
Author PoV
Rayn membawa Lia pergi ke kantor kepala sekolah dengan selamat, sehat tanpa ada lecet sedikitpun.
Victo : a elah kek apaan_-.
Sara : diem bawel lu_-
Rayn meninggalkan Lia menyelesaikan urusannya sedangkan dirinya kembali dengan kegiatannya. dan disinilah Lia berada, di kantor kepala sekolah yang cukup megah untuk ukuran sekolah negri. Lia sempat memandang ke sekeliling ruangan dan mencaritahu setiap sudut ruangan itu.
" permisi!" ucap Lia dengan sopan, sedangkan orang yang ada didepannya masih saja asik dengan laptopnya hingga akhirnya dia mengalihkan atensinya setelah aura disekitarnya terasa sesak dan mengerikan.
" ah, kamu pasti nona Yuu!" ucap kepala sekolah dengan wajah penuh binar, kenapa? karena Lia sudah menyumbangkan 2 milyard ke sekolah itu, dan dia sudah masuk dan menjadi dontur terbesar bagi sekolah. jadi tentu saja kepala Sekolah yang mata duitan ini langsung saja memasang wajah bahagia dan penuh binarnya. apa lagi melihat Lia yang begitu cantik untuk gadis berusia 16 tahun.
" tidak usah basa-basi, aku hanya ingin memberi salam dan ya, orangku akan datang dan membawakan beberapa barang yang akan diletakkan di rooftop. biarkan saja mereka bekerja dan jangan ganggu mereka, dan ya. selama disekolah saya tidak ingin ada guru yang mencari masalah dengan saya!" ucap Lia panjang kali lebar, dan diangguki oleh Kepala sekolah.
" saya mengerti, nona tenang saja!" ucap kepala sekolah dengan senyum penuh makna. sedangkan Lia yang mengetahui hal itu hanya diam dan tidak peduli, itu bukan urusan dia. hanya butuh 6 bulan dan dia akan membawa ah, salah! dia akan menyeret Rayn dan membuat pria itu berlutut dibawah kakinya.
Lia melangkahkah kakinya pergi dari sana, Lia melangkahkan kakinya kembali dan dia kembali mendapat ribuan pasang mata menatapnya kagum. Lia hanya menghela nafas dan kembali berjalan menuju ke mobilnya. hingga dia tiba didepan mobilnya dia terkejut mendapati beberapa gadis tengah duduk diatas kap mobilnya sembari berfoto dengan mobilnya itu.
Lia yang mengetahui hal itu dari jauh memandang rendah pada mereka, Lia menghembuskan nafas kesal dan memasang smirknya. seseorang yang berada tidak jauh darinya malah terkekeh geli melihat smirk yang bisa saja membuat siapapun mati saat itu juga.
" hei, kenapa kamu malah bersmirk seperti itu?" tanya Rayn. Lia yang sejak tadi berada dalam pikirannya, kini malah terperanjat kaget. Lia mengusap dadanya pelan sedangkan Rayn malah terkekeh melihatnya. yang lebih aneh adalah, bagaimana bisa Rayn tau kalau Lia mengukir smirk tipisnya.
" heh, sebaiknya kamu menghentikan mereka sebelum mobilku tergores!" titah Lia yang tidak di indahkan oleh rayn. Rayn mengernyitkan kedau alisnya dan memandang bingung ke arah Lia. Lia menghela nafas kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke mobilnya.
Lia menghentikan langkahnya dan memandang sikap gadis-gaids yang masih asyik berfoto degan mobilnya. Lia memandang mereka dengan tatapan merendahkan, kenapa? karena mereka sekarang terlihat seperti orang kampung yang tidak pernah melihat mobil. apalagi dengan make up super tebal yang mereka kenakan bisa membuat anak kecil ketakutan karena mengira mereka hantu.
" heh, ngapain lu liat-liat?" tanya salah seorang dengan rambut yang dicat biru, tidak seperti rambutnya yang terlihat natural. warna yang dikenakan gadis itu nampak tidak cocok dan nampak mengelikan dengan gadis itu.
" ...." Lia diam dia malah memperhatikan setiap senti dari mobilnya, dia paling tidak suka jika ada orang yang menyentuh barang miliknya.
" heh, lu tuli ya? atau bisu?" tanya seorang lagi dari mereka, kali ini gadis yang datang pada Lia nampak sedikit normal. walau make up yang dia kenakan nampak agak berlebihan untuk seorang anak SMA. Lia menghela nafas lega karena tidak ada satupun goresan pada mobilnya.
__ADS_1
" ah, atau lu ngak pernah liat mobil mewah kek gini ya?" tanya gadis dengan rambut biru itu merendahkan. Lia menautkan kedua alisnya bingung sedangkan kempat gadis yang ada disana malah terkekeh geli.
" heh?" Lia mengukir smirknya yang membuat keempat gadis itu merinding ketakukan, Lia mengeluarkan sebuah kunci dan menekan salah satu tombol yang ada dikuncinya. Lia memasang smirk sembari menekan tombol dihadapan gadis-gadis itu, kini malah mereka nampak bingung, hingga akhirnya sebuah suara mengalihkan atensi mereka.
PIP PIP
" ah!!" teriak mereka sedikit terkejut karena mendengar alarm mobil yang mereka sandari menyala. Lia terkekeh geli dan berjalan mendekat ke arah mobilnya. dia membuka pintu mobil itu dan membuat para gadis itu terperanjat kaget, mereka terkejut karena hal itu sedangkan Lia malah dengan santainya menyalakan mobilnya dan memainkan gasnya dengan santai.
Lia mulai memainkan pedal gas dan memainkan kemudi dengan lihai, LIa mengemudikan mobilnya dengan santai dan sedikit memamerkan kemampuannya dihalaman sekolah yang masih penuh dengan siswa dan siswi yang memandang dirinya dengan kagum.
beberapa hari berlalu dan Lia akhirnya memutuskan untuk masuk ke sekolah hari ini. Lia bangun cukup siang karena harus menyelesaikan pekerjaan yang tidak mungkin ditangani oleh Ryoma ataupun Louis, Lia terbangun pukul 9 pagi setelahnya ia langsung melangkahkan kakinya pergi memasuki kamar mandi.
bi!
apaa?~Nana
why with you Li?~ Eva
hah, untung saja kamu ini keponakanku kalau tidak sudah aku ambil tubuhmu dan kubawa kamu terjun dari atas tebing!~Nana
lah, nanti bibi mati lagi dong?
bukan masalah!~Nana
etdah dari tadi gue dianggurin_-~eva
lah, emang tadi gue manggil lu?
ya, enggak sih? cuma kan gue juga penasaran!~Eva
udah diem, jadi orang bawel banget!~Nana
sana tidur!~Nana
__ADS_1
Lia memejamkan matanya dan memberikan kesadarannya pada Nana sepenuhnya, sudah lama Nana tidak keluar, kenapa? karena dia malas dan dia tidak ingin membuang tenaganya sia-sia hanya untuk menggantikan Lia yang lelah.
Nana PoV
" AHHH!!! AKHIRNYA AKU KELUAR JUGA!!!"
so Readers, udah lama ngak ketemu ama Nana kan? jadi gimana kabarnya kalian? soryy gue basa-basi dulu, mau gimana lagi. kalau ngak gini ya bakal ditendang gue dari ni lapaknya si Author. jadi karena Nana juga udah lama ngak muncul jadi Nana bakalan ngasih satu kesempatan buat Readers untuk tanya apapun soal si Author yang katanya so secreat itu bahkan nama samarannya ada banyak pake banget_-
Sara : beneran mau ditendang ni?
Nana : haha, peace:)
dan ya karena kali ini Nana udah muncul lagi, Nana cuma mau basa-basi singkat selagi Nana masih asik mandi. Nana ingin tanya bagaimana kabar Readers sekalian, sekaligus apa kalian puas dengan hasil yang terjadi pada Nana:(
hiks..padahal Nana udah maksa Author bikin Happy end, tapi apa daya ku? hiks... Nana kan cuma bisa nangis dipojokan, mau mukulin ya ngak daya. orang dia yang ngegaji Nana. T~T, dan ya. sama seperti kata orang, uang membuat dunia berputar, dan ya termasuk dengan Nana yang tetap butuh uang soalnya, Nana-kan udah bukan Presdir no 1 duniaT~T
dan kenapa si author ini tega banget ngebunuh kakak gue yang gue cinta setengah mati tapi boong >~< dan ya kenapa lagi si author itu ngasih jabatan presdir no 1 dunia itu pada keponakan gue yang nyebelinnya sumpah gue yang jadi ketua gengster aja ngak sebengis dan senyebelin ini, mungkin ^~^"
" ah, akhirnya selesai juga!"
aku melangkahkan kaki dan menuju ke walk in closet yang tidak jauh dari kamar mandi. membuka beberapa daun pintu dan mendapati banyak rok, kaos panjang, dress, dan pakaian yang sangat feminim lainnya. aku menghela nafas kemudian mengangkat tanganku dan mulai mencari keberadaan jaket kulit, top tank, dan ya, mungkin hots pans atau paling tidak celana jeans lah.
" akhirnya!" sorakku girang setelah menemukan keberadaan sebuah jaket kulit, walau begitu disana terpampang logo dari Queen dibagian depan dada, dan ya lambang dari Naga merah dibelakangnya. aku menghela nafas kesal, setelahnya aku berjalan mengambil sebuah set komplit seragam kemudian memakainya.
aku mendekat ke arah cermin besar yang ada disana setelahnya menyisir rambutku dengan benar setelahnya mengikat rambutku dengan gaya twin tail, itu adalah gaya rambut yang paling Lia suka, walau aku tidak terlalu suka. kenapa? karena aku seperti melihat diriku sendiri yang sangat imut nan manis, dan bukan sosokku yang kejam dan berwibawa. aku lebih suka mengikat rambutku dengan sembarangan atau membiarkannya terurai panjang.
" perfect!" ucapku yang sudah selesai dengan kegiatan berdandan pagi ini setelahnya aku memakai jaket dengan lambang mafia no 1 dunia, dan ya salah satu wilayah area gelap no 1 dunia. siapapun yang masuk ke Queen tidak akan pernah bisa keluar dengan mudah dari cengkramannya, akan tetapi aku bukan orang yang sama dengan mereka, aku pemilik Queen dan ya, aku satu-satunya gadis yang berhasil memimpin Queen selama ini:)
bibi apa kamu lupa denganku?~ lia
Yak bocah, tidur saja sana__-
dasar narsis_-~eva
__ADS_1