My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 6


__ADS_3

hari ini adalah hari pelatihan pertama bagi Lia, Ryoma membawanya menuju markas utama naga merah. hari ini Ryoma memberikan pelatihan fisik untuk Lia, jadwal latihan yang sangat keras dan ketat sudah menunggu dirinya.


pagi ini Lia harus berlari 10 km tanpa berhenti, kemudian menarik roda sejauh 4km sebanyak 2 kali, kemudian berenang sejauh 5 km, dan setelahnya harus berlatih ilmu belar diri kemudian baru dia akan mendapat istirahat selama 10 menit kemudian Lia harus kembali dan melanjutkan latihan beladirinya sebelum senja datang.


ya, Jadwal yang sangat mengerikan akan tetapi Lia benar-benar melakukannya dengan serius.


" ayo Lia kamu bisa!!"


" percepat langkahmu!!"


" atur nafasmu!!"


" 1...2...1...2...1.."


" FAST.....FAST.....FAST!!!!""


hari demi hari berlalu, beberapa kali Lia harus jatuh namun dirinya akan bangkit  kembali, beberapa hari dia harus terbaring diatas ranjang karena deman dan Lia akan tetap memaksakan dirinya. Louis yang melihat hal itu menjadi sangat tidak tega dan mencoba membujuk Ryoma untuk mengurangi jadwal latihan Lia.


" Ryu, ayolah!! dia hanya anak kecil Ryu!!'


" TIDAK!!! bukankah kita sudah berjanji!!!"


" lebih baik kamu kembali dan fokus saja dengan k7, Louis!!!"


" tapi dia hanya anak-anak Ryu, dia bukan nona!!"


" tubuhnya terlalu lemah untuk menghadapi semua ini ryu!!"


" mengertilah!!" bujuk Louis.


" ah, aku dengar Charlote sedang mengandung lebih baik kamu fokus saja dengan K7 atau temani saja istrimu!!!"


" RYU???"


Ryoma mengusir Louis dari markas dan memintanya pergi. berbulan-bulan telah berlalu dan Lia menunjukkan perkembangan yang pesat, kemampuannya benar-benar meningkat dengan drastis dan tidak akan membuat siapapun percaya dengan kemampuannya.


hari ini adalah hari ulang tahun Lia, Ryoma dan Louis sudah merencanakan sebuah pesta disebuah danau yang tidak jauh dari markas mereka. Ryoma bertugas mengurus Lia, Louis mendekor danau itu dan Charloe yang harus memasak.

__ADS_1


saat malam tiba, Ryoma membawa Lia pergi menuju ke danau. Lia hanya patuh dan mengikuti kemanapun Ryoma membawa dirinya, kini matanya tengah tertutup oleh selembar kain berwarna hitam yang membuat dirinya tidak bisa melihat apapun.


" kita akan kemana paman?" tanya Lia sembari meraba udara disekitarnya, walau Ryoma menuntunnya Lia tetap takut jika saja pamannya yang satu ini meninggalkannya dan membuatnya menabrak sesuatu.


" kita sampai!!" jawab Ryoma sembari membuka penutup mata Lia dengan perlahan. Lia mencoba membuka matanya perlahan kemudian didapatinya sebuah danau yang sangat indah. disana ada lampu dan pernak-pernik yang menghiasi danau indah itu.


sinar bintang dan rembulan yang terefleksikan oleh danau ditambah dengan alunan piano yang memainkan lagu membuat Lia membolakan matanya tanda ia terkejut, kedua tangannya diletakkan dimulut supaya mulutnya tidak ternganga melihat kejutan yang diberikan sang paman.


" HAPPY BIRTHDAY, NATHALIA YUU!!!" sambut Charlote dan Louis dengan sepiring cake cokelat buatan Charlote. kristal bening mulai terlihat dipelupuk mata Lia dan tumpah dengan begitu saja ke wajah mulusnya.


sebuah senyum indah terukir diwajah cantiknya, membuat Ryoma dan Louis tenang. gadis manis mereka kini kembali, tiba-tiba mata Lia berubah menjadi abu-abu kemudian merah secara bergantian, mereka mengambil alih tubuh Lia secara bergantian untuk mengucapkan doa sebelum Lia meniup kue-nya.


setelah Lia meniup lilinnya, Ryoma dan Louis langsung mengangkat tubuh gadis kecil itu dan dibawanya kedanau. Ryoma dan Louis melempar tubuh gadis itu kedalam danau membuat sang pemilik tubuh kesal karena airnya yang sangat dingin


10 tahun telah berlalu dan gadis kecil itu tumbuh dengan cepat. kini Lia adalah presdir muda dari K7 dan keberadaannya sangat misterius. sangat sedikit orang yang tahu akan dirinya, bahkan dia juga tidak pernah muncul secara langsung di publik.


untuk masalah dengan para kolega dan rekan bisnisnya biasanya diserahkan pada Louis, atau terkadang dia datang dengan pakaiannya yang misterius juga topeng yang selalu menghiasi wajah cantiknya. rambut peraknya dicat dengan warna ungu dan mata birunya dibiarkan tetap begitu.


" nona muda!"


Lia mengalihkan atensinya dari berkas menuju ke anak buahnya yang tengah berdiri disebelahnya. Lia menatap tajam pada laki-laki itu tanpa mengurangi aura membunuhnya sedetikpun.


seketika mata Lia membola, pupilnya mengecil tanda ia tengah menahan amarah sedangkan tangannya mengepal kuat dan aura membunuh semakin memenuhi ruangan. kedua anak buah yang tengah menjaga dan mengawalnya merasa takut dan gematar, pasalnya aura gelap mulai memenuhi ruangan itu.


" siapa dia?" tanya Lia dengan dingin.


salah seorang anak buahnya memberi kode pada temannya. anak buah Lia yang satunya langsung mengambil nafas dan membungkuk didepan Lia dan diikuti dengan temannya. Lia menatap mereka dan memandang mereka dengan amat tajam.


" Robin, pemilik Queen sebelum nona Nana!" jawabnya dan membuat Lia mengalihkan atensinya.


kini Lia tengah berada dialam bawah sadarnya dan mencari sosok kepribadian gandanya. siapa lagi kalau bukan Nana dan Evanggelin. LIa memanggil kedua kepribadiannya dan mencoba mencari informasi.


Lia PoV


Nana , Eva!!


whats wrong? ~Eva

__ADS_1


bibi, apa kamu tahu tentang Robin?


hm, aku yang membunuhnya!~ jawab Nana dengan mudahnya.


yah, padahal aku memakan waktu 10 tahun untuk mencarinya T~T


hahh, siapa suruh kamu tidak mau menerima bantuanku?~ Nana menjatuhkan dirinya dan merebahkan tubuhnya.


aku tidak tahu kalau akan beginiT~T


lalu bagaimana?~ Eva


apa aku harus menyerah?


tidak!~ bantah Nana


Robin masih memiliki keturunan, dan dia orang yang telah membunuh kakakku!~ seru Nana


tapi dia sudah mati!~ tambah Nana 


dan orang itu masih punya anak!~ tambah Nana lagi


ho, menarik!~Eva


biar aku saja yang menangani!~tambah Eva


Author PoV


" no..nona?" panggil salah satu anak buah Lia. Eva bangun dan menatap kedua anak buahnya dengan tajam, walau aura membunuh sudah sangat berkurang dan terukir sebuah senyum tipis diwajah Lia akan tetapi tatapan tajam dan membunuh tidak pernah menghilang dari matanya.


" nona Eva!" seru keduanya sembari terkejut mendapat iris hitam milik Eva. Eva hanya bisa tersenyum dan menampilkan smirknya yang nampak mengerikan dan membuat kedua anak buahnya gemetar ketakutan.


" tenanglah dan katakan!" titah Eva dan langsung diangguki oleh kedua anak buahnya.


kedua anak buahnya memberikan beberapa dokumen dan menjelaskan detailnya pada Eva. sedangkan Eva hanya menganguk dan bertanya secukupnya saja, setelah cukup lama mendapat penjelasan kini Eva sudah memahami posisinya.


" kalau begitu kita bisa memulainya sekarang?" gumam Eva sembari mengukir smirknya.

__ADS_1


" panggil paman Louis dan paman Ryoma kemari!" titah Eva dan kedua anak buahnya langsung patuh dan menjalankan perintah dari nonanya itu.


Eva memainkan kedua kakinya dan mengayunkan kedua kakinya sembari bersenandung ria. Eva memandangi jendela kaca yang tidak jauh dari meja kerjanya sembari bersenandung ria.


__ADS_2