My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 4


__ADS_3

kini sudah hampir tengah malam, kini Kuro dan yang lainnya tengah berada di salah satu kapal pesiar paling mewah didunia bersama dengan para kolega dan 5 keluarga besar Negara X. Kuro kini tengah berbincang-bincang dengan beberapa rekan dan koleganya, ditemani dengan Yora yang juga tidak ingin kalah darinya.


sedangkan itu kini Lia sedang duduk dan menikmati indahnya laut dibawah langit yang diterangi bintang-bintang ditemani dengan Ryoma dan Louis yang memang sudah ditugaskan oleh Kuro untuk melindunginya. sedangkan Alan kini tengah membuntuti Kuro dan Yora, selain itu Alan juga sudah menyebar seluruh anak buahnya diseluruh kapal.


kini 3  menit sebelum tengah malam, Kuro diminta naik ke panggung dan memberikan sambutan, semua orang melihat sosok pemimpin dari perusahaan no 1 dunia, K7 Grup. sebuah perusahaan yang diciptakan dan dibangun dengan kerja keras oleh Nana kini jatuh ke tangan kakaknya, dan beberapa saat lagi akan jatuh ke tangan sang putri.


Kuro memberikan pidato singkat yang cukup membekas dalam ingatan, Kuro mengusik makna kehidupan, semua orang yang mendengarnya sangat penasaran. semua yang ia katakan begitu nyata, akan tetapi sulit sekali untuk dipercaya.


ya, Kuro menceritakan kisah hidup dari adiknya, Nathalia Yuu. sosok hebat yang layak dikenal, dan sosok hebat yang layak ditiru. setelah pidato singkat Kuro diminta menyalakan kembang api tanda pergantian tahun akan dimulai, kembang api yang dinyalakan dihitung mundur bersama-sama oleh semua orang.


3


2


1


DORRRR


kembang api menyala dan melesat terbang ke udara, akan tetapi bukan hanya letupan dari kembang api yang terdengar. suara BOOM yang meledak dikabin kapal membuat semuanya berlarian ketakutan, dan kali ini Alan sudah menyiapkan jalur evakuasi bagi Kuro dan Yora.


Kuro dan Yora mengikuti kemanapun Alan membawa mereka, Kuro dan Yora hanya mengiyakan setiap kata-kata  Alan dan tidak mempedulikan yang lain. mereka bahkan sudah melupakan keberadaan putrinya, dan ya mereka tidak khawatir sedikitpun dengan Lia karena mereka percaya Ryoma dan Louis pasti sudah menyelamatkan Lia.


" Lia, cepat naik!"

__ADS_1


Ryoma mengangkat tubuh Lia dari air dan menaikkannya ke sebuah speedboat yang sudah disiapkan anak buahnya.


Louis dan Ryoma mulai membawa Lia menjauhi kapal, mereka tidak menunggu Kuro dan Yora. Lia sedari tadi menangis dan merengek ingin melihat kedua orang tuanya, akan tetapi sayang sekali. takdir pahit yang dialami oleh Nana tidak berhenti begitu saja, kini Lia juga harus menanggung takdir yang pahit nan menyakitkan itu.


BOOMMM


suara ledakan kembali muncul dari badan kapal, membuat siapapun yang mencoba kabur harus merengang nyawanya. termasuk Kuro, Yora dan Alan serta semua tamu dan 5 anggota keluarga besar negara X. mereka semua mati dalam ledakan itu, tidak ada satupun yang selamat. kali ini musuh Kuro  benar-benar kejam.


" MAMA!!! PAPA!!!!" teriak Lia membuat Ryoma menghentikan speedboatnya, Louis juga mulai mengikuti Ryoma dan menghentikan speedboatnya. dipandanglah kapal itu oleh mereka, sebuah kembang api muncul dari kapal dengan sebuah siluet dari sepasang kekasih yang tengah berpelukan didalam kobaran api.


ya, itu adalah siluet dari Kuro dan Yora yang sudah dalam keadaan sekarat karena kehabisan oksigen. Alan sudah tergeletak tak bernyawa karena melindungi Kuro dan Yora dari ledakan, dan kini sebagai salam perpisahan Kuro menyalakan sebuah kembang api yang tidak jauh dari jangkauannya dan menembakkannya ke udara.


Lia, Ryoma, dan Louis hanya terpaku melihat keindahan dari kembang api itu. sekilas ingatan mengenai sosok Nana muncul di dalam kepala Ryoma dan Louis, dan pada saat itu juga mata gadis kecil itu berubah menjadi merah darah dipenuhi dengan kebencian.


" TIDAK!!!" teriak Lia membuat Ryoma memeluk gadis itu erat-erat. Lia mencoba melawan dan melepaskan pelukan Ryoma akan tetapi gagal, tenaganya terlalu lemah untuk melawan Ryoma.


Ryoma kembali dengan anak buahnya dan melakukan pencarian secara besar-besaran dibantu dengan pasukan kepolisian, angkatan laut, dan petugas pencarian. kini tengah ada 10 kapal dengan ribuan orang yang bertugas mencari mayat semua korban.


pencarian dilakukan selama 5 hari dan kini semua mayat telah ditemukan, Ryoma hanya mengambil mayat Kuro dan Alan yang sudah mereka temukan dihari pertama, hal ini karena Alan dan Kuro tidak begitu bodoh. mereka mengikat pelampung pada tubuh mereka supaya mayat mereka bisa ditemukan.


Ryoma membawa mayat Kuro dan Alan menuju ke markas bersama dengan pasukannya. setibanya di markas Ryoma terkejut mendapati Lia yang begitu sedih dan murung, matanya yang berwarna biru cerah kini berubah menjadi biru gelap bahkan hampir bisa dibilang hitam.


" Lia?"

__ADS_1


Ryoma mencoba mendekati gadis manis yang kini tengah terduduk sembari menatap kosong pada jendela.


" aku bukan Lia!" ketus Lia dan membuat Ryoma sontak terkejut, Louis mencoba menjelaskan apa yang terjadi selama 5 hari ini dan Ryoma bisa memaklumi hal itu.


ya, orang tuanya tewas didepan matanya dan Lia tidak bisa melakukan apapun. Lia merasa sangat buruk, andai saja waktu bisa diulang Lia pasti tidak akan membiarkan orang tuanya pergi ke pesta itu. Ryoma menghela nafas pelan kemudian berjalan kembali mendekati sosok Lia yang masih menatap jendela dengan tatapan kosong.


" kalau begitu siapa kamu?" tanya Ryoma dengan lembut. Ryoma mendudukkan dirinya disisi tepi ranjang kemudian menatap lembut pada sosok Lia yang masih termenung.


" aku Evangelin!"


seketika Ryoma. sedangkan Louis yang sedari tadi menatap dari pintu kini  mendekati Lia dan menarik kursi kemudian duduk didepannya.


" jadi Evangelin? apa Lia yang menciptakanmu?" tanya Louis dengan sebuah senyuman cerah yang menghiasi wajahnya. Evangelin a.k.a Lia hanya mengangguk pelan dan menatap Louis datar.


" hm, Lia sangat sedih sekarang jadi aku yang akan mengantikan dirinya dan menjaganya. aku tidak akan pernah membiarkan adikku sedih ataupun terluka!" jawab Evangelin yang seketika membuat bola mata Ryoma dan Louis membulat tidak percaya akan tetapi mereka segera mengubahnya dan menetralkan ekspresi mereka.


Ryoma dan Louis tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. ya, Lia mencipatkan kepribadian lain dalam dirinya, Ryoma dan Louis menyadari kalau Lia begitu sedih akan tetapi hal ini adalah masalah jika kepribadiannya punya sifat yang buruk.


Ryoma dan Louis kini masih menatap Evangelin a.k.a Lia, mereka menatap gadis manis itu lekat-lekat. didapatilah kalau gadis itu tidak mirip dengan Lia, dia begitu tenang dan kuat. sangat percaya diri dan tangguh, berbeda dengan Lia yang biasanya. selain itu warna bola matanya yang menghitam membuat Ryoma dan Louis tidak percaya.


" lalu Eva, apa kamu tahu kenapa saat malam itu mata Lia menjadi merah?" tanya Ryoma dengan dingin, dia masih tidak bisa menerima tuannya serapuh ini. jika ini Nana maka dia pasti akan mencari pembunuh itu dan membunuhnya dengan tangannya sendiri.


" hm, aku tahu!" jawabnya sembari menunjukkan sebuah senyum kecil diwajahnya. wajah yang begitu manis dan cantik menjadi sempurna dengan sebuah senyum kecil diwajahnya.

__ADS_1


" apa yang terjadi?" tanya Ryoma dan Louis bersamaan mereka sangat penasaran hingga ingin segera mengetahuinya.


" itu adalah NANA!!"


__ADS_2