
pagi ini Lia terbangun diatas lantai yang dingin tanpa alas apapun, bahkan dia menjadikan tangannya sebagai bantal. Lia mengangkat tubuhnya perlahan kemudian merenggangkan tubuhnya yang kaku dan pegal karena tidur diatas lantai dengan posisi yang tidak nyaman. dia bingung kenapa dia bisa tidur dilantai yang dingin padahal ada sebuah ranjang king size disana.
Lia mengedarkan penglihatannya dan mencari keberadaan ponselnya, dia masih terlalu malas menyadari kalau ruangan ini bukan kamarnya. setelah cukup lama mencari Lia menemukan ponselnya yang ternyata berada di saku miliknya Lia membuka layar smarthphone miliknya itu, disana terdapat foto seorang gadis kecil yang sangat manis menghiasi layar utama sebagai wallpaper utamanya, sedangkan tidak jauh dari sana jam telah menunjukkan pukul 2 siang.
Lia membolakan matanya tidak percaya, setelahnya dia mengedarkan pandangannya dan mengamati sekitarnya, dia baru sadar kalau dia tidak dikamarnya. Lia bangun dan dengan tergesa dan pergi menuju ke jendela yang tidak jauh dari sana, dibukanya jendela itu dan menampilkan pemandangan utama kota New york. jendelanya bahkan langsung mengarah ke pesisir dimana dirinya bisa melihat patung liberty berdiri dengan kokohnya disana.
" GILA!!!" teriak Lia yang langsung mengacak rambutya frustasi.
hah, frustasi? ya, Frustasi karena kebodohannya sendiri. Lia langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi kemudian mencuci wajahnya, mengganti pakaiannya dan melenggang pergi begitu saja. Lia pergi menuju ke salah satu sekolah yang paling ternama di NYC.
apa yang akan dia lakukan disana? aku dengar dia akan mendaftarkan dirinya disana. sebuah sekolah asrama dengan kualitas paing tinggi didunia. walau begitu aturan disana tidak terlalu ketat, bahkan tidak seketat sekolah asrama biasa. jadi Lia memberanikan dirinya untuk mendaftar kesana.
Lia tiba disana dalam waktu 30 menit dengan sebuah bmw berwarna putih milknya, Lia mengemudikannya dengan santai, hanya 60 km/h. ya, menurutku itu sudah sangat pelan, mengingat queen racing kita ini sering mengemudi dengan kecepatan diatas 150 km/h jadi aku harus bersyukur dia baru bangun tidur dan masih malas.
Lia memarkirkan mobilnya dihalaman utama tanpa mempedulikan para siswa yang sedang bermain sepak bola disana, ya sekarang sudah lewat jam pulang jadi hanya ada beberapa anak yang sedang mengikuti pelajaran tambahan atau menjalankan kegiatan ekstrakurikuler mereka.
Lia melangkahkan kakinya keluar dari mobil dengan tenang tanpa mempedulikan pandangan orang-orang padanya, semua anak laki-laki yang ada disana tengah memandang takjub pada sosok gadis manis itu, dengan kulit putih, mata biru berkilau bak batu shapire, rambut yang dicat ungu, rambut panjang itu begitu lurus dengan ujung yang agak bergelombang teruarai dengan indahnya membuat siapapun yang melihatnya tergila-gila.
jangan lupa dengan tubuh ideal bak gitar spanyol, kaki yang jenjang, dan tangan yang lentik. semuanya begitu sempurna garis wajahnya lembut akan tetapi nampak tegas, sorot matanya yang dingin dan tajam membuat siapapun terhipnotis olehnya, hidungnya yang mancung, dan bulu matanya yang lentik juga panjang. dan jangan lupa dengan bibir tipis berwarna merah muda yang berada dibawah hidung mancungnya, menambah kesempurnaan dari sosok LIa. sungguh gadis ini bak bidadari yang turun dari langit.
semua orang masih fokus dengan sosok lia yang mulai berjalan menyusuri koridor sekolah mencari keberadaan ruang kepala sekolah, semua orang yang ada disana tidak akan bisa berpaling dari kecantikan gadis itu. walau begitu lia tidak mempedulikanya dia sudah biasa hidup dibawah sorot lampu dengan pandangan dari ribuan orang yang terfokus padanya. dan karenanya Lia sudah paham makna tatapan itu, kebencian, iri, dengki, suka, memuja, ingin memiliki, menggoda, dan beberapa pikiran mesum yang nampak dari raut wajah beberapa lelaki disana.
__ADS_1
" ah, sorry!"
Nathalia PoV
" ah, Sorry!" ucap seseorang yang tidak sengaja menabrakku.
hei ini pertama kalinya seseorang menabakku, ngak sih bercanda. hanya saja apa dia tidak melihatku yang secantik ini? hello, seluruh sekolah memandang ke arahku dan dia malah tidak sengaja menabrakku? apa-apaan ini? apa aku sedang dipermalukan. haha, ini tidak lucu. sungguh! aku serius!!!
aku mencoba berdiri dan menatapnya tajam, seorang laki-laki dengan wajah tampan, kulit putih, wajah dengan rahang yang tegas, mata yang tajam, hidung yang mancung, dan bibir tebalnya yang seksi. urgh, apa yang aku pikirkan? aku sudah gila!!
aku memandangnya lagi dan ya dia tampan dan keren, dan siapa sangka ternyata dia adalah orang yang aku cari. aku tidak perlu repot-repot, orang yang aku cari kini muncul didepan mataku. aku masih memandangnya tajam sedangkan dia mulai menggaruk tengkunya, pasti dia merasa canggung.
" sorry, are you okay?"
aku mengalihkan atensiku, dan mengambil nafas lebih dulu. mencoba menetralkan emosi yang sempat bergejolak dikepalaku, dan beberapa kebencian juga dendam yang berkecambuk dalam benakku. apalagi saat aku harus menahan auraku yang bisa saja membuatnya mati saat ini juga, ditambah adanya perang batin yang berkecambuk antara diriku dengan bibi.
" its ok, tapi sebagai gantinya kamu harus mengantarku ke ruang kepala sekolah!" ucapku dengan smirk licik bak rubah yang baru saja menemukan mangsa untuk ditipu.
" tapi kamu benar-benar tidak apa kan?" tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk sembari memasang senyum palsu.
jujur ini melelahkan, akan tetapi mau bagaimana lagi. aku harus kuat dan aku harus bisa bertahan demi tujuan balas dendamku. sudut bibirku mulai terasa lelah,akan tetapi aku paksakan demi meraih tujuanku. dan ya, dia tersipu melihat senyumku yang sangat indah ini.
__ADS_1
" baiklah, ayo!" jawabnya dan aku langsung melompat riang sembari memeluk lengannya erat. dan ya, dia sangat terkejut, jujur ini bukan bidangku. aku lelah seperti ini, sebaiknya aku minta Eva melakukan ini. dia sangat ahli dalam menyamar apalagi memainkan drama kecil seperti ini.
eva!
apa?~Eva
bisakah kamu memainkan drama konyol ini?
aku ingin sih, apalagi dia tampan!~Eva
tapi ini masalahmu, aku malas membantumu. bye!!~tambah Eva
yak, sialan kau!!
bodo~kalian pasti tau siapa ini
yah, seperti dugaanku dia akan menolakku. dan saat ini aku masih harus bergelayut manja pada lengannya dan memasang senyum palsu, biar aku tekankan kalau ini senyum palsu sejuta watt yang tadi aku sembunyikan. tidak lebih tepatnya tidak aku tunjukan, kenapa? karena itu adalah hal yang sia-sia, dan ya. kini semua orang malah semakin menatapku dengan gila, dan mungkin ada perasaan risih dari Rayn, aku bisa melihatnya dari sorot matanya.
" apa kamu tidak risih ditatap seperti itu? dan ya, sepertinya kamu sangat nyaman memelukku?" ucapnya yang membuatku tersentak.
aku membolakan mataku kemudian melepas pelukanku dan berjalan mendahuluinya, ya kali ini aku berperan sebagai gadis manja dan sangat manja. dan itu sebenarnya tidak terlalu sulit, mengingat aku memang manja dan sangat dimanja, jadi ini adalah hal mudah, walau membuat senyum palsu itu sulit.
__ADS_1
Rayn terkekeh melihat tingkahku sedangkan aku malah semakin kesal mendengar kekehannya, dia mulai berjalan agak cepat mendekatiku dan merangkul pinggangku. dan ya, aku sangat terkejut. bagaimana bisa dia merangkul pinggangku dengan mudahnya, ya kalau dilihat dari penampilannya dia adalah bad boy dan brandal sekolah. tapi, apa dia bisa menyaingiku? tidak mungkin. bagaimanapun aku ini adalah ratu dunia gelap!