
Author PoV
kali ini Eva yang masih berada ditubuh Lia. dia kini tengah berbaring di atas ranjang single bed miliknya yang baru. nuansa kamar yang hening nan sepi membawa eva kembali ke masa lalu. ruanga berukuran 5X5 m persegi itu dihiasi cat putih, sebuah ranjang ditengah ruangan, sebuah nakas disebelahnya, dan sebuah lemari yang tidak jauh dari sana. disebelah kanan ranjang ada balkon dengan tirai putih yang nampak kontras dengan pintu kaca yang membuatnya bisa melihat pemandangan diluar.
dari sana Eva bisa melihat ada sebuah meja dan sebuah bangku dari besi yang nampak keras akan tetapi nyaman untuk diduduki. Eva merubah posisinya menjadi telentang, kini ia memandang langit-langit kamar polos itu. disana ada sebuah lampu yang sangat dia yakini akan membuat matanya silau jika ia membiarkan lampu menyala saat malam.
ruangan yang kecil ini mengingatkan dirinya dengan kamar lamanya, ruangan kecil seluas 5X5 m persegi yang selalu dia gunakan sewaktu kecil. kamar dimana ia menghabiskan waktunya untuk belajar dan bertahan hidup. memiliki ayah yang merupakan raja mafia bukan berarti hidupmu akan indah karena kamu bisa mendapat segalanya.
pada saat itu Italia tengah berada dalam perang dingin, karena posisinya yang merupakan putri seorang mafia tentu saja ia memiliki musuh yang sangat banyak. karenanya ayahnya membuangnya dan menitipkannya pada seorang pedagang kecil di tepi kota dan menjauhkan Eva dari segala macam bahaya.
dirumah kecil nan sederhana itu Eva bertahan hidup sendiri setelah orang tua angkatnya meninggal karena penyakit. Eva menghembuskan nafasnya panjang kemudian memejamkan matanya sejenak, mengingat hal yang mungkin akan mengalihkan perhatiannya dari ruangan sempit itu.
" ah, silahkan!"
sekelebat ingatan muncul dikepalanya, dia teringat dengan laki-laki yang tadi ia jumpai di Lift. Eva membuka matanya dan langsung terduduk. dia menggelengkan kepalanya beberapa kali mencoba mengusir gambaran pria tampan yang tadi muncul sejenak dalam angannya.
__ADS_1
" Eva, apa yang kau pikirkan?" gumamnya sejenak
Eva menurunkan kakinya kemudian melangkah mendekati balkon yang ada disebelah kanan ranjangnya. dengan perlahan ia mengegeser pintu dan melangkahkan kakinya keluar. Eva mengernyitkan matanya sejenak dan menyesuaikan matanya dengan sinar mentari yang ada.
" ternyata disini lumayan juga!" ucapnya dengan sebuah senyum kecil yang diukir di wajah cantiknya.
Eva masih setia memandang pemandangan yang ada didepan matanya, dan tanpa ia sadari ada orang yang tengah memperhatikan dirinya dari tempatnya duduk. Eva tidak menyadari hal itu, dia masih larut dalam pikirannya hingga sosok yang memperhatikan dirinya berdehem sejenak.
" ehem.."
" hei? apa kamu masih disana?" tanyanya dan Eva langsung tersadar dari lamunannya.
" ah, maaf! kamu... yang tadikan?" tanya Eva dan pria itu malah tersenyum.
Li, bangun oi!!!
__ADS_1
apaan?~lia
cogan ni!! adepin noh!!
malezz~Lia
ih, ngak kuat dedekT~T
jijiq ~Lia
Eva memejamkan matanya sejenak dan mengembalikan kesadarannya pada Lia. baru saja Lia membuka mata dan Pria itu sudah ada didepan matanya.
" ah!!??" Lia mengambil beberapa langkah mundur akan tetapi hal itu sia-sia karena dia ada diujung balkon sekarang, bahkan Lia bisa merasakan pagar pembatas yang menyentuh punggungnya.
" heh, sepertinya kamu sangat suka melamun ya?"
__ADS_1