My Cute Boyfriend 2

My Cute Boyfriend 2
Episode 28


__ADS_3

" gue suka sama lu!!!"


Lia PoV


" hah, apa cuma itu yang ada dipikiran lu?" tanyaku yang sudah jengan dengan kata-katanya.


jujur sebenarnya Theo cukup tampan, sangat tampan malahan. akan tetapi aku sendiri juga tidak mengerti, bagaimana bisa aku jatuh hati pada orang yang paling aku benci. entah sejak kapan tapi, pikiran ku mulai dipenuhi dengan gambaran dirinya bahkan beberapa kali aku bisa mengigat suaranya, deru nafasnya, detak jantungnya. semuanya, aku menyukai Rayn!!


ini bukan hal yang aku inginkan, dan aku sudah menghancurkan diriku, rencanaku, dan kepercayaan dari orang-orang yang mempercayaiku. aku merusak semuanya, karenanya aku sedang dalam dilema sekarang. aku bingung bagaimana aku akan melanjutkan kisah ini, jika aku mengatakan perasaanku pada Rayn aku akan merusak kepercayaan semua orang dan ya, aku akan menghancurkan reputasiku dan mencoreng harga diriku. akan tetapi jika aku tidak mengatakan hal ini, maka perasaanku sendiri yang akan tersiksa.

__ADS_1


selain itu kini Theo juga malah ikut membuatku pusing dengan kata-katanya,bukannya aku tidak percaya dengan ucapannya, hanya saja aku sudah terlalu bingung dengan dilema yang aku alami. mungkin jika sejak awal aku tidak berencana mencari sosok Rayn, apa mungkin aku tidak akan bertemu dengannya? dan mungkin aku juga tidak akan jatuh cinta padanya? tapi, jika saja ini memang takdir apa mungkin aku benar-benar jatuh cinta padanya?


apa Nana dan Eva akan membiarkan aku melakukan ini? apa paman Louis dan pama Ryoma akan mengizikan aku mencintai orang yang membunuh orang tuaku? apa mendiang Papa dan Mama akan bahagia dengan yang aku lakukan? banyak sekali pertanyaan yang terbentang dalam benakku akan tetapi aku memiliki semua jawabannya, entah itu jawaban yang baik atau buruk.


jika aku menyatakan perasaanku, maka Nana pasti akan mengambil alih tubuhku dan menggila, dia pasti akan membunuh Rayn saat itu juga. jika aku beraparan dengan Rayn, paman Ryoma pasti akan menguliti Rayn yang sebelumnya sudah dibunuh oleh Nana, dan paman Louis pasti akan menyimpan organnya kemudian dia jual degan harga mahal. dan itu adalah jawaban dengan resiko buruk, dan untuk jawaban positif yang ada diotakku? aku tidak mendapatkannya, jawabannya TIDAK!!!


argh, aku pusing. ini menyebalkan, apa memang harus begini? aku menghela nafas pelan setelahnya megangkat kepalaku dan membawa pandanganku ke arah Theo yang sedang menatapku saat ini? ha, menatapku? aku menoleh dan ya, Theo sedang memandangi diriku. dia menatapku dengan tatapan memuja, tatapan yang aku suka akan tetapi aku benci jika Theo yang melakukan itu. kenapa? itu menjijikkan.


" habis lu bengong sih!"

__ADS_1


" mikiran apaan sih sebenernya?" tanyanya yang membuatku sadar dengan apa yang ku lakukan.


" the!!" panggilku dan Theo langsung menoleh dan mengernyitkan alisnya.


" apa?" jawabnya dan aku malah bingung dengan apa yang aku lakukan, kenapa aku memanggil Theo? aku harus mencari udara segar.


" gua mau bolos, ijinin gua!" ucapku yang beranjak dari duduk dan melangkah pergi menjauhi kantin yang masih ramai dengan para murid yang masih menyantap makanan mereka.


aku melangkahkan kaki ku pergi menjauh dari sana, entah kemana kakiku membawaku pergi aku menurutinya begitu saja. pikiranku entah melayang kemana dan jiwaku sedang berapa dalam dilema. sudah cukup lama kakiku membawaku dan tubuhku berhenti di taman belakang sekolah? entah kenapa tubuhku membawaku kemari akan tetapi kini aku merasa lega.

__ADS_1


pemandangan taman belakang tidak kalah indah dengan sejuknya deru angin di rooftop, hijaunya pepohonan dan sejuknya hembusan angin yang menerpa tubuhku menghilangkan semua beban yang ada dipikiranku. aku mengambil nafas dalam dan menikmati segarnya angin yang berhembus.


" apa yang harus ku lakukan?"


__ADS_2