
" jadi, kedatanganku kemari...karena, aku ingin membicarakan mengenai Nana!"
seketika semua orang langsung menatap ke arah Kuro,rasa penasaran menyelimuti pikiran mereka , kini mereka tengah menatap dalam manik merah milik Kuro. Harry kini tengah serius menatap sang cucu, semua orang sangat menanti kabar mengenai anak emas mereka.
" ada apa dengan Nana?" tanya Lisa yang membuat Kuro mengubah fokusnya, dipandangnya iris merah sang ibu yang nampak begitu khawatir.
Kuro mengukir sebuah senyum pasi di wajahnya, sekilas dia mengingat sosok sang adik. Kuro menghela nafas dan mengembalikan fokusnya, dia menatap Yora sekilas kemudian mengembalikan tenaganya.
" Nana..sudah meninggal!"
kata-kata itu berhasil lepas dari mulut Kuro, membuat siapapun yang mendengarnya melongo tidak percaya. semua orang kini masih membisu tidak percaya sedangkan Kuro, Alan, Ryoma, dan Louis? mereka tidak berani mengangkat kepala mereka. mereka terlalu pengecut untuk membahas topik mengenai Nana.
" haha, leluconmu sungguh lucu Kuro!"
Raymond memecah kenehingan, dia tidak mau mempercayai fakta bahwa adik perempuan semata wayangnya telah meninggal. Raymond pikir ini sama seperti semua lelucon yang dimainkan oleh Kuro dan Nana.
" ..."
diam, hanya kebisuan yang muncul dari Kuro. sedangkan disisi lain, mulai muncul tekanan yang sangat mengerikan berasal dari Harry, dia sudah siap mendengar kemungkinan terburuk namun, kini sang cucu tengah dipermalukan oleh Raymond.
semua orang kini tengah begidik ngeri karena tekanan yang diberikan oleh Harry. hanya ada keheninggan hingga akhirnya suara gadis kecil mengalihkan fokus mereka.
~~
Name in the sky
Does it ever get lonely?
Thinking you could live without me
Thinking you could live without me
__ADS_1
Baby, I'm the one who put you up there
I don't know why
~~
nyanyian kecil dari Lia membuat semua orang mengalihkan fokus pada sosoknya, suara lia yang sangat lembut nan merdu kini menampar mereka, entah kenapa lirik yang dia nyanyikan menyanyat hati mereka. bukan karena suaranya yang begitu indah, tetapi karena kenangan akan masa lalu. lirik itu membuat mereka teringat akan segala hal buruk yang sudah mereka perbuat pada Nana.
sosok malaikat tak bersayap yang di lahirkan dengan wujud manusia, memiliki kekuatan, kebaikan, kebijakan, kecerdasan, dan kecantikan. sosok rapuh yang melindungi dirinya dengan baju zirah yang sangat kuat, dia memanfaatkan zirah itu untuk melindungi orang-orang yang berharga baginya, namun perjuangannya sia-sia. dia di khianati, Zirah itu dirusak oleh orang-orang yang dia kasihi, hingga akhirnya zirah itu hancur dan menunjukkan sosoknya yang begitu rapuh.
kini mereka semua terdiam hingga gadis mungil itu menatap wajah sang ayah, gadis itu melihat ada kilauan kristal bening yang tersirat di pelupuk mata sang ayah. gadis manis itu menangkup wajah sang ayah, menghapus air mata dari pelupuk mata sang ayah sebelum kristal bening itu jatuh.
~~
I said I'd catch you if you fall
And if they laugh, then *** 'em all (All)**
Put you right back on your feet
Just so you can take advantage of me
~~***
Kuro terkejut dengan sikap putrinya itu, dia benar-benar mirip dengan sang adik. Nana adalah cahaya bagi Kuro, dan sejak kematian Nana, cahanya padam. kini Lia menggantikan Nana dan menjadi cahaya yang baru bagi Kuro. gadis manis itu tidak menyadari kalau semua orang kini mendekat ke arahnya, mencoba melihat bayangan Nana dalam dirinya.
Kuro menggenggam tangan gadis kecil itu dan membiarkan tangannya tetap menangkup wajahnya. seketika senyum Kuro merekah, dia terus berfikir. tuhan begitu baik padanya, dia telah memiliki sosok adik yang begitu sempurna, namun tuhan mengambilnya dan kini tuhan memberikan ganti yang sebanding dengan Nana.
" you are my light!" ucap Kuro lembut dan membuat semua orang tersenyum mendapatinya. ya, semua orang kecuali Lia yang menjadi topik pembicaraan mereka.
" no dad, i am your daughter!" jawabnya dengan polos dan berakhir dengan gelak tawa yang memenuhi ruangan, kini senyum kembali terukir di wajah mereka. bahkan Harry juga lupa dengam segala kesedihan yang tadi menghantui dirinya.
__ADS_1
" okay, my little queen. what are you want?" tanya Kuro sambil mengangkat tubuh sang putri kemudian membawanya ke atas pangkuannya. Lia hanya tersenyum sambil meletakkan jari telunjuk di dagunya yang membuat pose tengah berfikir, dan kini mereka semua semakin gemas dibuatnya.
" i want to play!"
seketika Kuro menyatukan alisnya, sekarang tahun baru jadi, kemana mereka akan bermain? sedangkan semua tempat bermain, toko, maupun pusat perbelanjaan tengah tutup.
" now?" tanya Kuro dan mendapat anggukan dari sang putri.
" hm, Nathalia. apa kamu mau bermain dengan nenek?" tanya Lisa yang sudah sangat gemas dengan tingkah cucunya, Lia segera turun dari pangkuan sang ayah kemudian melompat ke pelukan sang nenek.
" my little queen, jangan merepotkan nenek ya!"
Kuro menoleh ke arah Yora dan memberikan kode. Yora mengerti maksud sang suami kemudian mengikuti Lisa yang pergi dengan para wanita di kediaman Yuuki. sedangkan para pria kini tengah sibuk dengan urusan bisnis mereka.
entah sejak kapan mereka melupakan mengenai Nana, dan kini mereka hanya sibuk bercerita mengenai masa lalu maupun mengenai masalah bisnis mereka. Kuro kini berencana untuk kembali berinfestasi pada bisnis ke lima keluarga besar sedangkan semua orang hanya terkejut mendengar rencananya.
" Kuro!"
Harry memecah moment gelak tawa yang tengah terjadi, Harry baru saja kembali dari kamarnya dengan seorang pelayan yang membantunya untuk berjalan. Kuro dan yang lain langsung mengalihkan pandangan pada sang kakek kemudian menatap sebuah kotak yang ada di tangannya.
" apa itu kek?" tanya Arthur yang sangat penasaran dengan kotak hitam yang dibawa sang kakek. Harry mendudukkan dirinya ke sofa kemudian menatap ke arah kuro sambil membuka kotak itu.
" apa kamu ingat benda ini?"
Kuro menatap ke arah kedua benda yang ada di dalam kotak hitam itu. dia sangat terkejut mendapati The Silver Blood Moon dan The Heart's of Ocean. semua orang sangat terkejut ketika Harry mengeluarkan pusaka itu, sudah 10 tahun sejak mereka pergi membujuk Nana, dan Harry tidak pernah mengeluarkan benda itu lagi.
hm, dalam hati mereka memang tersirat rasa iri, namun mereka tahu kalau Nana dan Kuro jauh lebih layak dibanding mereka. Raymond, Zack, Teo, Julian, dan Mark merasa geram sang kakek hanya menunjukkan pusaka itu pada Kuro dan Nana. ya, sejak kecil Nana dan Kuro memang menjadi anak emas keluarga Yuuki, walau begitu mereka sudah berusaha sangat keras namun, mereka tidak pernah bisa mengalahkan kedua anak itu.
" hm, benda terkutuk yang sangat dibenci oleh Nana?"
Kuro memiringkan kepalanya, sebuah smirk terukir di wajahnya. kini semua yang ada disana begidik ngeri melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Kuro, sedangkan Arthur kini tengah tertawa geli melihat wajah kakak-kakaknya yang ketakutan.
__ADS_1