My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 21


__ADS_3

Eva PoV


setelah aku mengambil alih tubuh Lia, aku langsung menghela nafas mendapati sosok Rayn yang sudah berdiri diluar kaca jendela mobil, sembari mengetuk jendelanya pelan. aku menghela nafas pelan kemudian menurunkan mengambil softlens yang ada didashboard mobil.


untuk apa Softlens? ya, karena waran mata Lia saat ini hijau emerald dan ya, warna mata Lia seharusnya biru shaphir jadi aku langsung saja mengenakan softlens itu kemudian menyesuaikan mataku sejenak. aku mengambil nafas setelahnya menurunkan jendela sebelah kiriku dan menoleh ke arah Rayn yang sudah memasang cengirannya.


" apa mau mu?" tanyaku dengan dingin dan datar.

__ADS_1


tidak terlalu sulit meniru Lia\, mungkin aku harus bersikap agak tenang dan dingin. akan tetapi aku juga bisa bersikap manja\, jadi bisa aku katakan kalau Lia itu tipe ***Tsundere ***alias imut didalam dan dingin diluar. jujur meniru Lia jauh lebih mudah dibanding meniru Nana\, kenapa? karena dia itu dewinya iblis jadi\, jika aku berperan sebagai dia\, aku harus sangat dinginnn\, judesss\, kejammm\, cuekkk\, dan ya nyebelinnn pake bangettt....


" haha, jangan begitu! aku hanya ingin menyambut kedatanganmu!!" ucap rayn dengan santainya. dia terkekeh sejenak setelahnya mengukir senyumnya lembut, dan aku begidik ngeri karena senyum yang diukirnya.


sungguh aku tidak percaya  kalau orang ini sungguh sangat mencintai Lia, bagaimana aku bisa tahu? ya, karena dari cara pandangnya saja sudah terlihat jelas kalau dia sangat mencintai Lia. dan ya, sebagai mantan seorang play girl dan juga The Queen Drama. aku sangat paham makna tatapan itu.


tatapan yang memandang sosok Lia dengan penuh rasa penasaran, rasa memuja, dan ya rasa ingin memiliki.aku menggelengkan kepalaku sejenak setelahnya aku mengambil nafas dalam dan menatapnya datar, sungguh ini menyebalkan aku ingin sekali mencongkel kedua bola matanya dan mencincangnya saat ini juga.

__ADS_1


" o..oke! aku buka!!" ucapnya agak terbata kemudian langsung saja membuka gerbang dan aku langsung saja memasukkan perseneling sembari menunggu rayn selesai membuka gerbang, aku langsung saja menginjak pedal gas dan melajukan mobilku ke tempat parkir.


setelah cukup lama akhirnya aku tiba diparkiran para donatur, aku memarkirkan mobil setelahnya aku mengambil ponsel, dompet, dan sebuah pistol AK4 yang sudah terbalut dengan tas panjang yang memang selalu ada diseripa mobil yang dibawa oleh Nana.


aku masih ingat betapa Nana memaksa membawa senjata laras panjang sebelum kami berangkat. dan ya, nana yang menang! bagaimanapun sekali nana keluar dia tidak akan pernah bisa dikendalikan kecuali dirinya yang memang mengalah.


aku keluar dan berjalan menuju ke lift yang tidak jauh dari sana, baru saja aku akan menekan tombolnya dan pintu lift ini sudah terbuka menampilkan sosok pria tampan. dia tinggi mungkin sekitar 185 cm, rambut yang dicat abu-abu, matanya hitam pekat dan sorot matanya benar-benar dingin. mungkin 11-12 dengan sorot mata Nana.

__ADS_1


urgh mengerikan~batinku


" ah, silahkan!" ucapnya dengan datar sembari menjauh dari sana dan memberikan aku jalan untuk masuk. aku mengukir senyum kecil kemudian melangkah masuk dan menekan tombolnya menuju ke lantai asrama tempat kamarku berada.


__ADS_2