lu harus ngebunuh gue lebih dulu.." ucapnya dengan kekehan sembari meraih uluran tanganku. aku membantunya berdiri dan dengan santainya dia pergi dari hadapanku.


" apa maksudmu?" tanyaku yang tidak paham maksud kata-katanya, sungguh gadis ini memiliki banyak rahasia. dia berhenti kemudian menoleh ke arahku, sebuah senyum diurkirnya. senyum tulus yang belum pernah ku lihat sebelumnya.


" kalau lu mau wujudin mimpi gue, lu harus ngebunuh gue! karena orang tua gue udah mati!!" ucapnya dengan santai, aku yang mendengar hal itu membatu sejenak, bukan karena melihat keindahan senyum yang belum pernah dia perlihatkan padaku. akan tetapi karena kata-katanya dan senyum yang dia buat.


sejenak ku pikir dia ingin mati sekarang juga, dan dia benar-benar ingin mati sekarang. dan entah kenapa hatiku rasanya sakit mendengar hal itu, mungkin aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. rasanya aku ingin membawanya pergi jauh dari sini, dan menyembunyikannya dari dunia ini.


" ayo pergi!" ucapku dengan tenang sembari menjauh dari lapangan, dia nampak berdecih kesal sebelum berjalan mengikutiku dari belakang.

__ADS_1


.


.


.


jam pelajaran sudah berakhir, kini kami tengah bersantai ria di kantin sekolah. aku memesan sebuah nasi goreng dan sekaleng soda dari mesin minuman, sedangkan Lia membeli sekaleng susu vanilla dan sepotong softcake. aku masih memandangnya dan Lia nampak tidak peduli dengan hal itu.


" li.." panggilku pada Lia yang sedang asik meneguk sekaleng susu vanilla miliknya.


" apaan?"

__ADS_1


aku masih memandangnya, dia hanya mengacuhkanku dan fokus dengan sarapannya. ya, Lia memang tidak pernah sempat sarapan pagi karena dia selalu bangun kesiangan. dan ya, aku selalu terlambat karena dirinya_-. tanpa sadar aku mengukir senyum lembut, dan tanpa sadar sebuah  kata-kata keluar dari mulutku.


" gue suka sama lu!!!"


__ADS_2